Popular Post

Archive for March 2014

MALAM KENANGAN DI HIMA

Seluruh ormawa di Fakultas Ilmu Sosial pada awal April medatang akan pindah ruangan ke Pusat Kegiatan Mahasiswa FIS UNY. Tentunya bangunan ormawa lama telah memberikan banyak kenangan baik senang, sedih, bahagia, bahkan cinta, hehe. Untuk mengenang semua itu beberapa mahasiswa Pendidikan Geografi menginap di hima pada hari minggu, 30 Maret 2014. Para "pembuat Kenangan" tersebut melakukan berbagai kegiatan, ada yang main catur, karambol, nge-PES, bahkan sampai ndangdutan pun dilakukan semalam.Suasana hangat sangat terasa di sekretariat HMPG, karena kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan.


Meski sempat mati listrik selama beberapa menit, namun tak lama kemudian listrik kembali hidup. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah bakar-bakaran. Bukan membakar hima, melainkan membakar ayam dan telornya. Bakar-bakaran ini tentunya dilakukan diluar hima, di dekat kolam hima.


Meskipun sempat kesusahan menghidupkan arang, namun akhirnya arang pun hidup dan bakar-bakaran pun dimulai. Ayam beserta telurnya pun segera naik ke atas panggangan yang terbuat dari penutup kipas angin (karena nggak ada alat pemanggang). Setelah beberapa saat kemudian, ayam beserta telurnya pun matang, tanpa dikomando, semuanya langsung menyerbunya sampai habis. mungkin karena mereka mulai lapar ya? atau mungkin sudah tidak makan selama tiga hari? ah, sudahlah, yang penting semua menikmatinya, disini rasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa. Tak lupa secangkir kopi hangat juga menemani makan malam kali ini.


 


Setelah makan-makan selesai, para "pembuat kenangan" ini tidak langsung tidur. Mereka lanjut main PES, catur serta karambol diiringi musik ndangdut yang asolole, pokoke joss. Menurut Deni Rizky W, acara ini bertujuan untuk membuat semacam perpisahan pada ruang hima yang lama, serta membangkitkan kembali kenangan-kenangan yang telah lalu, mengingat ruang hima ini sudah digunakan sejak dahulu. selain itu acara ini juga bertujuan untuk lebih merekatkan keluarga Pendidikan Geografi, acara ini juga murni untuk bersenang-senang semata. Meskipun ruangan hima akan segera dipindah, kita tetap harus selalu main ke hima kita, buatlah hima kita ramai, jangan lupa #AyoMainKeHIMA. Menurut Jaya Hardika, bagaimanapun ruangannya, yang penting selalu ramai, apalah arti ruangan yang bagus jika sepi, tidak ada yang main ke hima. Jadi, jangan lupa, #AyoMainKeHIMA.

Asal Usul Nama Laut Merah



Laut Merah adalah sebuah teluk di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dan Afrika. Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai dan Terusan Suez. Laut ini di tempat yang terlebar berjarak 300 km dan panjangnya 1.900 km dengan titik terdalam 2.500 m. Laut Merah juga menjadi habitat bagi berbagai makhluk air dan coral. Namun darimanakah nama Laut Merah tersebut?

Mengenai asal usul nama Laaut Merah sendiri ada berbagai versi, nah dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai beberapa versi asal usul nama Laut Merah.  Pertama, Laut Merah baru terbentuk 55 juta tahun lalu, saat daratan Afrika terpisah dari daratan Arab. Saat daratan Afrika berpisah, terbentuklah cekungan yg terisi air dari laut Atlantik. Jadi bagi ahli geologi, nama Laut Merah sangat tepat. Kerana terjadinya Laut Merah mirip bayi yg masih merah kulitnya. 

Versi yang kedua mengatakan bahwa nama itu sudah ada sejak zaman kuno, sekitar 2500 SM. Orang kuno menamai Laut Merah, karena Laut Merah berwarna merah pada musim tertentu. Warna merah itu gara2 ganggang laut Trichodesmium erythraeum yang mati. Di hari2 biasa Laut Merah warnanya biru kehijauan. Orang kuno juga menamai Laut Merah kerana di sekitar Laut Merah ada pegunungan bertanah merah. Namanya pegunungan Edom. 

Yang ketiga yaitu menurut Seorang ahli fisika dari Universitas Cambridge bernama Collin Humphreys yang juga seorang penulis The Miracle of Exodus yang melakukan penjelajahan ke pusat Teluk Aqabah. Di sana, Collin Humphreys hanya menemukan sekumpulan alang-alang yang tumbuh subur berkat keberadaan air tawar disekitar tempat tersebut. Rupanya, pendapat atau perkataan orang-orang sering salah memahami ucapan yang biasa disebutkan dalam bahasa Inggris. Alang-alang dalam bahasa Inggris disebut dengan reed, namun oleh masyarakat setempat diucapkan dengan red (merah). Karena keberadaannya di laut, oleh masyarakat setempat dinamakan red sea (Laut Merah), padahal biasa disebut dengan the reed seas (Lautan Alang-Alang).

Hal ini juga juga dikuatkan oleh penemuan ilmuwan lain yang menyatakan bahwa Laut Merah telah salah di terjemahkan selama berabad-abad lamanya. Aslinya kata itu adalah bahasa Ibrani dari kata Yam Suph yang artinya Lautan Alang-Alang.

SIAPAKAH GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA?




            Saat ditanya mengenai gunung tertinggi di dunia, kebanyakan orang pasti akan berfikiran bahwa mount everest adalah gungng tertinggi. Namun benarkah bahwa mount everest merupakan gunung tertinggi di dunia? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Pasti dalam benak anda berfikiran, lho kok bisa? Untuk itu marilah kita melihat terlebih dahulu melihat bagaimana cara pengukuran ketinggian gunung yang ada di dunia ini.
            Secara umum, ketinngian gunung biasa diukur dari permukaan air laut, namun sebenarnya ada tiga cara mengukur ketinggian gunung, 1) Pengukuran dilakukan dari atas permukaan laut (from above sea level). 2) Pengukuran dilakukan dari dasar gunung (from its bottom/base). 3) Pengukuran dilakukan dari pusat bumi (from the center of the earth). Nah sekarang mari kita lihat berdasarkan ketiga cara pengukuran tersebut.
            Pertama, pengukuran dilakukan dari atas permukaan air laut. Ya, untuk pengukuran dengan cara ini, mount everest lah yang menempati peringkat pertama sebagai gunung tertinggi dengan ketinggian 8.848 mdpl.
Kedua, pengukuran dilakukan dari dasar gunung. Untuk pengukuran ini, apakah mount everest tetap yang tertinggi? Jawabannya tidak, Gunung Mauna Kea di Hawaii/USA merupakan yang tertinggi. Gunung ini menjulang dari dasar kedalaman Samudera Pasifik sepanjang 10,203 meter tetapi hanya setinggi 4.205 meter di atas permukaan laut.
Ketiga, pengukuran dilakukan dari pusat bumi. Dengan pengukuran ini maka gunung tertinggi dipegang oleh Gunung Chimboraza yang berlokasi di Ekuador. Gunung ini menjulang setinggi 6.310 mdpl dengan puncaknya tertutup salju. Lalu bagaimana bisa ia menjadi gunung tertinggi jika diukur dari pusat bumi. Kita tahu bahwa bumi berputar pada porosnya (berotasi), rotasi ini menyebabkan pepat di bagian kutub dan menonjol dibagian khatulistiwa. Dari pusat bumi menuju khatulistiwa lebih panjang 21 Km diabndingkan dengan dari pusat bumi menuju kutub. Gunung Chimboraza berada 1,5 derajat Lintang Selatan sementara Everest lebih jauh lagi dari lengkung bumi pada 28 derajat Lintang Utara. Jadi, meskipun Chimborazo 2540 meter lebih dekat ke permukaan laut dibandingkan dengan Everest, tetapi 2202 meter lebih jauh dari pusat Bumi. Maka, Gunung Chimboraza ini menonjol lebih tinggi ke angkasa daripada Everest  


by: trie_susilo

Dari berbagai sumber

DONOR DARAH HMPG

Donor Darah HMPG merupakan program kerja pertama yang dilakukan oleh kepengurusan HMPG 2014. Donor Darah ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 14 Maret 2013 mulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB di ruang Cut Nyak Dhien, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.Persiapan panitia sudah dilakukan sejak pukul 10 pagi. Donor darah pun dimulai pada pukul 13.00 tepat dan dibuka oleh Ardiyan Lisaputra dan Ririn Putri Aurita selaku MC, dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia serta ketua HMPG 2014.
Para calon pendonor pun mulai berdatangan dengan sangat antusias. Garin Darpitamurti, selaku penanggungjawab acara ini menuturkan bahwa  ada 60 orang lebih yang mendaftar,  namun setelah dicek kesehatannya hanya 39 orang yang dapat melakukan transfusi darah untuk didonorkan, namun bagaimanapun juga, event ini berlangsung sangat meriah. Para pendonor yang akan mendonorkan darahnya dihibur oleh live accoustic yang tampil secara bergantian. 



Jumlah pendonor pada tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, karena saking banyaknya, pihak PMI sampai kewalahan. Setelah melakukan transfusi darah, para pendonor akan diberi bingkisan dari PMI dan telur serta teh hangat yang telah disiapkan oleh panitia sebagai ucapan terimakasih karena telah mendonorkan darahnya untuk sesama. Setelah semua pendonor melakukan transfusi, MC pun menutup acara ini. Acara ini pun selesai pada pukul 16.00 WIB. –SamsulHuda–

Papan Stuktur Kepengurusan #2014


Jumat (7/3) minggu lalu, teman-teman dari Media dan Jaringan (MJ) akhirnya menyelesaikan program kerja pertama mereka yaitu Papan Struktur Kepengurusan HMPG 2014. Papan Struktur yang mengusung ‘Desa Berkharisma’ sebagai konsep tahun ini memiliki makna bahwa HMPG (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi) diibaratkan sebuah desa yang sistemnya masih menganut nilai-nilai masyarakat pedesaan, seperti gotong royong, kekeluargaan, dan yang paling ditekankan disini adalah memasyarakat.
Ada yang unik dari Papan Struktur Kepengurusan HMPG tahun ini, yaitu pembuatannya yang secara manual atau hand made. Mulai dari menggambar, menempel, mewarnai, menggergaji sampai memaku, semua dilakukan secara gotong royong dengan mengandalkan kekompokan dan kerja sama yang baik dari seluruh staff MJ.
Dimulai sejak Jumat, 28 Februari 2014. Secara keseluruhan, pembuatan Papan Struktur tahun ini tentunya memakan waktu sedikit lebih lama, yaitu sekitar satu minggu dengan tiga kali waktu penggarapan. Namun, dampak positifnya, hal ini justru menjadikan seluruh staff MJ menjadi lebih dekat dan semakin mengenal pribadi satu sama lain.
Penasaran? Ayo main ke Hima!


Oleh          : Titin Lorenza Barus
Penyunting : Assriyani

PROKER HMPG HASIL UPGRADING 2014

KESIMPULAN HASIL UPGRADING 2014

1.    Pembagian kerja Ketua dan Wakil Ketua, bergantian masing-masing 3 bidang dalam setengah periode. Namun semua keputusan ada pada Ketua.
2.    Program Kerja Sekretaris
-    Membuat dan menyusun matrik rancangan program kerja dalam satu periode.
-    Mendeposisikan surat masuk dan surat keluar serta menginventarisir
-    Mendata inventaris organisasi
-    Monitoring kesekretariatan bidang
-    Membersihkan dan merapikan kesekretariatan serta membuat jadwal piket.
-    Menginventaris proposal kegiatan dan laporan pertanggungjawaban dalam bentuk soft dan hard copy
-    Membuat notulen rapat
-    Membuat kotak surat masuk
-    Menyediakan buku dan papan peminjaman inventaris HIMA
-    Membuat dan menyusun laporan pertanggungjawaban tengah periode dan akhir periode
(catatan: kotak surat masuk menggunakan kotak saran dari KESVOMA depan G01.213, pembuatan jadwal dimodifikasi masing-masing bidang 1 orang)
3.    Program Kerja Bendahara
-    Pengelolaan dana
-    Transparansi Keuangan
-    Penarikan Iuran HIMA
-    Temu Bendahara
-    Kantin Kejujuran
(catatan: kantin kejujuran tidak menggunakan cooling box)


   Program Kerja MIBA
-    Latihan
-    Geo Green
-    Geo Ngepit (Sepeda Gembira)
-    Geo Sport
-    Pendakian
-    Escarpment
-    Geo Musik
-    Geo Fun Rafting
(catatan: Geo Fotografi hanya sebagai komunitas dikoordinasikan melalui bidang MIBA)

  Program Kerja PPO :
-    Upgrading
-    Big Deal
-    OSPEK
-    BPIM
-    GEOLIDAY (Geography Leadership Day)
-    M&C (Monitoring and Controling)
-    Database Pengurus
-    Buku SAKTI (Saran, Kritik dan Curahan Hati Geografi)
-    Magang HMPG 2014
-    Pengawalan Pemilwa HMPG
(catatan: penggantian nama SUPLEMEN menjadi BIG DEAL dengan alasan apabila ada masalah dilanjutkan dengan kesepakatan bersama, dilaksanakan satu bulan sekali)

   Program Kerja LITBANG
-    PGSC
-    Eksplorasi Ekologi
-    Geo Menulis
-    GCC (Geography Coaching Clinic)
-    Semarak Geografi

 Program Kerja Kesvoma
-    Sarasehan Geografi
-    Desa Mitra
-    Pengelolaan PPPK
-    GPS (Gerakan Peduli Sesama)
-    Donor Darah
-    IAC (Informasi Advokasi Centre)
-    Sardoma
-    Buka Bersama
(catatan: kotak saran di 213 dihibahkan kepada sekretaris untuk kotak surat masuk)

  Program Kerja Bidang MJ
-    Papan Struktur Kepengurusan
-    Kunjungan Kerja
-    Geo Magz
-    Workshop
-    Geo Fiksi
-    Pengelolaan Media Sosial dan video Youtube
-    Maintenance Blog, Ebook Centre dan Info
-    Buku Tahunan Fisik dan Elektronik
-    Kalender HMPG 2014
-    Pelatihan Arcview
(catatan: proker tetap berjumlah 10 dengan penambahan proker pelatihan Arcview dengan pertimbangan rekomendasi dan situasi kondisi, back up data dokumentasi dan press release)


 Program Kerja KASTRAT
-    Lamaran
-    Pentas
-    Kasper
-    Kajian Hearing
-    Lemasan
-    Kursi Merah

PGSC DISKUSI ILMIAH #3


Oleh: Diana Prasastiawati
Foto: Wahyu Widyatmoko, S. Pd.

Pengaruh Bentuklahan terhadap Perkembangan Peradaban Manusia di Masa Lampau


Kumpuan mahasiswa geografi FIS UNY pecinta diskusi yang tergabung dalam Physical Geography Study Club (PGSC) kembali menggelar diskusi ilmiah untuk yang ke-3 kalinya, Jumat (21/2) kemarin. Diskusi ilmiah yang mengusung tema “Pengaruh Bentuklahan terhadap Perkembangan Peradaban Manusia di Masa Lampau” ini bertempat di Ruang Kuliah G01.214 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Diskusi yang digelar Jumat lalu merupakan diskusi rutin yang dilaksanakan tiap bulan sejak diresmikannya PGSC sebagai komunitas belajar geografi fisik pada tanggal 23 Desember 2013. Meskipun tergolong kegiatan baru, namun kegiatan diskusi ilmiah ini mampu menyatukan mahasiswa geografi berbagai angkatan untuk bersama-sama mengkaji, mepelajari, dan mendiskusikan berbagai permasalahan mengenai geografi fisik, khususnya mengenai kenampakan bentanglahan.
Diskusi yang dimoderatori oleh Akhmad Ganang Hasib (2010) ini dilaksanakan dalam 2 sesi diskusi, sesi pertama dimulai pukul 09.00 dan sesi kedua dimulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Sesi pertama diskusi merupakan sesi diseminasi paper oleh alumni dan mahasiswa geografi FIS UNY. Pada kesempatan ini, paper disampaikan oleh: Hermawan Kuswantoko, S.Pd, Edi Widodo (2012), Dimas Aditya Putra Wahindra (2012) dan Andika Surya Ardi (2013). Penyaji pertama, Andika (2013) dan Dimas (2012) menyampaikan hasil paper yang berjudul “Aspek Morfologi dalam Kehidupan Masyarakat Pra-Modern di Sekitar Situs Candi Gunung Wukir dan Candi Gunung Sari”. dalam papernya, kedua mahasiswa pendidikan geografi yang juga tergabung dalam HMPG FIS UNY ini menyampaikan analisis keadaan bentanglahan masa lampau di sekitar situs Candi Gunung Wukir dengan melakukan observasi pada perkembangan bentanglahan di daerah sekitar situs tersebut baru-baru ini. Hasil observasi pada bentanglahan tersebut kemudian dikaji dan dikaitkan dengan kehidupan masyarakat pra modern di sekitar situs candi, khususnya pada saat perkembangan agama Hindu-Budha di Indonesia. Sementara itu paper kedua disampaikan oleh Hermawan Kuswantoko, S.Pd dan Edi Widodo (2012). Paper kedua yang mengangkat judul “Aspek-Aspek Bentanglahan yang Mempengaruhi Perkembangan Permukiman Masa Lampau di Kompleks Candi Asu Kecamatan Dukun” ini juga disusun berdasarkan observasi di lapangan oleh kedua penyaji. Hasil pembahasan pada paper kedua mengindikasikan kemampuan masyarakat masa lampau dalam memilih tempat bermukim di sekitar kompleks Candi Asu yang saat ini termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sesi pertama diskusi ilmiah yang memadukan antara ilmu alam dan sosial budaya masyarakat ini tepat berakhir pukul 11.30 WIB.

Berselang satu setengah jam dari diskusi sesi pertama, sesi kedua diskusi mengundang Dosen Pendidikan Geografi, Arif Ashari, M.Sc dan Dosen Pendidikan Sejarah, Danu Eko Agustinova, M.Pd sebagai keynotes speaker untuk mengklarifikasi dan membantu mengkaji kedua paper pada sesi pertama menurut sudut pandang keilmuan masing-masing. Namun karena ada tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan, Dosen Pendidikan Sejarah, Danu Eko Agustinova, M.Pd tidak dapat hadir. Dengan demikian diskusi pada sesi kedua hanya dibersamai oleh Arif Ashari, M.Sc. Pada diskusi kedua ini, Arif Ashari M.Sc juga memaparkan penjelasan yang dikemukakannya dengan judul, “Aspek Morfologi Candi di sekitar Lembah Progo”. Dalam pemaparan dan klarifikasinya Arif menjelaskan, keadaan bentanglahan pada kedua situs candi yang telah disampaikan pada diskusi pertama dapat menjadi kunci dari analisis mengenai bentanglahan dan kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa lampau. Menurutnya, pembangunan permukiman dan kehidupan masyarakat masa lampau saat itu telah memperhatikan aspek bentanglahan meskipun ilmu yang mempelajari mengenai bentanglahan baru berkembang dewasa ini. Hal ini dibuktikan dengan keadaan bentanglahan di sekitar candi yang dekat dengan sumber air, juga dikelilingi rangkaian vulkan yang menyebabkan tanah di sekitar daerah tersebut subur, dan cocok dijadikan pemukiman. Selanjutnya disampaikan oleh Arif, menurut sudut pandang geomorfologi, morfogenesa daerah yang biasa dipilih oleh manusia masa lampau untuk mendirikan peribadatan (candi) dan permukiman antara lain daerah yang terletak pada deposisi sedimen dengan permeabilitas yang baik, dan tanah tidak bergerak. Selaras dengan penjelasan Arif dari sudut keilmuan, kedua situs candi yang telah diobservasi oleh penyaji pada diskusi pertama pun menunjukkan ciri-ciri yang sama. Kesamaan hasil observasi oleh kedua tim penyaji dengan kajian yang disampaikan oleh keynotes speaker pada diskusi sesi kedua menjadi penutup diskusi rutin kali ini. Dengan demikian, diskusi yang berakhir pada pukul 15.35 WIB ini menghasilkan kesimpulan, bahwa keadaan bentanglahan masa kini merupakan kunci dari perkembangan bentuklahan di masa lampau (the present is the key to the past).





- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -