Popular Post

29 Jul 2013

      Resmi, pada tanggal 22 juni 2013 kemarin harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Kenaikan terjadi pada BBM jenis premium yang semula 4500 menjadi 6500, solar yang semula 4500 menjadi 5000. Hal ini dimaksudkan agar jumlah uang negara yang termasuk kedalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk disubsidikan dalam BBM dapat ditekan dan digunakan untuk hal lain yang  lebih tepat guna dan tepat sasaran.

Pengguna BBM di Indonesia sendiri 60% diantaranya digunakan untuk keperluan transportasi. Baik transportasi pribadi, angkutan umum, dan kendaraan non pribadi (Gubernur BI Perry Warjiyo dalam bisniskeuangan.kompas.com) dengan jumlah yang demikian besar, tentu saja kenaikan harga BBM akan sangat berdampak pada masyarakat Indonesia pada umumnya. Kenaikan harga BBM ini akan memberikan efek domino  pada seluruh aspek, mulai dari kenaikan harga bahan pangan, sandang, juga papan. Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan masyarakat Indonesia sendiri. Sehingga, dengan naikn ya harga BBM ini akan sangat memberatkan kehidupan. 

Banyak pedagang yang gulung tikar akibat kenaikan harga BBM ini, bahan baku naik, sedangkan konsumen merasa keberatan dengan kenaikan harga barang produksi tersebut, akibatnya barang pun tidak laku dipasaran. Ditambah kebijakan pemerintah untuk menstabilkan hargaa dipasaran dengan mengimpor berbagai komoditi dari negara-negara lain. Dengan  kondisi seperti ini, gulung tikarnya beberapa pedagang kecil maupun pelaku industri sekalipun menimbulkan efek lain lagi selain kemiskinan, yaitu pengangguran yang akhirnya akan bermuara juga pada kemiskinan jika terus berlanjut seperti itu. 

Pemerintah menginginkan untuk meminimkan jumlah subsidi BBM, tetapi kenyataannya berbanding terbalik dengan jumlah spbu yang makin hari semakin menjamur. Bahkan di beberapa daerah di perbatasan Indonesia, terjadi penyelundupan BBM bersubsidi keluar negeri. Penyelundupan BBM bersubsidi dan banyaknya kalangan menengah ke atas yang menggunakan BBM bersubsidi pun menjadi salah satu alasan agar BBM bersubsidi terus dikurangi, bahkan jika mungkin dihilangkan. Sehingga anggaran untuk subsidi BBM dapat dialihkan pada sektor lain yang lebih tepat guna.

Dengan pengalihan subsidi BBM ke hal lain diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Pengalihan subsidi BBM ini  di tujukan untuk masyarakat miskin dan perbaikan serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Karena, dengan pendidikan yang bagus diharapkan dapat meningkatkan pula kualitas sdm Indonesia, yang hasil akhirnya diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi dan tidak terus melulu bergantung pada impor luar negeri.


Linda Novitasari
Staff ahli Kastrat HMPG 2013

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -