Genangan Air Melimpah diantara Gedung-gedung Mewah UNY

Terlihat genangan-genangan air dimana-mana pasca hujan turun, khsusunya yang ada didepan parkiran barat Fakultas Ilmu Sosial, dan depan gedung baru Dekanat Fakultas Ekonomi. Genangan air tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, pasalnya genangan tersebut tepat berada jalan keluar masuknya kendaraan bermotor Mahasiswa yang berparkir. Banyak mahasiswa yang harus ekstra hati-hati lewat jalan itu. Kondisi yang memprihatinkan saat ini adalah tidak adanya perbaikan dari pihak birokrat untuk menindaklanjuti keluhan mahasiswa tersebut. Padahal untuk memperbaiki hal tersebut bukanlah sesuatu yang sangat sulit bagi kampus UNY yang sebesar ini, dengan melihat pembangunan gedung-gedung baru dan mewah mampu ditegakdirikan menjulang tinggi keangkasa, apalagi untuk hal yang sangat sepele seperti ini.

Sebagai seorang Mahasiswa Geografi, saya melihat kondisi ini sangat disayangkan sekali, dimana banyak diantara kita yang rela-rela mengkampanyekan sadar lingkungan dan tak jarang pula diantara itu adalah pihak-pihak birokrat disana. Tetapi ternyata mungkin semuanya itu hanya sebatas teori saja. Faktanya, terlihat bahwa pembangunan di kampus kita telah menghiraukan lingkungan sekitar, seperti pembangunan yang telah mengabaikan adanya fungsi lahan daerah resapan air yakni semakin berkurangnya lahan daerah resapan air baik lahan tersebut sebagai pondasi gedung-gedung baru maupun telah disulapnya lahan reapan air dengan batako-batako dengan berdalih sebagai penyaman pejalan kaki biar tidak becek atapun kenyamanan yang lainnya, dan terabaikannya dalam pembangunan kampus ini adalah fungsi sistem drainase yang kurang efektif, sehingga kondisi semuanya itu mengakibatkan salah satu faktor penyebab terjadinya genangan air dimana-mana pasca hujan dan bahkan bisa-bisa jika kondisi ini diabaikan terus menerus akan menjadi penyebab banjir dikemudian hari.

Melihat kondisi ini, untuk bapak Rektor yang kami kenal sebagai “bapak pembangunan”, jangan sampai pembangunan kampus kita hanya mengejar prestise saja, mengejar bahwa kampus kita memiliki bangunan yang “wah” yang mewah, megah, tapi konsepkan pula kondisi pembangunan yang selanjutnya akan berdampak seperti apa terhadap lingkungan alam, karena sejatinya manusia masih bisa hidup tanpa politik, tetapi manusia jelas tak akan pernah bisa hidup tanpa adanya alam.

Aspirasi saya adalah jangan sampai menunggu ada jatuh korban terpeleset atapun yang lain akibat genangan air yang ada dijalan kampus kita, dan jangan pula menunggu kampus kita tenggelam kebanjiran baru kita memperbaikinya, dan kalau ada niat memperbaiki jangan setengah-setengah tapi lakukanlah semuanya dan tentunya prioritaskan untuk hal yang penting, yakni untuk kepentingan mahasiswa UNY, untuk kepentingan lingkungan.

Salam dari saya “Safe Our Earth”.
Ahmad Syaiful Hidayat,
Mahasiswa Pendidikan Geografi FIS UNY’ 10

No comments:

Powered by Blogger.