Popular Post

30 Apr 2013


Resensi  Buku
Judul Buku      : Madre
Penulis             : Dewi Lestari / Dee
Penerbit           : Penerbit Bentang ( Bentang Pustaka )
Tahun Terbit    : 2011
Ukuran Buku  : 20
Halaman          : 160


Buku ini mengubah takdir seorang laki-laki bernama Tansen dalam waktu sehari . Setelah dia menghadiri pemakaman seseorang yang sama sekali tak ia kenal tapi mencantumkan namanya sebagai ahli waris. Warisan berisi kunci dan kertas bertuliskan alamat sebuah ruko berlantai dua yang sudah lama tak diurus. Disana Tansen bertemu Pak Hadi yang tinggal di ruko. Pak Hadi menceritakan bahwa dulu ruko ini bekas Toko Roti “Tan de Bakker” tetapi sudah 5 taun mati suri.

Tansen juga mendapat kejutan dari dalam lemari pendingin, dia mendapatkan Madre.  Madre adalah adonan putih keruh atau adonan biang hasil perkawinan dari tepung, air dan fungi bernama Saccharomyses exiguous yang lahir pada tahun 1941. Madre yang Pak Hadi anggap sebagai keluarga. Tetapi bagi Tansen Madre itu  hanya adonan roti.

Tansen pun diajari membuat Roti oleh Pak Hadi. Tansen menguleni adonan Roti yang sudah diberi Madre dan kemudian di diamkan dalam waktu sehari. Alhasil roti yang dihasilkan berhasil dengan baik. Tansen yang seringkali menulis di blok menceritakan kisah yang ia alami, mulai dari silsilah keluarga baru hingga madre. Tulisan Tansen mendapat perhatian dari seorang gadis cantik pengusaha roti. Kemudian dari sini dimulailah kisah baru antara Tansen, Pak Hadi, gadis cantik,dan tentu saja Madre. Kisah cinta, perjuangan dan sejarah akan terbentuk disini, dan semua kisah berawal dari Madre.

Kelebihan buku ini adalah karena cara penyampaiannya bisa dalam bahasa yang komunikatif, walaupun banyak istilah tentang roti, namun pengemasan yang apik membuat orang awam yang tidak paham roti pun bisa memahami makna dari penulis. Kisahnya yang unik, serta mengangkat tema yang tidak biasa. Konfliknya sederhana namun dalam penyelesaiannya dapat membuat pembaca mempelajari berbagai hal dalam menjalani hidup, yakni pemikiran yang matang dalam memandang hidup dan masa depan. Buku ini terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek karya Dee yang disusun apik. Kisah-kisah apik itu menyuguhkan berbagai tema seperti perjuangan sebuah took roti, dialog antara ibu dan janinnya, dilemma antara cinta dan persahabatan sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.

Kekurangannya adalah cerita yang disuguhkan hanya singkat, bahkan tidak dapat menggambarkan konflik yang muncul serta penyelesaiannya dengan gamblang dan jelas, hanya secara garis besar saja. Banyak menggunakan istilah khusus jadi orang harus benar-benar memahami buku ini untuk tahu artinya.

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -