Popular Post

SUPLEMEN #1

Suplemen merupakan program kerja yang diselenggarakan dibawah naungan bidang PPO HMPG FIS UNY. Suplemen #1 dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2016 bertempat di FIS UNY. Suplemen #1 dibua oleh MC pada jam 16.30 WIB. Kegiatan suplemen ini diikuti oleh pengurus HMPG FIS UNY, adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengakrabkan diri antar anggota pengurus HMPG FIS UNY. Setelah acara dibuka oleh MC, kemudian ada sambutan oleh Ketua HMPG FIS UNY Sdr. Destian Budhi Pamungkas, kemudian dilanjutkan oleh ketua panitia Suplemen #1 Sdr. Arsyad. Acara dilanjutkan dengan pembagian peserta menjadi 7 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari berbagai bidang agar dapat mengenal lebih dekat antara satu dengan yang lain. Selanjutnya diadakan lomba antar kelompok, diantaranya lomba balap kelereng, balap karung dan makan kerupuk.
Acara selanjutnya adalah sholat magrib, dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah acara makan bersama

selanjutnya diadakan sharing oleh kabid-kabid Pengurus HMPG FIS UNY terkait dengan suka duka dalam memimpin staffnya. Kemudian pemberian award untuk staff terbaik, bidang terbaik dan bidang terajin. Adapun staff terbaik jatuh kepada sdr. Ikhsan Ilmawan dari bidang MIBA HMPG FIS UNY

bidang terbaik jatuh kepada bidang kajian strategis (KASTRAT)
dan bidang terajin jatuh kepada bidang penelitian dan pengembangan (litbang).

selanjutnya foto bersama

Alam dan Rasa Syukur


Langit
Goresan warna itu selalu membuat rasa setiap orang ingin menatap
Citra dalam mata menciptakan senyuman indah
Seiring hijaunya daun cemara yang terlukis silau sinar matahari
Dengan tetesan embun
Takjub atas anugrah Tuhan dan jiwa dalam rasa syukur
Aroma pasir pantai hinggap, membatu dalam tawa tanpa batas waktu
Angin tak sengaja menyentuh pipi dan membelainya dengan lembut
Tebing dari pantai itu menjadi saksi
Tuhan tidak pernah ragu menciptakan manusia tanpa kesempurnaan dan rasa
Tentang keindahan, pengorbanan, ketulusan dan rasa syukur

Oleh : Amalina Dwi Prasanti

PANITIA OSPEK PENDIDIKAN GEOGRAFI 2016

Ketua : Muhammad Luthfi Fitratama

Sekretaris
1. Hadana Ulufanuri
2. Larasatri Nuansari

Bendahara
1. Firda Rizki Amalia
2. Rachma Puspasari

Pemandu.
Koor : Ayunda Milla Puspita


1. Rizki Inayatun
2. Zulfatussuroya
3. Yuanita Putri D S
4. Erlin Nur’afiah
5. Aisyah Nurul L
6. Shofa El Karera
7. Windhita Apsari
8. Ganjar Aji P
9. Nurdianta
10.Nor Rohmad
11.Satrio Bimowibowo
12.Bayu Adhi Nugroho
13.Sahrul akbar
14.Anggun Pria Wibowo

Acara.
Koor : Syah Riani Monicawati

1. Ahmad Abu Bakar
2. Yuli Widiyatmoko
3. Rexy Satria Alfanuha
4. Ririn Aldino Puspasari
5. Dera Galuh Parwanti
6. Nuhnia Reny Pertiwi
7. Salsabila Aziesta R (MC)
8. Ikhsan Ilmawan (MC)

Gardha Bumi
Koor : Anna Roswita Sari


1. Ika Vebrianti
2. Windy Kusumaningtyas
3. Maslahatul Ammah Ramdhani
4. Atika Dian Rahayu
5. Nur Indah Astuti
6. Auzai Izha Mahendra
7. Aldi Nova Rahmat W
8. Abeyasa Audrey

Humas.
Koor : Gusella Nanda Nianto

1. Iken Yuliani
2. Muh. Arsyad
3. Ifa Agestiana
4. Anggi Widya Anggarwati

P3K.
Koor : Roja Nuryana


1. Diah Arini
2. Nanda Ardiyanti
3. Kalimatur Rodziyah
4. Fredha Ellin Nurwahyudi
5. Aji Antoro

PDD.
Koor : Muhammad Choirul Anwar


1. Purno Adiyatmoko
2. Lia Widia Ningsih
3. Wahyu Dewi Martasari
4. Nur Affan Purnomo Jati
5. Deddy Akbar Perkasa
6. Amalina Dwi Prasanti

Konsumsi
Koor: Norma Aningtyas S

1. Risa Amalia P
2. Erlin Indah Lestari
3. Anggriawan Pratama

Perkap
Koor: Yasykur Kurnia Ardianto


1. Prabowo Wijiyono
2. Sakti Fahrurozi
3. Gregorius Edo Yurasto
4. Ferry Putra Pratama
5. Rasyd Permana
6. Muhammad Luthfiansyah

MANDALAWANGI - PANGRANGO

Oleh : Soe Hok Gie

Senja ini,
ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali
ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan Hadapilah"

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampuai batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta, 19-7-1996
Soe Hok Gie

PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL



Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, HMPG UNY bekerjasama dengan IZZATA Tour and Travel mengadakan acara Lomba Menggambar dan Mewarnai. Kegiatan ini bertempat di Lippo Plaza Mall Yogyakarta. Adapun lomba mewarnai diikuti oleh 40 anak TK dan SD kelas 1, sedangkan lomba menggambar diikuti oleh 10 anak. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB. Acara tersebut dipandu oleh MC dari HMPG, Trima Mustika dan Lutfi Fitratama. Acara dimulai dengan registrasi ulang, dilanjutkan dengan pembacaan ketentuan lomba. Kemudian lomba menggambar dengan alokasi waktu 60 menit. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjurian oleh sdr. Ahmad Saparudin, sdr. Wikhani Ismaya dan sdr. Alvon. Sembari menunggu penjurian, acara diisi dengan pembagian doorprize yang dipandu oleh MC. selanjutnya dilanjutkan dengan penyampaian komentar juri terkait dengan hasil lomba mewarnai dan menggambar. Acara ditutup dengan foto bersama panitia.

Pendidikan, Kewajiban atau Kebutuhan?

Tidak ada salahnya kalau setiap siswa bertanya pada diri sendiri. Apakah belajar itu sebagai kebutuhan atau kewajiban? Pertanyaan ini akan membangkitkan motivasi belajar siswa. Jika kewajiban dianggap kebutuhan niscaya kemauan dan keinginan belajar siswa menjadi tinggi. Jawaban yang diharapkan semestinya memang belajar sebagai kebutuhan! Kalau kita membutuhkan sesuatu, tentu akan berusaha sekuat tenaga agar yang dibutuhkan itu dapat dipenuhi.
Siswa yang butuh pendidikan akan berusaha belajar agar materi pelajaran dapat ia kuasai. Materi pelajaran akan dimiliki dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dalam wujud materi belajar dapat diperoleh melalui guru, buku, majalah, surat kabar, internet, bahkan alam yang terkembang ini bisa dijadikan tempat belajar. Bila belajar dianggap kewajiban, orang bisa saja berprinsip asal lepas kewajiban. Memenuhi aturan pemerintah tentang kebijakan wajib belajar. Hal ini tercermin dalam aktivitas keseharian berlangsung mulai berangkat dari rumah untuk belajar di sekolah. Belajar sebagai kewajiban memungkinkan siswa tidak sampai ke tujuan. Melainkan, bolos belajar menjadi suatu pilihan utama.
Banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk kebutuhan pendidikan, seakan bukan menjadi suatu tuntutan yang kelak menjadi hutang. Orang tua tidak akan meminta ganti uang yang telah dikeluarkan untuk anaknya. Namun yang diharapkan orang tua adalah hasil belajar yang memuaskan. Memperoleh nilai yang bagus untuk mengobati jerih payah mereka dalam mencari uang. Tidak ada jalan lain, jika belajar dianggap sebagai kebutuhan, maka siswa harus giat dan tekun dalam belajar. Hasil belajar yang memuaskan akan dipersembahkan kepada kedua orang tua di rumah sebagai pengganti jerih payah orang tua yang sudah bersusah payah menyekolahkan anaknya.
Kegiatan belajar merupakan aktivitas yang paling utama di dalam suatu lembaga pendidikan. Namun, kegiatan belajar baiknya tidak hanya dilakukan di lembaga pendidikan formal saja, tetapi akan lebih baik bahwa “Belajar” itu dapat diimplementasikan di mana saja dan kapan saja. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Belajar tidak hanya bermanfaat merubah perilaku seseorang saja melainkan ada beberapa hal esensial yang sangat implisit, bahwa belajar seharusnya dapat meningkatkan kesadaran seseorang untuk dapat memahami problematika di sekelilingnya. Memahami fenomena di sekelilingnya hingga mencari solusi merupakan nilai tambah yang harus dilakukan setiap orang agar mereka tidak hanya “mengkonsumsi” begitu saja ideologi yang secara tidak sadar mendoktrin mereka.
Kita tahu bahwa teknologi berkembang sangat pesat sehingga menuntut kita harus dinamis untuk menghadapi fenomena tersebut dengan “belajar”. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mengimplikasi di ranah budaya dan sosial. Perubahan-perubahan perilaku sosial dan budaya masyarakat secara otomatis juga ikut terlibat. Hal ini merupakan tanggung jawab yang harus di pahami bahwa kita harus sepeka mungkin sadar akan problematika ini. seperti yang telah di ungkapkan di atas kesadaran ini bisa di bentuk dengan meningkatkan efektivitas kita dengan “belajar”.

Kalangan tertentu menganggap Pendidikan adalah satu hal yang menjadi suatu kebutuhan. Mengapa? Mereka beranggapan bahwa manusia yang terdidik oleh proses yang dihasilkan dari Pendidikan akan dilihat keberadaan ya atau secara tidak langsung mereka ingin di lihat eksistensinya oleh orang lain.
Orang-orang yang membutuhkan pendidikan akan muncul dengan sendirinya dikarenakan mereka sudah dibiasakan dengan sistem yang mewajibkannya untuk mendapatkan pendidikan. Kondisi yang berbanding terbalik dengan keluarga yang memiliki status strata pendidikan yang tinggi atau sering kita sebut dengan keluarga yang berpendidikan. Paham masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan bisa menaikkan derajat harkat martabat atau status sosial keluarga mereka.
Menumbuhkan rasa dan pandangan mengenai pendidikan harus menjadi kebutuhan, seyogyanya harus diberikan oleh kedua orangtua kepada individu sejak masih kecil atau balita. Hal ini dapat membuat anak-anak tersebut terbiasa atau sudah dibiasakan dengan memandang pendidikan sebagai kebutuhan sampai mereka dewasa nanti. Menumbuhkan rasa untuk membutuhkan pendidikan bisa diciptakan dengan membuat inovasi dan kreativitas dalam belajar sehingga proses belajar dapat menyenangkan. Sehingga banyak anak-anak tersebut tidak ‘terpaksa’ atau merasa dituntut dalam memperoleh pendidikan.
Pendidikan dipandang sebagai sebuah tuntutan maka suatu ilmu yang diraih dari proses pendidikan tersebut akan menjadi sia-sia, sedangkan apabila pendidikan dipandang sebagai kebutuhan maka anak- anak tersebut akan senang dan selalu ingin mendapat ilmu dimanapun dan kapanpun, dikarenakan mereka sudah terbiasa oleh hal-hal tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan anggapan bahwa pendidikan adalah sebuah kunci untuk kesuksesan di masa depan.
Anggapan umum mengenai pendidikan seperti, mereka beranggapan bahwa manusia yang memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi akan menjadi manusia yang seutuhnya. Kita dapat membedakan pandangan orang terhadap pendidikan antara kebutuhan atau kewajiban dengan melihat pandangan orang tersebut dalam memperlakukan dan cara meraih pendidikan.
Sebelum kita mengajarkan atau mendoktrin individu terlebih dahulu kita harus mencontohkannya adab dalam belajar, hal ini penting karena etika seorang dalam belajar mempengaruhi prosesnya dalam meraih ilmu pengetahuan. Etika dalam pendidikan juga dapat membentuk etika seseorang. Keberhasilan pendidikan adab menuntut ilmu akan melahirkan individu yang memegang kuat adanya nilai dan norma. Pedoman tersebut dapat menjadi pegangan dalam individu untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dari proses pendidikan.
Pendidikan sebagai upaya sadar untuk membentuk manusia seutuhnya dapat berjalan baik dengan berbagai kontribusi dari berbagai pihak seperti lembaga dan orangtua sebagai pengawas dalam proses pendidikan. Menumbuhkan kesadaran untuk pentingnya pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap individu. Adab dalam belajar merupakan hal yang sangat krusial dibutuhkan dalam proses pendidikan. Harapannya individu dapat mengamalkan ilmu pengetahuan sesuai dengan nilai dan norma.



Panitia Semarak Geografi 2016

Penanggung Jawab
Destian Budhi Pamungkas (2014)
Latifudin Nur Fauzi (2014)

Ketua
Dheni Miftakhur Rizqiyanto (2014)

Koordinator Lapangan
Prabowo Wijiyono (2015)

Sekretaris
Atika Dian Rahayu (2015)
Bekti Handayani (2014)
                     
Bendahara
  Yuanita Putri Donna Sari (2015)
  Wicka Nur Ngafifah (2014)

Sie Acara
Esti Mei Pangestu               (2014) (koord)
Novita Army Ratnasari         (2014)
Ika Vebrianti (2015)
Nor Rohmad (2015)
Syah Riani Monicawati (2015)
Nurdianta (2015)
  Firda Rizki Amalia (2015)

Sie Humas
Sahrul Akbar 2014) (koord)
Auzaie Ihza Mahendra (2015)
Rahma Puspasari (2015)
Wikhani Ismaya (2014)
Ririn Aldino Puspasari   (2014)
Istriana Nur Rachmawati (2014)

Sie Sponsorship
Trie Kurnia Hapsari           (2014) (koord)
Purno Adhyatmoko             (2014)
Sakti Fahrurozi (2015)
Ayunda Milla Puspita   (2015)
Akib Muamar         (2015)
Rizki Inayatun       (2015)
Iken Yuliani (2015)
Larasatri Nuansari (2015)

Sie Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD)
Anna Roswita Sari             (2014) (koord)
Maulana Azka Salsabila (2014)
Roja Nuryana               (2015)
Ahmad Abu Bakar         (2015)
Deddy Akbar Perkasa (2014)
Salsabila Aziesta Ramadhani Haryono (2015)

Sie Perlengkapan
Yasykur Kurnia Ardiyanto (2014) (koord)
Nur Affan Purnomo Jati (2014)
Aji Antoro                         (2014)
Aldi Nova Rahmat Wijaya (2015)
Bayu Adhi Nugroho (2015)
Muhammad Luthfiansyah (2015)

Sie Soal
Roni Marudut Situmorang             (2014) (koord)
Vidya  Arum Pertiwi       (2014)
Dwi Harmini (2014)
Anton Cesar Saputra (2014)
Nuhnia Reny Pertiwi (2015)
Siti Umaroh (2015)
Mitha Safira Nurmaulid (2015)
Isnani Nurkholifah (2014)

Sie Informasi & Pendaftaran
Trima Mustika (2014) (koord)
Rosa Ambar Astiti             (2014)
Rosalyna Indah (2014)
Musfira Akyuni Salsabila (2014)
Anisa Ainurrhmah (2014)
Diva Rinhaida (2014)
Norma Aningtyas Sulistiowati (2015)

Sie Konsumsi
Elin Choirin Nisa (2014) (koord)
Dewi Rahmawati (2014)
Ifa Agestina (2014)
Mashlahatul Ammah Ramdhani (2015)
Windy Kusumaningtyas (2015)
Dwi Budiarti (2014)

Sie Pemandu
Rexy Satria Alfanuha     (2014) (koord)
Melysa Ambarwati (2014)
Indri Astika (2014)
Nanda Ardiyanti                 (2014)
Muhammad Choirul Anwar           (2015)
Ribut Budi Lestari (2015)
Windhita Apsari (2015)
Zuni Setyo Nusanti (2015)
Yusi Prasetyo Wati (2015)
Anggi (2015)
Paulinawati (2014)

Sie Akomodasi
Muhammad Luthfi Fitratama.     (2015) (koord)
Mukhlis Nur Wahid     (2014)
Bimo Sartiowibowo (2014)
Gusela Nanda Nianto (2015)

GEOSPORT 2016


            Himpunan mahasiswa pendidikan geografi kembali mempersembahkan sebuah acara yang tentunya tidak kalah menarik dari Geo Action Week kemarin, ya apa lagi kalau bukan GEOSPORT. Proker yang dinaungi oleh divisi MIBA HMPG ini merupakan ajang untuk menyalurkan bakat dan minat mahasiswa pendidikan Geografi dalam bidang olahraga yang diadakan satu tahun sekali. Geosport bertujuan untuk mempererat hubungan internal Pendidikan Geografi khususnya angkatan 2012, 2013, 2014, dan 2015. Ada banyak pertandingan yang disuguhkan diantaranya bulu tangkis, catur, pes, dan futsal. Salah satu hal yang menarik dari geosport yaitu adanya pertandingan futsal eksibisi untuk para alumini. Pertandingan eksibisi ini tentunya sangat berguna sekali dalam mempererat tali persaudaraan mahasiswa pendidikaan geografi. Ini membuktikan bahwa ikatan persaudaraan di HMPG sangat kuat, meskipun sudah menyandang status alumni tetapi masih dapat berpartisipasi dalam sebuah acara, seperti geoport ini.
            Serangkaian acara geosport dibuka dengan pertandingan catur dan pes tanggal 2 April 2016 di pkm lantai 3. Masing – masing kelas mengirimkan 2 kandidatnya untuk perlombaan catur. Pertandingan catur berlangsung dengan tenang dan cukup menegangkan lain halnya dengan pes yang sangat riuh. Catur dimenangkan oleh Anton 2014B setelah mengalahkan Rasyid 2013A dibabak final. Kemudian disusul oleh Roni 2014A sebagai juara tiga.  Sedangkan pertandingan pes dimenangkan oleh Satria 2013A.
            Keseruan tidak berhenti di ajang lomba catur dan pes saja, tetapi di kejuaraan bulu tangkis yang diseenggarakan di balai desa Karanggayam, Sabtu, 3 April 2016 pukul 09.00 WIB. Pertandingan ini berlangsung meriah karena banyaknya suporter yang datang untuk mendukung timnya masing – masing. Masing – masing kelas mengirimkan 2 orang, satu laki – laki dan satu perempuan untuk mengikuti ajang ini. Suara riuh supporter saling bertautan ketika tim mereka saling berebut mengejar poin. Meskipun masing – masing tim mempunyai keunggulan tetapi dalam suatu pertandingan tentunya ada yang menang dan kalah. Jaura pertama ajang bulutangkis diraih oleh 2015B,  juara dua 2014A, dan ketiga 2014B.
            Acara geosport ditutup dengan pertandingan futsal tanggal 23 dan 24 April di Telaga 2. Dari pertandingan sebelumnya, mungkin futsal dapat dibilang pertandingan yang paling ditunggu dan meriah dengan supporter masing – masing tim yang semangatnya tidak kalah dengan para pemain. Meskipun supporter berlangsung riuh tetapi mereka tetap menjaga etika, seperti halnya supporter dari 2014A yang menjadi best supporter. Pertandingan futsal berlangsung seru. Di tanggal 23 menyisahkan tim dari 2012B, 2014B, 2014A, dan 2015B menuju babak semi final yang akan diadakan tanggal 24 di Telaga 2 bersamaan dengan pertandingan eksibisi untuk alumni.
            Di semifinal sendiri, pertandingan dibuka dengan 2015B melawan 2014A dan 2012B melawan 2014B. Setelah melewati serangkaian pertandingan, akhirnya tim dari 2012B tampil sebagai juara 1 pertandingan futsal dengan kostum kebanggan berwarna putih merah. Juara tiga diperoleh 2014B, dan juara dua 2015B sekaligus menjadi juara umum. Selamat untuk tim yang sudah menang, bagi yang belum jangan patah semangat masih banyak kesempatan lain

GEO ACTION WEEK 2016


Yogyakarta, divisi Litbang dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi dengan bangga menyelenggarakan acara Geo Action Week yang kedua, acara ini merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan oleh Litbang untuk memperingati hari Bumi dan juga hari jadi HMPG. Geo Action Week bertujuan untuk mempererat hubungan internal Pendidikan Geografi khususnya angkatan 2013, 2014, 2015 serta membuat mahasiswa geografi agar lebih berani mengekspresikan bidang keilmuannya dalam berbagai lomba yang diselenggarakan, seperti yang disampaikan oleh sdr. Destian Budhi Pamungkas selaku ketua HMPG dalam sambutannya bahwa ‘aksi mahasiswa tidak harus turun ke jalan, aksi mahasiswa bisa dilakukan dengan kegiatan yang lain lebih produktif seperti mengikuti lomba debat, LKTI, maupun poster, hal ini jauh lebih bermanfaat’.

Kegiatan ini mengusung tema “Satukan Aksi Untuk Bumi Bersama Geografi”. Kegiatan ini meliputi 3 rangkaian, yaitu lomba LKTI, Debat dan Pensi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 2 hari yaitu kamis dan jum’at (21-22 April 2016) bertempat di ruang Cut Nyak Dien (CND). Pada hari pertama acara dimulai pukul 10.30-16.00 WIB dan hari kedua pukul  11.00-selesai. Lomba debat dilaksanakan pada hari pertama, 21 April 2016 sedangkan lomba LKTI dan poster dilaksanakan pada hari Kedua, kemis 22 April 2016. Peserta lomba diikuti oleh semua angkatan. Masing-masing kelas mengirimkan untuk mengikuti lomba LKTI 3 orang, debat 3 orang dan untuk poster 1 orang.

Acara ditutup dengan pengumumuman para pemenang lomba debat, LKTI, dan poster lalu dilanjutkan oleh pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan hari jadi HMPG. Pemenang lomba LKTI juara 1 dari 2014B, juara 2 dari 2015B dan juara 3 dari 2015 A. Lomba poster juara 1 dimenangkan oleh 2014 A, Juara 2 oleh 2014 B dan juara 3 dari 2015 A. Untuk pemenang juara umum diraih oleh 2014 B.

SHARING ORGANISASI BIDANG HMPG DENGAN HIMAKI

Jum’at, 21 April 2016 HMPG bidang PPO telah menyelenggarakan sharbog atau sharing bidang organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan di FMIPA dengan HIMAKI (Hima Pendidikan Kimia). Sharbog dilaksanakan dari pukul 16.00-17.30 dimulai dengan agenda perkenalan dari HMPG & HIMAKI secara bergantian. Kemudian dilanjutkan dengan sharing terkait dengan proker yang dimiliki oleh HIMAKI. Adapun proker yang disampaikan oleh HIMAKI diantaranya upgrading yang dilaksanakan pada awal kepengurusan, raker, sekolah kepemimpinan Mipa (SKM), PSS merupakan follow up dari SKM, Progress report (PR), makrab, Training leadership (Titen) dan SDP. Setelah sharing, kemudian dilanjutkan tanya jawab dan diakhiri dengan sesi foto bersama.


KUNJUNGAN KERJA HIMAGO FKIP UNS


Sabtu, 16 April 2016 HMPG (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) Universitas Negeri Yogyakarta megadakan acara Kunjungan Kerja (study banding) ke HIMAGO (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) Universitas Sebelas Maret. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk bertukar informasi antar organisasi, memperluas jaringan, sebagai sarana untuk mengadakan kerjasama dan menjalin hubungan silahturahmi antar mahasiswa. Harapan dari kegiatan ini yaitu bisa menambah pengetahuan, bisa bertukar informasi,  cara berorganisasi dan penyelesaian masalah dalam berorganisasi, bisa bekerja sama untuk kedepannya,  dan lebih mempererat silahturahmi.
Kunjungan Kerja (study banding) ini di mulai pada pukul 07.30 yang mana HMPG UNY berkumpul di FIS terlebih dahulu, dan diberangkatkan pada pukul 08.00. Perjalanan dari UNY-UNS memakan waktu 2 jam sehingga tiba di sana pukul 10.00.
Acara tersebut di selenggarakan di Gedung Nurul Huda Islamic Center Universitas Sebelas Maret. Acara Pembukaan yang disambut oleh HIMAGO sebagai MC, Mohammad Risky  Ramladani dan Yulia Enita. Memasuki acara pertama yakni sambutan oleh ketua umum panitia HIMAGO, Irwan Saputra. Lalu untuk sambutan kedua oleh Ketua HIMAGO UNS, Afif Birhanuddin, dan diteruskan sambutan dari Ketua HMPG UNY, Destian Budi Pamungkas.
Setelah itu, acara dilanjut dengan presentasi profil HIMAGO UNS yang terkait dengan struktur organisasi, program kerja, dan tugas-tugasnya oleh ketua HIMAGO UNS, Afif Burhanuddin. Dengan di buka beberapa sesi pertanyaan mengenai presentasi profil HIMAGO. Waktu sudah menunjukan pukul 11.20. Sembari menunggu waktu untuk isoma, acara hiburan yakni ajang mencari jodoh yang dimaninkan dengan sepotong kertas yang terdapat potongan kalimat peribahasa dibagikan dan kemudian diundi. Acara hiburan ini sangat heboh, hingga terbawa suasana. Pada pukul 11.40 hiburan diberhentikan, lanjut dengan isoma sampai pukul 12.40.
Setelah isoma, acara selanjutnya yaitu presentasi profil HMPG UNY yang terkait dengan struktur organisasi, program kerja, dan tugas-tugasnya oleh ketua HMPG UNY, Destian Budi Pamungkas. Tak lupa, beberapa sesi pertanyaan juga dibuka. Karena banyaknya pertanyaan yang diajukan, acara tersebut semakin memanas. Acara presentasi masing masing hima diakhiri pukul 14.40 dengan penyerahan plakat dari masing-masing bidang.
Acara selanjutnya, yaitu Field trip, yang sekaligus menjadi acara penutup di Kunjungan Kerja Pada waktu itu. Acara Field trip ini, yang mana HMPG UNY diajak untuk berkeliling wilayah UNS dengan dibagi 4 kelompok yang tiap kelompoknya di pandu oleh beberapa orang dari HIMAGO UNS. Setibanya di Rektorat UNS, HIMAGO UNS dan HMPG berfoto bersama. Usai itu, Field trip dilanjutkan, menuju Bus yang diparkir di sebelah masjid Nurul Huda Islamic.
Acara diakhiri pada pukul 17.30. Dengan sangat berterimakasih, HMPG UNY pamit untuk kembali ke UNY. Acara ini berjalan dengan baik, jika dilihat dari tujuan yang ditetapkan telah tercapai. Dari masing-masing hima mendapatkan pengetahuan baru, informasi dari masing masing program kerja sampai bagaimana cara mengatasi masalah dalam organisasi.

[Dokumentasi]

DONOR DARAH HMPG 2016



Hari Rabu, 6 April 2016, Bidang Kesejahteraan Vokasi Mahasiswa (Kesvoma) HMPG 2016 melaksanakan kegiatan donor darah di ruang Cut Nyak Dien Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bantul. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu dan memberikan pasokan darah bagi orang lain yang membutuhkan.




           Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Terlihat antusias dari peserta donor darah dapat terlihat dari jumlah peserta itu sendiri. Bukan hanya mahasiswa Pendidikan Geografi saja yang mengikuti kegiatan tersebut, namun banyak terlihat mahasiswa dari jurusan lain yang mengikuti jalannya kegiatan donor darah. Untuk dapat mendonorkan darah, para peserta harus mengikuti tahapan-tahapan seperti mengisi formulir, pengecekan darah, lalu transfusi darah. Untuk menghilangkan rasa bosan para peserta yang menunggu giliran, pihak panitia menyediakan beberapa penampilan dari SEZONE serta penampilan dari angkatan 2015 yang terdiri dari Vena, Sakti dan Auzaie. Penampilan mereka meciptakan keseruan dan keceriaan para peserta donor darah.

Geography English Club (GEC)

           Hari Selasa, tanggal 29 Maret 2016 KASTRAT HMPG mengadakan Geography English Club (GEC) yang diselenggarakan di depan Laboratorium Geo Spasial. Acara ini diikuti mahasiswa-mahasiswa geografi dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris. Dalam GEC kali ini, para peserta berlatih berkenalan dengan bahasa formal dan informal dalam bahasa Inggris dengan teman-teman kelompok mereka. Sebelum itu mereka diberi bekal atau materi terlebih dahulu dari pemateri GEC. Acara GEC kali ini lebih seru, asyik dan bermanfaat bagi peserta yang ingin belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris.

KESIAPAN INDONESIA MENUJU NEGARA POROS MARITIM DUNIA



Indonesia merupakan negara kepulauan terluas yang ada di dunia dengan sekitar 17.000 pulaunya saat ini yang terhampar dari Sabang di ujung barat sampai Merauke di ujung timur Indonesia. Melihat kondisi tersebut, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2014-2019 ini memunculkan gagasan strategis berupa tujuan untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara poros maritim dunia guna meningkatkan perekonomian Indonesia melalui sektor kelautan yang dipandang hasil yang telah diperoleh masih belum maksimal di masa pemerintahan sebelumnya. Namun untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia ini, seberapa siapkah Indonesia sebenarnya dalam menghadapi tantangan ke depannya, ditambah lagi banyaknya permasalahan internal di negeri ini yang cukup kompleks dan belum teratasi sepenuhnya.

Kebijakan Pemerintah
Langkah awal dalam pemerintahan Jokowi-JK guna mewujudkan Indonesia menjadi negara poros maritim dunia saat ini antara lain berupa peneggelaman kapal asing yang mencoba untuk mengambil kekayaan laut miliki negara Indonesia secara illegal. Melalui Menteri Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti, ia membuat kebijakan tersebut dengan cara yang begitu tegas, yaitu dengan meledakkan secara langsung kapal yang berada di wilayah ZEE Indonesia apabila tertangkap sedang melakukan illegal fisihing di perairan Indonesia. Namun kebijakan berupa peledakkan kapal ini dirasa tidak ramah bagi lingkungan, terutama ekosistem yang ada di laut karena dikhawatirkan bahan bakar yang digunakan kapal berupa minyak tersebut akan mencemari laut akibat ledakkan kapal serta efek ledakkan kapal itu sendiri yang dapat membunuh biota yang ada di laut. Kekurangan lainnya dari kebijakan penenggelaman kapal illegal ini berupa anggaran yang tidak sedikit untuk mendapatkan amunisi peledak tersebut. Kebijakan lain yang telah terealisasikan berupa larangan penggunaan pukat harimau yang dapat mengurangi populasi ikan di laut dalam waktu yang singkat. Bila penggunaan pukat harimau ini terus dilakukan terus menerus, dampak yang ditimbulkan tentu saja akan berimbas pada ekonomi dan lingkungan. Keduanya itu saling berkaitan karena apabila jumlah ikan di laut terus menurun dapat menyebabkan gangguan pada ekosistem laut sehingga produksi ikan akan berkurang dan perekonomian yang dihasilkan dari sektor kelautan akan cenderung lesu.

Keuntungan bagi Indonesia
Melihat keseriusan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang ada telah terlaksana itu, sesungguhnya jika pemerintah benar-benar mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia ini kedepannya, maka tentu Indoensia akan memiliki keuntungan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya sehingga mampu meningkatkan perekonomian Indonesia. Keuntungan yang didapatkan tentu saja adanya peningkatan investasi yang didapatkan melalui perdagangan yang bertransaksi di Indonesia karena laut merupakan jalur paling efektif untuk perdagangan. Selain itu banyaknya kapal yang yang transit ke pelabuhan di Indonesia nantinya juga akan mendapatkan banyak pendapatan dari kapal berlabuh. Namun dalam mewujudkan itu semua, masih banyak permasalahan-permasalahan besar yang menghalangi cita-cita untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara poros maritim dunia.


Problematika
Masalah utama yang harus segera dibenahi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan poros maritim dunia ialah memajukan infrastruktur di sektor kelautan berupa sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan baik itu dari lokal hingga mancanegara. Untuk menjadi negara poros maritim dunia, sudah pasti akan banyak kapal yang transit dengan membawa muatan kargo yang begitu banyak dan kapal yang begitu besar, namun apabila pelabuhan yang merupakan prasarana untuk menampung kapal yang transit/berlabuh di Indonesia terlalu kecil tentu saja akan ada banyak gangguan yang menyebabkan kapal gagal berlabuh. Untuk itu diperlukan perluasan pelabuhan yang sekiranya mampu menampung banyak kapal dari yang biasa hingga ukuran yang besar serta peningkatan kualitas seperti fasilitas yang tersedia di pelabuhan. Hal penting lainnya berupa peningkatan kapal baik dari segi kualiatas maupun kuantitas. Jangan sampai ada kecelakaan seperti tenggelamnya kapal karena kesalahan teknis dari kapal itu sendiri yang tidak layak pakai namun tetap beroperasi sehingga memakan korban jiwa.  

Permasalahan lain yang harus menjadi fokus juga oleh pemerintahan Jokowi-JK saat ini ialah masalah sistem pertahanan negara yang kerap kali ‘kecolongan’ oleh kapal asing yang melewati perbatasan ke wilayah Indonesia. Dengan wilayah yang sangat luas saat ini, tidak cukup angkatan laut milik kita mengandalkan apa yang digunakan sekarang yang lebih dominan menggunakan perahu skateboard. Melihat hal itu, sepertinya pemerintah dan masyarakat masih berorientasi pada pembangunan di sektor darat. Padahal luas laut kita lebih besar dibandingkan sektor darat. Tentu saja hal ini akan menghambat dalam mewujudkan negara poros maritim dunia yang dicita-citakan ini. Untuk menangani hal ini, ada dua hal yang dapat dilakukan pemerintah Jokowi-JK ini. Yang pertama adalah pengintegrasian antara pihak Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL) dalam mengawasi wilayah perbatasan di Indonesia. Dengan kerjasama yang terjalin tersebut, nantinya pengawasan perbatasan dapat dilakukan juga melalui wilayah udara yang lebih efektif dan efesien dalam pengintaian di laut. Kedua ialah peningkatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang masih minim dimiliki oleh militer kita. Seperti di Singapura, walaupun warganya lebih sedikit dan kalah jauh dengan kita, namun alutsista mereka jauh lebih maju dibanding kita baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga ketika terancam keamanannya, maka mereka siap untuk mengatasi dan melawan ancaman tersebut. Kita harus bisa mencotoh hal itu, karena dengan itu keamanan perbatasan dan pulau-pulau di daerah dekat perbatasan akan terjaga dengan baik, jangan sampai ada sengketa pulau yang terjadi dengan negara tetangga yang dapat merugikan kita kembali karena kekalahan dalam merebut pulau itu kembali seperti perebutan pulau Ambalat.

Namun untuk mencipatakan itu semua, kita memerlukan mental yang tangguh dan kuat guna menghadapi rintangan saat menjadi negara poros maritim dunia tersebut. Masih banyaknya kasus korupsi, orang yang mementingkan dirinya sendiri, ketidakdisiplinan, dan sebagainya merupakan contoh mental buruk yang masih ‘mengendap’ di pikiran sebagian besar masyarakat kita. Melihat sejarahnya, sesungguhnya mental Indonesia sangatlah luar biasa pada masa kerajaan Hindu-Budha seperti kejayaan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya dahulu kala. Tetapi karena sistem penjajahan yang dialami Indonesia selama 350 tahun pada akhirnya membuat mental Indonesia menjadi buruk seperti saat ini. Itu semua didasari karena kekayaan alam yang ada di Indonesia yang begitu melimpah. Pada masa kerajaan itu sendiri, kerajaan selalu merasa ingin menaklukkan untuk memperluas wilayah yang ada, namun ketika semua sudah dikuasai dan ditemukannya SDA yang melimpah, akhirnya mereka terlena dan merasa sudah cukup hingga memasuki jaman penjajahan. Kita harus berorientasi pada bagaimana untuk terus menaklukkan alam yang kemudian kita olah untuk kesejahteraan masyarakat. Karenanya kita harus memperbaiki mental dan menciptakan manusia berkualitas untuk mampu mengolah kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Masalah lainnya adalah masih adanya makelar yang mencoba menggelapkan uang dan pengaruh politik yang mencoba mempengaruhi segala aspek kehidupan pada sistem di Indonesia. Untuk itu, perlu adanya kesadaran bersama dan kekuatan untuk bersatu menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Mungkin kita mampu mencontoh kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang mampu menjadi kerajaan maritim yang kuat, namun tetap disesuaikan dengan keadaan di Indonesia saat ini. Sosialisasi tentang pendidikan kemaritiman juga perlu diadakan agar kita mampu mengetahui potensi dan cara mengelolanya sehingga cita-cita Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dapat terwujud.

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -