Popular Post

Archive for March 2016

Geography English Club (GEC)

           Hari Selasa, tanggal 29 Maret 2016 KASTRAT HMPG mengadakan Geography English Club (GEC) yang diselenggarakan di depan Laboratorium Geo Spasial. Acara ini diikuti mahasiswa-mahasiswa geografi dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris. Dalam GEC kali ini, para peserta berlatih berkenalan dengan bahasa formal dan informal dalam bahasa Inggris dengan teman-teman kelompok mereka. Sebelum itu mereka diberi bekal atau materi terlebih dahulu dari pemateri GEC. Acara GEC kali ini lebih seru, asyik dan bermanfaat bagi peserta yang ingin belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris.

KESIAPAN INDONESIA MENUJU NEGARA POROS MARITIM DUNIA



Indonesia merupakan negara kepulauan terluas yang ada di dunia dengan sekitar 17.000 pulaunya saat ini yang terhampar dari Sabang di ujung barat sampai Merauke di ujung timur Indonesia. Melihat kondisi tersebut, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2014-2019 ini memunculkan gagasan strategis berupa tujuan untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara poros maritim dunia guna meningkatkan perekonomian Indonesia melalui sektor kelautan yang dipandang hasil yang telah diperoleh masih belum maksimal di masa pemerintahan sebelumnya. Namun untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia ini, seberapa siapkah Indonesia sebenarnya dalam menghadapi tantangan ke depannya, ditambah lagi banyaknya permasalahan internal di negeri ini yang cukup kompleks dan belum teratasi sepenuhnya.

Kebijakan Pemerintah
Langkah awal dalam pemerintahan Jokowi-JK guna mewujudkan Indonesia menjadi negara poros maritim dunia saat ini antara lain berupa peneggelaman kapal asing yang mencoba untuk mengambil kekayaan laut miliki negara Indonesia secara illegal. Melalui Menteri Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti, ia membuat kebijakan tersebut dengan cara yang begitu tegas, yaitu dengan meledakkan secara langsung kapal yang berada di wilayah ZEE Indonesia apabila tertangkap sedang melakukan illegal fisihing di perairan Indonesia. Namun kebijakan berupa peledakkan kapal ini dirasa tidak ramah bagi lingkungan, terutama ekosistem yang ada di laut karena dikhawatirkan bahan bakar yang digunakan kapal berupa minyak tersebut akan mencemari laut akibat ledakkan kapal serta efek ledakkan kapal itu sendiri yang dapat membunuh biota yang ada di laut. Kekurangan lainnya dari kebijakan penenggelaman kapal illegal ini berupa anggaran yang tidak sedikit untuk mendapatkan amunisi peledak tersebut. Kebijakan lain yang telah terealisasikan berupa larangan penggunaan pukat harimau yang dapat mengurangi populasi ikan di laut dalam waktu yang singkat. Bila penggunaan pukat harimau ini terus dilakukan terus menerus, dampak yang ditimbulkan tentu saja akan berimbas pada ekonomi dan lingkungan. Keduanya itu saling berkaitan karena apabila jumlah ikan di laut terus menurun dapat menyebabkan gangguan pada ekosistem laut sehingga produksi ikan akan berkurang dan perekonomian yang dihasilkan dari sektor kelautan akan cenderung lesu.

Keuntungan bagi Indonesia
Melihat keseriusan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang ada telah terlaksana itu, sesungguhnya jika pemerintah benar-benar mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia ini kedepannya, maka tentu Indoensia akan memiliki keuntungan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya sehingga mampu meningkatkan perekonomian Indonesia. Keuntungan yang didapatkan tentu saja adanya peningkatan investasi yang didapatkan melalui perdagangan yang bertransaksi di Indonesia karena laut merupakan jalur paling efektif untuk perdagangan. Selain itu banyaknya kapal yang yang transit ke pelabuhan di Indonesia nantinya juga akan mendapatkan banyak pendapatan dari kapal berlabuh. Namun dalam mewujudkan itu semua, masih banyak permasalahan-permasalahan besar yang menghalangi cita-cita untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara poros maritim dunia.


Problematika
Masalah utama yang harus segera dibenahi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan poros maritim dunia ialah memajukan infrastruktur di sektor kelautan berupa sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan baik itu dari lokal hingga mancanegara. Untuk menjadi negara poros maritim dunia, sudah pasti akan banyak kapal yang transit dengan membawa muatan kargo yang begitu banyak dan kapal yang begitu besar, namun apabila pelabuhan yang merupakan prasarana untuk menampung kapal yang transit/berlabuh di Indonesia terlalu kecil tentu saja akan ada banyak gangguan yang menyebabkan kapal gagal berlabuh. Untuk itu diperlukan perluasan pelabuhan yang sekiranya mampu menampung banyak kapal dari yang biasa hingga ukuran yang besar serta peningkatan kualitas seperti fasilitas yang tersedia di pelabuhan. Hal penting lainnya berupa peningkatan kapal baik dari segi kualiatas maupun kuantitas. Jangan sampai ada kecelakaan seperti tenggelamnya kapal karena kesalahan teknis dari kapal itu sendiri yang tidak layak pakai namun tetap beroperasi sehingga memakan korban jiwa.  

Permasalahan lain yang harus menjadi fokus juga oleh pemerintahan Jokowi-JK saat ini ialah masalah sistem pertahanan negara yang kerap kali ‘kecolongan’ oleh kapal asing yang melewati perbatasan ke wilayah Indonesia. Dengan wilayah yang sangat luas saat ini, tidak cukup angkatan laut milik kita mengandalkan apa yang digunakan sekarang yang lebih dominan menggunakan perahu skateboard. Melihat hal itu, sepertinya pemerintah dan masyarakat masih berorientasi pada pembangunan di sektor darat. Padahal luas laut kita lebih besar dibandingkan sektor darat. Tentu saja hal ini akan menghambat dalam mewujudkan negara poros maritim dunia yang dicita-citakan ini. Untuk menangani hal ini, ada dua hal yang dapat dilakukan pemerintah Jokowi-JK ini. Yang pertama adalah pengintegrasian antara pihak Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL) dalam mengawasi wilayah perbatasan di Indonesia. Dengan kerjasama yang terjalin tersebut, nantinya pengawasan perbatasan dapat dilakukan juga melalui wilayah udara yang lebih efektif dan efesien dalam pengintaian di laut. Kedua ialah peningkatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang masih minim dimiliki oleh militer kita. Seperti di Singapura, walaupun warganya lebih sedikit dan kalah jauh dengan kita, namun alutsista mereka jauh lebih maju dibanding kita baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga ketika terancam keamanannya, maka mereka siap untuk mengatasi dan melawan ancaman tersebut. Kita harus bisa mencotoh hal itu, karena dengan itu keamanan perbatasan dan pulau-pulau di daerah dekat perbatasan akan terjaga dengan baik, jangan sampai ada sengketa pulau yang terjadi dengan negara tetangga yang dapat merugikan kita kembali karena kekalahan dalam merebut pulau itu kembali seperti perebutan pulau Ambalat.

Namun untuk mencipatakan itu semua, kita memerlukan mental yang tangguh dan kuat guna menghadapi rintangan saat menjadi negara poros maritim dunia tersebut. Masih banyaknya kasus korupsi, orang yang mementingkan dirinya sendiri, ketidakdisiplinan, dan sebagainya merupakan contoh mental buruk yang masih ‘mengendap’ di pikiran sebagian besar masyarakat kita. Melihat sejarahnya, sesungguhnya mental Indonesia sangatlah luar biasa pada masa kerajaan Hindu-Budha seperti kejayaan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya dahulu kala. Tetapi karena sistem penjajahan yang dialami Indonesia selama 350 tahun pada akhirnya membuat mental Indonesia menjadi buruk seperti saat ini. Itu semua didasari karena kekayaan alam yang ada di Indonesia yang begitu melimpah. Pada masa kerajaan itu sendiri, kerajaan selalu merasa ingin menaklukkan untuk memperluas wilayah yang ada, namun ketika semua sudah dikuasai dan ditemukannya SDA yang melimpah, akhirnya mereka terlena dan merasa sudah cukup hingga memasuki jaman penjajahan. Kita harus berorientasi pada bagaimana untuk terus menaklukkan alam yang kemudian kita olah untuk kesejahteraan masyarakat. Karenanya kita harus memperbaiki mental dan menciptakan manusia berkualitas untuk mampu mengolah kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Masalah lainnya adalah masih adanya makelar yang mencoba menggelapkan uang dan pengaruh politik yang mencoba mempengaruhi segala aspek kehidupan pada sistem di Indonesia. Untuk itu, perlu adanya kesadaran bersama dan kekuatan untuk bersatu menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Mungkin kita mampu mencontoh kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang mampu menjadi kerajaan maritim yang kuat, namun tetap disesuaikan dengan keadaan di Indonesia saat ini. Sosialisasi tentang pendidikan kemaritiman juga perlu diadakan agar kita mampu mengetahui potensi dan cara mengelolanya sehingga cita-cita Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dapat terwujud.

THE 2nd ASEAN GEOGRAPHY STUDENT CONFERENCE COMITTEE STRUCTURE


CHAIRMAN
·         Willa Lutfi Kholbiyulhusna

PERSON IN DUTY
·         Nadia Arindra Tsabitha
·         Nuhnia Reny Pertiwi
·         Yuli Widiyatmoko
·         Mitha Safira Nurmaulid
·         Maria Rika Carolina
·         Mayang Asri Wijaya
·         Sahrul Akbar

SECRETARIAT
·         Wahyu Dewi Martasari
·         Diah Arini
·         Hadana Ulufanuri
·         Windhita Apsari

MEDIA AND PUBLICATION
·         Daqiqatul Fauziyati Putri
·         Purno Adhyatmoko
·         Ahmad Abu Bakar
·         Roja Nuryana

TREASURER
·         Dwi Budiarti
·         Musfira Akyuni Salsabila

LOGISTIC
·         Nanda Ardiyanti
·         Siti Fatimah
·         Satrio Bimo Wibowo
·         Firda Rizky Amalia
·         Trias Euro Vuriandra

REGISTRATION
·         Iftakh Nurlatifah
·         Dewi Rahmawati
·         Nuqi Jazilatul Yusro
·         Aisyah Nurul Latifah

ACOMODATION
·         Muhammad Arsyad Abdullah
·         Nor Rohmad
·         Anggriawan Pratama
·         Aji Antoro
·         Muhammad Luthfi Fitratama
·         Ferry Putra Pratama
FORMAL
·         Febriana Anita Yustinawati
·         Desy Amanta Setianingtyas
·         Rosalyna Indah Ekasari
·         Ribut Budi Lestari
·         Siti Umaroh
·         Wikandari Bungasari
·         Wulan Ayu Azzahra
·         Yonatan Yolius Anggara

SPONSORSHIP
·         Wibi Prama
·         Anna Roswita Sari
·         Isna Nursaid
·         Latifah Diah A.
·         Ganjar Aji Prakoso
·         EvangeliaTuko

INFORMAL
·         Nur Affan Purnomo Jati
·         Yasykur Kurnia Ardyanto
·         Mukhlis Nur Wahid
·         Wikhani Ismaya
·         Dera Galuh Parwanti





Geography English Club (GEC)


 Hari Selasa, tanggal 22 Maret 2016 KASTRAT HMPG mengadakan Geography English Club (GEC) yang diselenggarakan di depan Laboratorium Geo Spasial. Acara ini banyak diikuti mahasiswa-mahasiswa geografi dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris daripada pembukaan awal GEC. Acara pertama yaitu perkenalan dari partisipan GEC. Acara yang kedua yaitu harapan-harapan partisipan kepada acara GEC yang diutarakan dalam bahasa Inggris secara acak. Mayoritas partisipan GEC, mengikuti acara ini karena mereka ingin belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Di sini partisipan disuruh untuk berbicara secara Bilingual (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) untuk menjawab pertanyaan atau berkomunikasi dengan partisipan lain. Acara ketiga, seluruh partisipan diberi pre-test untuk dikerjakan secara individual. Setelah acara-acara tersebut, tutor mengkoordinasikan lagi hari diadakannya GEC. Dan diputuskan hari Selasa jam 4 sore. Hari ini Geography English Club berjalan dengan baik. Dan partisipasi dari para peserta juga mengikuti.  
KASTRAT DISCUSSION


          Kamis, 17 Maret 2016, Mahasiswa Pendidikan Geografi mengikuti diskusi bertema “Kesiapan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” yang diselenggarakan oleh KASTRAT HMPG. Acara tersebut bertempat di Lantai 2 Rektorat UNY. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kecakapan berdiskusi dari mahasiswa geografi serta untuk menambah wawasan tentang kondisi Indonesia masa kini dan masa lalu. Acara yang dimulai dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 18.30 WIB ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan acara diskusi pada umumnya, terlihat dari keaktifan mahasiswa-mahasiswa Pendidikan Geografi yang saling menyampaikan pendapat mereka.






UPGRADING HMPG 2016



Sabtu-minggu, 5-6 Maret 2016 Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG) 2016 mengikuti kegiatan upgrading yang diselenggarakan oleh para alumni HMPG. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dari para pengurus baru HMPG, dengan penekanan pada kontrol emosi, mental, pikiran, dan fisik dari setiap individu. Acara tersebut merupakan acara yang wajib diikuti oleh seluruh pengurus baru HMPG 2016, dimulai dari hari Sabtu jam 07.30 WIB dan berakhir pada hari Minggu jam 11.00 WIB.
Peserta upgrading berkumpul di Taman Pancasila FIS UNY pukul 07.30 WIB. Kemudian panitia melakukan pengecekan terkait dengan penugasan yang telah diberikan kepada peserta upgrading, adapun peserta yang tidak membawa penugasan yang telah diberikan maka diberi punishment sesuai dengan kesepakatan. Pukul 09.00 WIB peserta diberi petunjuk oleh panitia untuk menuju ke lokasi tertentu, dimana setiap bidang HMPG mendapat petunjuk yang berbeda-beda. Lokasi tersebut merupakan penentuan setiap kelompok untuk menuju ke lokasi upgrading, adapun alamatnya yaitu di Dusun Pangkah, Srimulyo, Piyungan, Bantul dengan membawa uang saku sebesar Rp 40.000 yang telah diberikan oleh panitia untuk setiap kelompok, dimana setiap kelompok kurang lebih berjumlah 10 orang. Setiap kelompok hanya diizinkan untuk membawa 1 handphone. Panitia memberikan kebebasan untuk seluruh peserta upgrading melakukan segala cara untuk bisa sampai ke lokasi upgrading dengan anggota yang utuh.
Satu per satu kelompok sampai di lokasi upgrading dengan wajah yang ceria dan penuh tawa. Sesampainya di lokasi, peserta diberi waktu untuk beristirahat dan makan bekal makan siang yang sudah dibawa, kemudian diberi tugas untuk menulis analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat) dengan waktu yang terbatas. Kedatangan setiap kelompok berbeda-beda dengan jarak berjam-jam, karena keberuntungan yang berbeda-beda. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB namun kelompok dari bidang Kastrat dan PPO belum hadir di lokasi, kemudian panitia bersama dengan peserta upgrading yang telah hadir di lokasi berusaha untuk menghubungi dan mencari. Sembari menunggu kabar dan kedatangan kelompok yang belum hadir, acara dilanjutkan dengan pemilihan topik diskusi terkait dengan fenomena penambangan pasir di Sand Dunes dan TPA lempuyangan. Voting terbanyak yaitu pemilihan topik diskusi penambangan pasir di Sand Dunes. Diskusi dipimpin oleh Sdri. Diana selaku ketua upgrading kemudian dilanjutkan oleh Sdr. Destian selaku ketua HMPG baru. Diskusi ini sebagai pengantar untuk melakukan simulasi seminar nasional acara berikutnya. Pukul 16.00 WIB kelompok dari bidang PPO sudah sampai di lokasi, kemudian acara dilanjutkan dengan penerimaan peserta upgrading (pembukaan).
Memasuki acara selanjutnya yaitu simulasi seminar nasional. Simulasi tersebut dikemas dan dilaksanakan secara serius, diselenggarakan sebagaimana seminar sebenarnya dengan alokasi waktu persiapan 1 jam dari panitia. Simulasi seminar selesai, dilanjutkan dengan makan bersama. Kemudian acara dilanjutkan dengan sharing bersama dengan alumni HMPG. Dimulai dengan sharing oleh peserta yang menceritakan perjalanannya menuju ke lokasi upgrading. Setiap kelompok mempunyai cerita perjalanan masing-masing, PPO dengan ceritanya yang modal muka memelas demi angkutan yang murah, MIBA dengan ceritanya numpang tanpa modal salah satunya naik colt sampah, MJ dengan ceritanya numpang colt 1 ke colt selanjutnya dan jualan makanan 30.000 demi naik angkutan umum 2x lebih murah sampai ke Bantul sehingga meminimalisir tenaga untuk jalan kaki, dsb. Acara sharing kemudian dilanjutkan sharing per bidang yang didampingi oleh para alumni yang pernah menaungi dari masing-masing bidang. Acara hari Sabtu, 5 Maret 2016 berakhir hingga pukul 23.00 WIB
Minggu, 6 Maret 2016 acara dilanjutkan dari pukul 04.00 WIB untuk persiapan sholat subuh, dilanjutkan dengan tadarus Alquran. Dan dilanjutkan kembali pukul 07.00 WIB untuk sarapan pagi. Kemudian peserta upgrading ditugaskan untuk mengikuti outbound di lapangan yang terletak tidak jauh dari lokasi yang kami tempati. Usai outbound, peserta diberi waktu untuk mandi dan packing, selanjutnya acara penutupan. Kembali ke kampus FIS UNY dengan menaiki 2 Armada bus A3. 

GLORY GEOGRAFI !!!

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -