Popular Post

Pengumuman Pengurus HMPG 2017


PENGURUS HMPG 2017

Pengurus Inti
Ketua : Auzaie Ihza Mahendra (15405244014)
Sekretaris : Yusi Prasetyowati (15405241046)
          Fauziah Latifah (16405241032)
Bendahara : Mitha Safira Nurmaulid (15405241050)
          Monica Elgianina Handita (16405244011)

Bidang-Bidang
PPO : Muhammad Luthfi Fitratama (15405241027)
 Firda Rizki Amalia (15405241054)
 Ika Vebrianti (15405241057)
 Anggi Widya Anggarwati (15405241051)
 Sri Utari         (16405241048)
 Raden Bagus Bayu Angga Dewa Izp (16405241008)
 Hervina Nur Awanda         (16405241001)
 Mikha Ristiyana Yulianti (16405244013)
 Arif Nur Rochman (16405241017)
 Hani Muflikhah            (16405241010)

MIBA.     : Ikhsan Ilmawan            (15405241024)
 Larasatri Nuansari (15405241008)
 Nor Rohmad (15405241005)
 Sakti Fahrurozi         (15405241002)
 Latifa Aulina (16405244012)
 Bakti Indriyani          (16405241053)
 Husnanda Arief Adhandika (16405244002)
 Chandra Kurniawan (16405244004)
 Bheny Echwansyah (16405241021)
 Iftitahul Isnaeni         (16405241054)
 Erly Kusuma Putri (16405241024)

LITBANG: Aldi Nova Rahmat Wijaya (15405244005)
 Syah Riani Monicawati (15405244001)
 Bayu Adhi Nugroho (15405241061)
 Lilik Eka Saputra         (16405244017)
 Jihan Lutfita (16405241055)
 Maya Eka Septiana (16405244008)
 Della Dauty Puspita Asri (16405244020)
 Kinanti Lisfi Awalia (16405244009)
 Wildan Zaki Ardian (16405241025)

KASTRAT: Muhammad Arsyad Abdullah (15405241052)
 Windhita Apsari         (15405241019)
                  Nurhasanah                                                (15405241031)
 Anindya Okti Herdyaningrum (16405241019)
 Raafi’ Panji Suyatna (16405241045)
 Vika Pratiwi           (16405244003)
 Dedi Setyadi (16405241041)
                  Dika Ananda Putri                                      (16405241052)
                  Eleonora Kristanti Tumila.                        (16405244005)
                 
KESVOMA: Ganjar Aji Prakoso (15405244009)
 Nurdianta            (15405241053)
 Gusella Nanda Nianto (15405244013)
 Aisyah Nurul Lathifah (15405241014)
 Iken Yuliani          (15405241013)
 Abeyasa Auvry Tirtabayu Bintang M. (16405244001)
 Azis Nur Sholeh Ashari (16405244015)
 Rani Muliarti (16405241013)
 Ade ‘Ilmi Noor Baiti (16405244018)
 Norma Yuni Pratiwi (16405244006)

MJ : Roja Nuryana         (15405241059)
 Risa Amalia Permatasari (15405244008)
 Lia Widia Ningsih (15405241010)
 Salsabila Azziesta Ramadhani Haryono(15405241060)
 Muhammad Nala Syarid (16405241033)
 Muhammad Hafizh Imaduddin (16405241043)
 Arif Fahrizal Nugraha         (16405241012)
 Yuvita Fitriyanti           (16405249002)
 Naafi’hayyu Lathifah              (16405241011)
 Aminna Rahmawati (16405241003)


Glory Geography!! Glory Geography!! Selamat bergabung dan berkontribusi untuk HMPG yang lebih baik.

Wisudawan dan Wisudawati Pendidikan Geografi FIS UNY Tahun 2017





Selamat dan sukses selalu kepada wisudawan dan wisudawati Pendidikan Geografi FIS UNY tahun 2017. berikut daftarnya:
1. Ahmad Rofiq Alwan
2. Muhammad Syaiful Ardans
3. Lutfia Fajria
4. Rokhayati
5. Linda Singgih K.
6. Mufti Khoirunnisa
7. Arif Sudewo
8. Ririn Putri Aurita
9. Sumulyo Halim
10. Angraeni Maya K.
11. Andika Surya Ardi
12. Lutfiani Allam Jati
13. Deni Rizki Wibawa
14. Ika Budiarti
15. Pamungkas Aji Budi S.
16. Hanif Rifai
17. Dwi Rahmanto
18. Maya Indah Sari
19. Fajrin Abdurrahman
20.Kukuh Eko Wibowo
21. Melati Pramudhita A.
22. Enda Ari Utari

Selamat dan Sukses kepada para wisudawan dan wisudawati Pendidikan Geografi UNY. Semoga kedepannya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya.

OPEN RECRUITMENT PENGURUS HMPG 2017


OPEN RECRUITMENT PENGURUS HMPG 2017

👊🏼GLORY GEOGRAPHY!!👊🏼

📢📢Bagi kalian mahasiswa aktif Pendidikan Geografi 2015 dan 2016, HMPG membutuhkan kontribusi kalian di posisi:

PI:
💰Bendahara 2
📚Sekretaris 2

Bidang:
⛹🏼MIBA
⚖KESVOMA
👨‍👩‍👧‍👦PPO
🎥MJ
📰KASTRAT
📝LITBANG

👊🏼😎👊🏼Kami tunggu kontribusi kalian untuk HMPG yang lebih baik👊🏼😎👊🏼

More info:
083840695707 (Zai)
082138113029 (luthfi)

Tak ada yang tak mungkin selama kamu yakin. Selalu berikan yang terbaik yang kamu bisa dengan apa yang kamu punya.
Tag : ,

Continuing Education sebagai Upaya Pelestarian Nilai-Nilai Kearifan lokal




Indonesia merupakan negara yang terletak pada tiga lempeng raksasa yaitu Lempeng Hindia-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Letak tersebut mengakibatkan negeri ini kaya akan potensi bencana alam meliputi gempa bumi, vulkanisme, tsunami, dan longsor. Bukan hanya itu saja, lokasi Indonesia yang berada pada wilayah tropis mendukung munculnya bencana alam lain seperti kebakaran hutan, kekeringan, badai dan banjir.

Pudarnya Local Wisdom sebagai Upaya Mitigasi Bencana

Kondisi negara Indonesia yang tidak hanya melimpah akan potensi SDA dan SDM, akan tetapi disertai juga dengan melimpahnya potensi bencana alam yang tinggi dan beragam mengakibatkan timbulnya proses adaptasi yang dilakukan oleh pribumi sejak jaman dahulu. Proses adaptasi tersebut kemudian dikenal sebagai kearifan lokal atau local wisdom. Menurut Juniarta (2013) kearifan lokal merupakan tata nilai kehidupan yang terwarisi dari satu generasi ke generasi berikutnya yang berbentuk religi, konstruksi bangunan, budaya ataupun adat istiadat yang umumnya berbentuk lisan dalam suatu sistem sosial masyarakat.

Beragamnya potensi bencana alam dan kondisi lingkungan disetiap tempat menimbulkan pola adaptasi masyarakatnya yang berbeda. Hal ini mengakibatkan nilai kearifan lokal pada masing-masing wilayah menunjukan sikap dan perilaku yang berbeda dalam menanggulangi suatu bencana, maka wajar saja jika di Indonesia terdapat beragam nilai-nilai kearifan lokal. Pada wilayah Simeulue misalnya, berkembang kesadaran masyarakat untuk menanam mangrove. Terbukti, saat tsunami di Aceh Tenggara, tinggi gelombang yang sampai di daratan hanya mencapai 2-4 meter. Berbeda dari ketinggian tsunami di Meulaboh dan Banda Aceh, yang mencapai 20 meter. Tentunya nilai-nilai tersebut mengajarkan mengenai bagaimana perilaku yang sesuai dalam memanfaatkan sumber daya alam, sehingga keberadaan sumber daya tersebut dapat lestari dan mampu berfungsi secara optimal.

Eksistensi nilai-nilai kearifan lokal yang telah ada sejak dahulu pada masyarakat Indonesia kini mulai memudar, hal ini disebabkan karena arus moderenisasi yang membawa dampak terhadap kemajuan IPTEK sehingga pertukaran informasi berupa kebudayaan dari negara lain dapat mudah didapatkan oleh masyarakat Indonesia. Kebudayaan luar cenderung menjadi panutan yang wajib untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari oleh generasi muda karena dianggap lebih relevan dan tidak kuno sehingga proses regenerasi nilai kearifan lokal menjadi terhambat. Selain itu, dampak moderenisasi bahkan mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari sistem pendidikan mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, materi yang diajarkan lebih mendalami teori-teori barat dari pada kebudayan sendiri. Hal ini lah yang kemudian menjadi penyebab hilangnya nilai-nilai kearifan lokal akibat tidak adanya manajemen yang terstruktur dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di Indonesia khususnya mengenai pendidikan.

Cara Pelestariannya?

Kearifan lokal merupakan suatu budaya yang tidak hanya sebatas untuk diketahui melainkan perlu pemahaman mendalam dan tindakan untuk memaknai nilai-nilai tersebut, sehingga perlu adanya pendidikan berkelanjutan (continuing education). Pendidikan berkelanjutan dapat diartikan sebagai kesempatan belajar bagi setiap orang untuk mengembangkan kemampuan berupa kognitif, psikomotorik, dan afektif. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan berkelanjutan adalah sebuah upaya seseorang untuk selalu mengembangkan dan mengaplikasikan kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki sampai batas hayatnya. Dengan pendidikan berkelanjutan maka nilai kearifan lokal mampu dikenalkan secara intensif sejak dini terhadap generasi muda oleh keluarga dan masyarakat melalui pendidikan informal, kemudian proses tersebut akan dikembangkan lagi pada jenjang pendidikan formal sehingga konsep dari pendidikan berkelanjutan sendiri adalah proses penyampaian nilai-nilai kearifan lokal secara berkesinambungan dengan tujuan agar nilai-nilai tersebut mampu dipahami, diterapkan dan bahkan terinternalisasi (mendarah daging) pada diri peserta didik akibat dari proses penyampian, praktek, dan kontrol yang dilakukan secara terus menurus oleh pihak kelurga, pendidik dan masyarakat.

Berdasarkan UU No 20 tahun 2003 pasal 13 ayat 1 bahwa jalur pendidikan teridiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal. Proses pelestarian nilai kearifan lokal pada pendidikan informal (keluaraga dan masyarakat) dapat dilakukan dengan cara: 
1). Penanaman nilai-nilai kebudayaan sejak usia dini misalnya dengan memasukan unsur-unsur nilai     kearifan lokal saat bercerita atau mendongeng, 
2). Pendirian organisasi masyarakat berbasis kebudayaan sebagai penjaga, pelestari serta kontrol sosial mengenai nilai-nilai kearifan lokal, 
3). Melakukan penerapan nilai-nilai kearifan lokal secara langsung seperti pemberlakuannya larangan dalam penebangan pohon di pinggir sungai dan lain-lain, 
4). Penyampaian nilai kearifan lokal melalui hiburan rakyat seperti wayang kulit dan tari-tarian, 
5). Pendirian sarana seperti taman budaya sebagai tempat yang berfungsi sebagai pengembangan dan pelestarian budaya. 
Sedangkan untuk pendidikan formal proses pelestariannya dapat berupa: 
1). Pemberian materi sesuai dengan kemampuan peserta didik contoh pada jenjang SD dan SMP diberikan materi mengenai kearifan lokal masyarakat setempat sedangkan pada jenjang SMA dan PT dapat diberikan materi mengenai kearifan lokal pada wilayah lain, 
2). Memperkayamateri berupa kearifan lokal khususnya pada mata pelajaran mulok, 
3). Pemberian buku mengenai manfaat kearifan lokal bagi wilayah setempat, 
4). Penempelan nilai-nilai kearifan lokal di dinding sekolah,
 5). Penggunaan media seperti proyektor dan laptop untuk menampilkan video atau animasi mengenai kearifan lokal, 
6). Melakukan praktek mengenai penerapan nilai kearifan lokal di sekolah seperti memetakan lokasi paling aman yang dapat dijadikan lokasi berlindung saat terjadi bencana.

Nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dimasyarakat memiliki fungsi bukan sekedar sebagai mitigasi bencana saja, melainkan memiliki peran lebih yaitu dapat berfungsi sebagai penjaga ekosistem dan berpotensi menjadi daya tarik wisata. Pudarnya nilai-nilai kearifan lokal ditengah kehidupan masyarakat mengakibatkan sebagaian besar masyarakat Indonesia mulai kehilangan kemampuan untuk membaca berbagai pertanda alam khususnya gejala alam yang dapat menimbulkan bencana, hilangnya kemampuan tersebut dapat diukur dengan semakin tingginya angka korban jiwa akibat dari bencana alam. Dengan pentingnya peran dari nilai-niali kearifan lokal ditengah kehidupan masyarakat, hal ini tentunya harus terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia karena nilai-nilai tersebut masih relevan untuk diterapkan walaupun keberadaannya telah ada sejak jaman dahulu. Selain itu, dengan kondisi negara Indonesia yang kaya akan potensi bencana sehingga diperlukan sikap kewaspadaan dan kemampuan dalam memprediksi bahaya yang akan terjadi dengan melihat gejala-gejala alam sekitar maka pelestarian nilai-nilai kearifan lokal patut untuk selalu dilestariakan salah satunya melalui upaya pendidikan berkelanjutan (continuing education). (Writer : Anton Cesar Saputra, Pendidikan Geografi 2014)

SEMINAR JURNALISTIK

SEMINAR JURNALISTIK

Seminar jurnalistik merupakan proker baru yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi 2016, khususnya pada bidang Media dan Jaringan. Seminar jurnalistik kali mengusung tema “Majalah Sebagai Wujud Implementasi Eksistensi Dunia Jurnalistik”. Kenapa majalah? Tidak koran, komik, atau media lainnya? Tema tersebut diangkat karena kita melihat majalah sebagai media pemberi informasi kurang eksis di kalangan mahasiswa khususnya di UNY ini. Maka dari itu, hmpg ingin mengangkat kembali eksistensi dunia jurnalistik melalui media majalah dalam khalayak umum khususnya pada civitas akademik Universitas Yogyakarta.

Untuk itulah, maka pada hari Senin, 05 Desember 2016, diadakannya Seminar Jurnalistik oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi. Seminar Jurnalistik ini mengundang 2 pembicara, pembicara pertama adalah Bapak Herwanto, S.H., M.M. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kominfo dan Prokosi Informatika DIY sebagai pembicara 1 dan Bapak Dedy Herdito, S.E., M.M Staff  Kantor Humas, Promosi, dan Prokol Universitas Negeri Yogyakarta sebagai pembicara 2. Acara dimulai pukul 08.30, dibuka oleh mc dan hiburan Tarian oleh adik-adik dari SLB Negeri 1 Sleman.

Dari kegiatan tersebut himpunan mahasiswa pendidikan geografi mengundang beberapa ormawa se UNY untuk mengirimkan delegasinya, khusunya yaitu pada bidang kominfo sebagai wadah menyebaran informasi. Dengan terlaksananya program kerja tersebut HMPG berharap dari materi-materi yang disampaikan pembicara dapat menumbuhkan minat peserta seminar jurnalistik dalam hal kepenulisan dengan media majalah, yang kemudian dapat memberi kesempatan Mahasiswa/Anggota Ormawa yang datang untuk berkarya dalam hal kepenulisan, baik individu maupun dalam organisasinya masing-masing. Acara selesai pukul setengah 12 siang, ditutup dengan penampilan hiburan dari Band Mahasiswa Pendidikan Geografi, Sezon.









Sharing Dosen dan Mahasiswa (SHARDOMA)

Proker Sharing Dosen dan Mahasiswa atau SHARDOMA merupakan sebuah proker yang dijalankan oleh Bidang Kesvoma HMPG UNY dibawah tanggung jawab Nurdianta. Pada tahun ini SHARDOMA dilaksanakan di Ruang Cut Nyak Dien FIS UNY pada tanggal 2 Desember 2016 pukul 13.00 WIB dengan mengangkat tema “together we share, together we solve” yang berarti “bersama kita berbagi, bersama kita menyelesaikan”.
Inti dari acara SHARDOMA yakni diskusi dua arah antara dosen dan jajaran dekanat dengan mahasiswa Pendidikan Geografi yang masih aktif. Diawal acara, moderator (Latifudin) menjelaskan aturan dalam diskusi SHARDOMA serta tata cara dalam menyampaikan pendapat dalam diskusi tersebut. Setelah itu moderator mempersilahkan bapak-ibu dosen untuk menyampaikan apa yang beliau-beliau keluhkan terkait dengan proses perkuliahan atau attitude mahasiswa terhadap dosen.



Tak mau melewatkan kesempatan ini, Mahasiswa Pendidikan Geografi juga mengungkapkan “uneg-uneg” serta isi hati para mahasiswa yang mengganjal terkait bidang akademik maupun pelayanan pihak kampus demi menunjang proses perkuliahan. Permasalahan mahasiswa yang disampaikan antara lain; Nilai mata kuliah yang belum keluar, Transparasi nilai yang jelas, kontrak kuliah yang kurang tegas dan lain-lain.

Diakhir acara terdapat pembacaan Notulensi yang berisi point-point penting yaitu:
1. Nilai mata kuliah yang belum keluar segara ditindak lanjuti baik dari pihak dosen ataupun mahasiswa
2. Tata krama mahasiswa kepada dosen perlu diperhatikan
3. Koordinasi antar dosen saat pergantian jadwal mengajar lebih diperkuat
4. Perbaikan sarana prasarana seperti kursi, penghilangan karpet dan wifi
5. Penegasan  kontrak kuliah bila dosen telat atau mahasiswa yang telat
6. Transparansi nilai, bila mahasiswa mau melihat nilai dapat langsung menemui dosen

Tips and Trick Packing



Dewasa ini kegiatan mendaki gunung tak hanya dilakukan oleh para pecinta alam saja. Masyarakat umum mulai menyukai kegiatan ini, apalagi para anak muda yang notabene memiliki kekuatan tubuh yang bagus dan rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan kegiatan mendaki gunung ini sudah dijadikan sebagai gaya hidup atau hobby bagi sebagian masyarakat. Saat mendaki tentunya kamu membutuhkan peralatan dan bekal untuk menunjang kelangsungan hidup  di alam. Semua peralatan dan bekal yang banyak tadi harus dapat dimasukkan dalam tas cerrier. Cara packing tas cerrier pun menentukan nyaman tidaknya pendakian. Jangan sampai karena packing yang salah justru akan menghambat pendakian dan bahkan membuat cedera. Karena itulah berikut tips packing yang dapat kamu coba:
Membuat daftar prioritas barang yang akan dibawa
Barang-barang dengan fungsi penting untuk menunjang kelangsungan hidup di alam merupakan prioritas utama, seperti kantong tidur (sleeping bag), tenda (dome), peralatan P3K, bekal makan dan minum serta peralatan lainnya.
Membawa barang yang  memiliiki sedikit fungsi hanya akan menambah beban. Bawalah barang yang cukup dengan kebutuhan pendakianmu. Sesuaikan dengan berapa lama kamu akan mendaki. Dan pastikan semua terbawa.
Menyesuaikan peralatan yang akan dibawa dengan tas cerrier
Menyesuaikan kebutuhan barang yang dibawa dengan kapasitas tas cerrier juga diperlukan.
Jangan sampai tas yang dipakai terlalu besar dan berongga sehingga barang yang ada di dalam tas menjadi tak beraturan. Dan juga jangan sampai barang yang dibawa juga over kapasitas sehingga kamu harus membwanya tersendiri. Selain mengurangi keindahan saat mendaki hal ini juga menyulitkan proses pendakian belum lagi jika track pendakian sulit dan harus merayap dan mencengkeram pepohonan, ngga kebayangkan repotnya kaya apa
Masukkan semua peralatan ke dalam trashbag / plastik sampah
Hal ini bertujuan untuk melindungi barang-barang yang memiliki fungsi penting, seperti sleepingbag, jaket, dan barang penting lainnya agar tidak basah. Selain karena hujan barang-barang tersebut dapat basah karena proses pengembunan yang terjadi akibat suhu dingin yang ada di gunung.
Gunakan matras sebagai frame
Kebanyakan pendaki meletakkan matras diluar tas cerrier dengan cara digulung hal ini kurang efektif  dan menggangu, apalagi saat melewati track dengan banyak pohon dengan ranting-ranting yang menghalangi jalan. Oleh karena ini matras dapat dilipat lalu kemudian dimasukkan ke dalam tas setelah sebelumnya dilapisi trashbag. Selain efisien, tas akan terlihat kokoh dan rapi.

Memperhatikan susunan barang
Cara menyusun barang yang dibawa melihat aspek urgensinya. Sleepingbag pakaian merupakan peralatan yang digunakan ketika sudah mendirikan tenda atau dome sehingga peralatan ini dapat diletakkan paling bawah. Sedangkan mantel, peralatan penerangan dan P3K ditempatkan paling atas agar mudah diambil saat dibutuhkan. Penyusunan barang di tas cerrier merupakan seni tersendiri, jangan sampai penyusunan barang bawaan tidak stabil dan akan membuat pundak terasa sakit. Biasanya barang bawaan yang dibawa dalam tas cerrier tersebut benar penyusunannya jika saat tas cerrier tersebut diletakkan tas situ akan tetap tegak berdiri dan tidak miring ke kiri.
Semoga tips tersebut bermanfaat. Alam akan memperlakukan kita dengan baik saat kita tahu bagaimana menempatkan diri, jaga kelestarian lingkungan dan yang terpenting safety first y! - Latifah, 2015. 

Optimisme Generasi Emas di Era Global



Setiap bangsa di dunia pasti ingin berdiri kokoh dan melangkah dengan jelas kemana arah tujuan yang ingin dicapainya. Saat ini Indonesia akan menuju kebangkitan, yaitu 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045. Kemerdekaan yang didapat dengan usaha yang tidak dapat kita balaskan sebagai penerus bangsa. Para pahlawan memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk Indonesia agar mendapatkan kemerdekaannya. Inilah yang melatar belakangi kebangkitan generasi emas.

Indonesia menuju Generasi Emas 2045
Pada tahun 2045 Indonesia akan menuju sebuah masa dimana kita diberi sebuah kesempatan menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang makmur, dan bangsa yang memimpin dunia. Di tahun tersebut ekonomi Indonesia akan memasuki sebuah masa dimana Indonesia akan mengatur perekonomian dunia. Ini semua bisa didapat dan bisa direalisasikan, dengan merubah mindset masyarakat yang ada dan mendidik dengan baik dan benar para penerus bangsa.
Generasi emas sebagai generasi  penerus bangsa yang akan menentukan masa depan yang harus mampu memandang masa depan diri dan bangsanya. Generasi emas adalah generasi muda yang penuh optimisme dan gairah untuk maju dengan sikap dan pola pikir yang berlandaskan moral yang kokoh dan benar. Generasi emas adalah generasi dengan visi ke depan yang cemerlang, kompetensi yang memadai, dan dengan karakter yang kokoh, kecerdasan yang tinggi, dan kompetitif, sehingga akan menghasilkan produk pendidikan yang diidam-idamkan.
Generasi emas harus memiliki profil yang jelas, dimana manusia di Indonesia dimasa depan harus memiliki jati diri bangsa Indonesia. Perlu ada alur fikir manusia di masa depan yang berpijak pada pola-pola budaya dan strategi kebudayaan dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bingkai dalam membentuk generasi emas 2045 - Larasatri, 2015.

Generasi Emas Indonesia di kancah dunia
Kita sebagai calon generasi emas harus memiliki inisiatif tinggi untuk mengembangkan diri masing-masing menuju pribadi yang dapat mempengaruh Indonesia ke depannya, jangan sampai kita sekarang justru terbawa arus negatif globalisasi seperti sifat konsumtif, hedonisme, dan bahkan westernisasi yang tidak mencintai kebudayaan bangsa sendiri. Selayaknya, kita dapat menjadi bangsa yang dapat memperkokoh jati diri bangsa, bahkan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional melalui prestasi-prestasi yang dapat kita raih dari potensi yang kita miliki. Saya akan berbagi sedikit pengalaman yang saya alami di tahun ini. Saya menyadari bahwa potensi yang dimiliki ada di dunia seni, bukanlah dalam bidang akademik. Alhamdulillah, di tahun pertama saya kuliah ini saya memiliki kesempatan yang sangat berharga dapat terbang ke negeri Jiran mewakili Indonesia dalam diplomasi budaya melalui duta seni mahasiswa. Bangga sekaligus terharu ketika dapat menampilkan kebudayaan Indonesia di panggung internasional. Namun, semua itu melewati proses yang sangat panjang dan tidak mudah. Berawal dari ekstra kurikuler tari saman di SMA yang saya tekuni selama dua tahun, lalu saya lanjutkan di perkuliahan melalui komunitas tari aceh di luar kampus. Di tengah potensi yang terus digali kemudian saya putuskan untuk ikut bergabung ke dalam tim keberangkatan diplomasi. Banyak sekali pengorbanan yang harus dilewati, termasuk masalah perkuliahan. Kalian juga harus memiliki kesiapan secara fisik, mental, teori, dan bahkan material untuk dapat maju selangkah ke depan dalam mengenal dunia luar.
Sesuai dengan prinsip saya, "jangan pesimis sebelum mencoba", saya pribadi tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan dalam mencoba hal-hal baru, karena hal tersebut memiliki tantangan tersendiri. Ketika saya gagal dalam percobaan pertama, hal itu tidak menjadi masalah karena kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda, dan yang terpenting adalah setidaknya saya sudah pernah mencoba daripada tidak pernah sama sekali. Namun sesungguhnya yang tersulit bukan lah menentukan pilihan, tetapi bertahan pada pilihan. Terkadang dalam pilihan yang  saya ambil tidak jarang saya merasa bimbang dalam melangkah, bahkan saya pernah kehilangan motivasi namun saya tidak pernah kehilangan tujuan, tujuanlah yang membuat saya termotivasi kembali.

Tips menjadi Pribadi yang Berbakat
Temukan kelebihanmu sedini mungkin.
Langkah paling awal yang harus diambil adalah menemukan bakat yang kamu miliki. Kita harus berpikir mulai dari sekarang, apa yang bisa kita tunjukkan dan mampu kita berikan pada dunia luar?
Kembangkan dan gali terus kelebihanmu
Jangan pernah menyepelekan sekecil apapun potensi yang kamu miliki, apabila kamu dapat mengasah terus maka kelebihanmu itu akan semakin tajam.
Jangan pernah minder, selalu optimis!
Terkadang kita mengalami keraguan dalam melangkah. Pasti. Namun jangan sesekali terhenti karena perkataan "Kamu pasti gagal, kamu bakal kalah sama dia" "Terlalu berat lah, mending mundur aja". Kata-kata tersebut jangan mambuatmu jatuh, tapi jadikan motivasi dan buktikan bahwa kamu mampu.
Berusaha dan berdoa
Setelah kamu berusaha sekuat tenaga, jangan pernah melupakan doa, karena kekuatan doa sangatlah besar.

Jadilah generasi yang tetap menjunjung jari diri bangsa Indonesia dan menghargai kebudayaan Indonesia. Sekarang saatnya kita buktikan pada dunia bahwa Indonesia memiliki generasi yang pantas sebagai penerus perjuangan bangsa dan mampu memimpin dunia.

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -