RENDAHNYA TINGKAT ANTUSIASME ORANG TUA DALAM MENGIKUTSERTKAN ANANKNYA DI PAUD

Dewasa ini perkembangan tingkat pendidikan sangat pesat. Beberapa tahun yang lalu pendidikan untuk anak pertama dimulai dar jenjang TK, akan tetapi tingkat pendidikan untuk anak telah mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut ditandai dengan munculnya jenjang pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini atau yang sering disingkat PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan anak usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Dalam mentukan pendidikan, anak usia dini sangat tergantung oleh orangtuanya. Berbeda dengan anak usia dewasa yang sudah memliki power untuk mempengaruhi orang tuanya, anak usia dini tidak terlalu memiliki power yang kuat. Kondisi seperti ini mengakibatkan orang tua sangat mentukan pendidikan seperti apa yang akan diterapkan kepada anaknya. Hal yang terjadi saat ini ialah orang tua sepertinya tidak menganggap PAUD sebagai salah satu jenjang pendidikan yang penting untuk anaknya. Anggapan orang tua tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor ekonomi, kondisi psikologis orang tua, rendahnya sosialisasi PAUD, dan sebagainya.

Faktor ekonomi biasanya yang sangat berperan dalam ketidakmauan orang tua untuk mengikutsertakan anaknya pada PAUD. Untuk mengikutsertakan anak dalam PAUD juga memerlukan biaya, sehingga menyebabkan orangtua malas mengikutsertakan anaknya dalam PAUD karena memilih untuk mengalokasikan uangnya kepada hal-hal lain yang dianggap lebih penting. Hal tersebut sangatlah lumrah mengingat kondisi ekonomi kebanyakan masyarakat Indonesia masih banyak yang serba kekurangan. Faktor ekonomi juga akan mempengaruhi faktor psikologis orang tua terhadap PAUD. Banyaknya masyarakat yang kondisi ekonominya masih pas-pasan akan membentuk opini pada orang tua yaitu PAUD tidaklah terlalu penting. Selain faktor ekonomi, opini bahwa PAUD tidaklah terlalu penting juga dibentuk dari anggapan bahwa dalam mengajari anak usia dini tidaklah harus mengikutsertakan anaknya pada jenjang PAUD. Faktor yang lain ialah sosialisai PAUD yang masih kurang dilaksanakan oleh lembaga pemerintahan terkait terutama pada daerah-daerah di perdesaan dan juga masih kurangnya tenaga pengajar untuk anak usia dini. Banyak pengajar pada jenjang PAUD masih belum profesional karena tenaga pengajar tersebut banyak yang merupakan tenaga pengajar sukarelawan bukan pengajar yang profesional sesuai dengan bidangnya.

PAUD menjadi penting dalam perkembangan anak usia dini karena pada usia tersebut merupakan masa usia golden age, dimana pada usia 0-4 tahun daya serap otak anak mencapai 50 persen, 0-8 tahun sebesar 80 persen dan pada 0-18 tahun sebesar 100 persen. Berbagai alasan tersebut menjadikan PAUD wajib dikuti oleh semua anak usia dini, akan tetapi anak usia dini dalam menentukan pendidikannya sangatlah dipengaruhi oleh orangtuanya. Oleh karana itu penelitian ini menjadin penting karena untuk mengetahui tingkat antusiame orang tua dalam mengikutsertakan anaknya pada jenjang PAUD.

Oleh : Akhmad Ganang Hasib

Kabid Litbag HMPG 2012

No comments:

Powered by Blogger.