Popular Post

Archive for May 2012

KRAKATAU, yang Sudah dan yang Akan Terjadi

“Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera”. (diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi)

Hingga saat ini ketika kita berbicara tentang sebuah gugusan pulau yang sebenarnya merupakan satu gugus gunung berapi berdapur magma satu ditengah lautan selat sunda, pikiran kita selalu tertuju pada letusan maha dahsyat tahun 1883. Dimana efeknya terasa hampir di duapertiga wilayah seluruh dunia. Tapi sesungguhnya, Krakatau pernah meletus bahkan jauh lebih dahsyat dari letusan tahun 1883.

Letusan ditahun 1883, tepatnya, puncak aktivitas erupsi Gunung Krakatau terjadi tanggal 27-28 Agustus 1883 pukul 10.20 pagi sendiri adalah letusan Gunung berapi terbesar nomor lima didalam sejarah dihitung dari jumlah material yang dikeluarkan. Dimana urutannya berturut-turut adalah: gunung Toba, gunung Tambora, gunung Taupo (Selandia Baru), gunung Katmai (Alaska). Tetapi, semua letusan itu terjadi jauh sebelum letusan Krakatau, dengan akibat langsung pada manusia yang lebih kecil. Ketika Krakatau meletus, keadaan dunia benar-benar berbeda. Teknologi komunikasi abad 19 saat itu misalnya; kemajuan telegrafi, pemasangan kabel telegram bawah laut, penemuan telepon, banyaknya agen-agen kantor berita baru, cikal bakal kamera film, dan sudah banyak teori yang telah ada dan digunakan sebagai dasar penelitian ilmiah satu kejadian baru. Tetapi kemajuan-kemajuan teknologi ini juga yang memunculkan kegelisahan-kegelisahan baru.

gunung ditengah laut yang berpuncak runcing

Pada masa awal kedatangan Belanda di Indonesia abad 16, selat Sunda adalah salah satu pusat lalu lintas kapal dagang yang padat seperti kebanyakan laut strategis lain di Indonesia. Dalam catatan perjalanan pelaut-pelaut Eropa, Krakatau sering disebut “Pulau dengan gunung yang berpuncak runcing dan sesekali mengeluarkan banyak asap”. Memang sebelum meletus tahun 1883, Krakatau merupakan satu pulau utuh yang nyaris bulat dan memuncak dibagian tengahnya dan runcing, dengan beberapa pulau disekililingnya. Dalam catatan kolonial Belanda, Krakatau pernah sekali meletus pada bulan Mei 1680, tetapi tidak banyak data yang ada selain waktu meletus tersebut. Ketinggian Krakatau sebelum 1883 adalah 2000 meter dpal.

KEJANG-SEKARAT-SAKARATUL Krakatau di musim kemarau tahun 1883 itu berlangsung selama 20 jam 56 menit. Sebelum mencapai puncaknya dengan ledakan maha dahsyat pada pukul 10.20 pagi, Senin 27 Agustus 1883. Hitung mundur berakhirnya eksistensi gunung Krakatau sendiri dimulai sejak pukul 13.05 sehari sebelumnya, ketika gelagat tidak menyenangkan Krakatau mulai muncul berupa gelegar suara benturan material dimulut Krakatau yang siap dimuntahkan  20 jam selanjutnya.

hampir semua penduduk sekitar pantai sedang menyelesaikan ritual hari minggu sore mereka; menyelesaikan makan siang, meneguk tetes kopi terakhir, mengambil cerutu, dan berjalan santai menuju arah pantai menunggu datangnya senja di hari Minggu, sebelum gempa dan suara gelegar menggetarkan Minggu sore itu”.
Mr. Schuit (kepala kantor telegraf daerah Anyer waktu itu)

Sebuah kapal barang yang digunakan untuk mengangkut para kuli China dan sebagian warga Belanda bernama Loudon, berangkat dari Anyer tepat sebelum gelegar pertama terdengar. Sekitar pukul 15.00 sore. Kapal ini menjadi saksi terdekat letusan Krakatau. Sore sampai keesokan paginya, awak kapal tidak berhenti bekerja membuang abu dan batu yang menghujani dek kapal. Kapten kapal Loudon, Lindeman dihadiahi salib emas oleh kerajaan Belanda karena sudah membuat keputusan untuk memutar haluan kapal ketika hapir sampai Lampung sesaat sesudah puncak letusan Krakatau pada pukul 10.20 dan kembali ketengah selat Sunda. Dan menyelamatkan semua orang yang terangkut kapal Loudon diatas gelombang Tsunami yang mencapai garis pantai dengan ketinggian sama dengan tinggi rumah sepuluh tingkat (sekitar 30 meter).

Berikut kronologi 20 jam 56 menit hitung mundur sebelum puncak letusan Krakatau:

1. Dari Minggu siang sampai sekitar pukul 19.00 tejadi serentetan ledakan dan letupan yang semakin meningkat frekuensinya. Mulai pukul 20.00, air menjadi perantara transmisi energi vulkanik, selat Sunda semakin tidak terkendali.
2. Persis sebelum tengah malam, serangkaian gelombang udara, getaran-getaran rendah yang tidak terasa mulai mencapai Batavia. Bola waktu pada jam astroogi di Batavia mati 18 detik sesudah pukul 23.32 akibat gelombang tiada henti tersebut. Kaca-kaca lampu jalan dan jendela juga pecah.
3. Sekitar pukul 04.00 sifat ledakan-ledakan itu sedikit berubah, menjdai kurang kontinu tapi lebih eksplosif. Pukul 04.56 sebuah gelombang udara terdeteksi sangat kuat di sebuah pabrik gas Batavia, jika waktu perjalanan 90 mil ke Karakatau dihitung, ini menandakan bahwa sesuatu yang lain baru saja terjadi jauh didalam jantung Krakatau. Dan ledakan puncaknya, tanpa seorang-pun yang tau, akan segera terjadi.
4. Empat ledakan besar berturut-turut terjadi pada 05.30 yang menghancurkan Kota Ketimbang, Sumatera Selatan. Yang kedua pukul 06.44 dimana hujan abu mulai sampai  Batavia. Yang ketiga pukul 08.20 juga terasa di Batavia karena banyak bangunan yang bergerak seperti terkena gempa. Finalnya, yang keempat ledakkan yang paling membahana terjadi pukul 10.20

Kapal Loudon dan Marie yang berlayar secara berdekatan melaporkan tiga gelombang besar menyerupai Tsunami datang berturut-turut, suara ledakan mengerikan terdengar satu kali, langit membara, lembab, terjadi hujan batu apung, barometer udara naik turun setengah inci dalam satu menit. Di Batavia tetap gelap, suhu mulai anjlok sampai 15 derajat Fahrenheit. Ledakan seperti meriam terdengar di Teluk Betung, Lampung. Sebuah gelombang raksasa kemudian meninggalkan Krakatau bersamaan dengan ledakan terbesar yang pernah dicatat oleh semua instrumen diseluruh dunia waktu itu. Lontaran material mencapai ketinggian 24 mil.

Banyaknya material yang dimuntahkan mulut Krakatau dan rapuhnya dinding-dinding kaldera yang ditinggalkannya membuat semua yang pernah bernama KRAKATAU runtuh, jatuh kedasar laut selat Sunda dan menyebabkan Tsunami setinggi 30 meter di sepanjang pantai barat Jawa dan selatan Sumatera dan memakan korban sekitar 36.417 jiwa.

Dengan 18 km kubik material yang telah terlontar dan diubah menjadi batu apung dan partikel debu. Pulau dan gunung Krakatau secara resmi telah hilang. Dan episode keganasan Krakatau ketika marah telah ditutup untuk selanjutnya digantikan anaknya yang terus tumbuh.

Efek global:
Abu dari ledakan Krakatau sampai ke New York, London, Bombay, Brisbane, Boston, dan kota-kota besar lain diseluruh dunia melalui Udara dan Lautan. Menyebabkan penurunan suhu di seluruh dunia selama setahun. Material yang terlontar ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India,Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan semenanjung Arab yang berjarak 7.000 km. Suara ledakan terdengar berturut-turut sampai di Karibia, pulau Rodriguez di Mauritania, San Fransisco, serta kota-kota di Eropa dan Asia.

Gelombang dan suara ledakan tersebut memang menyebar ke hampir duapertiga seluruh penjuru dunia. Tetapi, penduduk disekitar Krakatau, yaitu Jawa Barat,  Buitenzorg (Bogor), dan Batavia tidak terlalu mendengar suara dahsyat tersebut. Orang-orang hanya merasa tuli dan telinganya berdengung tanpa alasan yang jelas saat itu, tekanan udara meningkat dan berubah-ubah secara liar seakan-akan tengah terjadi hipertensi atmosferik yang bisu dan sunyi, juga gelap. Dalam ledakan ini, 13 % dari permukaan bumi bergetar dan sangat bisa dirasakan.

Di berbagai belahan bumi lain, orang-orang mendengar suara ledakan dan dengungan yang tidak berhenti hari itu. Tanpa tahu suara apa yang sebenarnya mereka dengar dan getaran apa yang dirasakannya, saat itu mereka mengira kiamat sedang dimulai.

lukisan Edvard Munch (1863–1944) tahun 1893 berjudul The Scream, dibuat di Norwegia dan pertama dipublikasikan di Amerika Serikat awal abad 20


Krakatau Purba, yang lebih agung..

Sebenarnya Krakatau pernah meletus lebih dahsyat dibanding letusan 1883. Pada tahun 535 masehi.
Ronngowarsito pernah menulis dalam Pustaka Raja Purwa tahun 1869:

“Sebuah bunyi yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara, yang dijawab suara serupa dari gunung Kapi disebelah barat Jawa. Sebuah api besar menggelora mencapai langit yang keluar dari gunung Kapi. Goncangan Bumi yang menakutkanterjadi. Kegelapan total saat petir dan kilat bersahut-sahutan. Lalu datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Akhirnya gunung Kapu meledak berkeping-keping dan tenggelam kebagian terdasar bumi. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula dan kebarat sampai gunung Rajabasa. Ketika air menenggelamkannya, pulau tunggal itu terpecah menjadi dua bagian, menciptakan pulau Jawa dan Sumatra. Kota Samaskuta, yang ada di pedalaman Sumatera berubah jadi lautan, airnya sangat jernih, dan setelah itu dsebut danau Sinkara”.

Di tempat lain, seorang bishop Siria, John dari Efesus, menulis sebuah kronik di antara tahun 535 - 536 Masehi.
”Ada tanda-tanda dari Matahari, tanda-tanda yang belum pernah dilihat atau dilaporkan sebelumnya. Matahari menjadi gelap, dan kegelapannya berlangsung sampai 18 bulan. Setiap harinya hanya terlihat selama empat jam, itu pun samar-samar. Setiap orang mengatakan bahwa Matahari tak akan pernah mendapatkan terangnya lagi” . Dokumen di Dinasti Cina mencatat : “suara guntur yang sangat keras terdengar ribuan mil jauhnya ke baratdaya Cina”.

Itu catatan-catatan dokumen sejarah yang bisa benar atau diragukan. Tetapi, penelitian selanjutnya menemukan banyak jejak-jejak ion belerang yang berasal dari asam belerang volkanik di temukan di contoh-contoh batuan inti (core) di lapisan es Antarktika dan Greenland, ketika ditera umurnya : 535-540 Masehi. Jejak belerang vulkanik tersebar ke kedua belahan Bumi : selatan dan utara. Dari mana lagi kalau bukan berasal dari sebuah gunungapi di wilayah Equator ? semua data menunjuk ke satu titik di Selat Sunda : adalah letusan KRAKATAU PURBA penyebab semua itu.

Letusan KRAKATAU PURBA begitu dahsyat, sehingga dituduh sebagai penyebab semua abad kegelapan di dunia. Penyakit sampar Bubonic (Bubonic plague) terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan telah mengurangi jumlah penduduk di seluruh dunia.


Kota-kota super dunia segera berakhir, abad kejayaan Persia purba berakhir, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Bizantium terjadi, peradaban South Arabian selesai, berakhirnya rival Katolik terbesar (Arian Crhistianity), runtuhnya peradaban2 purba di Dunia baru - berakhirnya negara metropolis Teotihuacan, punahnya kota besar Maya Tikal, dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Kata Keys (1999), semua peristiwa abad kegelapan dunia ini terjadi karena bencana alam yang mahabesar, yang sangat mengurangi cahaya dan panas Matahari selama 18 bulan, menyebabkan iklim global mendingin.

K. Wohletz, seorang ahli volkanologi di Los Alamos National Laboratory, mendukung penelitian David Keys, melalui serangkaian simulasi erupsi KRAKATAU PURBA yang terjadi pada abad keenam Masehi tersebut. Artikelnya (Wohletz, 2000 : Were the Dark Ages Triggered by Volcano-Related Climate Changes in the Sixth Century ? - If So, Was Krakatau Volcano the Culprit ? EOS Trans American Geophys Union 48/81, F1305) menunjukkan simulasi betapa dahsyatnya erupsi ini. Inilah beberapa petikannya. Erupsi sebesar itu telah melontarkan 200 km kubik magma (bandingkan dengan Krakatau 1883 yang 18 km kubik), membuat kawah 40-60 km, letusan hebat terjadi selama 34 jam, tetapi terus terjadi selama 10 hari dengan mass discharge 1 miliar kg/detik. Eruption plume telah membentuk perisai di atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur 5-10 derajat selama 10-20 tahun.



Anak  Krakatau, akankah menjadi penerus Krakatau?

Dalam Pustaka Raja Purwa dan serat Ronggowarsito, Krakatau purba yang ledakannya dapat membelah pulau Jawa dan Sumatra menjadi dua. Digambarkan bahwa gunung itu mempunyai tinggi sekitar 2000 meter dan lebar kelilingnya 11 km. Adapun, data pada masa kolonial juga mencatat bahwa tinggi Krakatau sebelum meletus 1883 juga 2000 meter dpal. Disini ada kemiripan ketinggian dan mungkin juga usia Krakatau. Mungkinkah ini sebuah siklus?..

Setelah Krakatau meletus 1883, dilaporkan telah tumbuh sebuah kaldera baru yang sekarang diberi nama “Anak Krakatau”. Kemunculan Anak Krakatau dilaporkan pertama kali pada minggu terakhir Juni 1927. Mula-mula hanya setinggi gelombang laut. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki.

Catatan lain menyebutkan pertumbuhan tingginya sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun dapat mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai tinggi sekitar 813 meter dari permukaan laut.

anak Krakatau setelah pertama kali ditemukan, foto diambil  12-13 Mei 1929

Anak Krakatau 2011

Saat ini ketinggian Anak Krakatau adalah 813 meter dpal. Jika dhitung lebih lanjut dan jika kita mengasumsikan kalau Anak Krakatau akan kembali meledak saat dia sudah sebesar dan setinggi orang tuanya, yaitu sekitar 2000 meter dpal. Diperlukan waktu kurang lebih 240 tahun lagi. Sekitar tahun 2350. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan Anak Krakatau akan terjadi antara 2015-2083.

Tahun berapapun akan menghancurkan dirinya lagi, yang pasti Krakatau memang terlahir dan dilahirkan untuk merestorasi “dunia”.-

artikel oleh : Wisnu Putra Danarto
Pendidikan Geografi 2011


sumber:
KRAKATAU, Ketika Dunia Meledak (Simon Winchester)
Tag : ,

Jaga kebersamaan dan sportivitas, gelar Geofutsal

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi FIS, UNY melalui bidang minat dan bakatnya kembali gelar geofutsal pada tanggal 17-18 Mei 2012 di Telaga Futsal. Kegiatan ini bertujuan untuk saling mengeratkan kebersamaan warga pendidikan geografi UNY. Gelaran ini merupakan kegiatan rutin dari HMPG yang selalu menghadirkan efouria tersendiri, kebersamaan kembali nampak, bersatu dalam atmosfer pertandingan futsal antar kelas yang menjunjung tinggi sportivitas. Saling adu strategi dan kekompakan tim membuat setiap pertandingan berlangsung menarik menciptakan tim-tim dengan karakternya sendiri-sendiri. Mulai dari tim yang bermain dengan gaya total football ala Belanda hingga cattenacio ala Italia.

Ketua HMPG 2012 Gurnito Dwidagdo berkomentar, “Sungguh luar biasa kegiatan ini, beginilah seharusnya keluarga Pendidikan Geografi !! Insyaallah tujuan dari Geofutsal untuk mempererat persaudaraan mahasiswa pendidikan geografi dari berbagai angkatan tercapai. It’s not about Win or lose, but a Fair Play”

Kegiatan awal dimulai dari pertandingan penyisihan dengan sistem grup. Tim-tim yang berada dalam satu grup saling bertemu untuk megumpulkan poin dan berusaha menjadi yang terbaik dalam grupnya masing-masing, dari 11 kelas yang ada, dibagi menjadi 2 grup dengan masing-masing grup 6 dan 5 tim. Persaingan di grup A nampak lebih seru karena lebih banyak kontestan dan kekuatan setiap tim relatif berimbang. Setiap pertandingan berjalan seru dan akhirnya dari setiap grup muncul 2 tim yang berhak melaju ke semifinal. Deri grup A yang berhak maju ke semifinal adalah tim dari kelas non reguler 2011 dan kelas Bengkayang, sedangkan dari grup B yang berhak maju adalah tim dari Reguler 2007 dan reguler 2010.

Hari berikutnya tanggal 18 Mei, di babak semifinal, kelas reguler 2010 berhadapan dengan kelas bengkayang, sedangkan kelas non reguler 2011 bertemu dengan kelas reguler 2007. Setelah menjalani pertandingan sepanjang 2 x 10 menit kelas reguler 2010 dan kelas non reguler 2011 berhak melaju ke final setelah mampu menang atas lawan-lawannya.

Pertandingan final dimulai dengan iringan musik ala pembukaan Indonesia Super league yang dapat membakar semangat para punggawa kedua tim. Di final ini bertemulah kedua tim yang mengusung corak pemainan berbeda, kelas reguler 2010 dengan cattenacionya dan kelas non reguler 2011 dengan total footballnya. Kelas reguler 2010 cenderung bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik sedangkan kelas non reguler 2011 bermain menyerang dan berusaha menguasai bola. Pertandingan berjalan seru dan menyuguhkan permainan yang atraktif dengan peluang-peluang gol yang diciptakan oleh kedua tim.

Gol pertama akhirnya tercipta melalui Dimas prasetyo. Gol tercipta dari tembakan dodi putra yang dibelokkan lajunya oleh dimas prasetyo. Setelah gol tersebut tercipta pertandingan semakin seru saja, gol kedua dan ketiga akhirnta tercipta melalui kaki Fibo Arseta dan Hanafi febrian. pertandingan pun berakhir dengan skor 3-0 dan tim reguler 2010 berhasil menjuarai Geoftsal 2012 ini, selamat dan sukses! Dalam turnamen ini juga Ardi yunandar dinobatkan sebagai top scorer turnamen dengan 14 golnya, luar biasa!! Winantu ginanjar langgeng sebagai bagian dari tim juara 1 berkomentar, “tentunya seneng lah..bisa membuat sejarah, dari tim papan bawah yang tahun kemarin saja tidak lolos dari penyisihan group sekarang bisa menjadi juara..pokoknya membuat sejarah..!!” Bowenk selaku ketua panitia juga berkomntar, “Geofutsal josss pokokmen, gas poll!! alhamdulillah bisa berjalan lancar, pertama tidak lupa bersyukur kepada ALLAH SWT,kedua termakasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar pend geografi uny atas partisipasi dan kejasamanya, dan selamat buat para juara turnamen geofutsal hmpg 2012. “

Sebelum laga final digelar, antara R 2010 vs NR


trofi juara GEOFUTSAL akhirnya berhasil direbut oleh tim Reguler 2010, selamat..






Tag : ,

Seminar Nasional Indigeneousasi Ilmu Sosial

Masalah indigeneousasi (mempribumikan) ilmu sosial sebenarnya merupakan masalah klasik bagi perwajahan pendidikan di Indonesia, tetapi usaha untuk mengatasinya masih kurang begitu serius. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para ilmuwan sosial, ahli sosial, ataupun sivitas akademika yang berkecimpung pada ranah pendidikan ilmu sosial. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta telah berupaya mengadakan berbagai diskusi ilmiah dalam upaya indigeneousasi ilmu sosial ini, salah satu bentuk kegiatannya adalah seminar nasional dalam rangka Dies Natalis UNY ke-48 (6 windu) pada hari Senin 30 April 2012.

Seminar nasional bertemakan “Indigenousasi Ilmu Sosial dan Implementasinya dalam Pendidikan Ilmu Sosial di Indonesia” ini menghadirkan keynote speaker Prof. Syed Farid Alatas dari National University of Singapore dan beberapa pembicara lainnya seperti Purwo Santoso, Ph.D (Fisipol UGM), Prof. Zamroni, Ph.D (UNY), Nasiwan, M.Si (FIS UNY), dan beberapa pemakalah. Seminar ini secara resmi dibuka oleh rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, M.A. bertempat di Auditorium UNY.

Dalam pemaparannya, Syed Farid Alatas menyampaikan makalah dengan judul Orientalisme dalam Pengkajian Sejarah Alam Melayu yang dilatarbelakangi adanya ketidakcocokan antara ilmu-ilmu kemasyarakatan bangsa Barat dengan kenyataan sosial di dunia Melayu pada abad 19. Menurut dosen Universitas Nasional Singapura ini, masalah ketidaksesuaian ini berkaitan dengan suatu orientasi yang dinamakan Orientalisme yang berlanjut menguasai pengkajian Melayu-Indonesia. Pada umumnya, ilmu-ilmu kemasyarakatan zaman sekarang atau ilmu sosial telah mengatasi masalah ini. Tetapi, tempat orientalisme yang lama telah diambil alih oleh Orientalisme baru, yaitu orientalisme yang bukan dari bangsa Barat.

Hal senada juga disampaikan oleh dosen Fisipol UGM, Purwo Santoso, Ph.D. Menurutnya, point penting yang harus didapat dalam seminar ini adalah bahwa di satu sisi ilmuwan Indonesia tidak menjadi penghasil teori-teori yang diajarkan kepada mahasiswa. Di sisi lain, pengajaran teori-teori sosial itupun tidak cukup jauh dikaitkan dengan konteks Indonesia. Sebagai contoh adanya penerapan konsep good governance sebenarnya itu adalah penjabaran dari gagasan pemerintah liberal ketika mengukur kadar aktualisasi penerapannya yang tidak terlaksana maksimal. Muaranya cukup tragis, Indonesia adalah lokasi untuk memberlakukan berbagai preskrisi teoretis ilmu sosial yang dibuat oleh ilmuwan asing.

Seminar yang terlaksana dengan ratusan peserta, baik dari mahasiswa, dosen, guru, atau masyarakat umum dari berbagai penjuru tanah air ini juga menghadirkan pakar politik dari lingkungan kampus UNY yaitu Prof. Zamroni, Ph.D dan Nasiwan, M.Si sebagai penggagas Fistrans Institute. Menurut kedua narasumber ini, model pembelajaran ilmu sosial di kelas-kelas sekolah dasar ataupun menengah Indonesia masih belum mencerminkan indigeneousasi ilmu sosial. Artinya, para pendidik masih mengajarkan apa, mengapa, dan bagaimana masyarakat Barat berperilaku. Sebaliknya, sama sekali tidak pernah mengkaji apa, mengapa, dan bagaimana masyarakat Indonesia sendiri berperilaku sesuai local wisdom kita. Sadar atau tidak, lambat laun paham ilmu sosial Barat ini telah diaplikasikan ke dalam kehidupan masyarakat kita.

Dengan demikian, kajian indigenousasi sosial science ini mempunyai beberapa langkah ke depan dalam mereorientasikan pembelajaran ilmu sosial yang berwajah Indonesia. Pembelajaran ilmu sosial di jenjang perguruan tinggi Indonesia perlu membangun tradisi baru, yaitu menanamkan good citizenship dengan titik berat pada pengembangan nilai-nilai dan tradisi bangsa seperti cinta tanah air, kerja keras, bertanggung jawab, dan jujur. Kedua, mengembangkan keterampilan pada diri siswa untuk melakukan pengamatan, pengumpulan data, dan penguasaan teori sosial. Ketiga, mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan melakukan inovasi terhadap disiplin ilmu sosial dan praktik-praktiknya di Indonesia. Keempat, menanamkan sikap positif dan self concept pada diri mahasiswa bahwa Indonesia mempunyai ciri khas ilmu sosial yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945.

Pada akhirnya, antusias peserta seminar berakhir hingga diskusi panel sekitar pukul 16.00. Sebagian besar peserta telah terbuka mata bahwa indigeneousasi ilmu sosial (mempribumikan ilmu sosial) sudah seharusnya dilaksanakan agar kita tidak hanya sebagai konsumen setia produk ilmu sosial olahan bangsa Barat dengan segala positif negatifnya. Kalau bukan dari masyarakat sendiri yang menemukan teori serta melaksanakannya, mau dari mana lagi ?


Janu Muhammad

Mahasiswa Semester 2 Pendidikan Geografi

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Yogyakarta

E-mail/Hp : janu.muhammad2@gmail.com/083840736186

Tag : ,

Pelatihan Corel Draw, HMPG next event

Bidang Jurnalistik dan Informasi (JI) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG), mempersembahkan :


Pelatihan Corel DRAW dengan tema; "pembuatan poster dan pamflet yang kreatif dan komunikatif", akan dilaksanakan pada:
tanggal : 12 Mei 2012
tempat : lab komputer Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS UNY
waktu : pukul 07.30 - 15.00

Pendaftaran sampai tanggal 11 Mei 2012 di sekretariat HMPG kompleks ormawa FIS UNY atau langsung ke contact person; 083870893534 (Gilang), atau 081225593241 (Kharisma). Dengan kontribusi peserta Rp 10.000,-. Fasilitas: ilmu, sertifikat, snack, dan makan siang.

Fasilitas komputer terbatas untuk 25 pendaftar pertama, pendaftar berikutnya bisa membawa peralatan sendiri (laptop atau netbook).

Dapatkan pengalaman belajar Corel DRAW yang menyenangkan dan aplikatif disini!.
Tag : ,

Permasalahan pertambahan penduduk

Indonesia merupakan salah satu Negara yang menyumbang banyak bagi pertumbuhan penduduk dunia, lebih dari 1 juta bayi dilahirkan selamat setiap bulannya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Indonesia tinggi sehingga akan berdampak pada masalah – masalah kependudukan lainnya. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tersebut akan mempengaruhi pembangunan di Indonesia. Jumlah penduduk yang banyak dapat mengakibatkan dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari banyaknya jumlah penduduk adalah mudah memperoleh tenaga kerja yang murah namun, dampak negatif yang terjadi adalah sebagian besar jumlah penduduk yang memiliki pendidikan rendah akan menghambat proses pembangunan yang terjadi karena dengan pendidikan yang rendah maka penduduk Indonesia akan semakin tertinggal dari bangsa lain. Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan memerlukan usaha yang besar untuk mempertahankan suatu tingkat kesejahteraan rakyat tertentu didalam memenuhi kebutuhan pokok seperti: makanan, perumahan, pakaian, pekerjaan, pendidikan dan kesehatan. Kebutuhan – kebutuhan pokok tersebut akan semakin meningkat akibat adanya pertambahan penduduk, namun sangat disayangkan kebutuhan pokok tersebut sampai sekarang masih belum dapat dinikmati oleh penduduk kalangan bawah sehingga banyak penduduk kalangan bawah yang mengalami masalah kemiskinan dan kekurangan pangan. Apakah kedua masalah ini dapat terselesaikan??

Penanganan terhadap kedua masalah tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun tanggungjawab semua orang yang berada di dalam wilayah negara tersebut. Diperlukan adanya pemahaman bahwa konsep “banyak anak banyak rejeki” sekarang ini sudah tidak dapat diterapkan lagi, yang terjadi sekarang ini adalah banyak anak maka akan semakin banyak tanggungan yang akan ditanggung. Ketika didalam diri setiap individu telah tertanam mindset bahwa banyak anak tidak akan selalu banyak rejeki maka dapat meminimalisir tingkat kelahiran yang semakin tinggi tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan 37% jumlah penduduk berusia produktif. Hal tersebut tentunya akan sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduknya, jika penduduk yang berusia produktif tersebut memilih untuk melakukan pernikahan muda, maka yang terjadi adalah semakin banyak bayi yang dilahirkan secara hidup. Umur produktif merupakan umur dimana seorang wanita akan memiliki kemampuan melahirkan selamat lebih tinggi dibandingkan dengan umur – umur lainnya.

Kurang pahamnya remaja terhadap kesehatan reproduksi mereka juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk di suatu negara. Dengan pengetahuan yang minim banyak remaja yang akan mudah merasa penasaran terhadap hal – hal yang seharusnya tidak mereka lakukan di umur mereka ini. Sehingga diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, sekolah dan keluarga untuk selalu memberikan informasi dan pengetahuan terhadap remaja agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Beberapa penjelasan diatas tentunya tidak akan mampu mencakup semua aspek yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk merupakan tanggungjawab bersama, sehingga diperlukan adanya kerjasama yang kuat antara semua pihak agar pertumbuhan penduduk tersebut tidak menimbulkan banyak permasalahan – permasalahan seperti sekarang ini. J

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -