Popular Post

5 Sep 2012

Era otonomi daerah benar-benar membawa dampak yang sangat berarti bagi tatanan pemerintahan. Di era otonomi daerah dan desentralisasi sekarang ini, sebagian besar kewenangan pemerintahan dilimpahkan kepada daerah. Pelimpahan kewenangan yang besar ini disertai dengan tanggung jawab yang besar pula. Dalam penjelasan UU No.22/1999 dinyatakan bahwa tanggung jawab yang dimaksud adalah berupa kewajiban daerah untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan.

Pengembangan daerah sekarang benar-benar menjadi wewenang pemerintah daerah dengan pengawasan dari pemerintah pusat. Dengan keadaan seperti ini, sebenarnya pemerintah daerah dapat dengan leluasa mengembangkan daerahnya sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayah. Hanya saja kenyataan saat ini otonomi daerah belum dilaksanakan dengan baik. Banyak kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah. Pemimipin saat ini seakan hanya mengejar popularitas dan kekayaan semata demi mengembalikan uang yang telah mereka habiskan untuk membiayai kampanye ketika mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah. Ujung-ujungnya mereka meringkuk dipenjara. Berita terakhir menyatakan bahwa sedikitnya 173 kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati maupun walikota di Indonesia, telah menjadi tersangka dalam berbagai kasus korupsi. Mereka terjerat dalam 3.423 kasus. Apakah ini yang diharapkan dari adanya sistem otonomi daerah? Tentu bukan seperti ini.

Sejenak kita lupakan permasalahan kasus korupsi diatas mari kita runut sedikit akar masalah dari prespektif kapabilitas dan geopolitik. Secara kapabilitas moral mereka jelas tidak mampu dan secara geopolitik para pemimpin daerah tidak paham terhadap karakteristik geografis wilayah. Para pemimpin daerah yang tidak memiliki pemahaman mengenai karakteristik geografis wilayah menimbulkan kesalahan konsep pembangunan sehingga hal yang terjadi adalah kerusakan lingkungan.

Sebagai seorang pemimpin maka disamping memiliki pemahaman terhadap konsep otonomi juga harus memahami kondisi geografi wilayah yang dipimpinnya. Hal ini berkaitan dengan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengidentifikasi, menginventarisasi, memanfaatkan, dan mengevaluasi sumberdaya alam yang dimiliki agar dapat mendukung dan mensejahterakan rakyat setempat tanpa merusak dan menghabiskan sumberdaya yang ada. Pemimpin harus mengenal dengan baik karakteristik daerah yang dipimpinnya karena setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut yang kemudian akan menjadi faktor terjadinya interaksi, interdependensi dan interellasi antar wilayah.

Beberapa poin karakter geografis wilayah yang perlu diperhatikan dalam konteks otonomi daerah yaitu masalah ketersediaan SDA. Setiap daerah tentu memiliki SDA yang berbeda baik secara kualitas maupun kuantitas. Pemanfaatan SDA di daerah harus memperhatikan keseimbangan antara faktor ekonomis dan ekologis. Perlu diperhatikan adanya upaya untuk melestarika keberadaan SDA tersebut agas kesejahteraan masyarakat dapat tercapai dan dapat di manfaatkan dalam waktu yang lama. Poin yang kedua adalah masalah SDM. SDM yang berkualitas diperlukan untuk megelola SDA. Peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan secara sungguh-sungguh baik melalui pendidikan formal maupaun nonformal. Poin selanjutnya adalah penataan dan pengembangan DAS. DAS merupakan ekosistem yang kompleks dan luasannya dapat melebihi luas wilayah administratif kabupaten/kota. Perlakuan terhadap salah satu bagian DAS akan berpengaruh pada bagian lainnya.

Lalu siapakah yang layak menjadi seorang pemimpin, tentunya pemimpin tersebut mempunyai kapabilitas moral dan kepemimpinan yang baik dan harus memiliki kemampuan dan pengentahuan mengenai karakteristik geografis wilayahnya, dalam hal ini kita sebagai seorang geograf harus mau mengambil peran ini. Kita sudah mempunyai modal pengetahuan yang kita dapatkan dari bangku kuliah dan kapabilitas kepemimpinan dan berorganisasi melalui IMAHAGI. Kita calon pemimpin Potensial! Salam Visioner Indonesia!!


Thomas Dannar S

Kabid JI HMPG 2012

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -