Pengembangan Energi Alternatif di Pulau-Pulau Terluar Indonesia

Gambar: National Geographic Indonesia



Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari belasan ribu pulau tersebut, terdapat 92 pulau terluar yang hingga kini masih belum memiliki pasokan listrik yang cukup. Padahal, pulau terluar Indonesia pun merupakan aset yang penting bagi bangsa ini, karena menjadi garda terdepan yang berbatasan dengan wilayah diplomatik lainnya. 

Untuk itulah Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal (Kemeneg PDT) berniat untuk mengembangkan energi matahari di pulau terluar Indonesia tersebut. Berdasarkan data Kemeneg PDT, dari 92 pulau terluar di Indonesia hanya 43 pulau saja yang berpenghuni dengan jumlah penduduk mencapai 71 ribu orang.

Listrik tenaga surya dinilai sebagai sebuah solusi terbaik karena pulau terluar Indonesia cenderung memiliki medan yang sulit untuk dijangkau. Kemeneg PDT akan memberikan bantuan berupa empat hingga lima lampu dengan daya 150 watt untuk mengembangkan energi matahari di pulau-pulau ini.
“Meski pasokan listrik di pulau terluar ini masih kecil, bantuan ini cukup membantu mereka untuk beraktivitas,” jelas Menteri PDT, Helmy Faizal Zaini.

Pemerataan pasokan listrik di pulau terluar Indonesia telah menjadi target utama bagi pengembangan desa tertinggal di Indonesia. Sayangnya, masih banyak kendala yang menyebabkan hal tersebut sulit untuk direalisasikan. Kendala tersebut antara lain karena minimnya sarana pendidikan, kurangnya tenaga kesehatan dan pengajar, dll.

Selain itu, kendala lain yang juga penting adalah belum meratanya penelitian perguruan tinggi di daerah tertinggal. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Pratikno. Ia menjelaskan bahwa penelitian ke daerah tertinggal harus dapat diterapkan langsung, seperti penelitian pengangkatan air bawah tanah, penjernihan air dengan teknologi tepat guna, dsb.

Untuk mengembangkan desa tertinggal di Indonesia yang semuanya berjumlah 183 desa, pemerintah akan mengembangkan sebuah program bernama Sistem Informasi Data Partisipatif Daya Hayati (SIPAR SEHATI), yang akan membantu daerah tertinggal agar dapat mengembangkan potensi sumber daya alam hayati mereka. 

SIPAR SEHATI akan menjadi sebuah data base yang menyimpan data SDA Hayati di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Di dalamnya juga mencakup data mengenai infrastruktur yang tersedia, jejaring dengan industri, lembaga pendukung, serta data-data keuangan dan daya beli.

sumber: b2te.bppt.go.id

No comments:

Powered by Blogger.