Popular Post

Archive for April 2015

Launching Ekowisata Jurug Gedhe


 
(Minggu, 26 April 2015) HMPG dan masyarakat Dusun Gembyong mengadakan acara Launching Ekowisata Jurug Gedhe yang bertempat di Dusun Gembyong Desa Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul. Acara ini merupakan salah satu agenda dari program kerja desa binaan yang dilaksanakan oleh HMPG. Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang belum dikenal secara luas. Dengan adanya acara launching ini diharapkan Dusun Gembyong beserta tempat pariwisatanya menjadi semakin maju dari sebelumnya.
Launching yang dihadiri oleh Bupati Gunungkidul ini, sekaligus mengenalkan berbagai makanan yang berasal dari hasil alam khas Dusun Gembyong dalam bentuk bazar. Acara berlangsung sangat meriah dengan adanya suguhan kesenian daerah yang di tampilkan. Mulai dari permainan gamelan, dolanan anak, dan tari-tarian yang di tampilkan oleh mahasiswi UNY juga anak-anak Dusun. Acara terbilang sangat sukses.

Hearing di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta




Jum’at, 24 April 2015, diadakan Hearing di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta yang diorganisir oleh Bidang KASTRAT Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG). Kedatangan mahasiswa yang berkunjung ke BPBD tersebut disambut baik oleh para staff BPBD. Acara dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan dibuka oleh Bapak Heru Suroso selaku sekretariat di BPBD di ruang rapat PUSDALOPS BPBD. Dalam hearing tersebut disampaikan materi tentang apa itu BPBD dan kebencanaan secara umum serta penanggulangan untuk bencana tersebut oleh Ir. Gatot Sabdadi selaku coordinator pelaksana dalam BPBD. 
BPBD dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) no. 10 tahun 2010. Tugas BPBD sendiri dibagi menjadi tiga yaitu sebelum terjadi bencana dilakukan koordinasi oleh semua sector untuk mengurangi resiko bencana atau untuk melakukan mitigasi kesiapsiagaan, kemudian saat terjadi bencana yaitu tanggap darurat maksudnya adalah turun langsung pada wilayah yang sedang mengalami bencana dan yang ketiga adalah sesudah terjadi bencana yaitu dilakukan koordinasi pemulihan/rehabilitasi dan rekonstruksi teradap wilayah yang terkena bencana. BPBD Yogyakarta juga mengadakan program berupa desa tanggap bencana yang baru terealisasikan di 100 desa dan sekolah siaga bencana yang diterapkan pada siswa dari jenjang SD sampai di jenjang yang lebih tinggi, agar para siswa tersebut mengenali bencana yang berpotensi terjadi dan bagaimana tindakan yang bisa dilakukan
Yogyakarta mempunyai potensi bencana yang tinggi, yaitu 68% daerah di DIY mempunyai potensi bencana dan terdapat 12 jenis bencana yang bisa terjadi di Yogyakarta yaitu gempa bumi, tanah longsor, tsunami, gelombang ekstrem dan abrasi, banjir, letusan gunung berapi, kekeringan, cuaca ekstrem, kebakaran lahan dan hutan, epidemic dan wabah penyakit, kegagalan teknologi serta konflik social. Pihak BPBD tidak kewalahan dalam menanggapi berbagai bencana tersebut, bahkan jika dibandingkan dengan daerah lain BPBD Yogyakarta selalu terdepan dalam penanggulangan bencana.

Acara hearing di akhiri pukul 11.45 WIB dengan penyerahan kenang-kenangan dari HMPG kepada Bapak Ir. Gatot Sabdadi serta berfoto bersama di depan kantor BPBD Yogyakarta. (Dewi/red)

Geo Action Week


HMPG Present...

Geo Action Week merupakan salah satu agenda baru yang diselenggarakan oleh Litbang HMPG FIS UNY.Geo Action Week bertujuan untuk mempererat hubungan internal Pendidikan Geografi khususnya angkatan 2012-2014. Kegiatan ini mengusung tema “Be Smart Be Fun”.  Kegiatan ini meliputi 3 rangkaian acara yaitu: Lomba LKTI, Debat dan Pensi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 2 hari yaitu rabu dan kamis ( 22-23 April 2015 ) bertempat di ruang Cut Nyak Dien (CND). Pada hari pertama acara dimulai pukul 07.00-14.00 dan hari kedua pukul 11.00-selesai. Lomba LKTI dilaksanakan pada hari pertama, rabu 22 April 2015 sedangkan debat dan pensi dilaksanakan hari kedua, kamis 23 april 2015. Peserta lomba diikuti oleh semua angkatan. Masing-masing kelas mengirimkan untuk mengikuti lomba LKTI 3 orang, debat 3 orang dan untuk pensi dibebaskan sesuai dengan kreativitas masing-masing kelas.
Pemenang lomba LKTI juara 1 dari 2014A, juara 2 2014B,dan juara 3 dari 2013A. Lomba debat juara 1 dari 2012A, juara 2 2014B, dan juara 3 dari 2014A.
Acaranya berjalan dengan lancar dan meriah. Selamat buat para pemenang!Fighting!! (red/wita) 

 Gambar 1.1 Pemenang lomba debat





Gambar 1.4 Pemenang lomba LKTI juara1



Gambar 1.2 Pemenang lomba LKTI juara2


Gambar 1.3 Pemenang lomba LKTI juara 3

Donor Darah "YOUR BLOOD SAVE A MILLION PEOPLE"

(Selasa 14 April 2015) HMPG dan HIMA DIPSOS mengadakan acara Donor Darah. Acara tersebut bertempat di Ruang Cut Nyak Dien (CND) Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Donor Darah adalah program kerja bidang Kesvoma yang pertama di kepengurusan HMPG BERANI. Berhubung HIMA DIPSOS juga mengadakan acara donor darah maka HMPG dan HIMA DIPSOS bergabung membuat acara donor darah ini.
                Acara ini terbilang sangat sukses menarik para khalayak ramai karena melihat suasananya sangat ramai oleh para pendonor

Gambar 1.1 Suasana Donor Darah Di Ruang CND

Gambar 1.2 Suasana Donor Darah Di Ruang CND

Gambar 2.1 Pemeriksaan Darah
Gambar 2.2 Aksi Donor Darah

            dan juga terbukti form pendaftaran pendonor telah habis. Total pendonor yang datang dari jam 9- 12 sebanyak 143 orang. Tetapi dari 143 pendonor tersebut hanya 35 orang yang lolos tes dan dapat mendonorkan darahnya. Acara ini tidak hanya sekedar mendonorkan darahnya saja tetapi di sana terdapat hiburan seperti bend-bendnan dan bagi para pendonor yang lolos mereka diberikan imbalan berupa bingkisan. Acara donor darah ini diadakan karena memang acara ini sudah menjadi acara tahunan yang dilakukan bidang kesvoma.
                Selain itu acara ini juga dimeriahkan dengan Akustik dari HMPG dan HIMA DIPSOS

Gambar 3.1 Akustik


Gambar 3.2 Akustik



PGSC DAY: “Eksplorasi Perkembangan Bentuklahan Struktural-Denudasional Pegunungan Kulonprogo”

Kegiatan PGSC (Physical Geography Study Club) merupakan agenda rutin dari mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta. Kali ini, PGSC mengusung tema mengenai “Kajian Perkembangan Bentuklahan Struktural-Denudasional Pegunungan Kulonprogo”.Meskipun jumlah peserta eksplorasi kedua kali ini tak sebanyak peserta pada eksplorasi pertama bulan lalu, namun hal ini tidak menyurutkan semangat para peserta eksplorasi untuk menjelajah bumi Kulonprogo pagi itu. Seperti ekspedisi sebelumnya, para peserta PGSC kali ini juga dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil agar memudahkan proses analisis bentuklahan di daerah Kulonprogo. Pada eksplorasi kedua ini juga dibersamai oleh rekan-rekan senior dari Pendidikan Geografi UNY dari berbagai angkatan.
Perjalanan dimulai dari Kampus Fakultas Ilmu Sosial pada pukul 08.30 menuju ke rumah salah satu anggota PGSC yang berada di daerah Kulonprogo. Perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Kulonprogo memakan waktu sekitar satu setengah jam melalui jalur Godean. Selama perjalanan, kita akan disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah di sepanjang jalan. Setelah menempuh waktu beberapa saat dari Kota Yogyakarta, sampailah rombongan di salah satu rumah rekan PGSC di daerah Girimulyo untuk melepas lelah sepanjang perjalanan sebelum memulai eksplorasi ke tempat-tempat yang akan di eksplorasi pada pagi itu.


Gambar 1.1 Pemandangan sepanjang perjalanan
            Lokasi pertama yang dikunjungi adalah obyek wisata Air Terjun Grojogan Sewu. Obyek wisata Air Terjun Grojogan Sewu adalah salah satu obyek wisata yang baru dibuka untuk umum sekitar bulan November tahun lalu. Air Terjun Grojogan Sewu terletak di Dusun Beteng, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Untuk menuju lokasi obyek wisata Air Terjun Grojogan Sewu ini tidaklah sulit, karena sudah banyak papan penunjuk jalan yang bertuliskan “Grojogan Sewu” di sepanjang jalan menuju lokasi. Namun sayangnya, akses jalan menuju ke obyek wisata Air Terjun Grojogan Sewu ini masih belum memadai.
Setelah beberapa saat berkendara, sampailah tim rombongan PGSC di lokasi pertama yaitu di obyek wisata Air Terjun Grojogan Sewu. Namun untuk mencapai lokasi air terjunnya, tim PGSC harus berjalan melewati jalan turunan sekitar 15 menit dengan medan yang sudah cukup mudah untuk dilalui karena sudah dibuat tangga buatan oleh masyarakat sekitar hingga menuju lokasi air terjun. Akan tetapi, walaupun jalannya sudah cukup mudah dilalui, tim PGSC harus tetap berhati-hati karena beberapa bagian jalannya masih sangat licin.
Gambar 1.2 Tim PGSC menyusuri anak tangga untuk menuju lokasi air terjun
Gambar 1.3 Batuan di sekitar air terjun Grojogan Sewu
            Setelah berdiskusi dan melakukan pengamatan di sekitar wilayah air terjun Grojogan Sewu, maka tim PGSC pun melanjutkan ke lokasi pengamatan kedua yaitu ke daerah Gunung Kelir. Gunung kelir sendiri berada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi kedua ini, medan yang harus dilewati cukup berat karena harus melewati jalanan yang cukup menanjak. Gunung Kelir sendiri merupakan patahan berupa tebing terjal yang terdiri dari lapisan batuan kapur pada bagian atasnya, sementara pada bagian bawahnya berupa lapisan batuan andesit. Tinggi dari tebing itu sendiri kurang lebih seratus meter. Menurut cerita, Gunung Kelir sendiri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Hal ini dikarenakan pada saat itu, diduga patahan Gunung Kelir bersinggungan dengan sesaran Opak-Oyo.

Gambar 1.4 Kenampakan Gunung Kelir dari bawah
            Setelah beberapa saat berdiskusi di salah satu tempat yang tidak jauh dari lokasi Gunung Kelir, tim PGSC pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi ketiga pengamatan yaitu Curug Kembang Soka. Curug Kembang Soka juga terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Sama halnya seperti di Curug Grojogan Sewu, untuk mecapai lokasi air terjun Kembang Soka sendiri, tim PGSC harus berjalan terlebih dahulu sekitar 15 menit untuk menuju lokasi air terjun.
Gambar 1.5 Nampak depan dari Curug Kembang Soka
Di sekitar lokasi Curug Kembang Soka ini, kita juga dapat melihat pemandangan berupa tebing yang sangat tinggi dan juga terjal. Air yang terdapat pada Curug Kembang Soka ini juga tak kalah jernih dibandingkan dengan air yang berada di Curug Grojogan Sewu, sehingga tak sedikit pula wisatawan yang datang ke tempat ini hanya untuk berenang atau sekedar bermain air di sekitar kawasan air terjunnya.
Gambar 1.6 Kenampakan Horizon Tanah di sekitar Curug Kembang Soka
            Setelah beberapa saat menikmati keindahan Curug Kembang Soka sambil mengadakan pengamatan, sekitar pukul setengah dua siang, tim PGSC pun bergerak naik menuju lokasi pengamatan terakhir yaitu ke daerah Tamanan. Daerah Tamanan merupakan sebuah tempat peristirahatan yang berada di pinggir jalan yang menghubungkan kecamatan Kokap dan Girimulyo. Dari atas Tamanan ini, kita dapat melihat pemandangan yang sangat luar biasa yaitu pemandangan Waduk Sermo dari kejauhan.
Gambar 1.7 Waduk Sermo dari kejauhan
            Sambil menikmati keindahan Waduk Sermo dari ketinggian, diTamanan ini juga dapat kita lihat pemandangan Kulonprogo secara keseluruhan. Setelah beberapa saat berdiskusi dan menikmati pemandangan dari daerah Tamanan ini, rombongan tim PGSC pun memutuskan untuk kembali ke titik temu awal yaitu di rumah salah satu rekan PGSC tadi.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tim rombongan PGSC pun kembali ke titik awal bertemu dan melanjutkan agenda dengan acara makan bersama kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi bersama sambil melaporkan hasil pengamatan masing-masing kelompok selama perjalanan dari pagi hingga sore hari tersebut. Diskusi tersebut pun ditutup oleh sebuah kesimpulan bahwa daerah Pegunungan Kulonprogo memang merupakan daerah yang termasuk ke dalam zona selatan Jawa Tengah paling timur.
Setelah mengadakan diskusi sekitar ±15 menit, tim PGSC pun melanjutkan agenda dengan berfoto bersama untuk selanjutnya langsung melanjutkan perjalanan pulang menuju Yogyakarta. Itulah sekilas catatan perjalanan dari kegiatan PGSC kedua yang telah dilaksanakan beberapa saat yang lalu di daerah Kulonprogo. Masih ditunggu partisipasi pada agenda lapangan PGSC berikutnya. Salam PGSC! Salam Eksplorasi Indonesia! HMPG Berani!!(red/hapsari)
                                       Gambar 1.8 Tim PGSC Berfoto Bersama


Geografi Sport (GeoSport) 2015

MIBA HMPG FIS UNY mengadakan kegiatan Geografi Sport (GeoSport) 2015. Kegiatan ini diantara cabang olahraga Badminton, Catur & Futsal.
Cabang olahraga Badminton diadakan hari Minggu tanggal 5 April 2015 di Balai Desa Karanggayam jam 08.00 WIB  - selesai, acara ini diikuti dari angkatan 2011-2014. Setiap angkatan mengirimkan 2 orang untuk mewakili kelas dalam badminton ganda campuran. Mereka bertanding untuk memperebutkan juara I & II . Juara I diraih oleh kelas 2013 A dan juara II diraih oleh kelas 2014 B.

Gambar 1.1 Badminton

Gambar 1.2 Badminton

Cabang olahraga Catur diadakan hari Rabu tanggal 8 April 2015 di studio musik PKM FIS UNY jam 19.00 WIB – Selesai, acara ini diikuti dari angkatan 2011-2014. Setiap angkatan mengirimkan 2 orang untuk mewakili kelas. Mereka bertanding merebutkan juara I & II, dalam pertandingan ini juara pertama dimenangkan oleh kelas 2012 NR dan juara kedua dimenangkan oleh kelas 2014 A.

Gambar 2.1

Gambar 2.2

Cabang olahraga Futsal diadakan 2 hari yaitu sabtu dan minggu tnggal 11-12 di Telaga 3 Futsal Stadium. Hari pertama pertandingan dimulai jam 09.00 – 14.00 WIB dan hari kedua jam 19.00 – 21.00. acara ini diikuti dari angkatan 2008 – 2014.  Disetiap angkatannya mengirimkan 10 orang. 5 pemain utama, 2 pengganti, 1 official, 1 medis dan 1 pelatih. Juara pertama diraih oleh gabungan dari angkatan 2008 dan 2010, juara kedua diraih oleh angkatan 2014 B dan juara ketiga diraih oleh 2011 R.


   
Gambar 3.1 Futsal

  
Gambar 3.2 Juara I Futsal

   
Gambar 3.3 Juara II Futsal

Gambar 3.1 Juara III Futsal

Pelatihan ArcGIS di SMAN 2 Purworejo


Satu lagi progam kerja dari Bidang Media dan Jaringan (MJ) HMPG Berani 2015 yang telah terlaksana pada hari Sabtu-Minggu, 4-5 April 2015 . Kegiatan ini berupa Pelatihan ArcGIS yang dilaksanakan di SMAN 2 Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 90 siswa SMAN 2 Purworejo yang terdiri atas kelas X-5, X-6, dan X-7.

Pelatihan ArcGIS ini bertujuan untuk memperkenalkan ArcGIS dan memberikan gambaran mengenai cara pembuatan peta secara digital. Pelatihan ini dibimbing oleh mahasiswa Pendidikan Geografi sendiri yaitu Nur Sidik, Estu Jati Utama, dan Teguh Tri Susilo sebagai pemateri yang mengajarkan langkah demi langkah membuat peta secara digital. Secara keseluruhan acara ini berjalan dengan lancar dan para siswa pun telah mengenal cara membuat peta digital dengan menggunakan software ArcGIS. Berikut beberapa foto-foto kegiatan acara tersebut




Melihat antusiasme para siswa SMA, kegiatan pelatihan semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan dan semoga menjadi semakin baik lagi. (Fian/red)

Earth Hour Yogyakarta



Earth Hour Yogyakarta merupakan salah satu acara yang mengkampanyekan untuk save energy. Earth Our Yogyakarta ini dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2015 di Universitas Sanata Dharma. Acara puncaknya yaitu dengan mematikan lampu selama satu jam dan menyalakan lilin yang wadahnya dari gelas. Selain mematikan lampu atau energi yang tidak digunakan, untuk save energy dapat melakukan hal yang kecil yaitu dengan meminum air mineral dengan gelas bukan air mineral botolan. 

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG) Universitas Negeri Yogyakarta dalam Earth Hour Yogyakarta, ikut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Soyong yang ditampilkan secara apik oleh Diana Prasastiawati dan Esti Mei Pangestu pada saat pembukaan. Tari soyong ini menceritakan tentang seorang gadis yang sedang “kemayu-kemayunya”. Tari soyong sering ditampilkan dalam acara yang tidak resmi, namun juga dapat ditampilkan dalam acara resmi seperti pernikahan. Tari Soyong dari HMPG mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari WWF (World Wild Fund) Indonesia yaitu memberitakan HMPG dalam akun twitternya (desy/red).
Tag : ,

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -