WORKSHOP GERAKAN MENULIS BUKU



“Menumbuhkan Jiwa Kepenulisan untuk Generasi Muda yang Berkualitas”
Masa depan bangsa Indonesia berada di tangan generasi muda. Mahasiswa merupakan pelajar yang berstatus Maha yang artinya lebih tinggi. Namun, apakah kalian sebagai mahasiswa sudah merenugkan status sebagai mahasiswa?
  Workshop Gerakan Menulis Buku dilaksanakan pada hari Jum’at, 2 Juni 2017. Maksud dari workshop ini adalah untuk menumbuhkan jiwa kepenulisan terutama di lingkup Pendidikan Geografi. Banyak permasalahan-permasalahan di bidang geografi yang dapat dituangkan menjadi karya tulis. Workshop ini dibersamai oleh Danu Eko, M.Pd (dosen Pendidikan Sejarah dan penulis), Dyna Novitasari S.Sos (manajer Penerbit Andy), dan Rifaldy Fajar (Mapres UNY 2017). Pada pukul 13.30, workshop dimulai, kemudian dilanjutkan Arif Ashari M.Sc sebagai pembimbing kemahasiswaan Pendidikan Geografi membuka acara.
Menurut pak Danu, “Menulis merupakan dinamika dari kehidupan”. Tri dharma perguruan tinggi salah satunya kita harus melakukan penelitian. Melalui penelitian, kita dapat menulisnya. Melalui tulisan kita dapat lebih dihargai. Dari dengan dihargai itu, kita menjadi lebih hidup. Menjadi seorang aktifis kampus memanglah sangat sibuk. Dimana kita harus membagi waktu untuk kuliah, organisasi, dan menulis. Tetapi, melalui kesibukan-kesibukan itu kita merasa bahwa kita itu hidup dan memiliki manfaat untuk orang lain.
Menulis bukanlah sesuatu yang sulit. Menentukan tema atau gambaran umum terlebih dahulu sebelum menentukan judul tulisan. Hal itu dimaksudkan untuk mensiasati agar tulisan kita tidak keluar dari tema. Setelah membuat tema atau gambaran umum, menentukan batasan-batasan masalah apa yang perlu dibahas dan diselesaikan. Setelah itu, barulah membuat judul yang cocok untuk tulisan kita.
Mengapa kita harus menulis? Karena melalui tulisan itu kita dapat menginformasikan, membujuk, mendidik, bahkan menghibur. Banyak karya generasi muda Indonesia sekarang ini menjadi penulis novel, karena apa? Karena untuk menghibur. Menentukan hati untuk terus bahagia sangat mustahil. Ada kalanya kita merasa penat dan butuh hiburan. Daripada bingung mau membenahi hati ingin kemana, membaca buku lebih bermanfaat untuk mengobatinya. Untuk kamu yang belum mencintai buku, cobalah. Kamu akan merasakan sensasi yang lain dari biasanya. Setelah terimajinasi, cobalah untuk menulis. Tuangkan apa yang kamu ingin keluarkan. Bukankah melalui diary kecil adalah teman yang paling setia?
So, ayo tumbuhkan jiwa keppenulisanmu!

No comments:

Powered by Blogger.