Popular Post

Puisi

Titi Wanci
oleh Sandika Abdi Choirinsani

Menapak tuju
Meninju rindu
Adakah diriku atau mungkin dirimu
Dapat memaksa waktu
Mendobrak detik
Mendorong menit
Menggali bumi
Memaksa Sang pemimpin
Menanya takdir
Akan terjadi suatu hari nanti
Kau tahulah apa yang kupikirkan ini


PKMM-TD 2017






PKMM-TD (Pelatihan Kepemimpinan dan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar) merupakan kegiatan dari HMPG yang menanamkan jiwa kepemimpinan terhadap mahasiswa baru pendidikan geografi 2017. Kegiatan yang berlangsung pada 3 September 2017 merupakan kegiatan yang langsung di bawah naungan IMAHAGI sehingga dalam pelaksanaannya terdapat penilaian yang diperuntukkan mengukur jiwa kepemimpinan dan manajerial mahasiswa baru tersebut. Kegiatan PKMM-TD tersebut dilaksanakan selama satu hari mulai dari jam 07.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.
Pada pukul 7.30 WIB mahasiswa baru dipertemukan di ruang G02.109 kemudian diberikan materi tentang kepemimpinan oleh tiga pembicara yaitu Furqon Abdul Rais Zordi selaku Sekjen IMAHAGI Periode 2016-2018, Moh Zaenal Aripin Mustofa selaku Ketua HIMAGEO UNNES tahun 2015, serta Destian Budhi Pamungkas selaku ketua HMPG tahun 2016.
Setelah mahasiswa baru mendapatkan materi yang cukup, kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan outdoor. Mahasiswa baru yang telah terbagi dalam tujuh kelompok kemudian dipersilakan untuk jalan-jalan dengan melewati tiga pos. Pos satu merupakan pos teknik siding. Mahasiswa baru diberikan tugas untuk membuat sebuah kepanitian suatu acara kemudian membahas suatu acara tersebut sesuai permintaan penjaga pos. Pos dua merupakan pos problem solving, mahasiswa baru disuguhi suatu permasalahan yang kemudian setiap mahasiswa baru diharuskan menyelesaikan permasalahan tersebut. Kemudian  pada pos tiga merupakan pos analisis spasial, mahasiswa baru disuguhi suatu video permasalahan keruangan yang kemudian harus diselesai secara keruangan.
Setelah mahasiswa baru telah terbekali ilmu kepemimpinan dan manajerial, mahasiswa baru kemudian diajak outbond di taman masyarakat. Pada outbond tersebut terdapat berbagai wahana yaitu lomba balap karung, lomba makan kerupuk, dan lomba gelas bocor,. Uniknya lomba tersebut dilakukan secara estafet sehingga harus dilakukan secara kompak. Kemudian setelah selesai outbound mahasiswa baru kembali ke kampus untuk sholat magrib dan dipersilahkan pulang.

Mengatasi Ketimpangan di Indonesia



Dewasa ini marak terjadi growth with poverty atau bisa kita singkat sebagai groverty, atau dalam bahasa Indonesia dapat disebut sebagai pertumbuhan dengan kemiskinan atau disingkat sebagai pertumkin. Indonesia termasuk ke dalam negara yang memilliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Dalam 15 tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat. Pencapaian ini telah mengurangi tingkat kemiskinan dan memperbesar jumlah kelas menengah. Namun, manfaat dari pertumbuhan yang telah disebutkan tadi lebih dinikmati oleh 20% masyarakat terkaya.  Sekitar 80% penduduk – atau lebih dari 205 juta orang – rawan merasa tertinggal.
Masalah kesenjangan antara si kaya dan si miskin menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan kita yang masih belum terselesaikan sampai saat ini. Bahkan masalah kesenjangan masih menjadi masalah bagi pemerintahan di negara-negara maju. Di Indonesia sendiri bukti nyatanya dapat kita jumpai di ibukota kita, Jakarta. Gedung-gedung pencakar langit, hunian mewah, resort dan bangunan megah lainnya dapat kita jumpai dengan mudah di ibukota. Namun di berbagai sudut ibukota juga terdapat potret kemiskinan dengan banyaknya pemukiman kumuh yang begitu kontras dengan pemandangan mewah di sekitarnya.
            Mungkin kita berfikir kemiskinan terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang sedang berjalan pesat di Indonesia. Kita beranggapan bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Padahal bukan begitu fakta yang terjadi di masyarakat. Menurut penjelasan Menteri Keuangan kita, Ibu Sri Mulyani Indrawati, dalam acara Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun (TKDD) Tahun 2017 di Aula Danapala, Jakarta pada Kamis, 2 Maret 2017 lalu, memaparkan bahwa kesenjangan bukan berarti yang miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya menjadi semakin kaya. Semua golongan menjadi kaya, hanya saja kecepatan akumulasi kekayaan antara kelompok yang kaya dengan kelompok yang miskin berbeda. Akumulasi kekayaan akan lebih cepat terjadi pada kelompok kaya dibandingkan dengan kelompok miskin, dan hal ini yang menyebabkan terjadinya kesenjangan.
            Kesenjangan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah ketidakseimbangan kesempatan atau biasa disebut inequality of opportunity. Inequality of opportunity menyebabkan kemskinan akan diwariskan dari generasi ke generasi jika tidak ditanggulangi sejak dini. Sebagai contoh, kita ambil dari ibu yang sedang mengandung tapi ibu tersebut berada dalam kondisi miskin sehingga tidak memiliki biaya untuk memberikan asupan gizi yang cukup dan memadai bagi bayi dalam kandungannya. Setelah lahir, anak tersebut juga tidak bisa mengenyam pendidikan dikarenakan berasal dari keluarga miskin. Meskipun ada kemungkinan anak tersebut dapat  mengenyam pendidikan dari sekolah gratis yang disediakan oleh pemerintah, tapi anak tersebut tidak dapat berpartisipasi dalam pembelajaran dengan baik karena otaknya tidak berkembang sempurna karena kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan. Ini menyebabkan generasi penerus yang berasal dari keluarga miskin tidak bisa berkembang menjadi lebih baik dan kemiskinan akan terus berlanjut.
            Ketidakseimbangan pekerjaan juga bisa menjadi faktor penyebab kesenjangan. Saat ini kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sudah meningkat. Sudah banyak generasi muda yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan sampai ke jenjang sarjana atau bisa kita sebut Strata 1 (S1). Lulusan S1 bahkan sudah banyak sekali mengingat  jumlah penduduk Indonesia yang begitu banyak. Namun kebanyakan dari mereka malah menjadi pengangguran dikarenakan lapangan pekerjaan yang begitu sempit. Jumlah antara lapangan pekerjaan dan para pencari kerja tidak seimbang. Lapangan pekerjaan yang tersedia pun berada pada sektor yang memiliki produktivitas rendah. Para fresh graduate pun berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan karena setelah lulus sarjana mereka dituntut untuk mendapatkan pekerjaan jika tidak ingin mendapatkan cibiran dari lingkungan sekitar. Mereka tidak mempermasalahkan berapa jumlah gaji yang diterima asal mendapatkan pekerjaan dan tidak menjadi pengangguran yang bersertifikat ijazah kuliah. Gaji dan upah murah inilah yang juga menyebabkan masyarakat bawah tidak mempu mengangkat diri dari jurang kemiskinan.
            Praktik korupsi yang tak berkesudahan dan penyelewengan kewajiban dan hak oleh para penguasa negara juga membuat kesenjangan semakin meningkat. Orang orang yang memiliki kekuasaan dan kedudukan tinggi dengan seenaknya menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. Bisa kita ambil contoh salah seorang yang bekerja di DPR yang tidak perlu kita sebut namanya. Dengan kekuasaan dan kedudukan yang dimiliki dia meminta fasilitas dan pengawalan untuk anaknya yang akan bepergian ke luar negeri. Jika kita pikirkan lagi, apa hak anak tersebut? Bekerja di pemerintahan saja tidak, tapi meminta perlakuan lebih dengan nama ayahnya. Praktik korupsi yang dilakukan oleh para pejabat negara juga tidak dalam jumlah kecil. Mereka menyelewengkan dan memanipulsi dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Di indonesia praktik korupsi bahkan dilakukan secara berjamaah. Para koruptor tak malu dengan apa yang telah dilakukannnya. Sanksi yang diberikan bahkan tidak membuat para koruptor jera. Mereka hanya mendapat kurungan penjara selama beberapa tahun dan diharuskan membayar denda yang tidak seberapa jika dibandingkan jumlah uang korupsi yang mereka gunakan. Kita sehaarusnya mencontoh negara Cina, para koruptor malu jika mereka ketahuan melakukan praktik korupsi, bahkan ada yang sampai melakukan bunuh diri.
            Ketahanan ekonomi juga menjadi penyebab terjadinya ketimpangan ekonomi. Masyarakat Indonesia memiliki ketahanan  ekonomi yang rendah. Bencana alam semakin sering terjadi dan yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat miskin dan rentan. Dampak dari bencana alam yang terjadi akan menurunkan kemampuan mereka untuk memperoleh penghasilan dan berinvestasi untuk kesehatan dan pendidikan keluarga mereka, dimana pendidikan dan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan derajat ekonomi mereka.
            Dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan dalam usaha untuk mengurangi ketimpangan di Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Yang pertama bisa dilakukan dengam memperbaiki infrastruktur dan pelayanan publik. Saat ini masyarakat di daerah pinggiran dan daerah terpencil belum memiliki akses yang memadai dalam hal kesehatan dan pendidikan. Mereka belum memperolah akses yang sama dengan masyarakat di kota besar. Sudah seharusnya pemerintah memperhatikan kesehatan dan pendidikan masyarakat daerah pinggiran. Hal ini bisa dilakukan dengan pendirian rumah sakit berbiaya murah dengan akses yang mudah dan terjangkau. Mendirikan sekolah-sekolah gratis dengan guru yang profesional dan berpengalaman agar masyarakat bisa mendapatkan edukasi dan mengejar ketertinggalan. Jika masalah kesehatan dan pendidikan dapat teratasi, setidaknya Indonesia dapat menghasilkan generasi penerus yang lebih baik dan lebih berkualitas.
            Yang kedua yaitu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik untuk mengurangi angka pengangguran mengingat jumlah penduduk Indonesia yang begitu banyak. Pelatihan ketrampilan juga perlu dilakukan agar masyarakat yang tidak sempat mengenyam bangku pendidikan bisa memiliki ketrampilan untuk bekerja.
            Yang ketiga bisa dilakukan dengan menyiapkan perlindungan jika terjadi guncangan atau bencana alam. Pemerintah harus bisa mengontrol dan tanggap jika sewaktu waktu terjadi bencana alam. Penyuluhan dan sosialisasi tanggap bencana juga perlu dilaksanakan supaya masyarakat tidak panik dan dapat mengevakuasi diri untuk mengurangi jumlah korban jiwa sewaktu bencana alam terjadi.
            Yang keempat yaitu menggunakan sistem perpajakan yang adil. Bagi kalangan kaya dan elit jumlah pajak yang dibebankan harus lebih besar dari masyarakat miskin. Untuk masyarakat miskin sebaiknya tidak dibebankan pajak. Jika jumlah pajak yang dibebankan sama, masyarakat miskin akan menjadi semakin miskin karena pendapatan mereka masih dikurangi untuk membayar pajak yang besar.
            Masih ada hal lain yang bisa dilakukan oleh pemerintah, seperti  memberikan dana bantuan yang adil untuk masyarakat miskin, hukuman yang berat dan setimpal bagi pelaku korupsi, dan melakukan hal lain yang lebih berkontribusi untuk masyarakat miskin yang notabene masih tersisihkan eksistensinya
            Tidak ada proses instant untuk mengurangi ketimpangan di Indonesia. Kita sebagai masyarakat juga harus bisa memberikan dukungan dan saran atas kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah, Harus ada timbal balik, komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat dalam mensukseskan kebijakan  pemerintah. Harapannya, semoga di masa mendatang masalah ketimpngan akan segera teratasi agar tidak menimbulkan konflik yang berkelanjutan dan dapat mengurangi angka ketimpangan di Indonesia.
                                                                               







Daftar Pustaka
http://www.worldbank.org/in/news/feature/2015/12/08/indonesia-rising-divide                   (13 Agustus 2017)









Nama         : Desi Ani Ma’ruf
Prodi          : Pendidikan Geografi

PKKMB PENDIDIKAN GEOGRAFI 2017




Pada Kamis, 24 Agustus 2017 berlangsung PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) Pendidikan Geografi 2017. PKKMB merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus, menjalin kekerabatan dan saling mengenal antara seluruh mahasiswa baru dan mahasiswa lama dalam satu jurusan, memperkenalkan seluruh staf dan karyawan jurusan, menumbuhkan semangat terhadap jurusan, memberi gambaran mengenai sistem pengajaran Pendidikan Geografi, dan memperkenalkan organisasi kepada seluruh maba.
Secara umum, kegiatan ini berlangsung dengan tertib. PKKMB dimulai pada pukul 07.00 yang diawali dengan penjemputan maba dari Taman Pancasila menuju ruang Cut Nyak Dien FIS UNY. PKKMB Pendidikan Geografi 2017 dibuka dengan penampilan pensi dari gugus Mollisols yang menampilkan stand up comedy dan penampilan pensi lainnya sampai dengan pukul 9.30.
Acara dilanjutkan dengan talk show dari mbak Diana mengenai menjadi mahasiswa itu sebuah pilihan atau tujuan? Menjadi mahasiswa harus mempunyai tanggungjawab terhadap Tuhan, sebagaimana kita hidup dari kehidupan yang harus dipertanggungjawabkan. Semasa kuliah, tidak akan ada yang mengatur bagaimana kita hidup. Kita dibebaskan untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri. Ikut organisasi atau tidak, mengerjakan tugas atau tidak, masuk kuliah atau tidak? Hal itu tidak ada pengaruhnya untuk oranglain. Kata mbak Diana, “ada banyak jalan yang dapat kita pilih untuk dilalui.”
Selanjutnya acara diisi dengan perkenalan dosen Pendidikan Geografi yang dihadiri oleh hampir seluruh dosen Pendidikan Geografi. Menginjak waktu adzan dhuhur, acara diisi dengan ishoma sekaligus pemutaran video yang memuat seputar kegiatan PIM dan TM serta ucapan selamat datang mahasiswa baru Pendidikan Geografi 2017 dari kakak-kakak tingkat. Pada kesempatan ini pula, mahasiswa baru diajak mengenal kampus karena video ini memuat beberapa lokasi ruang kuliah yang akan digunakan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Menurut Nova (Peserta PKKMB Pendidikan Geografi 2017), makanan yang disajikan enak, dan dalam PKKMB ini mendapatkan teman baru, keluarga baru.”
Setelah ishoma, dilanjutkan oleh penampilan pensi bagi kelompok yang belum maju. Ada cipta dan baca puisi, akustik, dan drama. Para mahasiswa baru maupun panitia sangat antusias menyaksikan pensi yang ditampilkan. Sebelum penutupan, ada reward.
Untuk foto instagram terbaik diraih oleh Deni Kurniawan.
Media pembelajaran terbaik diraih oleh gugus Ultisols dengan judul Proses Bentuklahan Asal Fluvial.
Selanjutnya ada gugus terkompak yang diraih oleh gugus Mollisols dengan pemandu Kak Dila dan Kak Nurdianta.
Ada pensi terbaik yang diraih oleh gugus Ultisols dengan penampilan wayang wong.
Terakhir, ada el nino dan la nina. El nino diraih oleh Andika Krismondo dan la nina diraih oleh Vivi Kusuma Wardani.

Hijaukan Bumi, Lestarikan Paru-Paru Dunia


(Natasya Justika Kartika, Pendidikan Geografi 2017)

Harum hujan yang menyentuh tanah
Memberikan simfoni merdu yang mengisi hati
Sinar mentari hangat yang muncul setelahnya
Menelusup...
Melalui sela-sela ranting yang mengintip

Kicauan burung-burung bersautan
Mendatangkan bendera tujuh warna pelukis nan agung
Menciptakan harmoni indah menusuk kalbu
Bagaikan fatamorgana di siang hari

Rasa cinta menjaga lingkungan
Amanat indah yang dibisikan di setiap sanubari
Rangkaian insan berpadu bersatu
Hijaukan bumi lestarikan paru-paru dunia

Hari Pramuka














Pemuda adalah tunas bangsa. Dalam pramukapos.com, “Gerakan Pramuka sudah merilis logo resmi yang akan digunakan dalam hari ulang tahun pramuka ke-56. Logo kali ini AdA menggunakan angka 56 dan kata-kata Usung Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik bagi Bangsa. Hari pramuka adalah hari yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh pramuka di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus yang bertujuan untuk kemajuan bangsa. Menurut Novita (Pendidikan Geografi 2016), pramuka merupakan wadah yang tepat bagi anak bangsa supaya mengerti bagaimana alam Indonesia dan bersama-sama melestarikan kebudayaan bangsa. Melalui pramuka, banyak nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan pada diri sendiri yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


            Siapa sih yang nggak kenal Pramuka?? Pramuka adalah kepanjangan dari Praja Muda Karana. Pramuka ini biasanya sebagai ekstrakulikuler wajib bagi pelajar SD, SMP, dan SMA. Kegiatan pramuka tidak jauh-jauh dari alam, karena keiatan ini pada awalnya merupakan pengalaman Baden Powell yang ditulis dalam “Aids to Scouting” yang merupakan petunjuk bagi tentara muda Inggris agar dapat menyelesaikan tugas penyelidik dengan baik. Kemudian dalam kegiatan tersebut melakukan perkemahan. Maka dari itu, pramuka identik dengan berkemah. Seru kan??? J
            “Pramuka itu sudah seharusnya ada dan harus ada sebagai gardha terdepan dalam pembimbingan dan pembinaan generasi muda. Semoga, gerakan pramuka tetap memberikan dampak positif dalam praktek berbangsa dan bernegara,” Yonatan (Pendidikan Geografi 2015). Bagi negara kepulauan, Pramuka sangatlah dibutuhkan untuk menyatukan seluruh generasi muda untuk mencintai tanah air. Salam Pramuka!

Memperjuangkan yang Perlu Diperjuangkan


    GASCOY (Geography Advocation Student Care Of You) merupakan salah satu proker dari bidang KESVOMA (Kesejahteraan Advokasi Mahasiswa). Proker ini adalah proker marger dari 2 proker KESVOMA sebelumnya yaitu IAC (Information Advocation Center) dan GPS (Gerakan Perduli Sesama). Kami mendeskripsikan program kerja ini (GASCOY) sebagai ruh utama program kerja KESVOMA yang siap berkontribusi untuk menyejahterakan dan menumbuhkan rasa kemanusiaan dalam diri mahasiswa Pendidikan Geografi. Dalam pelaksanaanya GASCOY sendiri bersifat kondisional. Salah satu bentuk kegiatan yang sudah terlaksana dari proker ini adalah pengurusan beasiswa  PPA 2017, PPA atau yang lebih dikenal dengan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik ini merupakan beasiswa yang ditunjukan terutama bagi mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi minimal pada semester II dengan syarat dan ketentuan tertentu.
    Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya mengalokasikan dana untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu dan beasiswa kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi baik kulikuler maupun ekstrakulikuler dalam bentuk pemberian beasiswa PPA tersebut, bidang KESVOMA sebagai bidang yang bergerak di ranah advokasi mahasiswa berupaya ikut berperan aktif dalam membantu mahasiswa dalam pengurusan beasiswa tersebut, peran bidang KESVOMA mulai dari berbagi informasi mengenai beasiswa PPA 2017 kepada mahasiswa baik melalui media komunikasi maupun secara langsung, informasi beasiswa tersebut didapatkan dari salah satu dosen di fakultas, setelah itu bidang KESVOMA juga ikut mendampingi mahasiswa yang akan mengajukan beasiswa tersebut dengan membantu mengumpulkan data untuk pengajuan beasiswa mahasiswa secara kolektif, dan memintakan tandatangan kepada Kepala Jurusan dan Wakil Dekan III sebagai salah satu persyaratan bentuk persetujuan pengajuan beasiswa, sedangkan untuk tandatangan atau persetujuan Pembimbing Akademik lebih diserahkan kepada mahasiswa itu sendiri agar mahasiwa sendiri dapat berkonsultasi dengan Pembimbing Akademik masing-masing mengenai pengajuan beasiswa tersebut.
    Setelah persyaratan terpenuhi, kemudian data beasiswa mahasiswa tersebut diserahkan kepada pihak kasubag pendidikan untuk diproses, tidak berhenti disitu, bidang KESVOMA juga membantu memonitoring bagaimana alur di kemahasiswaan mengenai progress pengajuan beasiswa tersebut hingga pada pengumuman dan pencairan dana beasiswa. Pada tanggal 23 Mei 2017 merupakan pengumuman seleksi peneriman beasiswa PPA, seleksi penerimaan Beasiswa PPA 2017 dilakukan berdasarkan sistem kompetisi, skala prioritas dan kuota yang tersedia.  
    Jurusan Pendidikan Geografi mengajukan 30 mahasiswa pendaftar dan setelah melalui tahap seleksi terdapat 14 mahasiswa yang lulus seleksi dan menerima dana dari beasiswa PPA, tahap selanjutnya pada tanggal 29 Mei 2017 pihak rektorat memberikan undangan bagi mahasiswa penerima beasiswa PPA tahun 2017 bertempat di Auditorium Universitas Negri Yogyakarta pada pukul 13.30 – 15.30 WIB dengan isi agenda seperti seminar, pemberian sambutan dari  Rektor Universitas Negri Yogyakarta Bapak Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd, kemudian diikuti sambutan oleh Kepala Bank Mandiri DIY, Jateng yang sekaligus sambutan ini menunjukan kerjasama dari pihak UNY dan Bank Mandiri sendiri, lalu ada sedikit materi lokakarya menenai sejarah dan prestasi serta serangkaian motivasi bagi mahasiswa  dari Bank Mandiri yang disampaikan oleh Biro BAKI Univ dan agenda inti undangan tersebut adalah pembagian ATM bagi mahasiswa yang lulus seleksi penerimaan beasiswa PPA 2017 ini. Pembagian ATM ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat secara langsung menerima dana dari beasiswa PPA 2017 secara pribadi yang kemudian agar dapat digunakan dengan penuh tanggungjawab.
Tag : ,

GEMAR (Geografi Mengajar)



        GEMAR (Geografi Mengajar) merupakan salah satu program kerja dari Bidang Penelitian dan Pengembangan dalam kepengurusan HMPG 2017. Geografi Mengajar merupakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi FIS UNY dari angkatan 2015 dan 2016. Dalam kegiatan ini ada 30 mahasiswa yang ikut berpartisipasi untuk mengajar siswa di MI Ma’arif Nglingseng, Dlingo, Bantul, D.I Yogyakarta.
Hari Sabtu, 5 Agustus 2017 merupakan pelaksanaan GEMAR pertama dari 8 pertemuan yang akan dilaksanakan hingga bulan November mendatang. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas 1 diisi dengan kegiatan mewarnai, kelas 2 diisi kegiatan seni melipat kertas atau origami, kelas 3 dan 6 kegiatan belajar dan mengajar mata pelajaran IPS, serta kelas 4 dan 5 yang diisi dengan kegiatan drama musikal dan puisi. Selain dari pembagian kelas tersebut, ternyata masih ada kegiatan lainnya, yaitu Pramuka. Peserta didik dan mahasiswa terlihat antusias dalam kegiatan ini. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 sampai dengan 12. 00 WIB ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan.
Selain sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui kegiatan ini, mahasiswa  Pendidikan Geografi FIS UNY diharapkan memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan dan juga lingkungan sosial yang ada di sekitar kita.


PIM Pendidikan Geografi 2017


    Pada tanggal 25-26 Juli 2017 terselenggara sebuah acara yang bertujuan sebagai pengenalan dan memberikan informasi-informasi untuk mahasiswa baru FIS UNY 2017 mengenai ormawa di lingkungan FIS UNY.
    Acara yang terlaksanakan di Taman Pancasila tersebut dibuat stand-stand, setiap ormawa membuat stand semenarik mungkin sehinga mahasiswa baru yang datang dapat merasa lebih nyaman. Begitu pula dengan stand pendidikan geografi yang dihiasi dengan hiasan kertas lipat yang digantung. Tidak lupa backdrop andalan geografi disulap menjadi photobooth dengan gambar dan tulisan yang berwarna warni serta hiasan lainnya sehingga stand menjadi meriah.
    Penyambutan mahasiswa baru pendidikan geografi di mulai dengan mengisi data presensi dan pembayaran iuran yang kemudian dilanjutkan dengan sebuah permainan yang menciptakan gelak tawa yaitu memancing ikan dalam kardus. Pada setiap ikan terdapat pertanyaan yang unik namun sulit terjawab sehingga mahasiswa baru yang gagal dalam menjawab pertanyaan akan diberi hukuman oleh kakak-kakaknya. Hukumannya pun malah membuat mahasiswa baru ketawa karena keanehan kakak-kakaknya sehingga menambah kemeriahan stand geografi.
    Setelah itu mahasiswa baru disuruh foto di photobooth yang tersedia. Foto tersebut nantinya akan dipakai untuk foto cocoard jurusan ketika OSPEK jurusan berlangsung. Kemudian mahasiswa baru diberikan kenang-kenangan sebuah pohon jati atau akasia yang diamanahi oleh kakak-kakaknya untuk ditanam. Hal ini memiliki bertujuan dalam upaya penghijauan bumi kita supaya lebih sehat dan terbebas dari banyaknya polusi.

Diskusi Kunjungan (Usung)



Diskusi Kunjungan (Usung)

     Diskusi Kunjungan salah satu program kerja dari bidang kastrat yang memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan diskusi ilmiah dengan menghadirkan tokoh dari luar dan diringkas dalam bentuk sebuah kunjungan. Diskuksi Kunjungan dilaksanakan pada Hari Rabu, 19 Juni 2017 bertempat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Pada kesempatan tersebut, Diskusi Kunjungan mengusung tema “Pendidikan Berkarakter”
.

     Acara Diskusi Kunjungan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB di Ruang Sasana Karsa. Diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Dedi setyadi dari pihak HMPG UNY dan sambutan dari Bapak Tri dari pihak Disdikpora DIY.  Setelah pemberian sambutan dari kedua pihak, acara dilanjutkan oleh pemberian materi awal sebelum melakukan diskusi yang disampaikan oleh Bapak Ben ditemani oleh Bapak Rozak. Materi yang disampaikan oleh Bapak Ben kurang lebih berisi tentang penjelasan karakter secara singkat dan implementasi pendidikan karakter pada lembaga pendidikan di Yogyakarta. Sesi diskusi tanya-jawab mendapat antusias dari para peserta Diskusi Kunjungan yang merupakan Anggota HMPG UNY. Tak luput pertanyaan-pertanyaan kritis diucapkan oleh peserta diskusi. Rasa ingin tahu yang besar akan tanggapan dari pihak dinas membuat suasana diskusi menjadi semakin seru. Hal tersebut berlangsung kurang lebih 2 jam.


     Pada pukul 11.50 WIB, diskusi tanya-jawab ditutup dengan sepatah dua patah kata yang disampaikan oleh Bapak Ben dan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan oleh Dedi Setyadi sebagai ucapan terima kasih atas kunjungan yang telah dilaksanakan kepada Disdikpora. Tak lupa sebagai dokumentasi, tak lupa peserta diskusi melakukan foto bersama. Pukul 12.10 WIB  peserta diskusi kunjungan mulai pulang kerumah masing-masing.


- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -