Kajian Ruang Terbuka Hijau kampus UNY

Ruang terbuka hijau atau sering disingkat RTH itu sebenrnya suatu bentuk pemanfaatan lahan pada satu kawasan yang diperuntukan untuk penghijauan tanaman.

Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30% dari luas wilayah, selain sebagai saranalingkungan juga dapat berfungsi untuk perlindungan habitat tertentu atau budidaya pertanian dan juga untuk meningkatkan kualitas atmosfer serta menunjang kelestarian air dan tanah. Berita baiknya, kota Jogja kita ini untuk RTH sudah terpenuhi lho. Data ini di dapat sewaktu Divisi Kastrat HMPG berkunjung ke Dinas PU dan ESDM yang memang mengurusi masalah tata ruang.

Dengan kondisi saat ini yang makin panas aja setiap harinya dan penambahan jumlah kendaraan bermotor yang semakin menjadi jadi, belum lagi pertumbuhan penduduk yang terus menerus.Rasanya sulit untuk mendapatkan tempat bersantai di area publik yang nyaman dan rindang.

Bukan hanya di area publik lho guys yang perlu RTH itu, di area kita berkegiatan sehari-hari itu juga perlu !yap RTH di area kampus itu juga penting. Sambil nunggu jam kuliah selanjutnya, kan enaknya kalau kita istirahat dibawah pepohonan yang rindang dan ada angin sepoi-sepoinya. Sekarang pertanyaannya nih, sudahkah RTH dikampus tercinta kita ini terpenuhi.

Universitas Negeri Yogyakarta yang dahulu dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang, taman-taman yang sejuk sekarang sudah beralih fungsi menjadi gedung-gedung besar dan  tinggi . Taman yang dahulu berfungsi sebagai penahan air atau hutan lindung, yang pastinya kita tahu bahwa itu sangat bermanfaat untuk kita, namun sekarang sudah menjadi area parkir.Pohon-pohon yang rindang sudah tiada, hanya beberapa dari pohon-pohon besar itu yang masih tersisa ujung daunnya.Melihat suatu kondisi yang seperti itu seharusnya kita sadar bahwa lingkungan kita sudah sangat memperhatikan.Apakah kampus kita ini  bisa di katakan kampus ramah lingkungan?Apakah kampus kita telah terwujud RTH yang ideal?yuk...kita kaji bareng-bareng.

Pada tanggal 16 Mei kemarin, Divisi Kastrat juga mengadakan diskusi terkait RTH dan Kampus Ramah Lingkungan, dengan Narasumber Sdra Ahmad dari WALHI dan Dr.Muhsinatun selaku Dosen PKLH di jurusan Pendidikan Geografi. Dari hasil diskusi itu selain mewujudkan RTH yang ideal,perlu juga kita mewujudkan kampus yang ramah lingkungan.

Untuk terwujudnya RTH yang ideal dan kampus ramah lingkungan bisa terwujud, bukan hanya pihak kampus aja yang harus berbenah, kita sebagai mahasiswa mempunyai andil yang teramat besar agar kedua hal itu bisa terwujud. Kita mengambil andil menyukseskan RTH ideal dan kampus ramah lingkungan tidak harus dengan aksi yang besar, yang simple simple aja. Contohnya bagi mahasiswa yang kosnya bisa dijangkau dengan jalan kaki, sebaiknya kalau ke kampus jalan kaki saja, selain mengurangi polusi udara dan mengurangi kepenuhan tempat parkir, juga bisa sekalian olahraga.
 
Yang suka memelihara, daripada memelihara binatang di kosan yang agak ribet diurusnya mending memelihara tanaman. Selain perawatannya gampang, makanannya Cuma air dan sinar matahari, kalau kita pelihara tanaman kosan kita bsa jadi sejuk.

Untuk disekitaran kampus juga, mulai sekarang harus dibiasakan buang sampah yang sudah pasti ditempatnya, dipilah juga jenis sampahnya, mana sampah organik dan sampah non-organik. Lebih bagus lagi seperti yang disampaikan Dr. Muhsinatun, kalau kita itu jangan mentolerir sampah. Maksudnyaaa jangan kita anggap sampah itu sebagai sampah, tapi anggap sampah sebagai sumber daya. Manfaatkan sampah itu sebagai barang yang serbaguna, bisa diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berharga. Konsep ini juga ngga beda jauh lho sama “Reduce, Reuse, Recycle”.

Masalah lingkungan di kampus mengenai lingkungan memang bukan masalah baru lagi di kalangan persma. Namun pengangkatan tema lingkungan tanpa diimbangi dengan gerakan nyata merupakan kemustahilan. “Mari kita lakukan tindakan nyata, jangan cuma ngomong.

Untuk lebih ramah lingkungan juga, mulai sekarang bawa minum dari kos atau dari rumah pakai botol yang tidak sekali pakai. Tentunya selain ramah lingkungan, akan lebih hemat.

No comments:

Powered by Blogger.