Popular Post

Archive for April 2017

PELATIHAN ARCGIS#1






Pelatihan Arcgis yang merupakan salah satu program kerja dari bidang media dan jaringan HMPG pada pertemuan pertama pada hari Jum'at 29 April 2017 berlangsung dengan lancar bertempat di Ruang G.01.213 dimulai pada pukul 15.30 WIB oleh Roja Nuryana selaku MC. Peserta sangat antusias dengan masing-masing langsung mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa pada pelatihan pertama kali ini yaitu laptop.
Pelatihanpun dimulai oleh mas Samsul (Geografi 2013) dengan berbagi cara untuk menginstall Arcgis mulai dari persiapan untuk menginstall hingga sampai aplikasi Arcgis dapat digunakan. Bersama pemateri ke dua yaitu mas Hanif (Geografi 2012) saling berkolaborasi untuk berbagi ilmunya pada pelatihan Arcgis kali ini. Kali ini sedang dalam pengenalan aplikasi dan menginput peta serta membuat titik ikat.
Pelatihan diakhiri pada pukul 17.30 WIB karena pelatihan sudah dianggap cukup dan akan dilanjutkan pada pertemuan kedua pelatihan Arcgis. Semagat bertemu dengan pelatihan Arcgis#2 :)

GEOGRAPHY ENGLISH CLUB



Bahasa Inggris bukan lagi hal yang asing. Bahasa Inggris bahkan sudah menjadi sarapan tersendiri bagi orang-orang tertentu. Tetapi, masih ada juga orang yang belum mahir menggunakannya. Kemampuan dalam berbahasa Inggris perlu ditingkatkan, karena itu GEOGRAPHY ENGLISH CLUB hadir lagi yang diselenggarakan pada Kamis, 27 April 2017. Tidak perlu jauh-jauh dan tidak pula membuat kantong kering. Proker ini berlokasi di Taman Ganesha, dimulai pukul 16.00 dan berakhir pukul 18.00.
Proker ini berkolaborasi dengan English Departement Student Assosiation (ESDA) UNY sehingga membuat acara lebih menarik, menyenangkan, dan meriah. Partisipasi dari peserta pun mendapat apresiasi yang bagus. GEC ini dimulai dari perkenalan para mentor dan peserta, kemudian perbaikan speaking yang benar. Asyiknya, peserta juga diperbolehkan untuk bertanya sepuasnya mengenai kesulitan dalam berbahasa Inggris seperti perbedaan aksen Amerika dengan British dan penegasan per kata dalam bahasa Inggris untuk memahami perbedaan makna dan lainnya. Proker ini berakhir dengan pembahasan mengenai pengujian TOEFL untuk pembagian kelompok menurut hasil tel TOEFL.

Kunjungan Kerja HMPG FIS UNY ke HIMABIO FMIPA UNY







Kali ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi FIS UNY mendapat kesempatan untuk bertamu atau mengunjungi Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA UNY. Acara ini berlangsung pada tanggal 25 April 2017 yang dimulai pada pukul 16.30 WIB dan berlokasi di Lobby Laboratorium FMIPA UNY.
Kegiatan kunjungan kerja dibuka dengan sambutan ketua oleh masing-masing himpunan yang dimulai dari sambutan oleh ketua HIMABIO Muhron Isroni lalu dilanjutkan oleh Auzaie selaku ketua dari HMPG.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi masing-masing bidang. Sstem diskusi ini merupakan diskusi pertama kami dengan cara mengelompok pada tiap-tiap bidang di antara kedua himpunan. Pembagian kelompok diskusi antara lain : PPO dan KASTRAT bersama dengan BKPO, MIBA bersama dengan ORSENI, LITBANG bersama dengan Penalaran, KESVOMA bersama dengan KESMA serta MJ berdiskusi bersama Humas dan BMJ.
Melalui kunjungan kerja dan diskusi ini diharapkan kedepannya dapat terjalin tali silaturahmi yang kuat serta kerjasama antara kedua himpunan baik dalam bidang akademik maupun bidang non-akademik.

WORKSHOP KEPENULISAN ILMIAH


           



   Pada tanggal 21 april 2017 bidang litbang HMPG 2017 mengadakan Workshop Kepenulisan Ilmiah dengan tema “Meningkatkan Kontribusi Mahasiswa dalam Pendidikan dan Pengemban sebagai Pengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang dilaksanakan di ruang CND, FIS, UNY. Pada hari ini workshop cukup ramai diikuti dengan jumlah peserta sekitar 40 lebih dari berbagai angkatan. Anemo warga hmpg cukup antuasias dengan materi yang disampaikan oleh pemateri. Pemateri workshop kali ini dosen geografi yaitu ibu Suparmini, M.Si. dan Mariana Ramelan mahasiswa FMIPA UNY angkatan 2013 yang merupakan mahasiswa yang lolos PKM-M dari UNY. Ringkasan materi yang disampaikan pada hari ini adalah :

Tri dharma perguruan tinggi
1.      Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran
2.      Melaksanakan penelitian
3.      Melaksanakan pengabsdian masyarakat

Semua sivitas akademika termasuk mahasiswa memiliki tugas dan tanggungjawab terhadap pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Ini adalah upaya untuk mahasiswa supaya mau meneliti, mau berkarya, mau melakukan pengabdian masyarakat dimana hal itu memang sangat dibutuhkan untuk masyarakat. Mahasiswa harus ikut aktif dalam tri dharma perguruan tinggi. Lalu diekspresikan di karya. Salah satunya yaitu PKM yang dilaksanakan dari kemenristek.

Mahasiswa diharapkan untuk peka terhadap permasalahan yang ada. Sebagi seorang geograf, geografi itu cakupannya sangat luas kajiannya. Geografi untuk menempel pada bidang ilmu lainnya sangat mudah. Mau masuk ipa bisa, masuk ips bisa, mau ranah pendidikan juga bisa. Sangat kompleks.
Program PKM
1.      PKM-M : karya kreatif inovasi bidang penelitian
2.      PKM-K : karya kreatif inovatif dalam membuka peluang usaha mahasiswa
3.      PKM-M : karya kreatif inovatif untuk membangun masyarakat
4.      PKM-T : menciptakan karya teknologi
5.      PKM-KC : IPTEKS
6.      PKM-AI : penulisan artikel ilmiah
7.      PKM-GT : penuangan ide/gagasan kreatif

Potensi daerahnya masing-masing dilihat, ada permasalahan apa. Jangan muluk-muluk ke permasalahan yang umum. Lebih spesifik aja, apa yang kita lihat di lingkungan bisa jadi PKM. Banyak peluang-peluang yang memunculkan ide kreatif jika kita peka terhadap lingkungan sekitar kita.

Sebagai tantangan dimasa depan tuntutan kemampuan para lulusan perguruan tinggi harus memiliki minat membaca yang tinggi sehingga memiliki wawasan yang tinggi. Kita sebagai mahasiswa pendidikan geografi tidak masalah jika hendak membuat karya tulis tentang geografi murni akan tetapi lebih baik jika kita lebih menekankan pada kependidikan yang dikaitkan dengan materi geografi.

MENCARI KARAKTER MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI




Kamis, 20 April 2017, jam 17.00 dilaksanakan Gestrat Discussion di ruang musik PKM lantai 2. Gestrat ini merupakan Gestrat yang kedua pada tahun 2017. Tema yang dibahas yaitu “Mencari Karakter Mahasiswa Pendidikan Geografi”

Karakter merupakan tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Salah satu faktor penyebab timbulnya karakter adalah faktor lingkungan. Lantas, bagaimana lingkungan pendidikan geografi FIS UNY mempengaruhi karaker mahasiswanya?

Sebagai jurusan Pendidikan Geografi, kita harus menyeimbangkan antara ilmu pendidikan dan ilmu geografi. Keduanya memiliki disiplin ilmu yang berbeda, tetapi keduanya juga memiliki ikatan yang kuat dan tak terpisahkan. Ilmu pendidikan berkaitan dengan belajar, dimana proses tersebut berlangsung terus-menerus seperti rantai makanan, dan ada dimanapun manusia berada. Dimana manusia berpijak, disitu ada ilmu yang bisa diambil. Tergantung peka atau tidak untuk memahami yang tersirat di dalamnya. Sedangkan geografi merupakan ranah ilmu yang mencakup semuanya, merupakan ilmu yang kompleks untuk membahas ruang dan waktu.
Karakter merupakan bagian dari sifat dan dari hal-hal yang dipengaruhi dari pengalaman, lingkungan, sosial, dan keluarga. Semua itu berkembang menjadi karakter yang merupakan ciri-ciri suatu manusia atau suatu hal yang dapat membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
Bagaimana cara Pendidikan Geografi FIS UNY untuk membentuk karakter mahasiswa? Ada banyak cara untuk mengungkapkannya. Salah satunya melalui proker escarpment. Melalui proker tersebut, karakter yang dapat tumbuh adalah sifat berani, tangguh, kerjasama dan kekompakan, kejujuran, keyakinan, cepat tanggap, tanggungjawab, dan masih banyak lagi.
Dalam pembelajaran, pendidikan karakter selalu ditekankan kepada peserta didik. Apakah itu perlu? Karakter merupakan pondasi diri untuk membangun diri sendiri. Karakter tersebut akan mempengaruhi kita, layaknya kita memilih jalan hidup. Kita mau mengukir bagaimanapun, hanya kita yang bisa memandang apakah indah atau tidak. Orang lain hanya berkomentar dari luarnya saja (yang terlihat oleh indera). Karakter tersebut fleksibel di setiap orang. Orang bisa cocok atau tidak tergantung pada dirinya sendiri. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa mata kuliah Pendidikan Karakter dan Kepribadian Guru dilaksanakan pada semester 1.
Menumbuhkan karakter yang baik haruslah diikuti lingkungan yang mendukung. Karena apa? Karena lingkungan merupakan faktor external yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan diri, terutama pembentukan karakter. Lingkungan yang membawa karakter positif, akan menumbuhkan karakter yang baik pula untuk diri, dan sebaliknya jika lingkungan tidak mendukung untuk menumbuhkan karakter positif, maka seseorang itu akan sulit untuk mendapatkan motvasi agar mereka memiliki karakter yang positif.
Dalam sistem pembelajaran, kita harus berpikir. Cogito ergo sum (aku ada karena aku berpikir). Mengenai UKT, kalian telah membayar UKT untuk kuliah selama 4 tahun, lalu kalian mendapat apa? Ilmu apa yang bisa kalian dapatkan untuk mengabdi di masyarakat? Nah, di sinilah terlihat mana orang yang benar-benar niat untuk menimba ilmu atau hanya sekedar tuntutan zaman. Pendidikan sekarang sudah dikomersialkan. Sebenarnya masih perlu ditanyakan untuk apa pendidikan itu?

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -