Popular Post

Archive for May 2016

SUPLEMEN #1

Suplemen merupakan program kerja yang diselenggarakan dibawah naungan bidang PPO HMPG FIS UNY. Suplemen #1 dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2016 bertempat di FIS UNY. Suplemen #1 dibua oleh MC pada jam 16.30 WIB. Kegiatan suplemen ini diikuti oleh pengurus HMPG FIS UNY, adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengakrabkan diri antar anggota pengurus HMPG FIS UNY. Setelah acara dibuka oleh MC, kemudian ada sambutan oleh Ketua HMPG FIS UNY Sdr. Destian Budhi Pamungkas, kemudian dilanjutkan oleh ketua panitia Suplemen #1 Sdr. Arsyad. Acara dilanjutkan dengan pembagian peserta menjadi 7 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari berbagai bidang agar dapat mengenal lebih dekat antara satu dengan yang lain. Selanjutnya diadakan lomba antar kelompok, diantaranya lomba balap kelereng, balap karung dan makan kerupuk.
Acara selanjutnya adalah sholat magrib, dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah acara makan bersama

selanjutnya diadakan sharing oleh kabid-kabid Pengurus HMPG FIS UNY terkait dengan suka duka dalam memimpin staffnya. Kemudian pemberian award untuk staff terbaik, bidang terbaik dan bidang terajin. Adapun staff terbaik jatuh kepada sdr. Ikhsan Ilmawan dari bidang MIBA HMPG FIS UNY

bidang terbaik jatuh kepada bidang kajian strategis (KASTRAT)
dan bidang terajin jatuh kepada bidang penelitian dan pengembangan (litbang).

selanjutnya foto bersama

Alam dan Rasa Syukur


Langit
Goresan warna itu selalu membuat rasa setiap orang ingin menatap
Citra dalam mata menciptakan senyuman indah
Seiring hijaunya daun cemara yang terlukis silau sinar matahari
Dengan tetesan embun
Takjub atas anugrah Tuhan dan jiwa dalam rasa syukur
Aroma pasir pantai hinggap, membatu dalam tawa tanpa batas waktu
Angin tak sengaja menyentuh pipi dan membelainya dengan lembut
Tebing dari pantai itu menjadi saksi
Tuhan tidak pernah ragu menciptakan manusia tanpa kesempurnaan dan rasa
Tentang keindahan, pengorbanan, ketulusan dan rasa syukur

Oleh : Amalina Dwi Prasanti

PANITIA OSPEK PENDIDIKAN GEOGRAFI 2016

Ketua : Muhammad Luthfi Fitratama

Sekretaris
1. Hadana Ulufanuri
2. Larasatri Nuansari

Bendahara
1. Firda Rizki Amalia
2. Rachma Puspasari

Pemandu.
Koor : Ayunda Milla Puspita


1. Rizki Inayatun
2. Zulfatussuroya
3. Yuanita Putri D S
4. Erlin Nur’afiah
5. Aisyah Nurul L
6. Shofa El Karera
7. Windhita Apsari
8. Ganjar Aji P
9. Nurdianta
10.Nor Rohmad
11.Satrio Bimowibowo
12.Bayu Adhi Nugroho
13.Sahrul akbar
14.Anggun Pria Wibowo

Acara.
Koor : Syah Riani Monicawati

1. Ahmad Abu Bakar
2. Yuli Widiyatmoko
3. Rexy Satria Alfanuha
4. Ririn Aldino Puspasari
5. Dera Galuh Parwanti
6. Nuhnia Reny Pertiwi
7. Salsabila Aziesta R (MC)
8. Ikhsan Ilmawan (MC)

Gardha Bumi
Koor : Anna Roswita Sari


1. Ika Vebrianti
2. Windy Kusumaningtyas
3. Maslahatul Ammah Ramdhani
4. Atika Dian Rahayu
5. Nur Indah Astuti
6. Auzai Izha Mahendra
7. Aldi Nova Rahmat W
8. Abeyasa Audrey

Humas.
Koor : Gusella Nanda Nianto

1. Iken Yuliani
2. Muh. Arsyad
3. Ifa Agestiana
4. Anggi Widya Anggarwati

P3K.
Koor : Roja Nuryana


1. Diah Arini
2. Nanda Ardiyanti
3. Kalimatur Rodziyah
4. Fredha Ellin Nurwahyudi
5. Aji Antoro

PDD.
Koor : Muhammad Choirul Anwar


1. Purno Adiyatmoko
2. Lia Widia Ningsih
3. Wahyu Dewi Martasari
4. Nur Affan Purnomo Jati
5. Deddy Akbar Perkasa
6. Amalina Dwi Prasanti

Konsumsi
Koor: Norma Aningtyas S

1. Risa Amalia P
2. Erlin Indah Lestari
3. Anggriawan Pratama

Perkap
Koor: Yasykur Kurnia Ardianto


1. Prabowo Wijiyono
2. Sakti Fahrurozi
3. Gregorius Edo Yurasto
4. Ferry Putra Pratama
5. Rasyd Permana
6. Muhammad Luthfiansyah

MANDALAWANGI - PANGRANGO

Oleh : Soe Hok Gie

Senja ini,
ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali
ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, dan Hadapilah"

Dan antara ransel-ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampuai batas-batas hutanmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Djakarta, 19-7-1996
Soe Hok Gie

PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL



Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, HMPG UNY bekerjasama dengan IZZATA Tour and Travel mengadakan acara Lomba Menggambar dan Mewarnai. Kegiatan ini bertempat di Lippo Plaza Mall Yogyakarta. Adapun lomba mewarnai diikuti oleh 40 anak TK dan SD kelas 1, sedangkan lomba menggambar diikuti oleh 10 anak. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB. Acara tersebut dipandu oleh MC dari HMPG, Trima Mustika dan Lutfi Fitratama. Acara dimulai dengan registrasi ulang, dilanjutkan dengan pembacaan ketentuan lomba. Kemudian lomba menggambar dengan alokasi waktu 60 menit. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjurian oleh sdr. Ahmad Saparudin, sdr. Wikhani Ismaya dan sdr. Alvon. Sembari menunggu penjurian, acara diisi dengan pembagian doorprize yang dipandu oleh MC. selanjutnya dilanjutkan dengan penyampaian komentar juri terkait dengan hasil lomba mewarnai dan menggambar. Acara ditutup dengan foto bersama panitia.

Pendidikan, Kewajiban atau Kebutuhan?

Tidak ada salahnya kalau setiap siswa bertanya pada diri sendiri. Apakah belajar itu sebagai kebutuhan atau kewajiban? Pertanyaan ini akan membangkitkan motivasi belajar siswa. Jika kewajiban dianggap kebutuhan niscaya kemauan dan keinginan belajar siswa menjadi tinggi. Jawaban yang diharapkan semestinya memang belajar sebagai kebutuhan! Kalau kita membutuhkan sesuatu, tentu akan berusaha sekuat tenaga agar yang dibutuhkan itu dapat dipenuhi.
Siswa yang butuh pendidikan akan berusaha belajar agar materi pelajaran dapat ia kuasai. Materi pelajaran akan dimiliki dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dalam wujud materi belajar dapat diperoleh melalui guru, buku, majalah, surat kabar, internet, bahkan alam yang terkembang ini bisa dijadikan tempat belajar. Bila belajar dianggap kewajiban, orang bisa saja berprinsip asal lepas kewajiban. Memenuhi aturan pemerintah tentang kebijakan wajib belajar. Hal ini tercermin dalam aktivitas keseharian berlangsung mulai berangkat dari rumah untuk belajar di sekolah. Belajar sebagai kewajiban memungkinkan siswa tidak sampai ke tujuan. Melainkan, bolos belajar menjadi suatu pilihan utama.
Banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk kebutuhan pendidikan, seakan bukan menjadi suatu tuntutan yang kelak menjadi hutang. Orang tua tidak akan meminta ganti uang yang telah dikeluarkan untuk anaknya. Namun yang diharapkan orang tua adalah hasil belajar yang memuaskan. Memperoleh nilai yang bagus untuk mengobati jerih payah mereka dalam mencari uang. Tidak ada jalan lain, jika belajar dianggap sebagai kebutuhan, maka siswa harus giat dan tekun dalam belajar. Hasil belajar yang memuaskan akan dipersembahkan kepada kedua orang tua di rumah sebagai pengganti jerih payah orang tua yang sudah bersusah payah menyekolahkan anaknya.
Kegiatan belajar merupakan aktivitas yang paling utama di dalam suatu lembaga pendidikan. Namun, kegiatan belajar baiknya tidak hanya dilakukan di lembaga pendidikan formal saja, tetapi akan lebih baik bahwa “Belajar” itu dapat diimplementasikan di mana saja dan kapan saja. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Belajar tidak hanya bermanfaat merubah perilaku seseorang saja melainkan ada beberapa hal esensial yang sangat implisit, bahwa belajar seharusnya dapat meningkatkan kesadaran seseorang untuk dapat memahami problematika di sekelilingnya. Memahami fenomena di sekelilingnya hingga mencari solusi merupakan nilai tambah yang harus dilakukan setiap orang agar mereka tidak hanya “mengkonsumsi” begitu saja ideologi yang secara tidak sadar mendoktrin mereka.
Kita tahu bahwa teknologi berkembang sangat pesat sehingga menuntut kita harus dinamis untuk menghadapi fenomena tersebut dengan “belajar”. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mengimplikasi di ranah budaya dan sosial. Perubahan-perubahan perilaku sosial dan budaya masyarakat secara otomatis juga ikut terlibat. Hal ini merupakan tanggung jawab yang harus di pahami bahwa kita harus sepeka mungkin sadar akan problematika ini. seperti yang telah di ungkapkan di atas kesadaran ini bisa di bentuk dengan meningkatkan efektivitas kita dengan “belajar”.

Kalangan tertentu menganggap Pendidikan adalah satu hal yang menjadi suatu kebutuhan. Mengapa? Mereka beranggapan bahwa manusia yang terdidik oleh proses yang dihasilkan dari Pendidikan akan dilihat keberadaan ya atau secara tidak langsung mereka ingin di lihat eksistensinya oleh orang lain.
Orang-orang yang membutuhkan pendidikan akan muncul dengan sendirinya dikarenakan mereka sudah dibiasakan dengan sistem yang mewajibkannya untuk mendapatkan pendidikan. Kondisi yang berbanding terbalik dengan keluarga yang memiliki status strata pendidikan yang tinggi atau sering kita sebut dengan keluarga yang berpendidikan. Paham masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan bisa menaikkan derajat harkat martabat atau status sosial keluarga mereka.
Menumbuhkan rasa dan pandangan mengenai pendidikan harus menjadi kebutuhan, seyogyanya harus diberikan oleh kedua orangtua kepada individu sejak masih kecil atau balita. Hal ini dapat membuat anak-anak tersebut terbiasa atau sudah dibiasakan dengan memandang pendidikan sebagai kebutuhan sampai mereka dewasa nanti. Menumbuhkan rasa untuk membutuhkan pendidikan bisa diciptakan dengan membuat inovasi dan kreativitas dalam belajar sehingga proses belajar dapat menyenangkan. Sehingga banyak anak-anak tersebut tidak ‘terpaksa’ atau merasa dituntut dalam memperoleh pendidikan.
Pendidikan dipandang sebagai sebuah tuntutan maka suatu ilmu yang diraih dari proses pendidikan tersebut akan menjadi sia-sia, sedangkan apabila pendidikan dipandang sebagai kebutuhan maka anak- anak tersebut akan senang dan selalu ingin mendapat ilmu dimanapun dan kapanpun, dikarenakan mereka sudah terbiasa oleh hal-hal tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan anggapan bahwa pendidikan adalah sebuah kunci untuk kesuksesan di masa depan.
Anggapan umum mengenai pendidikan seperti, mereka beranggapan bahwa manusia yang memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi akan menjadi manusia yang seutuhnya. Kita dapat membedakan pandangan orang terhadap pendidikan antara kebutuhan atau kewajiban dengan melihat pandangan orang tersebut dalam memperlakukan dan cara meraih pendidikan.
Sebelum kita mengajarkan atau mendoktrin individu terlebih dahulu kita harus mencontohkannya adab dalam belajar, hal ini penting karena etika seorang dalam belajar mempengaruhi prosesnya dalam meraih ilmu pengetahuan. Etika dalam pendidikan juga dapat membentuk etika seseorang. Keberhasilan pendidikan adab menuntut ilmu akan melahirkan individu yang memegang kuat adanya nilai dan norma. Pedoman tersebut dapat menjadi pegangan dalam individu untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dari proses pendidikan.
Pendidikan sebagai upaya sadar untuk membentuk manusia seutuhnya dapat berjalan baik dengan berbagai kontribusi dari berbagai pihak seperti lembaga dan orangtua sebagai pengawas dalam proses pendidikan. Menumbuhkan kesadaran untuk pentingnya pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap individu. Adab dalam belajar merupakan hal yang sangat krusial dibutuhkan dalam proses pendidikan. Harapannya individu dapat mengamalkan ilmu pengetahuan sesuai dengan nilai dan norma.



- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -