Popular Post

1 Oct 2017

APA KABAR PETANI ? IMPOR KOMODITAS BARANG

    Pada Selasa, 26 September 2017 berlangsung Gestrat di depan ruang Geospasial. Gestrat kali ini membahas mengenai fenomena impor garam di Indonesia. Mengapa Indonesia mengimpor garam dan apa dampaknya?

Beberapa bulan terakhir ini, Indonesia sempat digemparkan dengan pemberitaan mengenai kebijakan pemerintah yang mengimpor garam dari Australia hingga sebanyak 7 juta ton. Padahal Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Namun dalam hal produksi garam, Indonesia berada diperingkat ke 35.      
       Mengapa hal tersebut dapat terjadi?  
    Mengingat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan garis pantai yang panjang seharusnya Indonesia mampu mendapat peringkat yang lebih baik dan mampu mencukupi kebutuhan garam dalam negeri. Setelah dikaji bersama, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi garam di negara kita.
     Faktor-faktor tersebut antara lain masih kurangnya inovasi teknologi dalam memproduksi garam sehingga petani garam masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, selain itu banyak petani garam yang mulai mencari pekerjaan lain dikarenakan penghasilan yang mereka dapatkan dari memproduksi garam sangat minim. Selain itu, meskipun Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, tidak semua wilayah di Indonesia dapat dijadikan tambak garam. Dikarenakan kondisi topografi dan iklim pada setiap wilayah di Indonesia yang berbeda-beda dan tidak semua wilayah tersebut cocok untuk memproduksi garam.
     Seperti wilayah kalimantan dan sumatera yang di dominasi oleh daerah rawa menyebabkan wilayah tersebut tidak dapat dijadikan tempat untuk memproduksi garam, hanya sebagian wilayah di Indonesia yang dapat memproduksi garam secara efektif. Hanya wilayah dengan kondisi topografi landai dan tidak berawa yang dapat dijadikan sebagai tambak garam. Selain itu, kondisi iklim di wilayah tersebut cenderung kering agar dapat mempercepat proses kristalisasi air laut menjadi garam.
Rendahnya produksi garam di Indonesia, menyebabkan kekurangan persediaan garam untuk memenuhi kebutuhan garam di Indonesia. Meskipun belum diketahui berapa total jumlah garam yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan garam di Indonesia. Dengan permintaan garam yang lebih besar dibandingkan ketersediaannya, pemerintah mengambil langkah untuk menimpor garam guna mengatasi kekurangan garam agar kebutuhan garam untuk masyarakat dapat terpenuhi. Meskipun demikian, kita tidak seharusnya membiarkan kondisi ini berlangsung terus menerus, perlu ada tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
     Tidak hanya dari pemerintah, para petani dan akademisi perlu saling bersinergi untuk menangani masalah garam ini. Para akademisi hendaknya mengembangkan penelitian mengenai inovasi teknologi yang dapat membantu para petani memproduksi garam dengan lebih efektif sehingga para petani tidak terlalu bergantung dengan kondisi alam. Para petani juga hendaknya membuka diri untuk menerima inovasi tersebut dan mulai meninggalkan cara-cara konvensional dalam produksi garam.  
    Pemerintah sendiri dapat lebih memperhatikan kondisi para petani garam sehingga mereka tidak meninggalkan pekerjaan mereka sebagai petani garam dan perlahan-lahan membantu petani untuk meningkatkan produksinya sehingga kebutuhan garam dalam negeri dapat tercukupi. Memang semua itu memerlukan tahapan-tahapan, kita tinggal memilih apakah kita mau bersabar untuk perubahan tersebut atau mau terus menerus mengandalkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan garam di negeri dengan garis pantai terpanjang kedua ini.
 |Windhita

- Copyright © Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -