Popular Post

Archive for April 2013

Hilangnya Nilai Estetika Sebuah Taman

Taman adalah sebuah tempat di mana kita bisa melepas rasa penat dari rutinitas yang telah berlalu.Karena di taman kita bisa melihat tanaman yang tertata rapi dengan segala keindahannya, di warnai dengan tawa dan canda orang orang yang sedang menikmati indahnya taman. Kita bisa duduk santai sambil makan makan,tapi sampah harus tetap di buang pada tempatnya.

Selain itu di taman kita juga terlepas dari ikatan atau tekanan seperti harus diam dan mendengarkan, datang tidak boleh terlambat dan sebagainya.Sehingga kita bisa merasa bebas walaupun ada batasnya.Dan di taman kita bisa menikmati udara segar dan terhindar dari panasnya terik matahari di bawah pohon yang rindang. Dan bahkan taman merupakan sebuah tempat yang mampu kita kenang karena ada kenangan kita bersama teman teman di waktu yang telah berlalu.

Namun lihatlah sekarang Taman Pancasila yang dulunya menjadi tempat pertemuan kita dan kawan kawan di waktu ospek, sebuah momen yang tidak bisa kita lupakan. Dimana kita tertawa, murung, marah, bahagia dan sebagainya bersama. Pertemuan yang menjadikan dulunya kita tidak kenal menjadi kenal, yang dulunya jauh menjadi dekat. Lalu kenangan duduk melepas lelah bersama teman teman, bercerita tentang kehidupan dan keadaan daerah masing masing dan sebagainya.

Saat ini Taman Pancasila menjadi sebuah lahan parkir yang penuh dengan sepeda motor.Tak ada lagi yang terlihat duduk di taman pancasila ,taman pancasila terasa sumpek dan terasa panas penuh dengan motor. Bahkan di pandang saja menjemukan dan tak terdengar lagi canda dan tawa, kini yang ada hanya suara sepi yang di selingi berisiknya suara sepeda motor.

Secara estetika sesuatu yang tidak ditempatkan pada tempatnya itu terlihat tidak indah. Selain itu dengan digunakannya taman sebagai lahan parkir, tentunya akan mengubah nilai guna taman bahkan mengurangi nilai guna taman. Yang dulunya taman bisa digunakan untuk tempat melepas kepenatan, tempat diskusi, tempat orasi, dan lain lain.

Taman yang penuh dengan sepeda motor tentunya kebersihan tidak terjamin seperti dulunya sebelum taman digunakan sebagai lahan parkir. Kalau dulunya saat taman terlihat kotor oleh dedaunan tentunya dengan mudah bisa di bersihkan , tapi sekarang tentunya taman hanya bisa dibersihkan saat pagi sebelum taman penuh dengan sepeda motor dan sore hari saat taman sudah sepi darisepeda motor.

Masalah lain yang kemungkinan terjadi ialah terjadinya kerusakan pada fasilitas taman seperti rusaknya tempat akses masuk taman yang berupa tangga pendek yang berada di sebelah timur yang terkadang di gunakan untuk masuknya sepeda motor. Kerusakan yang lain yang mungkin terjadi karena keadaan sepeda motor yang berdesak desakan kemungkinan akan mendesak tempat duduk yang ada di taman dan kemungkinan akan rusak seperti terjadi retak dan sebagainya.

Tentunya sebuah masalah ada penyebabnya ,dan tentunya di gunakannya taman sebagai lahan parkir adalah sebuah masalah. Kalau kita telusuri dari awal tentunya muncul pertanyaan, sebelum taman di gunakan sebagai lahan parkir ,di parkirkan di manakah sepeda motor sepeda motor tersebut, apakah di rumah? Dalam artian masalah itu akibat dari bertambahnya jumlah pengendara motor.Ataukah di tempat parkir yang ada di UNY,lalu ada apakah dengan parkiran yang dulu di gunakan untuk lahan parkir? Sebelum kita menjawab beberapa pertanyaan di atas kita perlu tahu , siapakah yang parkir di taman pancasila tersebut ? Dari pertanyaan ini ,kita bisa menjawab yang parkir di taman pancasila adalah kebanyakan mahasiswa FIP.

Secara fakta kita lihat di FIP lahan parkirannya sedang dalam pembangunan sehingga tidak bisa di gunakan. Dari situ terjawablah pertanyaan itu penyebab di gunakannya taman pancasila sebagai lahan parkir. Tapi mengapa harus mengorbankan taman tidak mencari solusi lainya. Seharusnya pembangunan bisa di lakukan saat liburan panjang kuliah seperti liburan semester.Sehingga tidak ada alih lahan parkir karena mahasiswa tidak datang ke kampus untuk kuliah atau hanya sebagian mahasiswa yang datang ke kampus seperti untuk ospek dan kegiatan lainnya.

Atau menerapkan sebuah kebijakan mahasiswa yang bertempat tinggal dalam radius berapa meter di larang membawa sepeda motor ke dalam kampus.Dengan kebijakan ini kemungkinan akan mengurangi jumlah kendaraan motor yang masuk ke dalam kampus. Selain itu ke banyakan mahasiswa bertempat tinggal di kos sekitar kampus sehingga kebijakan ini mungkin efektif untukmengurangi sepeda motor yang masuk ke dalam kampus.

Namun dari sebuah kebijakan atau tindakan  tentunya ada nilai plus dan minusnya.Sehingga tak ada yang sempurna .Dan inilah hidup yang tentunya akan ada masalah.Semua tergantung bagai mana kita menyikapinya .Dan yang terakhir semua kembali pada pribadi masing masing dalam menyikapi masalah.

opini oleh: Rohmad Dwi Saputro
Pendidikan Geografi 2011




Profil Ketua HMPG 2013

Nama                : Jaya Hardika
TTL                  : Lampung, 6 November 1993
Hobby               : Membaca Komik
Motto Hidup     : “Hidup itu Berubah”
Cita-cita            : Menjadi guru yang ganteng
Contact Person  : 085643400237

Pendidikan        : SD 1 Banjar Kertahaya Lampung
                          MTS Sunan Pandanaran Yogyakarta
                          MA Sunan Pandanaran Yogyakarta
                          Pendidikan Geografi FIS UNY  (sekarang)


Visi
“Menjadikan HMPG sebagai organisasi yang kokoh, progresif dan professional berdasarkan asas kekeluargaan dengan mengutamakan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan karakter kegeografian”

Misi
-     Mengoptimalkan fungsi kaderisasi untuk membentuk generasi penggerak bangsa.
-     Menjadikan Mahasiswa pendidikan geografi yang memiliki wawasan luas, berfikir ilmiah dan berprestasi.
-     Menampung dan menyalurkan minat bakat serta kreativitas mahasiswa pendidikan geografi.
-     Menyambung aspirasi untuk mensejahterakan mahasiswa pendidikan geografi.
-     Media penyalur informasi dan komunikasi mahasiswa pendidikan geografi.
-     Menjadikan HMPG sebagai organisasi yang mandiri

   Jaya Hardika yang lebih akrab disapa Jay ini senang sekali saat terpilih menjadi ketua HMPG periode 2013. Sebelum menjadi ketua HMPG, Jay sudah ikut serta dalam kepengurusan di BEM, IMAHAGI, dan Mahameru. Itulah bekal yang sangat baik untuk Jay menjadi Ketua. Membangun citra, relasi dan kemampuan berorganisasi di tahun pertama berhasil mengangkatnya menjadi ketua HMPG 2013.

Menjadi ketua HMPG memang harapan Jay dari awal masuk kuliah. Sejak dilantik bulan Februari lalu kepengurusan HMPG 2013 berjalan semakin solid dan rasa kekeluargaan semakin erat. Setelah terbentuk kepengurusan HMPG 2013 pun masih banyak sekali minat dari mahasiswa yang ingin ikut menjadi pengurus HMPG. Harapan Jay sebagai  ketua untuk HMPG yaitu menjadikan HMPG2013 Bersejarah. HMPG JAYA

Geowes 2013

Minggu pagi, 7 April 2012 seperti biasa, cuaca cerah mendominasi wilayah kota Yogyakarta. Suasana segar dan bersemangat membuat teman-teman HMPG FIS UNY tampak ceria untuk menyelenggarakan acara GEOWES. GEOWES merupakan sebuah acara hasil gagasan dari teman-teman bidang MIBA (minat dan bakat) yang bertujuan untuk mengenalkan HMPG ke khalayak umum terutama mahasiswa dan ikut mengkampanyekan peduli lingkungan dengan bersepeda.

Acara kali ini hampir diikuti oeleh 50an peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan di FIS UNY. Acara ini sendiri mengambil start di depan dekanat FIS UNY, Adapun rutemap dari GEOWES kali ini adalah:  dekanat FIS - Jl Affandi - Jl. Selokan mataram - Jl. Am. Sangaji- Jl  P Mangkubumi - Jl. Malioboro - Jl. Gondomanan - Pakualaman - Kusumanegara - Among Rogo - Mandala Krida - Pengok - Demangan - Jl Kolombo- Rektorat UNY - Taman Pancasila Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta dengan gembira, bersepeda berkeliling kota jogja tercinta.

Seorang peserta bernama Rusli Hasyim (2010) menuturkan bahwa ia sangat senang mengikuti kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dapat diadakan lagi tahun-tahun berikutnya karena kegiatan ini dirasa positif dan dapat mengembangkan minat mahasiswa untuk ikut menjaga lingkungan.

Dalam pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan acara ini berjalan dengan lancar. Setelah lelah bersepeda berkeliling kota Yogyakarta para peserta dihibur dengan pembagian doorprize dan akustikan. Di pandu oleh MC yang sudah tidak asing lagi dikalangan warga Geografi UNY, yaitu mas Joko dan mas Cethul, acara berlangsung cukup menghibur dan tidak membosankan. Adapun bintang tamu yang membawakan akustikan beraliran jazzy, yaitu mahasiswa dari prodi Manajemen menuturkan bahwa kegiatan luar ruangan yang bisa menambah keakraban antar ormawa seperti ini harus diperbanyak lagi.

Banyak doorprize yang dibagikan dalam acara ini, dan hadiah utama kali ini adalah sebuah Televisi 14 “. Doorprize yang memang banyak dinantikan oleh peserta ini jatuh ke tangan Adang Saripudin, mahasiswa Pendidikan Geografi 2011. Jatuhnya doorprize di tangan Adang Saripudin ini membuat euforia tersendiri, khususnya bagi mahasiswa yang sering menjadi penghuni ormawa, karena TV tersebut akan di taruh di hima.

sorot:














Ku Ingin Temani Matahari


Di saat mentari terbit dan sinar sinarnya menerobos gedung gedung pencakar langit. Sayup sayup nampak di balik gedung yang serba mewah tersebut nampak rumah kardus yang terlihat kumuh. Bruk”terdengar seorang anak jalanan terjatuh dari rumah kardusnya .”Hah ,sudah pagi ni. Selamat pagi dunia”.kata anak jalanan tersebut .Krucuk krucuk terdengar suara dari perut anak jalanan tersebut.Lalu dia pun segera mengambil botol kaca dan sebatang besi kecil ,dan berjalan menuju jalan raya yang sudah ramai.

Malam ini hujan turun lagi                                                                                                                                             Bersama kenangan yang mungkin luka di hati                                                                                                              Luka yang seharusnya dapat terobati                                                                                                                            Yang ku harap tiada pernah terjadi

Terdengar anak jalanan  itu menyanyikan lagu salah satu band terkenal masa kini. Seorang pengendara mobil yang melihat anak tersebut segera menaikan kaca mobilnya.Set...! kata anak tersebut dan segera melangkah meninggalkan  mobil tersebut. Lampu hijau  menyala sedangkan saku anak tersebut masih kosong tanpa sereceh uang . Sepertinya dewi fortuna tidak berpihak pada anak jalanan itu.

Matahari  kini tepat di atas kepala. Jalanan terasa panas. Anak jalanan itu berjalan lemas menuju pojok sebuah toko .Dia buka kran yang ada. Dan air pun segera ia alirkan ke tenggorokannya untuk mengisi perutnya yang belum terisi apa pun. Lalu dia berjalan menuju bawah jembatan layang dan di sana terlihat ada anak jalanan lain yang sedang berteduh .Lalu terjadilah percakapan antara keduanya.

“Set ..., kebanyakan orang hanya mau memikirkan dirinya sendiri.” Teriak anak jalanan 1.
“Mau makan apa lagi kalau makanan kita di rampas oleh para pejabat.”Balas anak jalanan 2.
“Makan batu mungkin.” Sahut anak jalanan 1,sambil melempar batu.
”Emangnya perut kamu molen(Alat pengaduk semen,batu dan pasir)? ” Balas anak jalanan 2.
 “Ha,ha ,ha ,ha”  terdengar mereka berdua tertawa bersama , namun tiba tiba semua terdiam.
“Tapi kalau kita hidup seperti ini terus bisa bisa kita mati membusuk.” Keluh anak jalanan 1.
“Ya,kalau langsung mati enak ,tapi kalau matinya berlahan lahan mengenaskan.” Kata anak jalanan 2 sambil bangun dari duduknya.

“Ya percuma jika kita hidup mengenaskan seperti ini,seperti katamu kita hanya akan mati mengenaskan seperti yang kau katakan .” Kata anak jalanan 1 mendukung pendapat anak jalanan 2.
“Trus maksud kau ,kita lebih baik segera mati gitu?” Tanya anak jalanan 2.
“Ya ,kurasa seperti itu.” Jawab anak jalanan 1.
“Trus caranya ?” Tanya lagi anak jalanan 2.
“Lihat ke atas!” Jawab anak jalanan 1 sambil menunjuk ke atas.
“Jembatan layang.” Sahut anak jalanan 2 sambil menengadahkan kepalanya.
“Ya .” Teriak anak jalanan 1.
“Trus ?” Tanya anak jalanan 2.
“Loncat aja ! kita pasti akan mati.”Ucap anak jalanan 1.
Lalu tiba tiba semua terdiam .
“Apa kau, takut ?” Tanya anak jalanan 1.
“Tidak .”Ucap anak jalanan 2.
“Pengecut .”Ejek anak jalaan 1.
“Nggak”  Teriak anak jalanan 2.
“Kalau nggak takut ikuti aku !”Tantang anak jalanan 1.

Mereka berdua berjalan menuju jembatan layang. Ketika sampai di tempat yang paling tinggi dari jembatan layang tersebut , seorang anak jalanan naik ke pagar jembatan dan berdiri.

“Ayo kita lakukan!” teriaknya.
Lalu  anak jalanan satunya mengikuti apa yang di lakukan temannya.
“Silau”Kata anak jalanan 2.
“Ya karena kita menghadap ke arah matahari” Kata anak jalanan 1.
 “Dia sendirian dan dari tadi belum makan” Kata anak jalanan 2.
“Maksud kau matahari?” tanya anak jalanan 1.
“Ya , kasihan ya dia ”Ucap anak jalanan 2.
“Trus ?’ Tanya anak jalanan 1
“Ayo kita temani dia !”Ajak anak jalanan 2.
Lalu tiba tiba semua terdiam .
“Apa kau, takut ?” Tanya anak jalanan 2.
“Tidak .”Ucap anak jalanan 1.
“Pengecut .”Ejek anak jalaan 2.
“Nggak”  Teriak anak jalanan 1.

Lalu keduanya turun dari jembatan layang tersebut .Dan keduanya sadar atas kebodohannya .

“Ha ha ha dasar bodoh ingin menemani matahari .”Teriak anak jalanan 1.
“Kau juga bodoh ingin bunuh diri.”Balas anak jalanan 2.
“Ha ha ha ,kita berdua memang bodoh .”Sorak keduanya.

oleh: Assriyani
Pendidikan Geografi 2012
Tag : ,

Resensi Buku Novel "madre"


Resensi  Buku
Judul Buku      : Madre
Penulis             : Dewi Lestari / Dee
Penerbit           : Penerbit Bentang ( Bentang Pustaka )
Tahun Terbit    : 2011
Ukuran Buku  : 20
Halaman          : 160


Buku ini mengubah takdir seorang laki-laki bernama Tansen dalam waktu sehari . Setelah dia menghadiri pemakaman seseorang yang sama sekali tak ia kenal tapi mencantumkan namanya sebagai ahli waris. Warisan berisi kunci dan kertas bertuliskan alamat sebuah ruko berlantai dua yang sudah lama tak diurus. Disana Tansen bertemu Pak Hadi yang tinggal di ruko. Pak Hadi menceritakan bahwa dulu ruko ini bekas Toko Roti “Tan de Bakker” tetapi sudah 5 taun mati suri.

Tansen juga mendapat kejutan dari dalam lemari pendingin, dia mendapatkan Madre.  Madre adalah adonan putih keruh atau adonan biang hasil perkawinan dari tepung, air dan fungi bernama Saccharomyses exiguous yang lahir pada tahun 1941. Madre yang Pak Hadi anggap sebagai keluarga. Tetapi bagi Tansen Madre itu  hanya adonan roti.

Tansen pun diajari membuat Roti oleh Pak Hadi. Tansen menguleni adonan Roti yang sudah diberi Madre dan kemudian di diamkan dalam waktu sehari. Alhasil roti yang dihasilkan berhasil dengan baik. Tansen yang seringkali menulis di blok menceritakan kisah yang ia alami, mulai dari silsilah keluarga baru hingga madre. Tulisan Tansen mendapat perhatian dari seorang gadis cantik pengusaha roti. Kemudian dari sini dimulailah kisah baru antara Tansen, Pak Hadi, gadis cantik,dan tentu saja Madre. Kisah cinta, perjuangan dan sejarah akan terbentuk disini, dan semua kisah berawal dari Madre.

Kelebihan buku ini adalah karena cara penyampaiannya bisa dalam bahasa yang komunikatif, walaupun banyak istilah tentang roti, namun pengemasan yang apik membuat orang awam yang tidak paham roti pun bisa memahami makna dari penulis. Kisahnya yang unik, serta mengangkat tema yang tidak biasa. Konfliknya sederhana namun dalam penyelesaiannya dapat membuat pembaca mempelajari berbagai hal dalam menjalani hidup, yakni pemikiran yang matang dalam memandang hidup dan masa depan. Buku ini terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek karya Dee yang disusun apik. Kisah-kisah apik itu menyuguhkan berbagai tema seperti perjuangan sebuah took roti, dialog antara ibu dan janinnya, dilemma antara cinta dan persahabatan sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.

Kekurangannya adalah cerita yang disuguhkan hanya singkat, bahkan tidak dapat menggambarkan konflik yang muncul serta penyelesaiannya dengan gamblang dan jelas, hanya secara garis besar saja. Banyak menggunakan istilah khusus jadi orang harus benar-benar memahami buku ini untuk tahu artinya.

Eksplorasi Ekologi HMPG 2013

Sabtu, 20 April 2013, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi kembali mengadakan Eksplorasi Ekologi, kali ini memilih lokasi di kawasan pantai Parangtritis. Bertema "Tebar Suburkan Inspirasi dengan Lingkungan yang Tetap Lestari” Eksplorasi Ekologi ini diikuti oleh sekitar 42 peserta.

Awal perjalanan dimulai pukul 08.00 WIB menuju ke daerah Wonosari dengan agenda pengamatan daerah doline. Disini peserta mendapatkan materi dan diberi kesempatan untuk melakukan pengamatan dan praktikum secara langsung dilapangan baik itu dari segi klimatologi, geografi tanah, dan geologi. Hasil dari pengamatan tersebut kemudian akan dibandingkan dengan daerah di sekitar makan Syeh Maulana Magribi, Sandun Parangkusumo, dan Parangtritis.

Sebenarnya kalau dilihat lagi, jurusan Pendidkan Geografi sempat memiliki tradisi menyelenggarakan PLG pertama (geografi fisik) di sekitar pantai Parangtritis ini. Namun, sejak tahun lalu, tempat PLG fisik diubah menjadi  di daerah Karangsambung Kebumen. Oleh karena itu tampak banyak peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa P Geografi angkatan 2011 dan 2012 disamping peserta dari jurusan dan universitas lain sangat antusias memngikuti jalannya eksplorasi ini. Ini bisa dimaklumi, karena para peserta ini belum mendapatkan pemahaman atau kajian tentang geografi fisik di Parangtritis seperti yang sudah didapatkan oleh mahasiswa Pendidikan Geografi angkatan 2010 keatas.

Pesan dan Kesan Panitia Eksplorasi Ekologi : Great Eksploration. Seru ! :D, Jaga Kekompakkan dan tingkatkan.. (leny). Pesan dan Kesan Peserta Eksplorasi Ekologi :Jalin Kekompakan, dapat pengalaman dan pengetahuan baru, seneng sekali bisa menerapkan teori-teori selama di kelas langsung ke lokasi, semoga untuk ke depannya lebih banyak lokasi yang diteliti dan tepat waktu ya, LANJUTKAN ! (Ayati).

SOROT






Tag : ,

Eksistensi Generasi dalam Negara di Dunia

Negara, dalam berdiri dan eksisnya sebuah negara di perlukan adanya wilayah ,warga negara, pemerintahan dan pengakuan dari negara lain. Untuk terpenuhinya syarat kedua dan terakhir di butuhkan adanya generasi baik secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu eksistensi generasi di perhitungkan untuk maju atau tidaknya sebuah negara di mana pun negara itu berada.

Amerika Serikat membagi generasi pada tahun 2011 sebagai berikut :


1) First Generation (Generasi Pertama), lahir 1883 – 1990
2) Greatest Generation (Generasi Adiluhung), lahir 1901 – 1924
3) Silent Generation (Generasi Pendiam ), lahir 1925 – 1942
4) Baby Boomer Generation (Generasi Boomer), lahir 1943 – 1960
5) Generation X(Generasi X), lahir 1961 – 1981
6) Generation Y (Generasi Y), lahir 1982 – 2001
7) Generation Indigo, lahir 2002 – 2024



Generasi Pendiam
Adanya generasi silent terkait dengan tanggal 5 November 1951, bagi mereka yang lahir di antara tahun 1923 – 1933 di nyatakan memiliki sikap ; menunggu datangnya takdir, walaupun mereka terlihat bekerja keras tetapi mereka cenderung suka “diam seribu bahasa”, dan memang mereka secara kebetulan memiliki tipe pendiam. Dan mereka cenderung melihat dirinya sebagai sosok aktif pada awal karir karena di waktu tua mereka menganggap dirinya muda terus sehingga mereka tetap bersemangat .



Beberapa contoh tokoh terkenal dari generasi ini adalah :Bob Dylan yang terkenal di bidang musik pop, John Howard dan paul keating perdana menteri australia. Mereka merupakan orang orang yang berhasil, dan keberhasilan mereka didorong oleh situasi dan kondisi dunia yang butuh orang orang bertekad kuat, dan ingin mewujudkan sesuatu untuk generasi di bawahnya.



Generasi Boomer
Di sebut demikian karena di amerika serikat enam juta bayi lahir, sementara di Inggris pada tahun 2004 tercatat para bayi yang lahir di tahun1943 – 1960 itu sudah mencapai puncak karier, dengan bukti bahwa mereka telah mampu membeli mobil mewah kelas atas, memiliki kapal pesiar dan memiliki pabrik kosmetik .Di selandia pun juga sempat terjadi fenomena baby boomer. Sedangkan di Indonesia tidak ada riset yang menyatakan akan keberhasilan generasi baby boomer karena awal dari generasi ini kita masih dalam perjuangan merebut kemerdekaan (1943). Terjadi baby boomer banyak di sebabkan oleh kondisi ekonomi yang baik.



Generasi X
Kelompok ini di lahirkan antara tahun 1965 dan 1980. Kini mereka sudah mempunyai anak mengkhawatirkan kondisi keluarga, keuangan, dan masa depan dan terkadang sibuk untuk menjalin koneksi dengan teman lama, sedangkan kebanyakan dari mereka tidak memelihara pertemanan di antara mereka. Generasi ini lebih fleksibel dalam menangani perubahan di mana surat surat lewat pos yang sebagai salah satunya alat komunikasi berganti dengan komunikasi melalui vidio dengan facebook.



Komunikasi jarak jauh yang menghabiskan banyak uang kini berganti dengan akses internet yang lebih leluasa. Komunikasi web menjadi alat harian. Kini jika ingin menemukan teman teman lama, atau mendengarkan lagu masa SMA, masuk saja ke situs Google atau You Tube.



Generasi Y
Mereka lahir di tahun 1982 – 2001. Suasana puncak pada 1989 – 1990 disebut dengan Echob Boom, dampak dari generasi Boomer yang belakangan lahir (1940an -1950an ) yang saat sudah menikmati gaya hidup kelas atas, mereka memiliki keturunan yang lahir pada tahun 1980an atau awal tahun 1990an .Mereka yang lahir sesudah generasi Boomer ,yaitu kelahiran 1993 – 2001 di masukan sebagai generasi Y yang di sebut dengan Post Echo Generation.



Generation Indigo
Selain di juluki sebagai generasi Indigo ,generasi ini juga di sebut dengan generasi Penyadur atau generasi 9/11. Generasi yang baru saja muncul ini ,merupakan generasi yang mengalami beragam hal atau pun masalah antara lain keamanan di seluruh bagian dunia, kebijakan kebijakan moneter, tanggung jawab keuangan, restruksi yang bisa jadi semakin besar termasuk juga dengan masalah lingkunga atau alam yang bisa dikatakan kian memburuk. Dalam arti semakin menantang dan butuh orang pandai yang mampu menyelesaikan masalah ini.

sumber:
geography.about.com/od/populationgeography/qt/generations

Hari Bumi di Rumah Kami

Earth Day (hari bumi) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.

Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970. Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.

Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.

PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang-orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.

 
publikasi pertama Hari Bumi

Peringatannya di rumah kami..

Setiap tangal 22 April di setiap tahunnya kita juga tidak luput untuk memperingatinya, tentunya dengan berbagai cara. Seperti seruan tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi, aksi berupa demonstrasi, ataupun aksi yang benar-benar nyata seperti menanam pohon, membersihkan lingkungan, menghemat energi, dan masih banyak yang lainnya.

Lalu, setelah berbagai gerakan dilakukan pada hari bumi ini, apakah cukup hanya satu hari itu saja kita peduli pada bumi kita? tentu saja tidak!!. Bumi kita tidak menunggu kita memperingati harinya, bumi hanya akan menunjukan konsekuensi jika kita tidak berbuat apa-apa terhadap perubahan pada bumi.

Minggu, 21 April 2013 kami segenap keluarga HMPG UNY beserta keluarga ormawa lain di fakultas kami (FIS UNY) berinisiatif melakukan aksi nyata memperingati hari bumi. Yaitu melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan ormawa FIS.

seruan kami

Pada kenyataannya memang di ormawa FIS keadaannya sangat kotor dan terkesan kumuh. Sampah berserakan dimana-mana. Tumpukan sampah plastik, sisa bakaran sampah daun, maupun genangan air kotor di saluran air depan ormawa adalah pemandangan harian warga ormawa. Dan ironisnya ini seperti dibiarkan tanpa ada yang berusaha memperbaikinya.

Memang kalau kita kaji lebih mendalam, ormawa adalah tempat pusat kegiatan mahasiswa berlangsung. DIsana terdapat berbagai mahasiswa dari berbagai jurusan, organisasi, ataupun komunitas. Sebagian mahasiswa yang beraktivitas disana tentu tidak menghuni ormawa secara permanen, mereka hanya datang ke ormawa saat sedang ada keperluan. Jadi bisa disimpulkan bahwa mahasiswa-mahasiswa yang hanya "sementara" ada di ormawa ini tidak mempunyai rasa memiliki atau istilahnya menganggap seperti rumah sendiri. Padahal hampir setiap hari datang ke ormawa.

Hal ini menjadi alasan untuk tidak perlu menjaga kebersihan ormawa karena merasa tidak akan lama berada di ormawa. Hasilnya, karena setiap mahasiswa yang beraktivitas di ormawa membawa paling tidak menghasilkan satu sampah, bisa dilihat kalau sampah-sampah ini menggunung di beberapa titik depan ormawa FIS.




terpampang nyata!!

Tidak ada alasan untuk hanya berkata-kata dan mengumpat saja atas kenyataan tersebut. Yang harus dilakukan adalah memperbaikinya, membersihkan, menjaga, merawat, dan menjaga konsistensi untuk melakukannya. Dan, kami pun sudah melakukannya walau hanya dilingkungan paling kecil, di RUMAH KAMI..









 beberapa kejahatan yang kami lakukan :)

Tidak, kami tidak hendak menyombongkan atau membangga-banggakan sedikit usaha yang kami lakukan yang tidak rutin, cuma setahun sekali dan bahkan tidak menyeluruh ini. Karena tidak ada yang pantas untuk disombongkan. Kami hanya ingin membagi-bagikan semangat, karena hanya ini yang kami bisa. Semoga usaha teman-teman pembaca semua jauh lebih spektakuler dan menginspirasi dari usaha kami dalam menjaga bumi ini.

HARI BUMI, SEJARAH DAN YANG AKAN KITA LAKUKAN

Sejarah hari bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.


Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.
 
Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.
 
Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.
 
PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang-orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.
 
 

Hasil Kunjungan KASTRAT ke Dinas Pekerjaan Umum



      Studi Ruang Terbuka Hijau D.I.Y Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNY di Dinas PUP dan ESDM. Sebanyak 18 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri dari jurusan pendidikan Geografi, pendidikan IPS, dan Administrasi Negara melakukan kunjungan studi di Kantor Bidang Tata Ruang Dinas PUP dan ESDM Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/04/2012).
Kunjungan yang diprakarsai oleh Divisi Kajian Strategi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi ini dalam rangka mengetahui lebih jauh keadaan dan tata kelola Ruang Terbuka HijauDaerah Istimewa Yogyakarta melihat keadaan kota Yogyakarta yang semakin padat kini.

Mahasiswa ini diterima langsung oleh kepala bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Provinsi DIY, Ir. Hananto Hadi Purnomo, M. Sc. Selanjutnya diberi penjelasan mengenai Ruang Terbuka Hijau Kota Yogyakarta dilanjutkan dengan diskusi ringan.

Menurut Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau yang luas minimalnya sebesar 30% dari luas wilayah kota. Penetapan angka 30% tersebut meliputi 10% untuk wilayah private dan 20% wilayah public.
Dalam diskusi tersebut Hananto menjelaskan bahwa Ruang Terbuka Hijau hanyalah bagian terkecil dari Kota Hijau, “Perlu teman-teman mahasiswa ketahui bahwa Ruang Terbuka Hijau hanyalah 1/8 bagian dari Kota Hijau dan ini merupakan bagian yang kecil, oleh sebab itu hendaknya kita bijaksana dalam memanfaatkan sumberdaya alam”, jelasnya.

Kondisi kota Yogyakarta saat ini merupakan menuju kearah pemenuhan Ruang terbuka Hijau yang lebih baik, namun hal tersebut tetap harus ditingkatkan baik dari segi prasarana dan sarana pelaksanaan Ruang Terbuka Hijau mengingat keadaan wilayah Yogyakarta yang semakin padat.
Selain hal tersebut,diperlukan komitmen dan kerja sama yang baik antara pemerintah sebagai pemrakarsa tata ruang dan masyarakat dalam menjaga keadaan tata ruang dengan landasan Ruang Terbuka Hijau untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih nyaman.


Usai penjelasan dan diskusi kepala bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Provinsi DIY, Ir.  Hananto Hadi Purnomo, M. Sc. mengajak mahasiswa untuk bekerja sama dalam menciptkan wilayah dengan Ruang Terbuka Hijau yang baik dan memenuhi syarat, terutama dalam lingkungan kampus yang sangat erat interaksinya dengan mahasiswa, bahkan Hanato menawarkan bantuan dan dukungan dalam menciptakan Ruang Terbuka Hijau di lingkungankampus.
Penulis : Pebri Nurhayati
Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY
Tag : ,

GEOMAGZ, Geografi Magazine Edisi Pertama 2013

Akhirnya, GEOGRAFI MAGAZINE (GEOMAGZ) yang sekarang sudah bukan lagi berupa buletin, melainkan sebuah majalah yang enteng dan tentu saja berisi telah terbit. Dijadwalkan terbit pada akhir bulan Maret 2013, GEOMAGZ sempat mengalami beberapa kendala saat akan naik cetak. Beberapa kendala yang ada kiranya terasa kurang layak apabila ditulis disini, namun sangat layak dan harus untuk menjadi catatan dan koreksi bagi segenap redaksi GEOMAGZ. Agar kedepan GEOMAGZ bisa lebih baik dan lebih bermanfaat bagi semuanya.

Dan, inilah persembahan pertama dari segenap redaksi GEOMAGZ untuk pembaca GEOMAGZ. Sedikit rangkaian kata yang semampu kami persembahkan, yang berangkai menjadi kalimat, menjadi paragraf, lalu menjadi sebuah seruan, dan pada akhirnya menjadi satu substansi utuh yang menyatu, yang kami beri nama GEOMAGZ.

 sampul belakang-depan GEOMAGZ


halaman pertama, selebihnya ada di GEOMAGZ I

Sengaja kami cetak terbatas, selain karena keterbatasan dana untuk cetak dan kesadaran akan penghematan kertas, redaksi juga tidak ingin kalau GEOMAGZ hanya akan menjadi bacaan sesaat yang setelah selesai dibaca oleh pembaca langsung dibuang begitu saja. Oleh karena itu bagi yang ingin membaca bisa bertandang ke sekretariat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi di kompleks ormawa FIS UNY.

Tapi, bagi pembaca GEOMAGZ yang tidak bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke HMPG hanya sekedar membaca GEOMAGZ, kami tidak cuma menyediakan GEOMAGZ edisi cetak saja, namun kami juga menyediakan edisi Majalah Elektronik.

Silakan mengunduh Majalah Elektronik GEOMAGZ di (klik tulisan ini): GEOMAGZ PERTAMA 

GRATIS!!!

Kami tunggu umpan balik dari pembaca sekalian berupa kritik, saran, masukan, komentar, dan yang lainnya langsung ke:

email: hmpg_uny@yahoo.co.id
facebook: Hmpg Uny
twitter: @hmpg_uny

Atau bisa langsung ke kotak komentar dibawah ini.

Wassalam!

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -