Popular Post

Archive for October 2012

Suplemen HMPG 2012


Suplemen yang diadakan oleh HMPG (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) 2012 pada tanggal 14 Oktober 2012 atau seminggu sebelum adanya kegiatan besar oleh HMPG (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) 2012 yaitu Semarak Geografi Nasional berjalan cukup meriah walaupun para pengurus hanya beberapa orang yang datang tetapi pada akhirnya sebagian besar pengurus dapat berkumpul bersama. 

Suplemen pada tahun ini di isi dengan berbagailomba yaitu makan kerupuk dengan cara mata peserta ditutup dan salah satu dari  yang lain memberikan aba-aba, balap karung secara beregu, dan yang tidak kalah seru adalah lomba sepak bola menggunakan terong sepagai ganti kaki. Di sinilah keceriaan semua pengurus terlihat dengan adanya berbagai berbagai humor-humor yang memberi canda tawaitu semua terlihat dari wajah para pengurus. Acara berlangsung dari pukul 14.00,, ya lebih sedikit karna belum banyak yang datang dan terus dilanjutkan sholat ashar berjamaah kemudian acara bakar-bakaran ayam, tahu, dan tempe, dan sebagai acara penutup makan bersama-sama dengan daun pisang.

Anesia Khairawati S
Staff JI HMPG

Optimis dan Pesimis yang Sangat Mengganggu

Optimis atau pesimis adalah cara pandang terhadap suatu fenomena sekarang dan atau masa datang yang dapat juga berdasarkan pelajaran masa lalu. Optimis adalah positif dan pesimis adalah negatif. Sebagian dari manusia adalah orang yang penuh optimisme sedangkan sebagian lain penuh pesimisme menyikapi masa sekarang dan memprediksi masa depan. Sesungguhnya, kedua hal tersebut adalah pilihan. (dikutip dari Wikipedia)

Tapi kalau semisal diantara keduanya tidak ada yang lebih pantas untuk dipilih, untuk apa..

1. Katakanlah begini, jika seseorang menghadapi satu masalah, misalnya ketika akan menghadapi ujian. dimana dalam ujian ini, belum pernah dipelajarinya atau mungkin hanya mendapatkan sekilas. Saat ujian ini akan dimulai, apa perasaan terkuat yang muncul dari dirinya.. apakah optimisme akan menyelesaikan ujiannya dengan baik dan dapat nilai baik pula, padahal kenyataannya soal yang akan dihadapinya sama sekali belum diketahuinya. Ataukah pesimis, karena memang pada dasarnya dia tidak mengetahui yang akan dihadapinya walaupun dia optimis bisa dengan segala kepercayaan dan sugestinya.

Lalu ketika hasil ujian dibagikan dan orang tersebut mendapat nilai yang buruk seperti apa yang dikerjakannya. Karena pada dasarnya hukum kemungkinan memang begitu, SEBERAPA YANG DIHASILKAN ADALAH SEBERAPA YANG DIUSAHAKAN. Lalu optimisme dan sugesti-sugesti positif tadi untuk apa, bukankah sama hasilnya dengan orang yang pesimis? dan kalaupun orang tadi sempat pesimis lalu mendapatkan hasil buruk, tidakkah dia akan kecewa, setidaknya dia sudah mengira kalau apa yang diusahakannya tidak akan menghasilkan lebih. Kalau realita yang ada tidak mengizinkan kita untuk optimis, akankah berarti realita selalu mengajarkan pesimisme...

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sudah lama mengusik saya, tapi tidak pernah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, untuk apa..

2. Saya suka membaca sejarah. Dalam Catatan Seorang Demonstran-nya Soe Hok Gie "sadar sejarah adalah sadar akan kesia-siaan nilai" quotes ini sangat mempengaruhi saya, pesimis dan kelam tanpa mengaburkan sedikit optimisme yang tersirat.

Sejarah adalah masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Karena apa yang kita lakukan sekarang adalah sejarah, minimal untuk diri kita sendiri.

Tapi, bila semua yang ada dalam catatan sejarah hanya berupa peperangan, penghianatan, kebencian, saling membunuh, saling mengalahkan atau saling menjatuhkan. masihkah kita optimis, bukankah masa depan adalah sejarah yang akan berulang, lagi dan lagi.. lalu, untuk apa...

Dan memang sudah terbukti. lihatlah awal kejatuhan Adolf Hitler tahun 1942 karena keserakahannya menguasai Eropa, dia menyerang Rusia dengan arogansi dan tanpa perhitungan matang sampai akhirnya mendapat serangan balik dari tentara gabungan prajurit Rusia dan Ukraina dan musim dingin yang mematikan di Rusia. bukankan itu sama dengan awal kejatuhan Napoleon Bonaparte 100 tahun sebelumnya, yang dijatuhkan juga oleh musim dingin Rusia dan ke-arogansian-nya sendiri untuk menguasai Eropa. Ini sama dengan kejatuhan Soekarno dan Soeharto, sama-sama dijatuhkan mahasiswa, sama-sama dijatuhkan saat tua dan tidak berdaya.

Ya, sekali lagi sejarah selalu berulang-ulang. dan menimbulkan pesimisme.

3. Manusia adalah pelaku, aktor utama, kalau tidak ada manusia, walaupun ada materi lain selain manusia bahkan sebelum manusia ada. Tetapi kalau tidak ada manusia. Tetap, itu semua tidak berarti, bukankah yang menggolongkan material itu manusia, yang mengelompokkan semua material itu juga manusia, dan yang menciptakan ilmu pengetahuan juga manusia.

Tanpa ada manusia, adakah ilmu pengetahuan, adakah teori-teori (many fucked up things), adakah kehidupan lain yang bisa dicatat, dipelajari,  atau suatu masalah untuk dipecahkan? ya, kalau tidak ada manusia, tidak akan ada masalah. Kehidupan memang akan tetap berjalan, tapi untuk apa..

Descartes pernah berkata "Cogito ergo sum" Saya berpikir maka saya ada. bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri. Bernada angkuh dan anggun..

4. Kalau yang namanya kesempurnaan itu tidak ada. Lalu mengapa kita terus mengejar kesempurnaan, apa berarti kita mengejar sesuatu yang tidak ada? untuk apa.. kadang-kadang bila teringat satu pertanyaan ini, saya merasa tenang kembali. seolah berhenti sejenak dari semua rutinitas dan diingatkan kembali: UNTUK APA SEMUA INI..

5. Butterfly effect adalah suatu terminologi yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Salah satu sub-bagian dari Chaos Theory. Lalu bila semuanya sudah terhubung dan terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnnya dan semua sudah pasti terjadi. lalu akankah semua 'usaha' untuk merubah semuanya akan sia-sia?

entahlah, saya tetap pesimis dan masih terganggu pertanyaan untuk apa semua ini....


opini oleh
Wisnu Putra Danarto
Staff JI HMPG 2012

Tempat dengan iklim ter-Extream di Dunia


Tinggal di iklim tropis ... Seperti negara tercinta Indonesia, bikin kita sering banget mengeluh kepanasan, terutama sesudah pulang sekolah atau sehabis berolahraga. Apalagi di Kota2 ... Kadang saking panasnya, kita sampai sering berharap kita tinggal di tempat yang lebih dingin. Tapi, setelah kenal sama lima tempat ini, kita pasti berpikir dua kali untuk tinggal di iklim dingin!
Dan ini dia 5 tempat dengan iklim ter-etream di Dunia ...

5.Yakutsk, Rusia

Suhu terendah di ibukota wilayah Yakutia ini, mencapai minus 50 derajat Celcius, dan biasanya terjadi pada bulan Januari. Meskipun dingin banget, kota ini ternyata dihuni oleh cukup banyak orang lho. Setidaknya ada 200.000 orang yang tinggal di kota ini. Saking dinginnya, orang-orang sering membiarkan mobilnya menyala terus ketika mereka berhenti di suatu tempat. Soalnya mereka takut bensin di mobil ini bisa beku, sih. Selain itu, di kota ini juga ada peringatan untuk nggak memakai kacamata hitam. Maklum, bisa-bisa kacamata itu menempel di kulit kita dan merobek kulit kita karena terlalu dingin. Seram ya?


4.North Ice Station, Greenland

Greenland memang terkenal sebagai wilayah paling dingin di belahan bumi bagian Barat. Tapi, suhu terendah yang pernah tercatat di Greenland ada di North Ice Station, sebuah daerah pusat penelitian milik negara Inggris, dengan suhu minus 66 derajat Celcius.


3.Verkhoyansk, Rusia

Delapan hari berkendara dengan mobil dari Yakutsk, baru kita akan ketemu Verkhoyansk, yang terletak pada Lingkaran Artik. Ada 1.300 orang yang tinggal di wilayah ini, dan sebagian besar bekerja sebagai pemburu atau menggunakan kereta salju untuk berkendara. Sebenarnya di wilayah ini terdapat banyak emas, tapi terlalu dingin untuk membuka tambang. Tempat yang dikenal dengan “Stalin’s Death Ring” ini hanya bisa dikunjungi saat musim dingin, ketika danaunya membeku. Suhu terendah di kota ini adalah minus 69 derajat Celcius .


2.Oymyakon, Rusia

Masih tetanggaan sama Verkhoyansk dan Yakutsk, Oymyakon yang hanya dihuni oleh 900 orang ini bisa mencapai suhu minus 71 derajat Celcius ketika musim dingin. Sedihnya, musim dingin di sini terhitung sangat lama, yaitu kurang lebih selama sembilan bulan. Dalam bahasa etnik Sakha Rusia, oymyakon berarti “air yang nggak beku”


1.Vostok Station, Antartika


Ini dia tempat terdingin di dunia. Dengan suhu terendah minus 89 derajat Celcius, Vostok, yang dalam bahasa Rusia berarti “timur”, hanya dipakai sebagai pusat penelitian milik Rusia. Mungkin karena terlalu dingin, nggak ada orang yang mau punya rumah di sini kali, ya?

TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN



Dengan isu perubahan iklim, penipisan lapisan atmospher serta global warming membuat perubahan style  dalam upaya pengembangan teknologi, teknologi yang harus dikembangkan untuk masa depan ialah teknologi yang lebih ramah terhadap lingkungan, teknologi yang berwawasan lingkungan.
Kendaraan yang ramah lingkungan seperti BMW dan mobil sport beranggapan bahwa mobil ramah lingkungan itu lamban. Sistem elektrik yang diusulkan di Delorean (kendaraan dari jaman jadul yang dimodivikasi untuk mobil Masa Depan) memperlihatkan mobil ramah lingkungan juga dapat menjadi luar biasa. Tentu saja, tren utama teknologi ramah lingkungan untuk 2012 tidak hanya tentang mobil. Ada perkembangan menarik yang melibatkan micro-living, gamification dan shared technology. Berikut empat tren ramah lingkungan yang pasti menarik untuk dibahas.

1.      Mobil Hybrid dan Energi Alternatif
Mobil listrik dan mobil hybrid telah ada dalam beberapa waktu ini tetapi teknologi ini hanya menjadi tren baru-baru ini saja, teknologi ini mulai berubah dari tujuan awal mereka.
Sebuah era baru untuk mobil ramah lingkungan telah berhasil memberikan performa yang baik dengan harga yang wajar. Chevy Volt dan Toyota Prius adalah dua sedan terjangkau yang telah hadir di pasaran mobil amerika. Beberapa produsen mobil ternama telah meluncurkan mobil konsep ramping yang menggunakan listrik. Sebagai contoh, BMW i8 adalah sebuah konsep mobil roadster yang tangguh. Sebuah versi yang sudah siap di jalan raya, yang dijadwalkan launching pada tahun 2013. Teknologi dasar telah digunakan di BMW hibrida seperti ActiveE, yang mulai di uji coba di lapangan.


2.      Sharing is Caring
Konsep ini berkembang untuk semua jenis barang, termasuk program seperti bike-sharing Bixi di Montreal, yang memungkinkan pelanggan menyewa sepeda selama 45 menit tanpa biaya. Pengguna dapat memarkir sepeda mereka di docking stasiun yang akan menghitung biaya tagihan ketika sepeda dibawa keluar dan mengirimkan tagihan sesuai lama pemakaian. Perhitungan penyewaan sepeda untuk beberapa lama dikali dengan ongkos biaya, meskipun biaya minimal ($ 3 untuk menyewa sepeda untuk sampai satu jam setengah). Bixi telah menyebar di kota-kota lain, dan pemerintah New York mengumumkan program sharing sepeda pertama yang akan launching pada tahun 2012 yang akan beroperasi mirip dengan Bixi.


3.      Micro-Living
Perusahaan besar juga mencoba mengecilkan footprint-nya. Banyak produsen yang menyusut jumlah kemasan yang mereka gunakan untuk mengirimkan produk. Sebagai contoh, Apple telah mengurangi beberapa kemasan tidak berguna dan mengembangkan desain unibody laptop yang lebih mudah untuk mendaur ulang dan memproduksinya.


4.      Gamification Reigns
Merek dan perusahaan telah menyadari bahwa kompetisi yang ramah dan penghargaan terukur adalah cara yang bagus untuk membuat orang tertarik dan terlibat dalam suatu produk. Gerakan penghijauan yang semakin bijaksana . Permainan seperti tantangan kepada pemain Trash Tycoon untuk mendaur ulang jalan mereka ke kemenangan sedangkan situs seperti myenergy, recyclebank atau DailyFeats mendorong pengguna untuk mengurangi konsumsi energi mereka atau meningkatkan tindakan hijau mereka dengan menawarkan kompetisi ringan dan penghargaan yang relevan untuk perilaku ramah lingkungan.


Kharisma Nasionalita
Staff JI HMPG 2012

GLOBAL WARMING


Panas...Panas...Panas... Kenapa sih bumi tercintaku sekarang jadi panas banget??? Apa salahku Ya Allah !!! Celoteh seseorang merasakan hawa panas matahari. Apakah ini yang disebut GLOBAL WARMING?!?!??
Saat ini Indonesia bahkan dunia tengah marak dengan munculnya isu pemanasan global atau yang kita kenal  dengan istilah global warming. Perubahan iklim yang cenderung memanas ini sendiri merupakan perubahan kondisi fisik atmosfer bumi seperti suhu dan pembagian intensitas curah hujan yang tidak merata sehingga mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Kenapa??? Hal tersebut terjadi diakibatkan oleh TINGKAH LAKU MANUSIA yang tenyata berperan sangat besar. Asap kendaraan bermotor dan tingkat penebangan pohon yang tinggi merupakan salah satu faktor utama terjadinya global warming.
Kenaikan temperatur seperti ini akan berpengaruh terhadap ekosisitem di dunia. Banyak es di kutub mencair dan jika hal itu dibiarkan terjadi terus-menerus maka tidak menutup kemungkinan banyak pulau-pulau di dunia akan tenggelam. Nah tuh, bagi yang ga bisa berenang siap-siap aja keleleb...
Benar-benar ironi tentang apa yang akan terjadi pada bumi kita ini kelak. Manusia sebagai faktor utama tentunya harus lebih cekatan dalam menindak lanjuti fenomena ini. Walaupun gejala global warming tidak mampu dicegah, namun setidaknya bisa diminimalisir. Kita lihat dalam 10 tahun terakhir kerusakan hutan di Indonesia mencapai 22,46 juta hektar. Artinya, rata-rata hutan indonesia rusak mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Tanpa kita ketahui ternyata Indonesia, negara yang kita tempati ini merupakan kontributor/penyumbang terbanyak urutan nomer tiga dalam hal meningkatnya pemanasan global. Hebat ga?!?! Apakah itu bisa dijadikan suatu kebanggaan buat kita anak Indonesia???
Dengan kurangnya jumlah hutan di bumi maka meningkatkan jumlah karbon dioksida dan gas-gas lain yang biasa disebut gas rumah kaca. Gas ini menangkap energi matahari yang seharusnya semua dipantulkan kembali ke atmosfer sehingga keadaan di bumi terasa panas. Dapat kita gambarkan seperti rasa panas jika kita berada di mobil yang tertutup rapat.
Dengan melihat akibat yang ditimbulkan oleh global warming, apa yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa setidaknya untuk meminimalisir hal tersebut?
Mungkin kita bisa melakukan :
1.      Tanamlah beberapa pohon di mana saja serta lindungi hutan kita ini. Hal yang memang sedang gencar-gencarnya ini saya rasa memang sangat efektif dan berhasil.
2.      Kurangi pemakaian tisu dan kertas. Tapi ga berarti kita kuliah nulis pake daun, hanya kurangi penggunaan kertas yang tidak perlu.
  1. Gunakan kendaraan hemat bensin. Naiklah kendaraan umum,  pake sepeda, atau kalau perlu jalan kaki saja. hehe...
  2. Dukunglah, dan mungkin gunakan atau kembangkan pengembangan teknologi penghasil energi dengan energi ramah lingkungan seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga panas bumi, biogas, jarak dan lain sebagainya.
  3. Kurangi pemakaian AC, pemanas ruangan dan penggunaan air secara berlebihan.
6.      Disiplinlah memilah sampah organik dan non-organik pada tong sampah rumah atau umum. Hal ini sudah di realisasikan di kampus UNY.
  1. Ikut serta dalam kampanye mengantisipasi pemanasan global. Menulislah dalam forum atau media tentang dampak, ancaman dan bagaimana cara mengatasinya.
Mengingat segudang dampak yang dapat diakibatkan oleh global warming ini, maka kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus merubah kebiasaan-kebiasaan pendahulu kita. Mulailah melakukan hal yang mungkin bisa mengurangi dampak atau efek pemanasan global ini. Karena tentu kita tidak mau kelak penyakit seperti kanker kulit, penuaan dini, kehilangan tempat tinggal karena keleleb, atau mungkin melarat akan jadi temen kita. APA KALIAN MAU??? Mulailah dari sekarang, dari hal yang paling kecil, dan dari diri kita sendiri. KEEP MOVE!!! Bye...

Gilang Rickat T
Staff JI HMPG 2012
Tag : ,

PENGUMUMAN SEPULUH BESAR LKTI SEMARAK GEOGRAFI 2012


Selamat malam dan salam sejahtera..
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, berikut ini akan kami umumkan hasil penilaian lomba karya tulis ilmiah (LKTI) Semarak Geografi.
Dan inilah daftar 10 (sepuluh) finalis LKTI yang berhak maju mempresentasikan karyanya pada puncak acara Semarak Geografi 2012 tanggal 20 Oktober 2012 di Fakultas Ilmu Sosial UNY.

NO
JUDUL LKTI
SEKOLAH
SCORE  AKHIR
1.
APLIKASI CROPWAT BERBASIS DATA ANALIR IKLIM DAN DATA TANAMAN UNTUK OPTIMALISASI PRODUKSI PERTANIAN

SMAN 8 PURWOREJO

170
2.
MINI COOLER  BERBASIS TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN

SMAN 1 PURWOREJO

170
3.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KOMPOS

SMAN 1 KUDUS

163
4.
INFORMASI BERBASIS JEJARING SOSIAL OPTIMALKAN DISTRIBUSI INFORMASI  BENCANA

SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG

162
5.
SIMPLE DESTILATION TECNOLOGY AND BIOTHANOL STOVE

SMAN 1 BAWANG, BANJARNEGARA

159
6.
PEMANFAATAN JERAMI SEBAGAI MEDIA TANAM JAMUR

SMAN 1 METRO

152
7.
MONOPOLI GEOGRAFI SEBAGAI METODE KREATIF DAN INOVATIF UNTUK MEMPERMUDAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI

MAN I YOGYAKARTA

150
8.
PENGAPLIKASIAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP

SMAN 1 METRO

149
9.
PERAN SIG YANG AKURAT DALAM PENANGANAN MASALA LINGKUNGAN

SMAN 1 BANJARNEGARA

149
10.
TEKNOLOGI BRIBIN UNTUK MENGATASI KRISIS AIR

SMAN 1 BANGUNTAPAN

146

Selamat kepada 10 (sepuluh) peserta yang berhasil masuk ke babak final LKTI.
Selanjutnya, kepada sepuluh finalis dimohon untuk mengirimkan perwakilannya pada technical meeting (TM) hari Jumat, 19 Oktober 2012 di ruang Ki Hajar Dewantara Fakultas Ilmu Sosial UNY. Ketentuan presentasi akan diumumkan lewat website.
Bagi peserta LKTI yang belum lolos 10 (sepuluh) besar, masih bisa mengikuti National Geography Competition (NGC) maupun lomba poster. Kami tunggu kehadirannya di Yogyakarta..
info lebih lengkap, hubungi kami di:
Contact person:
Sugi Astuti (085259609261)
Rizki Hari   (087715130629)
Web                    : www.semarakgeografi.com
E-mail                : semarakgeografi2012@gmail.com
Twitter              : @semarakgeografi
Fanpage FB     : Semarak Geografi Tingkat Nasional 2012
Sekian dan terima kasih..

Ekspedisi ke Pulau Sempu Malang


Malam itu kami berlima menapaki stasiun lempuyangan, tepat pada pukul 22.00 WIB kereta Gaya Baru Malam Selatan datang dari arah barat dengan gerbong yang berjajar menggesek setiap rel yang dilewati. Kami berlima adalah segerombolan travelers yang sedang melakukan pengembaraan ekspedisi ke sebuah pulau yang menjadi salah satu primadona pariwisata di provinsi Jawa Timur yaitu Pulau Sempu. Secara geografis, Pulau Sempu terletak diantara 112­° 40' 45" - 112° 42 '45" bujur timur, dan 8° 27' 24" - 8°24' 54" lintang selatan. Pulau Sempu memiliki luas 877 Hektar yang berbatasan dengan selat Sempu (Pantai Sendang Biru) di utara dan di kelilingi oleh Samudera Hindia di sisi Timur, Barat, Selatan. Sebuah perjalanan yang jelas akan memberikan kami sebuah ingatan tentang arti persahabatan dan rasa syukur yang mendalam tentang alam ini kepada Tuhan YME.
Perjalanan kami awali dengan menaiki sebuah kereta ekonomi bertuliskan Gaya Baru Malam tujuan Surabaya. Sepanjang perjalanan kami disuguhi sebuah realita kehidupan di dalam kereta kelas ekonomi di malam hari, penuh dengan penjual dari mulai makanan sampai penyanyi Pop Jawa. Sebuah suguhan yang khas yang ditawarkan dalam keadaan mata yang mulai lelah karena 5,5 jam akan berada dalam kereta yang mengantarkan kami ke Surabaya. Setelah kereta sampai di Stasiun Wonokromo Surabaya kami beranjak turun untuk mencari sebuah kereta menuju kota Malang bernama Kereta Penataran. Setelah mendapatkan tiket kami beranjak pada pukul 05.00 WIB menuju Kota Bunga yaitu kota ngalam atau Malang.
Setelah 3 jam perjalanan melewati stasiun  Stasiun WaruStasiun GedanganStasiun SidoarjoStasiun TanggulanginStasiun PorongStasiun BangilStasiun WonokertoStasiun SukorejoStasiun SengonStasiun LawangStasiun SingosariStasiun Blimbing, dan berakhir di Stasiun Malang. Kami tiba di kota Aremania, sebuah kota dengan fanatisme yang terkenal dengan Singo Edan. Kami beruntung memiliki ikatan persaudaraan melalui IMAHAGI sehingga kami disambut dengan baik oleh rekan-rekan Geografi Universitas Negeri Malang (UM). Siang itu kami beristirahat di sebuah kontrakan yang legendaris karena terkenal dengan cerita horornya. Setelah beribadah Sholat Jum’at kami melanjutkan perjalanan menuju Sendang Biru ditemani dengan 8 orang saudara kami dari UM Malang. Sendang Biru merupakan sebuah pelabuhan kecil yang menjadi tempat bersandar kapal-kapal yang akan menyeberangkan kami menuju Pulau Sempu. Setelah menempuh 3 jam perjalanan yang penuh kelokan dan rintangan menerjang kami sampai di Sendang Biru. Kemudian kami menyeberang menggunakan kapal dengan ukuran sedang menuju Pulau Sempu menyeberangi Samudra Hindia selama 15 menit.

Sesampainya di Pulau Sempu kami disuguhi sebuah pemandangan sunset yang sangat indah saat sang fajar mulai mendarat di barat kejauhan. sebuah ketakjuban muncul karena untuk mencapai Pantai Segara Anakan kami harus melewati hutan hujan tropis yang masih lebat akan pepohonan dengan kicauan burung yang terdengar dengan samar di setiap pucuk pohon yang bercokol mengadah kea rah langit luas. Sebuah pengalaman yang berarti karena harus menembus rimba dalam gelap malam di pulau tak berpenghuni dengan kedamaian bersama sahabat yang berjalan beriringan. Perlu waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai lokasi sasaran kami yang berjarak sekitar 1,5 km.
Sesampainya di Pantai Segara Anakan kami mendirikan tenda untuk berkemah dan segera menyiapkan makan malam untuk mengisi perut kami yang mulai kelaparan karena menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Semakin larut malam kami isi acara dengan saling bersendau gurau dan membuat kopi sebagai penambah kehangatan malam saat dingin mulai menghinggapi tubuh yang sudah letih. Malam itu kami beristirahat di dalam tenda berukuran 3 orang. Akan tetapi hujan deras menerpa hingga sebagian perlengkapan kami mulai basah seperti sleeping bag dan matras serta tenda yang sudah basah akibat lama hujan yang datang.
Saat mentari pagi menjelang tampak birunya pantai segara nakan yang perlahan mulai menampakan kecantikannya. Laut yang tenang, bening dan jernihnya air, serta tebing escarpment yang menjulang menambah elok pemandangan yang disajikan. Sebuah perjalanan yang akan terus kami kenang sebagai sebuah pengalaman hidup tentang betapa berartinya keindahan ketika menghabiskan waktu bersama.
Ini foto-fotonya mameeeennn. . . . . . . .




Dan kami berlima. . . . 
Usaji Mulana, Suryo Baskoro, Pamungkas Aji B.S, Rusli Hasyim, Muhammad Rizki Dewantara

“masih banyak tempat untuk di kunjungi sebelum kita jadi lupa betapa berharganya waktu bersama saudara-saudara kita”
Muhammad Rizki Dewantara
KESVOMA 2012





Tag : ,

SARKEM HMPG UNY

SARKEM a.k.a Sarasehan akademik dan etika mahasiswa bagi mahasiswa baru a.ka MAKRAB kembali dihelat oleh HMPG. Makrab kali ini diselenggarakan di New Nglepen Village, piyungan, atau yang lebih terkenal dengan rumah domenya pada tanggal 3-4 Oktober 2012 . Orang-orang juga sering menyebeutnya sebagai rumah teletubies. komplek rumah ini merupakan proyek pemerintah pasca gempa bumi yang melanda Yogyakarta, 6 tahun silam. Proyek ini digunakan sebgagai percontohan rumah tahan gempa di Yogyakarta.

Makrab kali ini juga dihadiri oleh segenap keluarga besar Pendidikan Geografi FIS UNY. Baik dari mahasiswa baru hingga angkatan yang sudah beranjak menua :) Beberapa dosen dari Pendidikan Geografi juga nampak hadir dan mengikuti kegiatan malam hari itu, beberapa dosen yang hadir adalah Bp Mukminan, Bp Nur Sa'ban, Bp Nurhadi, Ibu Hastuti, Ibu Sriadi, Ibu Sri Agustin, Ibu Dyah Respati, dan Ibu Muhsinatun. 
Makrabtahun ini kebetulan mengambil tema mengenai budaya jawa, sehingga dekorasinya pun dibuat "njawani" dengan ornamen dan pernak-pernik ala jawa.
Kegiatan makrab ini sendiri dimulai pada pukul 13.00 dengan materi pertama mengenai pengenalan HMPG. acara perkenalan ini dipimping ketua HMPG Gurnito Dwidagdo. Acara selanjutnya adalah pengenalan IMAHAGI oleh korwil region III, Sapta suhardono. acara pengenalan ini juga dihadiri oleh sekjend IMAHAGI, M. Khaidir C.P. Memasuki malam harinya, acara dipusatkan pada pensi per kelas. setiap kelas diwajibkan untuk menampilkan pentas seninya. Pensi pada malam itu berlangsung seru dan penuh semangat, setiap kelas menampilkan kebolehannya. Berbagai kesenian ditampilkan oleh masing-masing kelas mulai dari gangnam style, tari jawa, band hingga pom-pom boys. Pensi berjalan semarak hingga selesai pada pukul 23.30. waktunya untuk istirahat :)
Pada pagi harinya, acara dipusatkan pada acara outbon disekitar bukit dekat ruamh dome. panitia dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjaga setiap pos yang akan dilalui oleh maba. Setiap pos memeberikan materi sesuai yang sudah diberikan oleh panitia, ada permainan dll yang menuntut kerjasama dan kekompakan. acara outbomd selesai sekitar jan 11.00 setelah itu maba dipersilahkan berkemas dan... sayonara!!

Tag : ,

LOMBA PAPER MAHASISWA GEOGRAFI



IKATAN MAHASISWA GEOGRAFI INDONESIA REGIONAL III

LOMBA PAPER MAHASISWA GEOGRAFI

Tema : “ KEARIFAN LOKAL DALAM PERSPEKTIF GEOGRAFI ”
Sub Tema :
a) Penerapan geografi dalam tindakan nyata pelestarian lingkungan.
b) Pengembangan budaya lokal sebagai suatu lokal genius yang nyata.
c) Geografi dan Pendidikan untuk mewujudkan insan yang cerdas ( Spatial ) dan peduli terhadap kearifan lokal.
Ketentuan Umum :
Peserta : mahasiswa geografi maupun non-geografi yang studinya berkaitan dengan tema
1 tim terdiri dari  maksimal 2 anggota.
Download Formulir pendaftaran disini
Download TOR disini
Download Sistematika Penulisan disini

MAHASISWA SAMPAH!!


SAMPAH
SAMPAH
DAN SAMPAH

Mahasiswa sampah di sini bukan berarti mahasiswa dengan IP rendah. Mahasiswa sampah juga bukan mahasiswa yang terlalu teoritis tanpa aplikasi praktis. Mahasiswa sampah juga bukan mahasiswa yang kuliah lalu pulang ke rumah. Mahasiswa sampah adalah mahasiswa yang membuang sampah sembarangan. Simple. Mungkin secara kebahasaan, makna mahasiswa sampah akan berbeda. Namun, itu bukan masalah karena diksi tiap orang untuk mengungkapkan sesuatu berbeda. Masalah utama adalah mahasiswa yang terlalu genius sehingga malas untuk membuang sampah di tempat sampah.
Genius.

Mahasiswa, apalagi di kampus pendidikan. Kampusnya para calon guru. Tempat orang-orang yang katanya civita akademika bernaung. Tempat dimana pendidikan karakter digembargemborkan. Universitas yang ternama, bahkan se-Indonesia. Tetapi, faktanya, mahasiswanya terlalu berkarakter, sehingga mereka ti dak tega untuk membuang sampah di tempat sampah.

Jumat (28/9/12), tepat menjelang sholat Jumat, kebetulan saya mencari tempat “nongkrong” di sekitar sebuah fakultas. Lewat di depan kasubag, terdapat tangga yang menuju ke taman. Ciyuss? Miapah? Anehnya, di tangga dan di sekitar taman tersebut berserakan kardus-kardus makanan (tapi makanannya sudah habis -_-) beserta bungkus-bungkus plastic sisa sebuah acara. Anehnya lagi, mahasiswa yang duduk di sampingnya maupun yang lewat di sekitar lokasi itu hanya melihat, menatap, berdecak, hingga tak acuh. Hebat, dari sekian banyak mahasiswa di fakultas tersebut tak ada yang mau membuang sampah-sampah itu. Padahal, di sekitar dekanat, saya menghitung ada lebih dari 10 tong sampah. Jarak antara sampah dengan tempat sampah pun tak seberapa jauh, hanya sekitar 2 meter saja. Atau, masih ada di pikiran mereka bahwa tanggung jawab sampah ada di pundak bapak-bapak dan ibu-bu pertugas kebersihan? Luar biasa yang namanya mahasiswa. 

Gambar 1. Letak tempat sampah sangat dekat, namun masih saja ada sampah yang “tertinggal”





Gambar-gambar tersebut fakta. Bukan bermaksud menjelekkan citra kampus atau fakultas tertentu. Hanya ingin “menampar” para mahasiswa termasuk saya sendiri bahwa sebenarnya untuk mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh tak perlu jauh-jauh. Dari yang dekat dahulu. Buktikan bahwa “omongan” kita di “jalan” , di saat diskusi-diskusi di dalam kelas tidak sekedar bualan semata. Terbuang sia-sia. Tunjukkan, bahwa mahasiswa itu benar-benar agent of change dan mampu melakukan tindakan nyata. Tak absurd. Perubahan besar dimulai dari hal yang kecil bukan?
Saya selalu ingat perkataan seorang dosen, bahwa memungut sampah itu ladang pahala.  Jadi, tidak perlu malu. Kata-kata itu beliau ucapkan saat saya Ospek 2010 alias menjadi maba, dan saat menjadi moderator ospek maba 2011. Kata-kata itu langsung mengendap di pikiran dan sampai ke dalam hati.
Dari situlah, saya yang masih berstatus mahasiswa malu semalu-malunya. Malu, karena kontribusi saya sebagai mahasiswa baru sebatas mungut memungut. Mungkin, bagi teman-teman yang hobi meneliti atau membuat PKM, semoga bisa memecahkan masalah tersebut ya
: )

Rizky Oktaviani
Staff Litbang HMPG 2012


Tag : ,

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -