Sosialisasi dan Konsolidasi Diskusi: Geografiku Sayang Pendidikanmu Malang



Mahasiswa hebat adalah mahasiswa yang mampu mengeluarkan aspirasinya



Senin, 20 November 2017 pada jam 17.00 berlangsung General dan Strategic Discussion atau yang sering disebut dengan Gestrat di parkiran PKM FIS UNY. Gestrat kali ini sudah yang keempat kalinya diadakan dan baru kali ini pula membahas mengenai jurusan Pendidikan Geografi. Hal ini dilakukan oleh pihak panitia karena sebagai persiapan untuk Shardoma (Sharing Dosen dan Mahasiswa) yang akan dilaksanakan pada Kamis, 23 November 2017 di ruang Ki Hadjar Dewantara.
Gestrat #4 dihadiri oleh sekitar 35 mahasiswa. Mahasiswa saling berpendapat mengenai apa yang masih menjadi permasalahan di jurusan Pendidikan Geografi. Ada salah satu mahasiswa yang berpendapat mengenai materi kuliah. Materi itu sendiri seharusnya sudah ada di setiap semester. Tetapi pada kenyataannya, penyampaian materi tersebut tidak sesuai dengan silabus. Materi yang disampaikan terkadang rancu dan membuat mahasiswa harus berputar otak lagi untuk memahami materi yang telah disampaikan. Secara tersirat, hal ini positif bagi mahasiswa karena untuk mendorong mahasiswa menggali lebih dalam tentang mata kuliah tersebut.
Membahas mengenai laporan praktikum yang sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa Pendidikan Geografi, laprak sangat membuang banyak uang untuk kertas. Dimana jika kita menggunakan kertas juga berimbas pada bahan bakunya, yaitu pohon. Apabila kita tidak mau membuang-buang kertas dan mau menghemat kertas, salah satu cara pengumpulannya yaitu dengan cara soft file. Tetapi, jika laprak yang dikumpulkan berupa soft file, yang dikhawatirkan adalah banyak mahasiswa yang hanya copy paste. Ada yang menyarakan seperti ini, “Pengumpulan laporan praktikum harus diimbangkan, seperti pengumpulan per acara menggunakan hardfile untuk memudahkan koreksi, sedangkan laporan akhir menggunakan soft file.” Kalau dalam pengumpulan praktikumnya sudah dimudahkan, maka mahasiswa harus mengimbangi dengan mengumpulkan laprak tepat waktu. Beralih ke Praktikum Kartografi dimana dalam praktikumnya membutuhkan rapido yang harganya dibilang tidak sedikit. Kartografi merupakan studi atau praktik membuat peta secara dasar maupun teknik. Cara menggambarnya pun harus hati-hati karena rapido yang harganya tidak sedikit tersebut ternyata rawan patah. Kuantitas penggunaan rapido dalam praktikum kartografi hanya beberapa kali. Disini membuat mahasiswa berputar otak lagi. Secara tersirat, praktikum kartografi membiarkan mahasiswa berlatih sendiri dengan tinta rapido yang masih ada.
Kemudian, dilihat dari namanya, Pendidikan Geografi di jurusan kita menekankan materi pendidikan, pendidik, dan peserta didik pada semester 1. Tetapi pada semester-semester mendekati PPL tidak ditekankan lagi mengenai pendidikan, pendidik, dan peserta didik. Secara pelan dan tidak pasti, mahasiswa akan meredup dan tidak semangat lagi untuk mengajar.
Yang dapat disimpulkan di gestrat kali ini adalah kurikulum yang ada di Pendidikan Geografi FIS UNY perlu dikaji ulang. Seperti misalnya membuat buku kontrak di awal semester dan menambah tenaga pendidik. Hal ini membuat kurikulum lebih tertata dan nyaman digunakan bagi mahasiswa.

No comments:

Powered by Blogger.