Popular Post

17 May 2014


Sebagai mahasiswa kegiatan menulis dan diskusi tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran di kampus. Begitu juga dengan kegiatan PENTAS (Peningkatan Kapasitas) dari HMPG 2014 (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) yang dilaksanakan pada Jumat (9/5). Pada PENTAS kali ini bertempat di Ruang Kuliah G01.109 FIS UNY dengan tema diskusi tentang “Nuklir Sebagai Energi alternatif Indonesia di Masa Depan”. Acara PENTAS kali ini dihadiri oleh mahasiswa pendidikan Geografi FIS UNY dan Jurusan lain di Fakultas Ilmu Sosial. Dengan pembicara yang memberikan tentang Energi Nuklir dari Mahasiswa STTN Batan Jogja yaitu Mas Zumaro (National Coordinator Green Inovation 2014). Sebelumnya pada bulan Maret telah mengkaji Pengenalan Mitigasi Bencana.
Kegiatan PENTAS merupakan kegiatan diskusi yang mengkaji isu-isu yang sedang berkembang baik lokal maupun nasional dengan sudut pandang Geografi. Namun tidak menutup dari jurusan lain untuk mengikuti acara ini, karena dengan semakin banyak pandangan akan semakin memperkaya pengetahuan tentang bagaimana memecahkan suatu masalah dan saling bertukar ilmu. Pemahaman masyarakat Indonesia terhadap mitigasi bencana masih rendah, Hal Ini terlihat dilapangan saat terjadi bencana masih banyak korban jiwa yang berjatuhan yang seharusnya bisa diminimalisir. 

Dalam pemaparannya Zumaro menyatakan “Di masa depan kebutuhan energi akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dunia, serta mencari energi yang ramah lingkungan (eco friendly) merupakan kewajiban bersama semua negara di Dunia supaya tidak memperparah dampak global warming dan kerusakan lingkungan. Selain itu Indonesia dihadapkan dengan krisis energi karena diperkirakan ketersediaan BBM (Bahan Bakar Minyak) Indonesia hanya cukup untuk 20 tahun lagi” Pungkas Zumaro.
Kebutuhan energi di Indonesia paling banyak digunakan listrik dan kendaraan bermotor. Perlu dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan krisis energi dimasa depan. “Pemilihan energi nuklir merupakan salah satu alternatif disamping mencari energi alternatif yang lain. Energi Nuklir sendiri memiliki dampak positif seperti ramah lingkungan dan long term, namun juga ada efek negatifnya seperti efek radiologi dan limbahnya yang berbahaya jika tidak diperlakukan secara benar. Pembangunan reaktor di Indonesia harus melaui perhitungan yang matang dan melalui obeservasi lapangan mendalam karena kita tahu sendiri bahwa Indonesia potensi gempa dan gunung api sangat tinggi” tegas Zumaro.
Semoga dengan mengetahui potensi energi nuklir di kepulauan Bangka Belitung dan Pulau Kalimantan menjadikan titik terang kedepan untuk menyokong ketahanan energi nasional. perlu pemberdayaan sumber daya manusia untuk mengolah kekayaan alam dan potensi alam Indonesia. karena kita-kita yang sekarang sedang kuliah merupakan agen pembangun bangsa kedepan dan meneruskan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang jaya dan merdeka. (Kholik/Pend. Geografi 2012)

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -