Popular Post

2 May 2016

Tidak ada salahnya kalau setiap siswa bertanya pada diri sendiri. Apakah belajar itu sebagai kebutuhan atau kewajiban? Pertanyaan ini akan membangkitkan motivasi belajar siswa. Jika kewajiban dianggap kebutuhan niscaya kemauan dan keinginan belajar siswa menjadi tinggi. Jawaban yang diharapkan semestinya memang belajar sebagai kebutuhan! Kalau kita membutuhkan sesuatu, tentu akan berusaha sekuat tenaga agar yang dibutuhkan itu dapat dipenuhi.
Siswa yang butuh pendidikan akan berusaha belajar agar materi pelajaran dapat ia kuasai. Materi pelajaran akan dimiliki dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dalam wujud materi belajar dapat diperoleh melalui guru, buku, majalah, surat kabar, internet, bahkan alam yang terkembang ini bisa dijadikan tempat belajar. Bila belajar dianggap kewajiban, orang bisa saja berprinsip asal lepas kewajiban. Memenuhi aturan pemerintah tentang kebijakan wajib belajar. Hal ini tercermin dalam aktivitas keseharian berlangsung mulai berangkat dari rumah untuk belajar di sekolah. Belajar sebagai kewajiban memungkinkan siswa tidak sampai ke tujuan. Melainkan, bolos belajar menjadi suatu pilihan utama.
Banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk kebutuhan pendidikan, seakan bukan menjadi suatu tuntutan yang kelak menjadi hutang. Orang tua tidak akan meminta ganti uang yang telah dikeluarkan untuk anaknya. Namun yang diharapkan orang tua adalah hasil belajar yang memuaskan. Memperoleh nilai yang bagus untuk mengobati jerih payah mereka dalam mencari uang. Tidak ada jalan lain, jika belajar dianggap sebagai kebutuhan, maka siswa harus giat dan tekun dalam belajar. Hasil belajar yang memuaskan akan dipersembahkan kepada kedua orang tua di rumah sebagai pengganti jerih payah orang tua yang sudah bersusah payah menyekolahkan anaknya.
Kegiatan belajar merupakan aktivitas yang paling utama di dalam suatu lembaga pendidikan. Namun, kegiatan belajar baiknya tidak hanya dilakukan di lembaga pendidikan formal saja, tetapi akan lebih baik bahwa “Belajar” itu dapat diimplementasikan di mana saja dan kapan saja. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Belajar tidak hanya bermanfaat merubah perilaku seseorang saja melainkan ada beberapa hal esensial yang sangat implisit, bahwa belajar seharusnya dapat meningkatkan kesadaran seseorang untuk dapat memahami problematika di sekelilingnya. Memahami fenomena di sekelilingnya hingga mencari solusi merupakan nilai tambah yang harus dilakukan setiap orang agar mereka tidak hanya “mengkonsumsi” begitu saja ideologi yang secara tidak sadar mendoktrin mereka.
Kita tahu bahwa teknologi berkembang sangat pesat sehingga menuntut kita harus dinamis untuk menghadapi fenomena tersebut dengan “belajar”. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mengimplikasi di ranah budaya dan sosial. Perubahan-perubahan perilaku sosial dan budaya masyarakat secara otomatis juga ikut terlibat. Hal ini merupakan tanggung jawab yang harus di pahami bahwa kita harus sepeka mungkin sadar akan problematika ini. seperti yang telah di ungkapkan di atas kesadaran ini bisa di bentuk dengan meningkatkan efektivitas kita dengan “belajar”.

Kalangan tertentu menganggap Pendidikan adalah satu hal yang menjadi suatu kebutuhan. Mengapa? Mereka beranggapan bahwa manusia yang terdidik oleh proses yang dihasilkan dari Pendidikan akan dilihat keberadaan ya atau secara tidak langsung mereka ingin di lihat eksistensinya oleh orang lain.
Orang-orang yang membutuhkan pendidikan akan muncul dengan sendirinya dikarenakan mereka sudah dibiasakan dengan sistem yang mewajibkannya untuk mendapatkan pendidikan. Kondisi yang berbanding terbalik dengan keluarga yang memiliki status strata pendidikan yang tinggi atau sering kita sebut dengan keluarga yang berpendidikan. Paham masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan bisa menaikkan derajat harkat martabat atau status sosial keluarga mereka.
Menumbuhkan rasa dan pandangan mengenai pendidikan harus menjadi kebutuhan, seyogyanya harus diberikan oleh kedua orangtua kepada individu sejak masih kecil atau balita. Hal ini dapat membuat anak-anak tersebut terbiasa atau sudah dibiasakan dengan memandang pendidikan sebagai kebutuhan sampai mereka dewasa nanti. Menumbuhkan rasa untuk membutuhkan pendidikan bisa diciptakan dengan membuat inovasi dan kreativitas dalam belajar sehingga proses belajar dapat menyenangkan. Sehingga banyak anak-anak tersebut tidak ‘terpaksa’ atau merasa dituntut dalam memperoleh pendidikan.
Pendidikan dipandang sebagai sebuah tuntutan maka suatu ilmu yang diraih dari proses pendidikan tersebut akan menjadi sia-sia, sedangkan apabila pendidikan dipandang sebagai kebutuhan maka anak- anak tersebut akan senang dan selalu ingin mendapat ilmu dimanapun dan kapanpun, dikarenakan mereka sudah terbiasa oleh hal-hal tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan anggapan bahwa pendidikan adalah sebuah kunci untuk kesuksesan di masa depan.
Anggapan umum mengenai pendidikan seperti, mereka beranggapan bahwa manusia yang memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi akan menjadi manusia yang seutuhnya. Kita dapat membedakan pandangan orang terhadap pendidikan antara kebutuhan atau kewajiban dengan melihat pandangan orang tersebut dalam memperlakukan dan cara meraih pendidikan.
Sebelum kita mengajarkan atau mendoktrin individu terlebih dahulu kita harus mencontohkannya adab dalam belajar, hal ini penting karena etika seorang dalam belajar mempengaruhi prosesnya dalam meraih ilmu pengetahuan. Etika dalam pendidikan juga dapat membentuk etika seseorang. Keberhasilan pendidikan adab menuntut ilmu akan melahirkan individu yang memegang kuat adanya nilai dan norma. Pedoman tersebut dapat menjadi pegangan dalam individu untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dari proses pendidikan.
Pendidikan sebagai upaya sadar untuk membentuk manusia seutuhnya dapat berjalan baik dengan berbagai kontribusi dari berbagai pihak seperti lembaga dan orangtua sebagai pengawas dalam proses pendidikan. Menumbuhkan kesadaran untuk pentingnya pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap individu. Adab dalam belajar merupakan hal yang sangat krusial dibutuhkan dalam proses pendidikan. Harapannya individu dapat mengamalkan ilmu pengetahuan sesuai dengan nilai dan norma.



- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -