Hasil Diskusi Internal Geografi #1

Geografi : Istimewa dengan Paradigma


Pembangunan paradigma geografi bagi mahasiswa Pendidikan Geografi sangatlah penting. Sebab paradigma geografi yang merupakan pisau bedah dalam mengupas segala permasalahan di bumi yang dimiliki oleh mahasiswa Pendidikan Geografi. Ketajaman analisis mahasiswa Pendidikan Geografi harus memiliki keunggulan yang menjadi ciri khas dalam hal ini geograf. Karena analisis ini memiliki kualitas yang dikenal dengan analisis keruangan dengan konsep kewilayahan.
Termasuk dalam isu Kulonprogo, mahasiswa Pendidikan Geografi memiliki paradigma yang berbedaj ika dibandingkan dengan mahasiswa program studi lain. Kecenderungan dalam menganalisis hubungan manusia dan alam menjadi kualitas tersendiri dalam setiap argumen dalam paradigma  geografi, termasuk dalam persoalan isu Kulonprogo.
Namun sebenarnya apakah itu paradigma? Dan kualitas seperti apakah yang dimiliki oleh paradigmag eografi? Paradigma adalah pemikiran akan sesuatu yang mencirikan sudut pandang dan perspektift erhadap suatu persoalan. Paradigma juga merupakan sebuah asumsi yang bisa dianut oleh seseorangd alam menyikapi sesuatu. Sifatnya mendasar, muncul secara sendirinya, serta tidak dipaksakan.
Mendasar karena paradigma menggambarkan pola filosofis tentang bagaimana konsep bisa terbangun. Kemudian muncul secara sendiri dan tidak dipaksakan karena tentu paradigma bisa dianut oleh seseorang yang meyakininya, atau tidak.
Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa paradigma adalah sebuah alternatif dalam menyelesaikan masalah. Alternatif yang digunakan bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya pada permasalahan yang sama. Paradigma yang merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia memiliki sifat yang berbeda satu sama lainnya. Budaya yang berbeda menimbulkan paradigma yang berbeda, serta penawaran solusi yang berbeda. Sebagai seorang geograf, maka wajarnya alternatif  paradigma geografi-lah yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis suatu permasalahan.
Paradigma juga dapat diartikan sebagai kerangka berpikir, yang merupakan: (1) proses masuknya
sesuatu, (2) proses penyelesaian masalah, (3) proses menemukan sesuatu, dan (4) proses berakal.Membangun kerangka berpikir merupakan ciri-ciri manusia sebagai makhluk yang berakal, dimana akal merupakan buah kerja otak manusia. Segala aktivitas manusia berhubungan dengan akal manusia untuk menentukan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup manusia.

Paradigma Geografi
Geografi merupakan ilmu muka bumi yang mempelajari segala gejala di atas permukaan bumi yang berhubungan secara keruangan. Di dalamnya terdapat fenome geosfer sebagai ruang lingkup dalam paradigma geografi. Atribut ruang menempati disetiap gejala-gejala di permukaan bumi, oleh sebab itu setiap proses yang ada di bumi memiliki pengaruh timbal balik serta sebab akibat. Sifatnya yang terdiri dari timbal dan balik, serta sebab dan akibat tentu memberikan gagasan paradigma yang berdasarkan atas hukum-hukum alam, bahwa setiap fenomena yang terjadi pasti memiliki asal-usul sebab dan memiliki dampak atau akibat. Ruang dalam pengertian paradigma geografi sangatlah luas dan tak terbatas, namun dibagi dalam sekat-sekat tertentu untuk mempermudah dalam mengkaji fenome yang ada. Sekat-sekat tersebut dapat dinyatakan dalam: (1) atmosfer, (2) biosfer, (3) antroposfer, (4) hidrosfer, dan (5) litosfer (6) pedosfer.
Geografi adalah ibu dari segala cabang ilmu. Indera dan rasio manusia berawal dari kebutuhan manusia dengan kondisi alam, sehingga geografi mengajarkan berfilosofi yang menghubungkan antara realitas di lingkungan dengan diri manusia sendiri.



Alur Perjalanan Ilmu Geografi

Bila belajar menggunakan metode kronologis merunut dari alur sejarah lahirnya geografi, geografi berawal dari filsafat spekulatif. Filsafat ini merupakan paham prasejarah yang memiliki metodologi berandai-andai dan merenung terhadap permasalahan paling mendasar dan sepele yang terjadi di sekitar manusia. Pertanyaan sepele seperti mengapa matahari terbit dari barat dan terbenam di timur membuahkan rangkaian spekulatif untuk memprediksi sifat-sifat alam untuk kepentingan manusia. Pengetahuan ini mengajarkan manusia untuk terus memahami alam sekitar dan terus senantiasa menghormati alam sekitar sebagai sebuah keseimbangan.
Buah pemikiran filsafat spekulatif adalah kearifan lokal. Seperti yang terjadi di Liang Buaya, bila terjadi banjir maka hal tersebut adalah berkah, sedangkan yang terjadi di Jakarta, bila terjadi banjir maka hal tersebut dianggap sebagai bencana. Perbedaan cara menyikapi tersebut memberikan gambaran bahwa alam memiliki kuasa dalam mempengaruhi pikiran manusia, sebagai determinan dalam mengubah perilaku.
Kumpulan realitas dipadu dengan pengalaman yang dihadapi pada masa lalu memberikan sebuah gambaran akan prediksi dan ramalan. Kecenderungan yang sama membuat manusia belajar akan pola-pola yang ada di alam. Terlebih kecenderungan tersebut terjadi pada pendekatan keruangan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Geografi merupakan seni meramal atau ilmu meramal yang bermanfaatu untuk kehidupan manusia.
Stadium berikutnya yang terjadi setelah prasangka spekulatif berkembang adalah filosofi starbo yang
memiliki gagasan attribute of place. Artinya setiap aktivitas di alam yang terjadi, entah melibatkan manusia atau tidak pasti terjadi pada sebuah “ruang”. Ruang itu sendiri membentu corak budaya.
Pada tahapan filosofi starbo, bisa disimpulkan bahwa manusia menjadi lebih optimis jika dibandingkan pada tahapan filosofi spekulatif. Pada tahapan filosofi starbo, manusia semakin yakin bahwa ada faktor penyebab dan faktor tersebab. Segala aktivitas di alam pasti memiliki sifat mengalir dan kecenderungan dalam siklus yang tiada habisnya. Prediksi yang sebelumnya diciptakan oleh manusia berubah menjadi teori-teori alam dalam mendekripsikan proses tiada henti yang berangsur dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
Tahap paling dewasa adalah filosofi geografi modern. Kecenderungan manusia dalam ber-paradigma ke-geografi-an pada tahap ini berkembang secara konservatif dan kembali pada alam. Karena pada tahap ini terjadi degradasi alam yang luar biasa sejak dimulainya revolusi industri yang berdampak pada eksploitasi besar-besaran di alam. Geografi modern menghormati relevansi antara manusia dan bumi tempat manusia tinggal. Jumlah pemikir dan daya berpikir modern yang semakin berkembang kemudian memunculkan tunas-tunas ideologi lain seperti kapitalisme, marxisme, naturalis, dan feminis.
Banyaknya paham yang muncul tersebut, maka pendekatan-pendekatan geografi muncul secara spesifik pada kecenderungan apa yang ingin diamati. Paradigma sebagai kerangka berpikir seorang geografer memiliki tanggung jawab antara dirinya dengan alam tempat dirinya tinggal, meskipun banyak mazhab lingkungan yang bisa dipilih sebagai pedoman dalam mengkaji relevansi antara manusia dan alam.

Pendekatan dalam Paradigma Geografi
Paradigma geografi memiliki banyak pendekatan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bahwa banyak sekali sudut pandang dalam kepentingan menjawab rumusan masalah geografi. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah (1) pendekatan keruangan, (2) pendekatan ekologi, (3) pendekatan kronologis, dan (4) pendekatan sistem.
1. Pendekatan keruangan membedakan ciri-ciri khusus antara satu budaya dengan budaya lainnya, karena tentu disebabkan oleh lingkungan yang berbeda. Perspektif keruangan menjadi penting untuk memahami persebaran dan denah distribusi ciri pembeda dalam gejala keruangan.
2. Pendekatan ekologi mengkaji hubungan manusia dengan alam disekitarnya. Manusia memiliki peranan penting dalam kelestarian alam. Eksploitasi alam yang terjadi merupakan gambaran hilangnya sikap arif dalam mengolah alam. Namun tolak ukur arif tidaknya suatu tindakan tentu tidak lain dilihat dari pendekatan ekologi.
3. Pendekatan kronologis dianalogikan pada tahap-tahap kejadian alam yang materialis. Selain
yang materialis bukanlah konsep yang digunakan dalam pendekatan kronologis. Ciri dari pandangan materialis adalah sifatnya yang cenderung tetap, tidak bertambah, dan tidak berkurang, hanya sebuah siklus yang berkelanjutan membentuk suatu dinamika. Dinamika tersebut membentuk alur kronologi dari tahap awal yang berjalan maju terus tanpa atau dengan proses pengulangan.
4. Pendekatan sistem mengkaji mengenai suatu struktur yang membangun sebuah anatomi gejala
di muka bumi. Fenomena alam pasti memiliki agen-agen yang bekerja sebagai faktor pengaruh
dan terpengaruh. Pendekatan ini menjelaskan detail fungsional layaknya organ tubuh makhluk
hidup.



Ruang hidup dan Perampasan kontemporer

Manusia hidup dalam ruang yang mana keterkaitan manusia dan ruang menuntut adanya dinamika. Baik dinamika manusia dan dinamika ruang. Kepuasan manusia akan ruang hidup berbanding lurus dengan ketersediaan ruang hidup. Ketika ruang hidup mencukupi, maka manusia akan merasa puas dan nyaman atas tersedianya ruang hidup bagi mereka. Semakin hari kemudian manusia mengalami perkembangbiakan yang secara langsung dan tak langsung justru keturunannya sendiri-lah yang merampas ruang hidupnya. Oleh karena itu dibuatlah pembagian ruang hidup yang dalam hal ini ruang hidup sebagai komoditas privat manusia.
Perampasan yang dikehendaki dari diri manusia semacam itu akan menimbulkan adanya toleransi antar generasi sehingga akan memunculkan sebuah solusi dalam pembagian ruang hidup. Pun tak jauh beda halnya ketika perampasan berasal dari luar diri manusia. Perampasan kontemporer atas ruang hidup manusia memberikan kontribusi dalam mengembangkan daya kritis dan kreativitas manusia. Atas nama kebaikan bersama misalnya, ruang hidup manusia dirampas untuk pembangunan infrastruktur dan manusia dituntut kritis dan kreatif dalam menyikapi perampasan ini. Bukankah pemilik modal sangat berbaik hati dalam mengembangkan daya kritis dan kreativitas manusia melalui perampasan ruang hidup ? Inti dari pengembangan daya kritis dan kreativitas manusia bukan pada perampasan ruang hidupnya. Namun perampasan ruang hidup sebagai wahana pengembangan, yang menjadi salah satuagian dari pendidikan. Jadi diatas perampasan ruang hidup,masih ada pendidikan yang berperan banyak terhadap daya kritis dan kreativitas manusia.

1 comment:

auvry abeyasa said...

Keren, tapi lebih keren kalo nama bidang yg di web disesuaikan ama yg d gbhk, kastrat contohnya wwkwkw

Powered by Blogger.