Mendidik Kesadaran, Menyadarkan Pendidikan untuk Kesehatan Lingkungan



Sudah bosan rasanya telinga kita mendengar tentang pendirian hotel-hotel berbintang yang tidak ramah lingkukngan dan tidak ramah sosial. Ada pula berita tentang pembakaran hutan yang kemudian digunakan untuk berinvestasi oleh oknum-oknum nakal. Juga ada berita duka tentang tentang penyakit yang diderita rakyat-rakyat kumuh disepanjang pinggiran sungai ciliwung. Aktivitas banjir juga menjadi kabar langganan derita rakyat jakarta. Dan masih tersedia beribu duka lara yang tercipta akibat bencana alam buatan manusia.
Terkadang kita sebagai masyarakat awam mengeluhkan keadaan yang sering terjamah bencana alam buatan manusia. Berbagai pihak pemerintah dan lembaga swadaya menjadi kambing hitam kekesalan masyarakat. Hingga mengutuk kegelapan sudah menjadi tradisi yang mendarahdaging pada sebagian masyarakat awam. Padahal kita sebagai bagian dari masyarakat seharusnya mampu menyalakan lilin ditengah kegelapan tersebut.
Tingginya angka angka bencana akibat tingkah pintar manusia semakin hari semakin menanjak. Kurang sadarnya masyarakat akan pemanfaatan lingkungan yang baik menyebabkan banyaknya pemanfaatan lingkungan yang tidak memperhatikan dampak samping dari pemanfaatan tersebut. Tidak kritisnya masyarakat terhadap masalah lingkungan menjadi penyebab disalahgunakannya perijinan oleh para tokoh pembangun. Disamping banyaknya masyarakat yang kurang dasar dan kurang sadar terhadap masalah kelingkungan, adanya pejabat yang sangat lihai dalam memanupulasi segala hal demi keuntungan kantong pribadi juga menjadi penyebab meningkatnya taraf kejahatan lingkungan.
Salah satu contoh kasus kejahatan lingkungan adalah didirikannya hotel-hotel berbintang yang tidak memperhatikan  kelestarian sumberdaya airtanah dan sumberdaya budaya di kawasan pemukiman ramah penduduk. Pendirian hotel tersebut dapat menimbulkan efek samping pada sedikitnya ketersediaan air tanah bagi warga dan membawa gap sosial antara lingkungan masyarakat dengan hotel. Pengaruh kebudayaan yang dibawa hotel setidaknya juga membawa dampak bagi perilaku konsumtif masyarakat di sekitar hotel. Selain itu disamping contoh perhotelah masih banyak kasus kejahatan lingkungan yang tidak disadari oleh sebagian dari kita.
Untuk kelestarian lingkungan yang mempunyai jangka waktu yang panjang, maka hal yang seharusnya diperbaiki adalah hal yang sangat mendasar. Mendasarnya sesuatu hal akan membawa dampak jangka panjang sosial yang kemudian dampak sosial tersebut dapat mempungaruhi lingkungan natural. Hal yang mendasar tersebut adalah kesadaran. Dengan adanya kesadaran pada tiap-tiap individu masyarakat tentulah akan memunculkan suatu masyarakat yang mumpuni dan madani. Masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan tentunya akan membawa dampak positif bagi lingkungan. Baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik.
Kesadaran masyarakat dapat dibentuk melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan usaha yang paling pas untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Pendidikan berparan melalui internalisasi nilai-nilai terkait apa yang dikehendaki untuk ditanamkan pada masyarakat. Pada tulisan kali ini internalisasi nilai oleh pendidikan berupa nilai mengenai kesadaran lingkungan.
Dalam menginternalisasi nilai kepada masyarakat tentunya pendidikan harus mempunyai faktor pendidik atau sering kita sebut sebagai sesuatu yang dicontoh. Dalam pendidikan formal diibaratkan sebagai seorang guru. Namun dalam kehidupan masyarakat guru bagi perkembangan paradigma dapat berupa sebuah tren, informasi, orang terpandang, dan berbagai sesuatu yang sering diterima oleh indera masyarakat.
Dalam suatu contoh pada kasus kejahatan keuangan, yang berperan sebagai guru bagi masyarakat adalah media massa. Namun bukan berarti guru utama bagi pembentukan persepsi masyarakat. Semisal penayangan berita kasus korupsi oleh berbagai struktur pemerintahan. Berita yang ditayangkan terus menerus dapat membentuk persepsi masyarakat awam bahwa kejahatan tindak korupsi adalah hal yang wajar pada struktur kepemerintahan. Sehingga nantinya masyarakat akan meniru hal yang telah biasa terjadi, entah baik maupun buruk.
Contoh diatas adalah peran media sebagai guru dalam kehidupan masyarakat. Dan masih banyak beribu contoh lain selain dari bidang perkorupsian. Guru dalam kehidupan masyarakat berperan aktif membentuk persepsi masyarakat. Persepsi masyarakat akan membentuk kebiasaan bagi masyarakat. Sehingga apa yang paling sering diterima oleh indera masyarakat merupakan suatu bentuk pendidikan bagi masyarakat.
Terkait kondisi pendidikan informal pada masyarakat Indonesia saat ini perlu adanya tindakan dari berbagai masyarakat terpelajar untuk berperan setidaknya menyumbangkan bentuk kesadaran mereka pada aksi nyata maupun menyumbangkan kesadaran mereka berupa sebuah ide gagasan tertulis. Tindakan nyata dapat memberi persepsi yang berbeda pada masyarakat yang sudah biasa menerima persepsi yang mengesampingkan kesadaran lingkungan. Adanya tindakan nyata ditengah masyarakat yang dilakukan oleh kaum terpelajar dapat memberi peluang terbukanya pikiran masyarakat tentang kesadaran lingkungan. Contoh kecilnya adalah dengan membuat tempat pengolahan sampah di lingkungan masyarakat. Dengan adanya tempat pengolahan sampah tersebut dapat mempengaruhi kebiasaan masyarakat yang biasanya membuang sampah disembarang tempat. Selain contoh keci tersebut banyak sekali contoh konkrit lainnya tentang mengadakan tindakan nyata kepedulian lingkungan ditengah-tengah masyarakat.
Sedangkan sumbangan ide dan gagasan dapat memberikan dampak terbukanya pemikiran dan wawasan masyarakat terpelajar tentang kesadaran lingkungan. Masyarakat terpelajar (masyarakat yang mengenyam bangku pendidikan dan memiliki sikap hasil pendidikan formal) sering menggunakan tulisan sebagai media untuk menjembatani pikiran pribadi dengan wawasan dunia luar. Semakin sering diterbitkan gagasan dan karya ilmiah tentang lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan pada masyarakat terpelajar. Semakin sering masyarakat terpelajar mendapat kajian tentang ilmu kelingkungan semakin tinggi pula tingkat kesadaran terhadap lingkungan pada masyarakat. Diharapkan dengan adanya artikel tertulis maupun kuliah langsung tentang ilmu kelingkungan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terpelajar tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Oleh karenanya semua hal yang akan dimulai pada jurusan yang anda pilih saat ini dapat menjadi sebuah cermin dan batu loncatan untuk memberi sumbangan terhadap kesehatan lingkungan di Indonesia. Semakin banyak generasi yang sadar terhadap lingkungan semakin banyak pula pioneer kelestarian lingkungan. Baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam keduanya memiliki jatah masing-masing untuk tetap dilestarikan apa yang menjadi sebab kemaslahatan masyarakat. Kuliah pada jurusan pendidikan Geografi artinya mempersiapkan diri untuk mencetak diri menjadi pioneer kelestarian lingkungan serta mempersiapkan generasi selanjutnya untuk menjadi generasi yang sadar akan kesehatan lingkungan - Abeyasa Audry


No comments:

Powered by Blogger.