Popular Post

Archive for March 2013

PENTAS KASTRAT #2 mengkaji Tentang Wacana Prodi Baru Geografi Kebencanaan

Universitas Negeri Yogyakarta khususnya Fakultas Ilmu Sosial akan menambah beberapa Prodi (Program Pendidikan) baru, salah satunya Prodi Geografi Kebencanaan. Dibersamai oleh Bapak Muhammad Nursa’ban, dalam acara Pentas, mengkaji tentang Isu tersebut. Yang harus digaris bawahi disini, beliau bukanlah mensosialisasikan mengenai Prodi baru tersebut karena memang bukan kewenangan beliau untuk melakukan sosialisasi, melainkan menceritakan seputar proses pengajuan prodi baru tersebut.
Inti dari kajian kemarin:
1. Pembukaan prodi baru setelah tahun 2010 tidak semudah tahun-tahun sebelumnya.
2. Proses pengajuan prodi baru membutuhkan enam tahapan pengisian form yang dikeluarkan oleh Dikti
3. Dikti saat ini sedang mengeluarkan Moratorium pembukaaan Prodi hingga tahun 2014
4. Kelak Prodi Geografi kebencanaan (yang lulusannya bergelar S. Si) dapat diambil pula oleh mahasiswa yang sedang menempuh S1 pendidikan Geografi sehingga lulusannya memperoleh gelar ganda (Double Degree) yaitu S. Pd dan S. Si
5. Proses pendirian prodi baru ini telah mencapai tahap (pengisian form) ke 3, untuk selanjutnya masih menunggu pihak Dikti
6. Ruang kelas dan Dosen sudah siap untuk menambah prodi inii

Donor Darah Kesvoma HMPG 2013


Nilai Plus Kebaikan bagi Diri Sendiri dan Bantuan Besar bagi Sesama

SOROTKLIK GAMBAR. untuk memperbesar


PMI



cihuii






 
Penyelenggara Donor Darah 2013 ikut donor




Jumat, 15 Maret 2013, bertempat di Sekretariat HMPG (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) FIS (Fakultas Ilmu Sosial) telah dilaksanakan kegiatan pertama dari bidang Kesvoma HMPG FIS UNY 2013 yaitu berupa kegiatan donor darah. Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk mengkoordinir serta pengambilan darah dari pendonor oleh tim PMI (Palang Merah Indonesia).
Tim PMI yang bertugas untuk mengambil darah para pendonor pada hari ini adalah tim dari PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Yogyakarta. Akan tetapi, Ibu Ika sebagai salah satu dari Tim PMI yang bertugas mengatakan bahwa Dokter yang sebenarnya biasa untuk menangani acara donor darah ini berhalangan untuk hadir, sehingga digantikan oleh petugas PMI. Dalam acara kali ini, ada sebanyak 5 orang petugas PMI yang bertugas. Kelima petugas PMI itu meliputi ibu Ika, mbak Lilis, mbak Refi, mbak Dian, dan bapak Sumirat.
Ada beberapa syarat dan kriteria yang ditetapkan oleh pihak PMI kepada calon pendonor darah. Kriteria dan syarat tersebut yaitu berat badan calon pendonor minimal 50kg serta tensi atau tekanan darah calon pendonor harus minimal 110/70 dan maksinal 150/90. Lalu, ada pula beberapa kendala yang biasanya sering dihadapi oleh calon pendonor darah untuk mendonorkan darahnya. Kendala tersebut misalnya tidak diperbolehkan mengikuti donor darah bagi calon pendonor yang sedang datang bulan, sedang kurang fit kondisi badannya, dan yang sedang mengkonsumsi obat, baik itu obat herbal, maupun jenis obat-obatan yang lain.
Peserta pemeriksaan dan donor darah pada hari ini terdiri dari para mahasiswa, tidak hanya dari prodi pendidikan geografi saja, tetapi dari prodi-prodi lain di Fakultas Ilmu Sosial juga ada yang ikut mendonorkan darahnya, serta ada dua peserta yang berasal dari Universitas Islam Indonesia (UIN). Dari daftar jumlah pendonor darah didapatkan informasi bahwa ada sebanyak 53 calon pendonor darah yang mengikuti tes syarat dan kriteria. Akan tetapi, dari kelima puluh tiga orang tersebut, yang lulus tes syarat dan kriteria sehingga dapat mendonorkan darahnya hanya sebanyak 30 orang. Jadi pada hari ini pihak PMI yang bertugas dapat mengumpulkan dan menerima pasokan darah dari para pendonor sebanyak 30 kantong darah.
Dari kelima puluh tiga calon pendonor yang mendaftar, tetapi hanya 30 yang terpilih untuk  dapat diambil darahnya, alasan pihak PMI untuk hal tersebut sebab memang harus ada syarat tertentu dalam melakukan pendonoran darah ini, untuk calon pendonor yang belum memenuhi persyaratan mohon maaf, memang harus ditolak karena yang dicari adalah darah yang kualitasnya terbaik dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, sehingga tidak asal mengambil darah saja tanpa mengikuti persyaratan tersebut.
Harapan dan pesan dari tim PMI yang bertugas diwakili oleh ibu Ika yaitu, “Tim PMI akan terus menunggu kapan HMPG dan organisasi yang lainnya mengadakan acara donor darah seperti ini lagi karena di luar sana masih menumpuk-numpuk orang-orang yang membutuhkan darah, tetapi belum bisa untuk mendapatkan pasokan darah, terutama untuk HD seminggu dua kali mesti jelas dibutuhkan oleh orang-orang yang darahnya harus dicuci, serta belum untuk yang lain-lain seperti pasien yang membutuhkan darah untuk operasi, dan yang HD-nya rendah. Nanti dari sini, darah-darah yang telah terkumpul itu akan dikarantina, masuk laboratorium dulu untuk dicek hepatitis B, C, HIV CDML. Setelah lulus tes laboratorium, baru akan diberikan kepada yang membutuhkan. Biasanya untuk wilayah Yogyakarta akan dipasok ke Rumah Sakit Pantih Rapih Bathesda, PKU RS kota, dan Rumah Sakit lainnya yang membutuhkan. Darah yang masuk bermacam-macam golongan; ada A, AB, B, dan O. Kebetulan tadi yang diambil oleh pihak PMI adalah triple, karena trombosit yang untuk demam berdarah sedang kosong, makanya bisa untuk PRT (dipakai untuk menaikkan debit darah dan untuk orang-orang yang pendarahan), dan bisa untuk trombosit (digunakan oleh orang-orang yang sakit DBD), sehingga satu donor bisa untuk dua nyawa.”
          Tim dari PMI mengucapkan terima kasih atas acara donor darah yang diadakan oleh HMPG 2013 dan pihak PMI berharap bisa kembali dipanggil lagi ke HMPG untuk waktu selanjutnya dan acara berikutnya. 
             Terima kasih untuk semuanya atas partisipasinya telah mensukseskan kegiatan kemanusiaan ini, semoga dapat pahala dari yang kuasa. amiin

penulis : Nitya

Ilmuwan Temukan Bukti Benua Hilang di Samudra Hindia

Ilmuwan menyimpulkan Mauritia, merupakan salah satu bagian kecil dari sebuah "superbenua".

       Ilmuwan menyatakan telah menemukan bukti dari tenggelamnya mikrobenua yang hilang. Bukti ini ditemukan dengan meneliti butiran pasir di pantai pada sebuah pulau kecil di Samudra Hindia. Pulau kecil itu adalah Mauritius, sebuah pulau kecil yang terletak 2.000 kilometer di lepas pantai Afrika, sebelah timur Madagaskar, terbentuk sekitar sembilan juta tahun lalu dari pendinginan lava yang dimuntahkan oleh gunung berapi bawah laut.

Di Mauritus, peneliti baru-baru ini menemukan butiran pasir yang mengandung fragmen mineral zikron yang usianya lebih tua dari pulau tersebut yakni 660 juta tahun dan sekitar dua miliar tahun. Sebuah studi baru yang tertuang dalam jurnal Nature Geoscience, ilmuwan menyimpulkan mineral tua itu dulunya terdapat di sebuah daratan yang sekarang telah lenyap, di mana potongan-potongan kecilnya telah terseret ke naik ke permukaan selama pembentukan Mauritius.

"Ketika lava bergerak melewati material benua saat melintasi jalan menuju permukaan, mereka mwmbawa beberapa batu yang mengandung zicron," jelas Bjørn Jamtveit, seorang ahli geologi di University of Oslo di Norwegia.

Sebagian besar batu mungkin hancur dan meleleh karena suhu tinggi lava namun sebagian butiran zicron dapat bertahan dan beku ke dalam lava (selama letusan) dan bergulir turun membentuk batuan pada permukaan Mauritius.

Jamtveit bersama rekannya memperkirakan bahwa mikrobenua yang hilang tersebut adalah apa yang dikenal dengan Mauritia, yang mana ukurannya seperempat dari luas Madagaskar. Kemudian, melalui kalkulasi ulang bagaimana proses benua kuno tersebut terpisah, para ilmuwan menyimpulkan Mauritia merupakan salah satu bagian kecil dari sebuah "superbenua" yang jauh lebih besar mencakup India dan Madagaskar yang disebut Rodinia.

"Mauritia sebagai daratan ketiga yang terselip bersama dalam satu benua sebelum pembentukan Samudera Hindia," kata Jamtveit.

Akan tetapi seperti halnya Atlantis di masa prasejarah, Mauritia akhirnya tenggelam di bawah gelombang saat India terpisah dari Madagaskar sekitar 85 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan telah lama menduga bahwa pulau-pulau vulkanik mungkin menyimpan bukti benua yang hilang.

Inilah yang melatarbelakangi Jamtveit dan timnya memutuskan untuk menguji hipotesis ini selama singgah di Mautitius sebagai bagian dari penelitian perjalanan panjang pada tahun 1999. Mautitius merupakan situs penelitian yang baik karena merupakan pulau yang masih relatif muda, dan terbentuk dari lava laut yang mengandung zicron secara alami, mineral keras tidak mudah terpengaruh cuaca.

"Jika usia zicron lebih tua dari sembilan miliar tahun ditemukan di Mauritius, ini kana menjadi bukti yang baik akan kehadiran materi benua yang terkubur," ungkap Jamtveit.

Awalnya, para ilmuwan mencoba menghancurkan batu dari Mauritius untuk mengekstrak kristal zicron tetapi justru merusak peralatan dan persoalan kontaminasi. "Inilah yang menjadi penghambat penelitian sementara waktu," kata Jamtveit.

Namun, beberapa tahun kemudian tim kembali lagi ke Mauritius dan kali ini mengambil sampel pasir dari dua pantai yang berbeda. Para ilmuwan berhasil mengekstrasi 20 sampel zicron yang terkandung dalam pasir tersebut.

Kali ini mereka berhasil menentukan tanggal dari delapan sampel yang ada dengan mengkalkulasi tingkat unsur-unsur uranium dan thorium didalamnya. Kedelapan sampel itu memberikan bukti usia yang lebih tua dari usia lava Mauritius.

  • Replace This Text With Your Featured Post 1 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 2 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 3 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 4 Description.

source : national geographic

PENTAS edisi pertama dari KASTRAT




PENTAS kali ini diadakan di ruang kuliah G.01 214

PENTAS (Peningkatan Kapasitas) yang dilakukan oleh divisi KASTRAT HMPG 2013 merupakan salah satu program kerja yang dilakukan secara rutin.

Diadakan di gedung kuliah G01. 214 Fakultas Ilmu Sosial dengan tema “Efektifkah UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi kita?”. Dalam kesempatan ini kegiatan PENTAS dihadiri oleh Pengurus HMPG 2013 dan mendatangkan narasumber Ketua BEM FIS UNY 2013 Satria Durga Kusuma.

Ketika dalam menyampaikan materi terkait UKT, Dirga menjelaskan bahwa UKT telah disetujui dan diterpakan di UNY dan UGM. “Ketika melakukan pertemuan dengan jajaran birokrasi dan dari media disampaikan bahwa UNY dan UGM telah menyetujui dan akan menerapkan UKT di tahun 2013 ini.” terangnya.

Selain itu Dirga juga menyampaikan komponen atau besarnya pembayaran yang akan diterapkan sesuai dengan jenis kelompok studinya, berikut rinciannya:

Biaya Pendidikan di UNY 2013, S1 & D3
1. Kelompok Sosial / Ekonomi / Bahasa : Rp 2.600.000,00 / semester.
2. Kelompok MIPA /Olahraga / Seni : Rp 3.000.000,00 /semester
.
3. Kelompok Teknik : Rp 3.500.000,00 / semester
.

Ketika salah seorang peserta diskusi bertanya terkait betapa mahalnya biaya yang ada bagi kalangan ekonomi kebawah jika harus membayar dengan jumlah yang sama selama menempuh biaya studi, Dirga menjelaskan bahwa ini masih menjadi suatu masalah dan dilema yang harus mendapat perhatian lebih dan pengkajian ulang.

Harapannya setelah dilakukan diskusi dan kajian terkait UKT, ketika pihak birokrat FIS dan mahasiswa yang mewakili kegiatan diskusi bersama di Magelang mendatang dapat memberikan solusi dan pelaksanaan pendidikan yang tidak memberatkan bagi mahasiswa dan para orang tua.
Tag : ,

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -