Kunjungan Kerja#2 HMPG Gawahita X BPPTKG DIY

 Kunjungan Kerja #2

        Pada Jumat, 8 Juli 2022 bidang Media dan Jaringan menjalankan salah satu programnya, yakni Kunjungan Kerja. Proker ini merupakan proker pertama yang diselenggarakan dengan melibatkan instansi di dalam kegiatan tersebut. Instansi tersebut BPPTKG DIY. Mengingat masih dalam masa pandemi, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual. Apabila kunjungan kerja ini dilakukan dengan virtual memungkinkan dari pihak instansi kurang maksimal dalam menjelaskan kondisi di dalam instansi tersebut sehingga pihak dari dosen dan instansi menyarankan apabila kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan pihak BPPTKG dapat menjelaskan program kerja dan bagan sie yang terbagi di dalamnya. 


                                                    Gambar 1.1 Pemaparan Materi oleh Narasumber

        Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Dyah Respati S. S. M. Si selaku kepala jurusan Pendidikan Geografi dan pihak BPPTKG diikuti oleh Dr. Dra Hanik Humaida, M. Sc. selaku Fungsional Penyelidik Bumi Madya. Moderator dalam kegiatan tersebut, yakni Nabila Rizkia Nada mahasiswa Pendidikan Geografi 2021. Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam dengan susunan acara pembukaan oleh MC, sambutan oleh Kepala Jurusan dan Ketua HMPG Gawahita, materi, sesi tanya jawab, penyerahan sertifikat dan penutup. Berikut notulensi pada saat sesi tanya jawab, 

Meily: 
Bagaimana prosedur dan berkas apa saja yang diperlukan untuk magang di dalam BPPTKG?
Jawab: pengajuan surat pada kepala BPPTKG melalui website dan melihat situasi kapasitas mengingat terbatasnya setiap tahunnya (surat+proposal)

Nada:
Apakah pendidikan geografi memiliki peluang untuk bekerja di dalam BPPTKG?
Jawab: terdapat peluang kerja, kegiatan khususnya terkait dalam geografi pemetaan

Nabila:
Bagaimana pandangan Ibu terkait pengembangan wisata di daerah lereng gunung Merapi?
Jawab: pariwisata dengan melihat potensi dan tidak harus area KRB 3 terlepas dari kegiatan pariwisata tetapi terus mengikuti perkembangan dan rekomendasi oleh BPPTKG dan pemerintah daerah.

Oza: 
Apakah alat dalam BPPTKG sudah memenuhi untuk melakukan mitigasi dalam pengamatan? dan bagaimana bentuk kerja sama dengan badan terkait untuk mengantisipasi oleh adanya bencana serta bagaimana peran edukasi oleh BPPTKG?
Jawab: Alat sudah cukup dan memadai meskipun ada kekurangannya dalam mengatasi kejadian khusus atau terbaru. Salah satunya seismometer dalam BPPTKG memiliki 40 buah dalam pengamatan, serta deformasi untuk menganalisis EDM (pengukuran jarak pantau), GPS memiliki 11 buah dan beberapa  telah dipasang secara permanen serta 24 jam pemantauan (real time). Perlu adanya kerja sama dengan relawan dimana mereka menyampaikan memantau dalam memantau gunung merapi, edukasi mitigasi bencana tidak dapat dimasukan dalam muatan lokal karena siswa telah mendapat banyak materi pembelajaran. 

Ridho:
Apakah alat BPPTKG boleh dipinjam dan bagaimana prosedurnya?
Jawab: Tidak dalam peminjaman alat.


                                                    Gambar 1.2 Penyerahan Sertifikat dengan BPPTKG

                                            
                                                    Gambar 1.3 Sesi Dokumentasi dengan Pihak BPPTKG



    
        

        

No comments: