Popular Post

Archive for March 2011

bukti kesempurnaan tuhan pada desain sempurna bumi


Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis.
Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis.

Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi.

Dalam hal ini, seorang astronom amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul 'The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal The Unmistakable Identitiy of The Creator' telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.


1. Jarak bumi dengan matahari

Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km.


Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke bumi.

Jika lebih jauh:
Planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil.

Jika lebih dekat:
Planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil



2. Gravitasi di permukaan bumi


Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan ketentuan yang berlaku di bumi.

Jika lebih kuat:
Atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)

Jika lebih lemah:
Atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara



3. Periode rotasi bumi


Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.

Jika lebih lama:
Perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar

Jika lebih cepat:

Kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi



4. Albedo



Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).

Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

Jika lebih besar:
Zaman es tak terkendali akan terjadi

Jika lebih kecil:
Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi




5. Aktivitas gempa


Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut.

Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Jika lebih besar:
Terlalu banyak makhluk hidup binasa

Jika lebih kecil:
Bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik




6. Ketebalan kerak bumi


Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.

Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.

Jika lebih tebal:
Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi

Jika lebih tipis:
Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar



7. Medan magnet bumi


Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet.

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.

Jika lebih kuat:
Badai elektromagnetik akan terlalu merusak

Jika lebih lemah:
Kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa



8. Interaksi gravitasi dengan bulan




Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi.

Besarnya gaya sentrifugal bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

Jika lebih besar:
Efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak

Jika lebih kecil:
Perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim



9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer



Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya.

Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam.

75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas yang langsung tapat berbatasan, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.


Jika lebih besar:
Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi

Jika lebih kecil:
Efek rumah kaca tidak memadai




10. Kadar ozon dalam atmosfer


Ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.

Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'.

Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (uv) dari matahari.

Jika lebih besar:
Suhu permukaan bumi terlalu rendah

Jika lebih kecil:
Suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet


Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip antropis.

Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan.

Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

Sumber :
danish56.blogspot.com






Tag : ,

Jenis-Jenis Penangkap Ikan ala indonesia


Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.
1. Pukat Udang


Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.

Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak.

Tujuan utama pukat udang adalah untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).



2. Pukat Kantong


Pukat kantong adalah jenis jaring penangkap ikan berbentuk kerucut yang terdiri dari kantong (bag), badan (body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp).

Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.



3. Pukat Cincin (purse seine)


Pukat cincin adalah jaring yang berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring sehingga membentuk kerut dan seperti mangkuk.

Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.



4. Jaring Insang

[New+Picture+(9).bmp]

Jaring insang adalah jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bagian atas dan pemberat pada bagian bawah jaring.

Dioperasikan dengan tujuan menghadang gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi.

Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan.

Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap (set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.



5. Jaring Angkat


Jaring angkat adalah suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal.

Alat ini terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan.

Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil.

Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat adalah bagan perahu atau rakit (boat / raft lift net), bagan tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).



6. Mata Pancing


Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.

Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya.

Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).

Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan.

Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.



7. Bubu


Bubu adalah salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar karena dihalangi dengan berbagai cara.

Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bambu, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastik, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai daerah arus kuat, dan di daerah pasang surut.

Alat ini cenderung selektif, karena ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai.

Contoh perangkap adalah sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.



8. Pengumpul kerang dan rumput laut

Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)

Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif, karena ditujukan untuk menangkap target seperti kerang-kerangan.

Contoh pengumpul kerang adalah garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, contoh pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan kalau tidak dilakukan sesuai prosedur.



9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)


Pukat ikan karang (muro-ami) adalah suatu alat penangkapan yang dibuat dari jaring, yang terdiri dari sayap dan kantong yang dalam pengoperasiannya dilakukan penggiringan ikan-ikan yang akan ditangkap agar masuk ke bagian kantong yang telah dipasang terlebih dahulu.

Alat ini cenderung tidak destruktif dan tidak merusak ekosistem, karena metode pengoperasiannya yang tidak sampai merusak karang.

Penggunaan alat ini dilakukan oleh beberapa nelayan dengan berenang, mengejutkan ikan-ikan karang sambil membawa alat penggiring. Dinamakan pukat ikan karang karena tujuan utamanya adalah menangkap jenis-jenis ikan karang.



10. Tombak


Terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. Tali penariknya dipegang oleh nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil hasil tangkapan.

Senapan adalah alat penangkap yang terdiri dari anak panah dan tangkai senapan. Penangkapan dengan senapan umumnya dilakukan dengan cara melakukan penyelaman pada perairan karang. Untuk penangkapan dengan panah biasa, umumnya dilakukan dekat pantai atau perairan dangkal.

[New+Picture+(12).bmp]

Harpun Tangan adalah alat penangkap yang terdiri dari tombak dan tali panjang yang diikatkan pada mata tombak. Harpun tangan ini ditujukan untuk menangkap paus, dimana tombak langsung dilemparkan dengan tangan kearah sasaran (paus) dari atas perahu.

Kecenderungan alat tangkap yang relatif sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif, karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. Tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalahgunakan.

Sumber :
haxims.blogspot.com


Tag : ,

Gempa n Tsunami Jepang

KianHome - Kedahsyatan Tsunami yang melanda negeri Jepang menyisakan kepedihan yang teramat dalam bagi para korban, hal ini tidak lepas juga dialami oleh para kerabat korban yang keluarganya tinggal dinegeri sakura tersebut. Para WNI pun cukup banyak berdomilisi dijepang ketika Gempa yang diikuti tsunami tersebut terjadi, berdasarkan data dari Kementrian Luar Negeri - ada sekitar 31.000 jiwa dan belum diketahui yang menjadi korban.

Tsunami dipicu oleh gempa dahsyat berkekuatan 8,9 SR yang menghantam timur laut Jepang, Jumat siang. Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Tayangan televisi menunjukkan bahwa perahu, mobil, dan truk hanyut disapu tsunami. Sebuah jembatan, lokasinya tidak diketahui, tampak runtuh ke dalam air.

Berikut beberapa foto terjadinya Tsunami yang diambil oleh reporter statiun televisi NHK

Foto Tsunami Jepang

Foto Tsunami Jepang

Foto Tsunami Jepang

Foto Tsunami Jepang

Foto Tsunami Jepang

Foto Tsunami Jepang

Foto Tsunami Jepang
sumber foto : Kompas.com & Tribunnews.com



Pengertian tsuami.

Dari segi terminologi berasal dari bahasa jepang, Tsu yang berarti pelabuhan dan Nami yang berarti gelombang, karena tsunami sering terjadi di negara jepang, berdasarkan catatan sejarah di Jepang telah terjadi tsunami kurang lebih sebanyak 195 kali.

pengertian tsunami sebab terjadi tsunami

Sedangkan penjelasan lengkap tentang tsunami, Tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan antara lain oleh :
- gempa bumi yang berpusat di bawah laut,
- letusan gunung berapi bawah laut,
- longsor bawah laut,
- atau dapat juga karena hantaman meteor dari angkasa yang jatuh ke laut.
Gelombang ombak yang terjadi dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500 sampai dengan 1000 km per jam, kecepatan yang setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

pengertian tsunami sebab terjadi tsunami

Penjelasan lengkap sebab terjadinya tsunami :

seperti yang telah disebutkan di atas Tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.
Gerakan vertikal pada kerak bumi yang terjadi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar sehingga terjadilah tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

beberapa Gempa yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami
- Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
- Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
- Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Jika anda berada di pantai dan khawatir akan terjadi tsunami, di bawah ini merupakan beberapa peringatan dan tips jika terjadi tsunami.

Jika anda berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempabumi, air laut dekat pantai surut
secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi
(perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

Jika anda sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita daripantai
telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut.

Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang
rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.

Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.
Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempabumi, air laut dekat pantai
surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yangtinggi
(perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita daripantai
telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut.

Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerahyang
rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.

Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

Semoga artikel yang membahas mengenai pengertian tsunami dan sebab terjadinya tsunami di atas dapat bermanfaat bagi anda. dan semoga kita semua dapat terhindar dari berbagai bencana alam.


video tsunami jepang






sumber : http://www.youtube.com/watch?v=zK2KyNhXrdo&feature=related





Segenap jajaran pengurus HMPG FISE UNY 2011 beserta seluruh mahasiswa pendidikan geografi dan seluruh dosen Geografi mengucapkan turut berbela sungkawa atas bencana tsunami yang telah menimpa di Jepang



Tag : ,

Kilas Balik IMAHAGI



(Dari masa ke masa)

Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) adalah organisasi mahasiswa Geografi di seluruh Indonesia sesuai dengan keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.115/DIKTI/KEP/1990 yang tujuan utama pembentukannya adalah menggalang komunikasi, koordinasi dan konsolidasi dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa

Geografi menjadi insan akademis yang profesional dan ikut berperan aktif dalam pembangunan

Organisasi ini terbentuk berawal dari obrolan beberapa mahasiswa geografi UMS, UGM, dan IKIP Yogyakarta dalam seminar regional mahasiswa geografi di UMS pada bulan Juli 1987. Ide tersebut tercetus dari adanya keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara sesama mahasiswa geografi di tanah air. Hal ini berkaitan dengan komunikasi, tukar informasi, dan kerja sama yang lebih intensif. Pada saat diadakan seminar mahasiswa ilmu perencanaan wilayah di UGM pada tanggal 24 Agustus 1987, gagasan untuk menghimpun mahasiswa geografi dalam suatu organisasi mapan dibahas kembali. Setelah menghasilkan suatu kesepakatan bulat, akhirnya pada tanggal 27 September 1987 IMAHAGI berhasil diwujudkan.

Kepengurusan IMAHAGI pada saat itu hanya terdiri dari formatur saja, sebagai langkah awal untuk lahirnya suatu organisasi yang diharapkan mampu berbuat banyak sesuai dengan motivasi pendirinya. Langkah selanjutnya berhasil diadakan suatu pertemuan mahasiswa geografi Indonesia pada tanggal 2 – 3 April 1998 di kampus Universitas Indonesia Jakarta. Pertemuan inilah yang menjadi titik tolak terbentuknya susunan pengurus besar IMAHAGI periode 1987 – 1989. Kepengurusan pertama berhasil mewujudkan kegiatan-kegiatan berbagai realisasi program kerja seperti Seminar Mahasiswa oleh Komisariat IMAHAGI Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan tema : “Penyediaan Papan bagi Golongan Ekonomi Lemah Menjelang tahun 2000”, Rapat pra-Kongres I dan II, Seminar Mahasiswa, dan Dies Natalis II IMAHAGI oleh Komisariat IKIP Yogyakarta, serta berbagai rapat rutin pembenahan dan penambahan aset organisasi.

Acara-acara akhir dan merupakan acara terbesar dari periode kepengurusan ini adalah Kongres II pada tanggal 13 – 16 November 1989 di IKIP Bandung. Acara ini dimeriahkan dengan dengan Kuliah Umum oleh pakar geografi, diskusi panel, dan pemilihan pengurus besar periode 1989 – 1991. Pengurus baru ini dilantik pada tanggal 16 November 1989 oleh Dekan FPIPS IKIP Bandung. Penyusunan program kerja dalam suatu rapat kerja untuk kepengurusan periode ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 18 Februari 1990 di kampus UGM Yogyakarta. Dalam dua tahun periode kepengurusan ini telah berhasil melaksanakan kegiatan-kegiatan, baik yang bersifat pasif maupun aktif. Kegiatan pasif meliputi kegiatan menghadiri berbagai undangan yang ditujukan untuk IMAHAGI, sedangkan kegiatan aktif meliputi bentuk kegiatan yang langsung dilakukan oleh IMAHAGI.

Kegiatan aktif meliputi :

1. Seminar Regional pada tanggal 26 Mei 1990 oleh Komisariat IKIP Surabaya.

Seminar Nasional Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) pada tanggal 22 – 23 September 1990 di Komisariat IKIP Malang

2. Dies Natalis III IMAHAGI.

3. Studi Ekskursi oleh Komisariat UMS di Desa Bulu Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tanggal 9 –14 Maret 1991.

4. Seminar Nasional tentang Lingkungan Hidup dan Indonesia bagian timur pada tanggal 11 – 12 Mei 1991 di Komisariat IKIP Ujung Pandang.

5. Penerbitan majalah IMAHAGI “Ruang”.

6. Penambahan komisariat.

Dan yang sangat melegakan adalah diterimanya surat keputusan dari Direktorat Pendidikan

Tinggi yang mengakui eksistensi IMAHAGI sebagai suatu wadah organisasi nasional.

Kegiatan pasif meliputi :

1. Menghadiri seminar “Prospek Perkembangan Asia Tenggara dalam Perkembangan Politik dan Ekonomi” pada tanggal 14 Februari 1991 di Universitas Indonesia dan Dies Natalis yang dilaksanakan di Fakultas MIPA UI.

2. Ikut berpartisipasi dalam Simposium Nasional multi disiplin mahasiswa se-Indonesia yang diselenggarakan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) tanggal 12 – 15 Desember 1990 di kampus UNS sebagai salah satu panelis dalam sub kelompok sumberdaya manusia dengan topik “Proyeksi Demografi Indonesia dan Implikasinya dalam Pembangunan Jangka Panjang II”.

3. Kunjungan ke Dirjen DIKTI dan ketua Ikatan Geografiwan Indonesia (IGI) untuk melakukan dialog tentang keberadaan IMAHAGI dan solusi alternatif sebagai kendala.

Kiprah kepengurusan ini dipertanggungjawabkan dalam acara Kongres III IMAHAGI tanggal 9 – 13 September 1991 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini dimeriahkan dengan seminar nasional “Peran IMAHAGI dalam Pembangunan Indonesia Bagian Timur” yang berlangsung tiga hari dengan menghasilkan 9 ketetapan, yaitu: Tata Tertib Kongres, Kriteria Hymne IMAHAGI, Laporan Pertanggunjawaban PB IMAHAGI periode 1989-1991, GBHK IMAHAGI, Pelimpahan pembuatan Lambang IMAHAGI, Perubahan AD/ART IMAHAGI. Struktur Organisasi IMAHAGI, Pengangkatan PB IMAHAGI, dan Penyelenggaraan Kongres IMAHAGI.

Dalam acara ini juga dilakukan Rapat Kerja Nasional PB IMAHAGI periode 1991-1993 dan acara penghijauan yang dilaksanakan di Desa Tegalrejo, Salatiga dengan 55 batang mahoni.

Kepengurusan periode 1991-1993 berhasil merealisasikan beberapa program kerja nasional maupun regional, antara lain :

Pertemuan dan Rapat Koordinasi Nasional di UGM bersamaan dengan acara Seminar Nasional “Kebijakan Pembangunan Nasional” di Yogyakarta.

Dies Natalis IMAHAGI yang disemarakkan dengan Seminar Nasional “Optimalisasi Pemanfaatan dan Pengembangan Potensi Sumberdaya Manusia dalam PJP II”, serta pertemuan nasional dan orientasi IMAHAGI di Hotel Ralino, Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Komisariat IMAHAGI UMS pada tanggal 3-7 Juni 1993.

Studi ekskursi di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang dan pra-Kongres IMAHAGI yang dilaksanakan oleh Komisariat IMAHAGI UMS pada tanggal 3-7 Juni 1993.

Kepengurusan periode ini dipertanggungjawabkan pada Kongres IV IMAHAGI pada tanggal 23-26 September 1993 di Graha Wisata Remaja Ancol Jakarta. Acara tersebut dimeriahkan oleh Seminar Nasional tanggal 21-23 September 1993 dengan tema “Antisipasi Permasalahan Lingkungan Hotel Memasuki PJP II” di Auditorium IKIP Jakarta yang dilaksanakan oleh Komisariat IKIP Jakarta. Kepengurusan IMAHAGI periode 1993-1995 telah berhasil melaksanakan amanah kongres, antara lain :

Bulan September 1993 IMAHAGI menghadiri undangan acara Pertemuan Masyarakat Ilmiah Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (PIT MAPIN) di Gedung UC UGM Yogyakarta.

Pada tanggal 9-10 Februari 1994 di IKIP Yogyakarta diadakan Lomba Cerdas Cermat Geografi se-Jawa Tengah dan DIY yang memperebutkan Trophy IMAHAGI untuk juara II.

Bulan Mei 1994 dilaksanakan kunjungan Sekjen IMAHAGI ke DIKTI untuk melaporkan perkembangan IMAHAGI, kendala yang dihadapi dan alternatif perolehan dana untuk kegiatan-kegiatan IMAHAGI.

Seminar Nasional, Dies Natalis VII IMAHAGI, dan Studi Bentang Alam di Pulau Samosir dan Danau Toba Sumatera Utara pada tanggal 6-8 Juni 1994 yang dikoordinasi oleh Komisariat IKIP Medan.

Kunjungan PB IMAHAGI, Sekwil Jawa Bagian Tengah, dan Pengurus Komisariat UGM, IKIP Yogyakarta serta UMS ke IKIP Muhammadiyah Purwokerto dalam rangka meninjau kesiapan pelaksanaan penelitian di Desa Ajibarang, Banyumas, sebagai desa binaan IMAHAGI.

Berbagai seminar regional dan nasional yang diselenggarakan oleh komisariat-komisariat se-Indonesia.

Pada Kongres V IMAHAGI di bulan September 1995 di Gedung Puslitbang. Kampus UMS, kepengurusan IMAHAGI digantikan oleh kepengurusan yang baru untuk masa bakti 1995-1997. Periode ini menghasilkan kegiatan antara lain :

Muswil Jawa Bagian Tengah di Komisariat UNS pada tanggal 7 Desember 1995.

Rapat Kerja Nasional IMAHAGI di UMS.

Muswil Jawa Bagian Timur di Komisariat IKIP Malang pada tanggal 26-28 Maret 1996.

Muswil Jawa Bagian Barat di Komisariat IKIP Bandung pada tanggal 23-24 November 1996.

Muswil Jawa Bagian Tengah II di Komisariat UMP, Purwokerto pada tanggal 28-29 Desember 1996.

Penyempurnaan lambang IMAHAGI dengan tidak mengubah arti dan maknanya sebagai amanat yang diberikan oleh Kongres IV di Surakarta.

Dies Natalis X IMAHAGI pada tanggal 27 September 1997 di Komisariat IKIP Malang.

Berbagai seminar tingkat regional dan nasional yang diselenggarakan oleh komisariat-komisariat se-Indonesia.

Selanjutnya pada Kongres VI di Universitas Pendidikan Bandung (UPI) bulan September 1997, dan bertempat di Gedung BLKB, Lembang, kepengurusan IMAHAGI digantikan oleh kepengurusan yang baru untuk masa bakti 1997-1999. PB IMAHAGI periode 1997-1999 mengambil suatu kebijakan berupa “komunikasi struktural” dari PB ke Sekwil yang diteruskan kepada komisariat-komisariat yang ada di bawah Sekwil yang bersangkutan, atau dari PB langsung ke komisariat-komisariat dengan sepengetahuan Sekwil. Dalam komunikasi struktural tersebut, Sekwil maupun komisariat wajib melaporkan segala aktivitas di tempat-tempatnya masing-masing kepada PB setiap 3 bulan.

Adapun dalam melakukan koordinasi dengan sesama Pengurus Besar dilakukan komunikasi dengan sistem jaringan kerja : gethok tular (Jawa-red) yaitu segala informasi yang diterima PB melalui Sekjen didelegasikan kepada Sekbid. Administrasi, kemudian disebarkan kepada beberapa sekbid lainnya hingga seluruh PB dapat mengetahui informasi tersebut.

Periode 1999-2001 ini menghasilkan kegiatan antara lain :

Menghadiri Seminar Nasional dan Muswil Jawa Bagian Timur pada tanggal 2-4 Desember 1999 di Aula Kantor Pusat Universitas Negeri Surabaya.

Membuat statement tentang situasi dan kondisi sosial politik bangsa Indonesia pada tanggal 30 September dan tanggal 15 Oktober 1999.

Studi bentang alam pada tanggal 26 September 1999 di Tangkuban Perahu oleh Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Rapat Kerja Nasional PB IMAHAGI 1999-2001 pada tanggal 25 September 1999 bertempat di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Muswil IMAHAGI XIV Jawa Bagian Barat pada tanggal 1-2 Juni 2000 di UHAMKA Jakarta.

Membuat Buletin IMAHAGI sebanyak 50 eksemplar yang didistribusikan pada peserta seminar nasional dan Muswil IMAHAGI Jawa Bagian Timur pada tanggal 2 Desember 2000.

Seminar Nasional dan Dies Natalis IMAHAGI XIII pada tanggal 13 September 2000 si Aula Museum Negeri Propinsi Lampung oleh Komisariat Universitas ampung yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta.

Kemah Kerja Nasional pada tanggal 7-9 September 2000 di Desa Pematang Pasir, Kec. Penengahan, Kab. Lampung Selatan dengan mengundang Ass. II Bupati Lampung dan diikuti oleh 117 peserta.

Membuat Buletin IMAHAGI 100 eksemplar yang didistribusikan pada tanggal 6 September 2000 pada peserta Seminar Nasional IMAHAGI XIII di Universitas Lampung.

Musyawarah Wilayah IMAHAGI Indonesia Bagian Barat pada tanggal 17 November 2000 bertempat di Aula BKKBN Padang dan melantik pengurus terpilih.

Studi Bentang Alam IMAHAGI pada tanggal 18 November 2000 bertempat di Bukit Tinggi, Padang.

Lomba Karya Tulis Populer tingkat Nasional pada tanggal 11 Juli 2001 dengan tema “Solusi bagi Perkembangan Energi di Indonesia dalam Era Keterbatasannya” atas kerjasama PB IMAHAGI, MM USAKTI, Permata Indonesia, HMTM PATRA ITB, HMG UNPAD Bandung.

Menghadiri Sidang Istimewa IMAHAGI Universitas Negeri Makassar tahun 2001.

Berbagai seminar nasional dan regional yang diselenggarakan oleh komisariat-komisariat se-Indonesia.

Sampai dengan periode VII ini, Pengurus Besar telah mencatat sebanyak 33 komisariat di seluruh Indonesia yang terbagi dalam 5 Pengurus Wilayah: Indonesia Bagian Barat; Jawa Bagian Barat; Jawa Bagian Tengah; Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara; Indonesia Bagian Timur. (adm.pbimahagi/02)

Dan masih banyak lagi kegiatan IMAHAGI yang telah berlangsung hingga tahun 2011…

“Wahana Intelektual Muda Visioner”



Tag : ,

Upgrading HMPG 2011


dengan segenap rasa syukur banyak terima kasih kepada tuhan yang maha esa atas segala limpahan karunianya kepada kita semua akhernya dengan segenap semangat kekeluargaan HMPG Geografi UNy akhernya pada tanggal 5-6 Maret 2011 kita semua telah melaksanakan sebuah kegitan yang bernama UPGRADING HMPG 2011, rasa senang sedih suka duka kami jalani
semoga di dalam menjalankan amanat kepengurusan hmpg 2011 ini semoga menjadi awalsebuah perubahan yang lebih baik lagi dan menjadikan geografi semakin jaya amint ya rabbal alamin
Tag : ,

Terkuak, Misteri Matahari Kembar di China

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/06/106308_foto-matahari-kembar-di-china_300_225.jpg

Sebuah video yang menayangkan penampakan Matahari kembar di langit China menghebohkan dunia maya. Salah satu Matahari berwarna oranye, lainnya lebih kuning dan nampak lebih tinggi.
Sebuah video yang menayangkan penampakan Matahari kembar di langit China menghebohkan dunia maya. Salah satu Matahari berwarna oranye, lainnya lebih kuning dan nampak lebih tinggi.

Apa yang sebenarnya terjadi? Situs sains, Life's Little Mysteries menanyakan fenomena tersebut pada astronom dari University of Illinois, Jim Kaler.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/06/106308_foto-matahari-kembar-di-china_300_225.jpg

Menurut Kaler, penampakan Matahari ganda adalah efek dari refraksi atau pembiasan optikal. Namun, tambah dia, "ini sangat langka."

"Saya meragukan bahwa fenomena itu rekayasa komputer," kata Kaler. "Pasti ada semacam gumpalan atmosfer di suatu tempat yang mengakibatkan fenomena spektakuler itu. Ini memang nampak seperti fatamorgana," tambah dia.

Fatamorgana biasanya terjadi saat cahaya terbias. Biasanya terjadi dekat horison, di mana udara lebih tebal, dan selaras secara vertikal di atas atau di bawah sumber cahaya asli - bukan di sebelahnya, seperti dalam video. Menurut Kaler, perbedaan itu mungkin ketika potongan atmosfer berada di depan Matahari dan menciptakan efek khusus.

Meski luar biasa, penampakan Matahari kembar ini sebelumnya pernah terjadi. Juga penampakan Bulan kembar. Seperti yang tertera dalam buku "Light and Color in the Outdoors" karya astronom Marcel Minnaert.

Sementara, sejumlah ilmuwan ahli optikal atmosfer lain yang dihubungi Life's Little Mysteries mengaku belum pernah melihat fenomena seperti yang ada dalam video tersebut.




"Ini bukan fenomena optik biasa yang sering kita lihat," kata Grant Perry, ilmuwan atmosfer dari University of Wisconsin. "Saya bertanya-tanya sendiri, apakah ini disebabkan lensanya. Namun, jika itu yang terjadi gambar akan ikut bergerak jika kamera bergerak," kata Perry. "Tapi itu tidak terjadi."

Dalam hal optik, ia mengatakan," Anda bisa mengasumsikan ada partikel es atau sesuatu di atmosfer yang selaras sedemikian rupa sehingga membiaskan Matahari pada sudut yang sangat kecil, tapi hanya ke satu arah."

Beberapa efek optik atmosfer pernah dijelaskan secara sains sebelumnya seperi, sun dog, fatamorgana senja (sunset mirages), pilar matahari (sun pillars), dan halo Matahari. Namun apa penampakan dalam video itu tidak masuk dalam definisi apapun. "Ini sangat menarik," kata Kaler.

Sumber :
teknologi.vivanews.com
Tag : ,

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -