Diskusi Kastrat #5 [Reformasi Pendidikan: Arah Gerak Masa Depan Generasi Disaat Pandemi]

 



    Diskusi ini dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2020 dengan dua pembicara yaitu Dr. Bambang Syaeful Hadi, S.Pd., M.Si., M.Pd dan Janu Muhammad, S.Pd., M.Sc dengan tema reformasi pendidikan. Pendidikan merupakan  proses transformasi budaya karena pendidikan merupakan suatu warisan budaya dan pendidikan juga didefinisikan sebagai wadah penyiapan warga nergara agar bisa bekerja sama dengan satu sama lain. Sistem pendidikan Indonesia belum berhasil dikarenakan sarana dan prasarana yang kurang dan tidak meratanya sekolah serta pendidik karena hanya berpusat di Pulau Jawa. Serta faktor pandemi yang masih belum usai sehingga pendidikan menjadi bersifat daring. 

    Pembicara pertama yaitu Dr. Bambang Syaeful Hadi, S.Pd., M.Si., M.Pd dengan tema Pendidikan di Indonesia : Jalan Terjal Menuju Kemartabatan. Reformasi merupakan perubahan secara drastis untuk perbaikan dalam bidang tertentu (sosial, politik, ekonomi, agama) dalam suatu masyarakat atau negara.

Rekonstruksi merupakan penyusunan kembali berupa inovasi, seperti :

1.  Pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru.

2. Penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat).  

    Covid-19 menimbulkan permasalahan yang cukup sulit dalam dunia pendidikan. Dimana seluruh peserta didik dan guru harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring. Pada pertengahan April, ada sekitar 1.725 miliar siswa di seluruh dunia yang terkena dampak sekolah dan banjir sebagai akibat pandemi COVID-19. Menurut Laporan Pemantauan UNESCO, 192 negara telah mencrapkan penutupan nasional, mempengaruhi sekitar 99% populasi siswa dunia. Pada September 2019, hanya 7% yang memperkirakan penurunan jumlah staf dalam enam bulan ke depan, sedangkan pada Maret 2020 meningkat menjadi 26% (di seluruh dunia).

    Peran Pemerintah terhadap pendidikan dimasa pandemi yaitu mengatasi krisis pembelajaran serta krisis ekonomi di sektor pendidikan. Dimana krisis pembelajaran yang dimaksud yaitu kesiapan peserta didik, tenaga pendidik atau guru, fasilitas belum memadai untuk dilakukan pembelajaran secara daring.

7 Kebijakan Kemendikbud: 

1. Realokasi dana pendidikan → membantu gugus tugas covid

2. Relaksasi dana BOS ( kuota, gadget, dan lain-lain)

3. Mempersembahkan dana BOS afirmasi dan kinerja kepada sekolah swasta

4. Bantuan uang kuliah

5. Membuat konten  edukasi di TVRI

6. Kurikulum darurat (membawa efek 3B)

7. Pembuatan modul pembelajaran untuk murid murid.  

    Kemudian pembicara kedua adalah Janu Muhammad, S.Pd, M.Sc dengan tema Reformasi Pasca Pandemi. Pada masa pandemi, yang dibutuhkan adalah membangun manusia pembelajar, penyederhanaan kurikulum dan penghargaan kepada guru non-PNS  Pendidikan di Indonesia pada 2021 yang diharapkan oleh peserta didik dan guru yaitu dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka pada daerah zona hijau dan kuning. Pada tahun 2021 pemberian izin dimulai dari pemberian izin oleh pemerintah daerah dan diikuti dengan izin berjenjang dari satuan pendidikan dan orang tua. Pemangku kepentingan perlu mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka yaitu pemerintah pusat, satgas covid-19 daerah, masyarakat sipil, pemerintah daerah, guru. Peningkatan skil individu dalam penggunaan teknologi harus lebih kreatif yang mencakup Creativity, Critical Thinking, Communication dan Collaboration.

No comments: