Popular Post

Archive for March 2012

Gunung Merapi



Gunung Merapi merupakan gunung api termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Seperti kebanyakan gunung api lainnya Gunung Merapi terbentuk karena adanya aktivitas zona subduksi di selatan pulau jawa. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 2.968 meter di atas permukaan laut berada di kawasan provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sisanya berada provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Magelang pada sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi timur dan utara serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.
Pada akhir Oktober dan awal November tahun 2010 lalu terjadi aktivitas erupsi yang sangat besar dibandingkan dengan erupsi yang lalu-lalu. Peristiwa Erupsi tersebut sampai memakan ratusan korban jiwa bahkan juru kunci merapi yaitu mbah maridjan pun menjadi korban amukan Gunung Merapi tersebut. Salah satu keunikan letusan atau erupsi Gunung Merapi adalah mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel (sebutan jawa) yang mampu menyapu setiap yang di terjangnya.
Dampak lain dari erupsi tersebut adalah hujan abu di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Merapi terbawa angin sehingga dapat tersebar hingga wilayah Purworejo, Purbalingga bahkan sampai ke beberapa daerah di Jawa Barat. Para peneliti dan ahli-ahli kesehatan mengatakan bahwa bahan phiroklastik yang ada dalam abu vulkanik tersebut berbentuk bergerigi dan memiliki sisi-sisi yang tajam. Hal itu tentu saja sangat berbahaya jika sudah masuk dalam sistem pernapasan manusia.
Setelah erupsi-erupsi yang mengeluarkan awan panas yang mematikan mereda aktivitas vulkanik juga menurun namun ancaman bagi warga sekitar gunung belum berakhir. Erupsi yang sangat besar tentu saja akan mengeluarkan material-material yang melimpah pula. Banyak sungai-sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi dipenuhi material sehingga berisiko terjadi banjir lahar dingin saat hujan mengguyur kawasan puncak merapi. Hal itu tidak dapat dicegah, sejumlah daerah di sekitar kali putih, kali gendol bahkan kali code pun penuh dengan pasir dan bebatuan.

Suryo Baskoro
Kabid MIBA HMPG 2012
Tag : ,

Setetes Darah untuk Sesama

Jum’at siang setelah shalat Jumat, 16 Maret 2012, rumah petak biru atau mabes HMPG sudah dipadati oleh mahasiswa yang mempunyai keinginan mulia. Mereka akan bebagi darah bagi orang yang lebih membutuhkan. Yap, mereka mengikuti acara donor darah yang diadakan HMPG dikompleks ormawa FIS hari itu. Kegiatan yang bertemakan “You will never lost what You give” ini diselenggarakan oleh Kesvoma (Kesejahteraan dan Advokasi Mahasiswa) HMPG FIS UNY yang bekerjasama dengan PMI kota Yogyakarta.

Anggoro Buana Praja Murti (geografi 2011), staff Kesvoma sekaligus penanggung jawab kegiatan donor darah ini menuturkan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk membangkitkan rasa sosial atau kepedulian mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi khususnya dan mahasiswa FIS pada umumnya terhadap orang-orang yang membutuhkan uluran tangan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga bermaksud untuk turut serta memberikan kontribusi kepada PMI kota Yogyakarta. Sasaran diselenggarakannya kegiatan donor darah ini yaitu mahasiswa jurusan pendidikan geografi dan semua mahasiswa FIS, tetapi kegiatan ini juga terbuka untuk umum.

Kegiatan donor darah ini cukup mendapat respon positif dari para mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar sebagai pendonor walaupun siang itu suasananya cukup gerah karena matahari bersinar terik. Diantara banyaknya peserta yang mendaftar hanya beberapa yang dapat mendonorkan darahnya. Hal ini dikarenakan ada beberapa persyaratan atau criteria bagi pendonor untuk dapat mendonorkan darahnya seperti berat badan, keadaan Hb dan kondisi kesehatan orang yang akan mendonorkan darah. Sebagian besar dari mereka tidak dapat mendonorkan darah karena kondisi Hb yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dan kurang tidur. Sehingga dari 48 calon pendonor hanya 19 orang yang dapat mendonorkan darahnya.

Beberapa pendonor yang berhasil lolos dalam persyaratan yang diajukan memberikan sedikit komentarnya. Salah satunya Lulut Al Huda (Geografi 2011), mengatakan bahwa motivasi ikut kegiatan donor darah ini yaitu untuk kesehatan, memperbaharui darah dalam tubuh, dan beramal. Mahasiswa pendidikan geografi semester 2 ini menuturkan bahwa ini kedua kalinya dia mengikuti donor darah, walaupun pada saat mendonorkan darahnya terasa sakit tetapi dia merasa puas telah mendonorkan darah karena dia merasa berarti untuk orang lain. Dia berharap kegiatan donor darah ini tidak hanya dilingkungan FIS tetapi dapat lebih dikembangkan lagi sasarannya ke fakultas-fakultas lain.

Jumlah pendaftar yang ingin mendonorkan darah walau ‘hanya’ 48 orang, tetapi ini sudah melewati target dari yang diharapkan oleh panitia acara. Hal ini, bisa dimengerti karena penyelenggara acara menyadari, ditengah budaya cuek dan apatis anak muda khususnya mahasiswa terhadap kebutuhan dan kepentingan orang lain yang membutuhkan. Akan sedikit susah untuk menarik minat pendonor dikalangan anak muda khususnya mahasiswa.

Dan dengan jumlah pendonor ini, kita bisa menilai bahwa mahasiswa Pendidikan Geografi maupun mahasiswa FIS yang dengan segala urusan dan kesibukannya. Masih bisa menyempatkan berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan. Dalam hal ini mereka berbagi unsur pembangun terpenting dalam kehidupannya, yaitu darah.

“You will never lost what You give” darah yang kamu berikan akan kembali kepadamu, entah kapan dan dalam bentuk apa.
Tag : ,

Genangan Air Melimpah diantara Gedung-gedung Mewah UNY

Terlihat genangan-genangan air dimana-mana pasca hujan turun, khsusunya yang ada didepan parkiran barat Fakultas Ilmu Sosial, dan depan gedung baru Dekanat Fakultas Ekonomi. Genangan air tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, pasalnya genangan tersebut tepat berada jalan keluar masuknya kendaraan bermotor Mahasiswa yang berparkir. Banyak mahasiswa yang harus ekstra hati-hati lewat jalan itu. Kondisi yang memprihatinkan saat ini adalah tidak adanya perbaikan dari pihak birokrat untuk menindaklanjuti keluhan mahasiswa tersebut. Padahal untuk memperbaiki hal tersebut bukanlah sesuatu yang sangat sulit bagi kampus UNY yang sebesar ini, dengan melihat pembangunan gedung-gedung baru dan mewah mampu ditegakdirikan menjulang tinggi keangkasa, apalagi untuk hal yang sangat sepele seperti ini.

Sebagai seorang Mahasiswa Geografi, saya melihat kondisi ini sangat disayangkan sekali, dimana banyak diantara kita yang rela-rela mengkampanyekan sadar lingkungan dan tak jarang pula diantara itu adalah pihak-pihak birokrat disana. Tetapi ternyata mungkin semuanya itu hanya sebatas teori saja. Faktanya, terlihat bahwa pembangunan di kampus kita telah menghiraukan lingkungan sekitar, seperti pembangunan yang telah mengabaikan adanya fungsi lahan daerah resapan air yakni semakin berkurangnya lahan daerah resapan air baik lahan tersebut sebagai pondasi gedung-gedung baru maupun telah disulapnya lahan reapan air dengan batako-batako dengan berdalih sebagai penyaman pejalan kaki biar tidak becek atapun kenyamanan yang lainnya, dan terabaikannya dalam pembangunan kampus ini adalah fungsi sistem drainase yang kurang efektif, sehingga kondisi semuanya itu mengakibatkan salah satu faktor penyebab terjadinya genangan air dimana-mana pasca hujan dan bahkan bisa-bisa jika kondisi ini diabaikan terus menerus akan menjadi penyebab banjir dikemudian hari.

Melihat kondisi ini, untuk bapak Rektor yang kami kenal sebagai “bapak pembangunan”, jangan sampai pembangunan kampus kita hanya mengejar prestise saja, mengejar bahwa kampus kita memiliki bangunan yang “wah” yang mewah, megah, tapi konsepkan pula kondisi pembangunan yang selanjutnya akan berdampak seperti apa terhadap lingkungan alam, karena sejatinya manusia masih bisa hidup tanpa politik, tetapi manusia jelas tak akan pernah bisa hidup tanpa adanya alam.

Aspirasi saya adalah jangan sampai menunggu ada jatuh korban terpeleset atapun yang lain akibat genangan air yang ada dijalan kampus kita, dan jangan pula menunggu kampus kita tenggelam kebanjiran baru kita memperbaikinya, dan kalau ada niat memperbaiki jangan setengah-setengah tapi lakukanlah semuanya dan tentunya prioritaskan untuk hal yang penting, yakni untuk kepentingan mahasiswa UNY, untuk kepentingan lingkungan.

Salam dari saya “Safe Our Earth”.
Ahmad Syaiful Hidayat,
Mahasiswa Pendidikan Geografi FIS UNY’ 10
Tag : ,

Upgrading Pengurus HMPG 2012: Langkah Pertama Untuk “Solid Didalam, Eksis Diluar”

Tanggal 3-4 Maret 2012, bertempat di kawasan wisata Kaliurang, Upgrading pengurus baru 2012 HMPG (himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) dilaksanakan. Acara ini adalah kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh bidang PPO (pengembangan dan pemberdayaan organisasi) sebagai program kerja wajib setiap tahunnya.

Inti dan tujuan dari acara ini yaitu menyolidkan dan mempererat hubungan antar pengurus agar terjalin sinergitas dan kesamaan visi misi dalam setiap usahanya untuk setahun kedepan. Sesuai dengan slogan HMPG 2012 “solid didalam, eksis diluar”.

Dalam sesi materi ada beberapa materi yang dibicarakan, seperti keorganisasian yang disampaikan oleh dosen pembimbing HMPG ibu Nurul Khotimah, M. Si dan bapak M Nursa’ban, M. Pd, yang menyampaikan tentang berbagai permasalahan dan penyelesaiannya (problem solving) dalam dunia organisasi. Kemudian dilanjutkan materi tentang ke-IMAHAGI-an yang disampaikan oleh perwakilan pengurus IMAHAGI region III (jabagteng) menyampaikan susunan dan program jerja pengurus IMAHAGI tahun 2012. Yang terakhir dan yang paling ditunggu adalah materi ke-HMPG-an yang disampaikan oleh kakak kita Muhamad Arif Fauzi mantan ketua HMPG 2010, cara penyampaian dan isi yang disampaikan menarik untuk disimak karena pembicaraan beliau menyangkut isu yang berkaitan dengan internal HMPG sendiri. Yaitu bagaimana sepak terjang ke-eksisan atau kesolidan HMPG selama ini dalam menghadapi pengaruh negatif dari luar yang semakin deras.

Acara dilanjutkan dengan rapat kerja untuk mengesahkan program kerja setiap divisi HMPG setahun kedepan. Seperti yang sudah diperkirakan, rapat kerja ini memakan waktu yang cukup lama. Beberapa kakak tingkat yang menyempatkan hadir mempertanyakan waktu rapat kerja yang dibarengkan dengan upgrading pengurus.

Presentasi program kerja dibacakan oleh ketua bidang masing-masing, presentasi bidang Kesvoma (Kesejahteraan dan Advokasi Mahasiswa) dan Miba (Minat dan Bakat) cukup menyita waktu karena kedua bidang ini dinilai strategis dan vital dalam berbagai masalah kemahasiswaan di jurusan Pendidikan Geografi. Seperti program Shardoma (sharing dosen mahasiswa), Silado (silaturahmi dengan dosen), Sarasehan, Escarpment, penanaman pohon, dan lainnya.

Hari kedua Upgrading diisi dengan kegiatan outbond di sekitar wisma dikawasan objek wisata Kaliurang. Walaupun kegiatan outbond bersifat rekreatif namun didalamnya terdapat nilai-nilai dan pesan-pesan moral dalam organisasi seperti nilai kebersamaan, kepemimpinan, kepercayaan, loyalitas, kepercayaan diri dan tanggung jawab.
Tag : ,

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -