[DISKUSI KASTRAT] #2 : "PENDIDIKAN MORAL"


    Diskusi Kastrat yang kedua ini dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2020. Pada diskusi yang bertema Pendidikan Moral ini mengundang dua pembicara yaitu Nadiyah Salsa Billah, S.A.P dan Herlian Septianto. Perlunya adanya PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). Moral sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan generasi muda. Moral education juga berkaitan dengan komunitas dan individu. Moral lebih ke prinsip dasar induvidu. Esensi dari pendidikan moral : Bahwa esensinya dari pendidikan karakter adalah moralitas universal, atau dalam bahasa agamanya disebut akhlak.

    Etika berakhlak atau tidak dapat dilihat dari sudut pandang etikanya. Beretika penting bukan hanya dilingkungan sekolah namun juga di lingkungan keluarga dan masyakakat. Pendidikan etika utama dimulai dari lingkungan keluarga. Bagaimana caranya individu hidup bersama? Kita bisa berkontribusi secara nyata dan bermanfaat bagi siapa saja untuk masyarakat tidak hanya untuk individu saja. Tidak hanya penanaman tapi juga aktualisasik attitude/akhlak sangat dibutuhkan. Ketika kita punya attitude yang baik maka kita bisa mengambil keputusan dengan baik juga. Etika bertanggung jawab juga sangat dibutuhkan. Tanggung jawab dengan segala kegiatan yang ada.

4 Pilar Education :

·      Character & Morality Sifat indikator : toleransi

·      Individual & Community Bagaimana memberikan kontrol keputusan, dalam menghargai keputusan yang diambil.menghargai orang berbicara.

·      Civic Studies Belajar dari objek 1,2,3 dari berbagai sudut pandang. Tidak hanya 1 sudut pandang.

·      Cultural Studies

    Berbicara tentang moral tidak akan lepas dari akhlak dan etika. Pendidikan moral adalah pendidikan sepanjang hayat, yaitu dimaksud dengan belajar sampai kita meninggal. Penamanam nilai karakter : kejujuran, demokrasi, tanggungjawab, dll. Saat banyaknya hoax (berita bohong), menandakan bahwa kurangnya literasi media oleh masyarakat. Contohnya : kasus Audrey, satu Indonesia terkena prank (kebohongan) karena kurangnya literasi dan pemahaman. Jangan sampai kita agent of change menjadi penyebar hoax.


No comments: