Nepal dan Gempa 2015

Nepal adalah negara yang bersistem republik sejak 28 mei 2008, meninggalkan sistem kerajaan yang sudah berlangsung selama 250 tahun. Nepal termasuk negara yang secara historis kedaulatannya tidak lepas dari negara-negara persemakmuran Inggris. Saat ini, Nepal berdiri sebagai negara republik federal demokratik dengan kepala negara Ram Baran Yadav serta wakilnya Parmanand Jha
Sumber gambar : http://earthquake.usgs.gov

     Dalam kajian geografis, Nepal merupakan negara yang diapit oleh daratan-daratan. Negara ini memiliki luas wilayah 141.181 km2. Nepal berbatasan dengan India di bagian barat, selatan, dan timur. Sedangkan bagian utara Nepal berbatasan dengan Republik Rakyat Cina (RRC). Nepal dikenang dengan keberadaan pegunungan Himalaya, tempat para pendaki mengincar puncak tertinggi dunia, yaitu gunung everest yang lebih kurang terletak pada ketinggian 8500 meter diatas permukaan laut. Formasi geologi Nepal terdiri atas terai atau dataran, bukit, dan pegunungan. Kondisi tersebut mengantarkan Nepal pada julukan ‘kehidupan diatas atap’. Khatmandu, ibu kota Nepal, terletak di lembah raksasa yang dikelilingi pegunungan Himalaya membuat kota ini tercatat sebagai kota tertinggi di dunia. Kota ini berada pada ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut. 
Sumber gambar : wikipedia.org
 
      Nepal merupakan negara yang terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng India dan lempeng Eurasia. Lempeng India bergerak sejak 50 juta tahun yang lalu mendekati lempeng eurasia. Dua lempeng benua yang bertemu kemudian mengakibatkan terbentuknya deretan pegunungan yang memanjang dari Pakistan, India, China, Bhutan, sampai Nepal. Hal inilah yang kemudian melandasi pernyataan bahwa Nepal sangat rentan terkena gempa.
      Gempa yang terjadi di Lamjung, Nepal pada 25 April lalu merupakan gempa yang berpusat di kedalaman 15 kilometer dari permukaan tanah. Gempa dengan kekuatan 7,8 skala richter ini memiliki goncangan yang kuat mencapai 9 MMI (Modified Mercaly Intensity) dan termasuk gempa dangkal. Goncangan yang kuat telah banyak menyebabkan kerusakan bangunan yang parah. Irwan Melano, Pakar Gempa dan Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung, menyatakan bahwa jumlah lokasi pusat dan magnitudo gempa serta karakter lapisan tanah menyumbang peran besar pada keparahan dampak gempa. Hal ini berkaitan dengan kota khatmandu yang pada awalnya merupakan dataran bekas danau di kaki pegunungan Himalaya.
      Gempa yang menimbulkan getaran di India, China, dan Tibet ini menimbulkan sejumlah korban meninggal dan luka-luka di kawasan tersebut. Gempa ini juga meruntuhkan bangunan bersejarah di Nepal yang telah diresmikan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa Nepal itu antara lain khatmandu durbar square, patan durbar square, bhaktapur durbar square, dan menara dharahara. Bangunan-bangunan yang bercorak hindu-budha tersebut yang oleh masyarakat setempat dijadikan pusat perkembangan agama kini benar-benar runtuh.
 
Sumber gambar: tempo.co

      Negara-negara yang berbatasan dengan Nepal pada 04/25 langsung mengirimkan bala bantuan mulai dari bahan makanan, selimut, tentara, serta bantuan donasi untuk warga korban gempa. Negara-negara lain pun dalam rentang beberapa hari mulai membantu dengan mengirim tim  korban dan menawarkan bantuan dalam berbagai bentuk. Kawan-kawan yang ingin membantu meringankan beban warga Nepal dapat menyalurkan dana ke organisasi-organisasi yang dilansir berperan aktif dalam pendistribusian bantuan. Organisasi di tingkat internasional antara lain Save The Children (www.savethechildren.org), Care.org (www.care.org), dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (ifrc.org). PMI (pmi.org.id) juga membuka tiga rekening untuk membantu menyalurkan bantuan berupa dana yang kemudian akan didistribusikan kepada korban gempa Nepal. Indonesia, melalui berbagai organisasi dan badan kenegaraan pun sejak awal Mei, turut aktif mengirimkan bantuan berupa rumah sakit darurat dan bantuan bahan makanan. Kawan-kawan juga dapat menyalurkan bantuan lewat organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan sekitar kampus.
Sumber gambar: dompetdhuafa.org



Writted by Hasyyati Marini

No comments:

Powered by Blogger.