Popular Post

25 Oct 2016



Hubungan manusia dengan alam adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Alam sebagai satu kesatuan sistem yang utuh  merupakan kumpulan dari subsistem yang saling berhubungan, bergantung dan fungsional satu sama lain. Manusia adalah komponen ekosistem yang paling berpengaruh terhadap komponen lainya. Hal itu dikarenakan manusia merupakan makhluk yang dinamis. Salah satu ekosistem yang sering dimanfaatkan oleh manusia adalah sungai.
Sungai adalah massa air yang secara alami mengalir melalui suatu lembah (Khotimah, 2008 : 37). Menurut PP No 38 Tahun 2011 pasal 1 ayat 1 sungai adalah alur atau wadah air alami dan/atau buatan berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya, mulai dari hulu sampai muara, dengan dibatasi kanan dan kiri oleh garis sempadan.
Apa kabar sungai ?
            Seiring dengan berkembangnya zaman, penduduk Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pertambahan penduduk  tersebut merupakan bonus demografis yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia. Bonos demografi penduduk ini adalah latar belakang yang dapat membuat lahirnya generasi emas kelas internasional seperti B.J Habibi, Erik Tohir dan Khairul Anwar. Namun selalu ada hitam dibalik putih, selalu ada negatif disela positif. Pun bonus demografis juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah kurangnya lahan permukiman untuk sarana tempat tinggal terutama pada wilayah kota yang menjadi pusat peradaban. Hal tersebutlah yang melatar belakangi sebagian masyarakat untuk membuat permukiman dibantaran sungai
Permukiman di bantaran sungai ini berdampak pada terhambatnya aliran sungai, belum lagi ditambah dengan budaya yang menjadikan sungai adalah tempat pembuangan sampah masih mengakar kuat dalam pemikiran masyarakat. Lantas, jika ini dibiarkan secara berlarut maka dapat mengakibatkan “kabar” sungai tidaklah sebaik dahulu, malahan sungai dapat menjadi bom waktu yang dapat meledakan percikan air, siap menenggelamkan segala sesuatu yang dilaluinya. Fenomena itu (banjir) merupakan indikator jika “kabar” sungai  tidak baik lagi. Maka dari itu perlu adanya sebuah solusi untuk mengatasinya.
Rusunami adalah solusi !
            Mengatasi masalah banjir yang amat sering terjadi dan sudah seperti sahabat baik bagi masyarakat khususnya daerah perkotaan, pemerintah membuat gagasan yang menarik yaitu RUSUNAMI. Rusunami adalah akronim dari Rumah Susun Sederhana Milik yang merupakan hunian bertingkat yang diperuntukan bagi masyarakat kelas bawah. Rusunami berbeda dengan rusunawa. Jika rusunawa merupakan rumah susun sederhana sewa yang mengharuskan penghuninya menyewa pada dari pengembangnya, maka rusunami mengharuskan seorang pengguna tangan pertama membeli dari pengembangnya. Pemerintah memberikan banyak subsidi untuk meringankan masyarakat yang membeli rusunami ini.
            Ditinjau dari segi ekologis, peran rusunami ini sangatlah prima jikalau masyarakat bantaran sungai mau untuk berpindah ke rusunami. Salah satu manfaat menonjol adalah tidak akan lagi terjadi banjir musiman yang menghantui masyarakat. Arus air sungai tidak lagi terhalang oleh permukiman akan meminimalisir terjadinya banjir. Ekosistem sungai dan kualitas air pun juga akan terjaga dengan baik sehingga turut memperbaiki kesehatan masyarakat. Bahkan jika hal ini berlanjut maka sungai-sungai di Indonesia dapat menjadi destinasi wisata seperti layaknya Sungai Han di  Korea Selatan bahkan Sungai Seine di Prancis - Yonatan Y. Anggara (2015)

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -