Popular Post

Archive for April 2014

Eksplorasi Ekologi


(Foto: Teguh Tri Susilo)

       Sabtu (19/04) lalu, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi kembali mengadakan kegiatan eksplorasi ekologi dengan tema “Kenali dan Sayangi Lingkungan Konservasi Merapi”. Berbeda dengan kegiatan eksplorasi tahun sebelumnya yang diadakan di daerah Pantai Parangtritis, kali ini bidang Litbang yang menjadi penanggung jawab kegiatan, memilih 3 lokasi di sekitar kaki gunung Merapi: 1. Jurang Jero, Lereng Barat Gunung Merapi; 2. Kali Putih; 3. Candi Gunung Sari, Salam, Magelang.
            Pukul 07.10 peserta dan panitia berangkat menuju destinasi pertama, setelah sebelumnya dilakukan briefing yang dipandu oleh Widya Ginanjar selaku ketua panitia. Sekitar 2 jam kemudian rombongan sampai di Jurang Jero dengan menempuh perjalanan menggunakan bis dan truk. Sesampainya di lokasi, peserta berkumpul dan diberi penjelasan singkat oleh Bapak Arif Ashari, selaku dosen geografi fisik Pendidikan Geografi UNY. Beliau menuturkan bahwa lokasi ini merupakan daerah hulu aliran lahar yang berasal dari Gunung Merapi. Di mana material yang ada masih bervariasi ukurannya.
            Selanjutnya, peserta dibagi menjadi 8 kelompok dengan pembagian topik berbeda yang mengkaji hal-hal yang dikaitkan dengan destinasi eksplorasi kali ini. Peserta menyusuri Kali Putih untuk mengkaji lebih dalam topik yang diberikan dengan dipandu senior dan Pak Arif. Kegiatan ini dilanjutkan dengan perjalanan menuju destinasi berikutnya, yaitu Kali Putih. Pak Arif memberi penjelasan selama 5 menit, sebelum peserta turun ke lokasi. Sepuluh menit kemudian peserta kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir. Sebelum naik ke Candi, peserta dan panitia beristirahat sejenak di masjid yang berlokasi di pintu masuk.
            Untuk mencapai candi Gunung Sari, peserta harus menaiki 81 tangga. Tidak sampai disitu, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki bukit selama kurang lebih 15 menit. Sesampainya di lokasi, Bapak Sariyono selaku penjaga memberikan penjelasan singkat sejarah candi yang kira-kira dibangun pada tahun 600 masehi. Disambung dengan penjelasan Bapak Arif dari sisi Geografi. Sayangnya, sebelum sempat megeksplorasi lebih lanjut, rombongan dihadang oleh hujan yang turun dengan intensitas tinggi. Rombongan baru dapat turun setelah hujan mereda. Acara ditutup oleh ketua panitia dengan berdo’a bersama yang disambung sesi foto-foto. (Isna Muammar)



GEO NGEPIT



Minggu (13/4). Ingin tampil beda dari Geowes tahun lalu, kali ini MIBA (Minat dan Bakat) HMPG mengusung nama baru untuk acara sepeda santai yang mereka gelar, yaitu Geo Ngepit. Kegiatan yang diketuai Bentar Dwi Saputra Ardi  ini bertujuan mengakrabkan para pesepeda dan menjadikan mahasiswa sebagai pelopor gerakan pengurangan pemanasan global.
Acara yang diikuti oleh sekitar 50 orang peserta ini dimulai pukul 07.00 di halaman rektorat UNY. Dipandu oleh Tarik Aziz Perdana dan Diana Prasastiawati sebagai MC, acara ini dibuka dengan guyonan segar. Setelah sambutan singkat dari ketua panitia dan ketua HMPG, pemberangkatan akhirnya dimulai pukul 07.30 yang dipimpin oleh Deni Trihatnowo. Para peserta terlihat sangat antusias mengayuh sepeda mereka menyusuri sepanjang jalanan kota Jogja. Meskipun sempat terkendala penutup jalan di area tugu, namun hal ini dapat diatasi dengan pengambilan alternative rute lain, sehingga perjalanan tetap berlangsung lancar hingga mencapai finish, tepatnya di taman pancasila.  
Kendati sudah mencapai finish, namun acara tidak finish begitu saja. Setelah para peserta beristirahat menikmati makan siang yang telah disediakan, acara dilanjutkan dengan hiburan dan pembagian door prize. Panitia telah mempersiapkan speaker, kipas angin, televisi, dan berbagai door prize lainnya untuk para peserta yang beruntung.  Sayangnya, hiburan yang direncanakan live music dalam acara ini tidak dapat ditampilkan karena terkendala perlengkapan, meskipun begitu MC sangat piawai dalam menghidupkan suasana, salah satunya dengan mengajak para peserta melakukan flash mob ringan.
Acara Geo Ngepit ini berakhir pada pukul 11.15
5 bersamaan dengan door prize utama yaitu televisi, yang berhasil dibawa pulang oleh Pandu, salah seorang mahasiswa geografi FIS UNY angkatan 2013. Usai acara, masih dilakukan sesi foto-foto bersama baik peserta maupun panitia untuk mengabadikan salah satu unforgettable moment ini.

Pelatihan Arc View GIS SMAN 1 Muntilan

         Satu lagi program kerja dari Media dan Jaringan (MJ) telah terlaksana. Kegiatan berupa Pelatihan Arc View GIS ini dilaksanakan dua hari berturut-turut pada hari Jumat dan Sabtu lalu (11-12 April 2014). Pelatihan Arc View GIS kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Muntilan dan diikuti sebanyak 44 orang siswa-siswi dari kelas X Sosial. Melihat antusiasme siswa-siswinya, seakan tak mau ketinggalan, Ibu Marga selaku guru mata pelajaran geografi juga mengikuti pelatihan ini.

Siswa-siswi antusias memperhatikan penjelasan dari pemateri




        Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan maupun gambaran mengenai pemetaan sederhana menggunakan aplikasi Arc View GIS yang nantinya akan diterima adik-adik SMAN 1 Muntilan ini saat duduk di kelas XII.

          Pelaksanaan pelatihan Arc View GIS hari pertama ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dibuka oleh Alif dan Sartika sebagai MC yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi singkat oleh Thomas Dannar, Teguh Tri Susilo, dan Ibnu Budi. Setelah diberikan materi singkat, barulah para peserta dibimbing untuk mulai menggunakan aplikasi Arc View GIS.

          Sedangkan pada hari kedua, pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB. Walaupun pada hari kedua pemateri yang bisa hadir hanya dua orang, namun kegiatan pelatihan tetap berjalan lancar. Acara Pelatihan Arc View GIS ini berakhir pada pukul 11.00 yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian serifikat dan foto bersama.

Peserta pelatihan berfoto bersama panitia 

PENTAS Kastrat HMPG “MitigasiBencana”

             

             PENTAS (PeningkatanKapasitas) kembali dilaksanakan oleh divisi Kastrat HMPG UNY 2014 dengan tema “Mitigasi Bencana”.Pentas tersebut diadakan di laboratorium geografi fisik FIS UNY dengan pembicara bapak Arif Ashari, M.Sc, dosen pendidikan geografi FIS UNY.
            Dibuka pukul 15.15 oleh saudara Kholik dengan menyatakan bahwa dengan adanya diskusi ini, diharapkan kita semua dapat mengenal lagi tentang mitigasi bencana.
            Saat member materi, bapak ArifAshari, M.Sc menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi bencana tinggi.Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geologi yang mempertemukan tiga lempeng besar dunia, kondisi klimatologi yang menyebabkan iklim tropis basah yang banyak hujan juga mendukung perkembangan kehidupan virus dan bakteri, dan kondisi geomorfolofi di Indonesia yang memiliki banyak pegunungan dan gunung api aktif.
            Dalam pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Di Indonesia sendiri, manajemen bencana lebih pada pasca bencana seperti tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Sedangkan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan pada pra bencana masih sangat kurang.
            Bapak Arif Ashari, M.Sc menyampaikan bahwa jika kita lebih memahami tentang pra bencana maka bukan tidak mungkin bahwa akibat dari bencana dapat diminimalisir. Sayangnya, teori saja tidak cukup tanpa diiringi dengan latihan mitigasi bencana secara rutin.Karena melakukan dan mengaplikasikan teori secara rutin akan membuat kita kulino dan siap siaga menghadapi bencana.

            Harapannya kita semua, khususnya mahasiswa pendidikan geografi, dapat menjadi pioneer mitigasi bencana di lingkungan sekitar.(firta)



GEO GREEN 2014


Sabtu, (29/3) minggu lalu, MIBA (Minat dan Bakat) akhirnya sukses melaksanakan salah satu program kerja utama mereka, yaitu Geo Green. Kegiatan reboisasi berupa penanaman Mangrove ini bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan serta sebagai wujud gerakan nyata dalam upaya pencegahan abrasi, khususnya di wilayah Pantai Samas, Dusun Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul.
Kegiatan penanaman ini diikuti oleh 61 mahasiswa, selain dari Geografi UNY sendiri, banyak pula peserta dari fakultas-fakultas lain (FMIPA, FBS, dan FIP) bahkan luar universitas seperti UGM dan STTTNAS yang ikut berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini minat mahasiswa cukup tinggi untuk berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan.



Para peserta berkumpul di FIS UNY pada pukul 07.30, sebelum kemudian melakukan perjalanan dengan dua rombongan pemberangkatan menuju dusun Baros sebagai lokasi penanaman. Peserta tiba di tempat kegiatan sekitar pukul 09.00, untuk efisiensi waktu, acara segera dibuka oleh Lenny Widyawati dan Edi Widodo selaku MC. Acara pertama adalah sambutan-sambutan dari beberapa pihak terkait, disusul pemberian materi dan penjelasan singkat mengenai prosedur penanaman mangrove, dan dilanjutkan dengan acara utama, yaitu penanaman mangrove yang disambut antusias oleh para peserta.
Usai lelah menanam mangrove, para peserta beristirahat sejenak untuk melakukan ibadah sholat dan menyantap makan siang yang telah disiapkan panitia sebelum kemudian acara di tutup. Sekitar pukul 12 siang, para peserta melakukan perjalanan kembali menuju Yogyakarta, dan sampai di rumah masing-masing dengan selamat.

#ParaPenyelamatLingkungan



 Next?? Ada Geo Ngepit tanggal 13 April ini! Jangan sampai ketinggalan, sobat! :)

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -