Popular Post

16 Apr 2012

Akhir-akhir ini negara kita sedang diributkan dengan harga BBM. Beberapa waktu yang lalu pemerintah merencanakan untuk menikan harga BBM, akan tetapi pada akhirnya lewat sidang paripurna DPR kenaikan BBM tersebut batal terjadi. Sebenarnya kenaikan harga BBM dapat menjadi pendukung dalam mengembangkan energi alternatif yang terbaharukan. Di seluruh dunia termasuk Indonesia BBM masih menjadi andalan dalam memasok kebutuhan energi, padahal BBM merupakan sumber energi yang sifatnya tidak terbaharukan. Dari sini muncul pertanyaan apakah negara kita dalam melakukan pembangunan akan terus bersandar pada sumber energi yang sifatnya sementara ? Seharusnya negara kita tidak berpikir demikian, akan tetapi mulai mengembangkan sumber energi alternatif pengganti BBM.

Berbagai macam sumber daya terutama tumbuhan di Indonesia sebenarnya dapat digunakan untuk mengembangkan energi alternatif yang terbaharukan. Contohnya ialahpohon jarak, ubi kayu, kemiri sunan, kelapa sawit, jagung, sagu dan sebagainya. Kelapa sawit apa bila diolah akan menghasilkan CPO yang dapat diolah menjadi bio-disel, ubikayu, jagung, dan berbagai jenis tumbuhan lainya yang mengandung pati dapat diolah menjadi bio-ethanol. Masalahnya disini ialah berbagai macam sumber daya tersebut sudah mempunyai segmen pasar tersendiri, seperti kelapa sawit untuk ekspor, jagung, ubi kayu untuk bahan makanan. Selain itu juga berkaitan dengan harga ekonomis jenis tumbuhan tersebut apabila diolah menjadi energi alternatif nilainya tidak ekonomis. Harga yang tidak ekonomis itulah yang menyebabkan bahan bakar alternatif ini kalah bersaing dengan BBM yang harganya dibawah harga ekonomis bahan bakar alternatif tersebut.

Sebenarnya selain beberapa sumber energi alternatif diatas masih ada beberapa sumber energi yang dapat dimanfaatkan selain minyak bumi, seperti gas, batu bara, panas bumi dan sebagianya. Akan tetapi, masalahnya ialah beberapa sumber energi tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah selalu beralasan bahwa SDM kita belum mampu untuk mengolah sumber energi tersebut, sehingga banyak pengelolaanya justru diserahkan kepada pihak asing. Masih banyak alasan lain yang diungkapkan pemerintah mengpa mereka enggan mengelola energi lain selain BBM.

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk membangun sebuah negara diperlukan energi yang berkelanjutan atau paling tidak ketersediaanya masih banyak di dunia ini. Menurut saya yang paling mungkin dikembangkan saat ini ialah energi alternatif yang berasal dari tumbuhan seperti minyak sawit dan kemiri sunan. Alasannya adalah segmen ini belum terlalu diintervensi oleh pihak asing sehingga peluang untuk mengembangkan perusahaan nasional untuk mengelola sumber energi alternatif ini lebih besar. Alasan lain ialah Indonesia sangat potensial dalam menghasilkan tumbuhan yang dapat digunakan untuk energi alternatif. Permasalahanya ialah jika harga BBM terus berada diatas harga bahan bakar alternatif, maka sampai kapanpun energi alternatif ini tidak akan berkembang. Sebenarnya kebijakan pemeritah untuk menaikan harga BBM ada benarnya juga jika dilihat dari perspektif untuk mengembangkan energi alternatif sebagai modal dasar untuk melakukan pembangunan berkelanjutan.

Oleh : Akhmad Ganang Hasib

Kabid Litbang HMPG 2012

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -